5/16/12

Tesk Dialog Drama " Ada Jalan ketika Kita Mau (kreatifitas)

Tags

Judul  : Ada jalan ketika kita mau (Kreatifitas)
Tema  : Inovative
Tokoh  :
a.      David ( sebagai pemulung anak-anak )
b.      Azib ( Teman Pemulung David )
c.       Ibu Aulia ( Ibu dari David )
d.      Devika ( Anak Sekolah yang memiliki ide-ide kreatif )
e.      Rina dan ajeng  ( sebagai teman sekolah Devika )
f.        Ibu Syafitri ( sebagai Ibu guru )
Penokohan      :
a.      David ( Semangat )
b.      Azib ( Pemalas )
c.       Ibu Aulia ( Tabah )
d.      Devika ( Suka Menolong )
e.      Rina ( Baik hati )
f.        Ajeng ( Sombong )
g.      Ibu Syafitri ( Bijaksana)

Sinopsis :
Suatu hari, dua sahabat berdiri di depan sebuah pintu gerbang. Dengan  mengenakan  kaos  yang kusuh , celana pendek serta sandal jepit yang hampir putus, mereka  menenteng bagor dipundaknya yang digunakan untuk mencari makan setiap harinya, dengan mengais barang-barang yang sudah tidak dipakai oleh orang lain. Mereka berdua adalah David dan Azib dua sahabat karib yang memiliki karakter berbeda. Azib dengan sifat pesimistisnya sementara David dengan Cita-citanya yang tinggi.
David ini adalah anak dari seorang janda tua, yang hidup serba kekurangan, David tinggal disebuah gubuk reot  bersama ibunya, namun walaupun serba kekurangan David tetap memendam cita-cita yang tinggi. Dia sangat ingin bisa sekolah seperti anak-anak laiinya. Mengetahui cita-cita dari anaknya tersebut Ibunya sangat sedih karena tidak bisa mewujutkan cita-cita tersebut.
Di sisi lain Devika yang sering melihat david berada didepan gerbang sekolahnya, penasaran mengapa david sering berada ditempat tersebut. Setelah dia bertanya akhirnya dia tahu bahwa ternyata David memiliki cita-cita untuk bersekolah.
Mengtahui cita-cita David yang ingin sekolah namun tidak bisa karena tidak punya biyaya, Devika menjadi iba, kemudia Devika Bersama teman-temannya Rina, pergi menemui Gurunya untuk mencari solusi tersebut.
Pada suatu ketika didapan  muncul ide kreatif dari Devika untuk memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai. Maka diapun mengajak david untuk memanfaatkan barang-barang tersebut.
Brang-barang bekas yang disulap menjadi barang-barang yang inovatif itupun akhirnya jadi dan kemudian Mereka jual bersama-sama, kemudian uang hasil penjualan yang terkumpul mereka gunakan untuk biaya sekolah David.

Alur     : Progresiv
Setting :
Tempat            :
§  Pintu Gerbang Sekolahan
§  Gubuk reot
§  Sekolahan
Waktu              :
§  Pagi Hari
§  Siang Hari
§  Malam Hari
Suasana           :
§  Mengharukan
§  Bahagia/Gembira
           



Pada pagi hari mereka sudah mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalan-jalan, demi sesuap nasi. Mereka adalah David dan Azib, dua anak kecil yang harus meninggalkan masa kanak-kanaknya untuk membantu orangtua mereka. Di depan sebuah gerbang sekolah langkah david terhenti dan menengok ke dalam sekolah tersebut. Betapa sedihnya dia tidak dapat menikmati masa-masa sekolah seperti layaknya anak-anak lain.
Azib     : Hay…..! kenapa berhenti disitu, apa yang kau tengok disana ? ( melihat ke arah david yang menghentikan langkah kakinya )
David   : hmmm…. Tidak apa-apa.. a.. a..aku.. han’
Azib     : Hayy.. ( memotong perkataan david ),Jangan bilang kalau kamu ini……..???? Pinggin Sekolah..!!!!! Jangan Mimpi Vid ( Sambil Menepuk bahu David ) sekolah adalah tempat orang kaya  , bukan tempat tikus jalanan seperti kita ini , menghayal kau ini. Hahahhaha….( dengan tertawa )
David   : Kau benar zib, sekolah memang tempat orang kaya,(suaranay tampak putus asa). Namun aku puya Semangatt… dan aku yakin aku adalah orang kaya. ( dengan menepiskan tangan Azib yang berada di pundaknya ). Jadi aku akan sekolah.
Azib     : hahahaha…. Ada-ada saja temen aku yang satu ini..? kau orang kaya…… ? apa yang kau miliki, untuk makan saja kau kesulitan. ? apa kau tak sadar itu semua. ( membalikan badannya dari arah david )
David   : Aku… Aku…Aku  ini memang miskin harta ( dengan lantang dia mengucapkan)
Azib     : baru tau shobat q ini..?
David   : tapi aku punya semangatttt…. Dan aku akan kaya dengan Semangatt..( dengan lantangnya dia kembali berkata )
Azib     : Sudah-sudah ngomongin semangat.. wajah kamu juga tidak semangat…. ayo, kerja lagi kita cari makan….( sambil merangkul david untuk kembali berjalan )

Dimalam hari ketika david pulang dari memulung, di sebuah  sebuah gubuk reot inilah david tinggal bersama ibunya, disana david bercerita kepada ibunya bahwa David sangat ingin bersekolah.
David   :ibu………… ibu,………. David pulang bu………. ( sambil nylonong masuk karena rumahnya tidak memliki pintu, hanya sebatas kain korden yang dijadikan pintu )
Ibu Au  : iya anakku sudah pulang y. . sana makan dulu ibu sudah masakin masakan kesukaan kamu ( duduk di kursi reotnya )
David   : ( menuju kearah ibunya ).. ibu…, ibu..  aku punya cita-cita bu, aku pingin jd Dokter, aku mau .. seperti orang-orang bisa sekolah bu…( memegang kaki ibunya, dengan terisak-isak )
Ibu Au  : ( Kaget … karena mendengar perkataan David ) anakku.. tuhan belum mengijinkan kita, tuhan punya rencana lain pada kita, kita harus tabah meneria ini anakku ( dengan terisak-isak )
David   : Kenapa ibu, tuhan tidak adil pada kita ? kenap yang sekolah hanya orang kaya. ?  apakah tuhan buta bu…????!!!!!!. ( mendongakan kepalanya kearah ibuya )
Ibu au  : Jangan berkata seperti itu anakku, tuhan adil, dan tuhan juga maha melihat, kita hanya sedang dalam cobaan.. suatu saat cita-cita kamu pasti akanterpenuhi anakku..( sambil memegang bahu anaknya ). Sekarang Tidurlah anakku… hari ini mungkin kamu terlalu lelah.
Davipun tidur menuju tempat tidurnya….
Pada Pagi Hari di dalam sekolahan, tiga orang sahabat sedang bersendagurau mereka adalah Devika, Rina dan Ajeng, ditengah sendaguranya tersebut Devika melihat anak yang berdiri didepan gerbang, karena penasaran Devika dan teman-temannyapun menghampiri orang tersebut yang tidak lain adalah si tikus jalanan David
Ajeng   : Hey..heyy.. kalian,tau ngak? kemarin papa ku tu..baru pulang dari Paris, tau ngak. Dia… bawaiin saya oleh-oleh…dia beliin tas aku baruu……”” ini tasnya lihat ( sambil memamerkan tasnya kepada rina dan Devika )
Rina     : wach bagus y… Berapa harganya jeng..? ( sambil berusaha untuk memegang tas ajeng )
Ajeng   : stoopp…stop.. stooppp.. Jangan sentuh tas saya yach…. Nanti kotor( sambil menarik tas yang dipamerkannya dan kembali memakainya ), harganya mahal tau ? harganya itu 5 juta……
Devika : hahhh…… 5juta.. ( kaget ). Tidak salah dengar,…di pasar joar pembantu saya pernah beli harganya 15 ribu..?  hahahahha… (sambil ketawa )
Rina     : hahahhahaha… ( ikut tertawa bersama devika )
Ajeng   : haiii………… Jangan ngeledek yach. Jangan ketawa  awas kalian nanti (dengan jengkel, ajeng mengejar teman-temannya tersebut yang berlari-lari mentertawainya )
Ketika Ajeng sedang mengejar devika dan Rina, tiba-tiba Devika berhenti dan memandangi orang yang berada di depan  gerbang sekolahnya tersebut.
Ajeng   : tertangkap kau,….. apa kau bilang tadi…? ( sambil menangkap Devika yang terdiam melihat ke orang yang berada di depan Gerbang ). Apa yang kau lihat… ( sambil mengikuti melihat apa yang dilihat devika )
Rina : Ada apa dev’ ? ( melihat kea rah oaring yang berada di dpan gerbang )
Devika : Siapa anak tersebut..? mengapa dia sering di situ ? ( sambilmenunjuk anak tersebut ).
Rina     : Aku juga tidak tahu,.. bagaimana kalau kita samperin saja, kita Tanya siapa dia,
Ajeng   :  hehh… ngapain nyamperin orang gk jelas… Dia itu orang rendahan.. lihat aj bajunya kumuh..” hiii… jijik tau..
Devika : ayoo.. rin, kita kesana ( sambil melangkah mendekati anak tersebut )
Rina     : Ayoo Dev ..… ( mengikuti Devika menuju anak tersebut )
Ajeng   : hehhh…. Dasar nii… Udah di bilang Jangan kesana malah kesana..? huft… ( “dari pada sendiri mending ikut mereka sajalah” sambil mengikuti devika dan rina )
Devika : hallo…. Siapa nama kamu ( sambil menyalamkan tangannya kea rah anak tersebut )
David   : na… na’ nan.. nama saya .. David.
Devika : David.., nama yang bagus.., Kenalin saya Devika, ini teman saya Rina ( rina bersalaman dengan david ) dan ini teman saya juga ajeng ( Ajeng menolak salam dari David )
Devika : maaf dia memang orangnya seperti itu, …ajeng. Yang sopan dong sama orang, inget kata bu safitri.. harus sopan sama orang lain. Cepet salaman ( menasehati ajeng yang tidak mau salaman..)
Ajeng   : Apa…??? (terkejut)… akau harus salaman sama dia.. ikh… Jijik, kalau bukan karna kamu aku gak akan salaman sama dia ( sambil menyalami, namun langsung di tarik tangannya tersebut )
Devika             : Kalau boleh tau, knp David sering berada di sini ?
David   : saa… saaya, pingin sekolah… tapi saya tidak punya uang. Keraja saya haya cukup untuk makan, itupun kalau dapat banyak barang.tapi kalau tidak.. untuk makan saya kesusahan.( menundukan kepalanya )
Devika ; david benar pingin sekolah ( dengan nada sedih ), tapi ngak punya uang untuk sekolah ? david yang sabar ya… mungkin suatu saat  David nanti bisa sekolah….( sambil memgang tangan david )
Rina     : iya david Pasti bisa sekolah nanti…. Semangat y vid ( megepalkan tangan ke atas )
Kriinng---kriiiinggg…….x3
Ajeng   : sudah2….. Bel sudah masuk nich.. cepet kita masuk nanti kita telat, ngurusin orang kayak gini. ( sambil menarik lengan Devika dan Rina )
Saat di kelas Devika terus memikirkan bagaimana cara membuat David bisa sekolah, maka setelah sekolah dia menemui ibu gurunya, ibu safitri. Dia bertanya bagaimana Devika bisa membantu david untuk bisa sekolah
Devika : selamat siang ibu, ?
Guru    : iya devika, ada apa y ?
Devika : ibu-ibu….saya punya temen namanya David, dia sangat pingin sekolah.. tpi dia malah disuruh bekerja orangtuanya,  bagaimana ibu agar dia bisa sekolah ?
Guru    : Devika dia bekerja mungkin karena ingin membantu orangtuanya, mungkin orangtuanya sakit-sakitan dan tidak dapat bekerja, maka dialah yang menggantikan.
Devika : tapi diakan masih kecil buu.. seharusnya dia sekolah.
Guru    : Dev…’ Sekarang kamu pulang dan pikirkan apa yang bisa kamu buat untuknya.  cepet pulang nanti dicari ibu kamu looo.. kalau pulangnya terlambat. ( menyuruh devika pulang )
Ke esokan harinya devika kembali bersekolah, kali ini dengan ide inovatif yang nantinya akan membuat David mampu untuk bersekolah. Devika dan Rina temannya kali ini menunggu david, di dan gerbang sekolahnya. Setelah bertemu devika menyampaikan idenya, yang sagat cemerlang. Dan merekapun akhirnya melaksanakan ide dari Devika tersebut.
Devika : mana ya kok David belum disini, biasanya jam segini sudah disini kan..( berdiri menunggu di dpan pintu gerbang )
Rina     : benar Dev’ biasanya jam segini david sudah disini….( sambil melihat jam di tangannya )
Devika : itu David…( menunjuk kearah david ) … David,… Davidd.. Kesini cepat ( sambil melambaikan tangaannya kepada david )
David   : ( berlari menuju Devika dan Rina ) iya ada ap Dev’….?
Rina     : begini vid, Devika punya ide’ agar kamu bisa dapat lebh banyak uang dan nantinya uang tersebut bisa buat kamu sekolah . Bener gak Dev ( sambil merangkul deviak )
David   : benar Dev..? (menengo kea rah Devika )
Devika : Benar vid’ ( tersenyum kepada David )
David   : Bagaimana Dev’ caranya..? ( penasaran terhadap ide devika )
Devika : Begini vid, selama ini kamu mengumpulkan barang-barang bekaskan, kayak aqua, plastic dan laiinnya kan. Dan kamu jual dengan harga murahkan vid.
David   : iya dev ( menganguk )
Rina     : jadi begini nanti barang seperti aqua itu Jangan kamu jual langsung, tspi kita jadiin sesuatu yang bernilai. Seperti aksesoris dari aqua, plastic atau apalah yang bisa di jual. Kalau kayak gitukan jualnya gak murah.
David   : lalu bagai mana caranya dev’ ..?
Devika : begini kamu ada aqua, sedotan, plastic.. kalau ada eluarin y…. terus kamu cuci dulu.
David   : ini deva ada ( mengeluarkan barang2 yang diminta Devika dr  bagornya dan kemudian mencucinya )..  ini Dev sudah saya cuci…

Kemudian Devika bersama Rina mengajari David cara membuat kerajinan dengan bahan bekas.Mereka sangat senang karena pada akhirnya mereka dapat membuat kerajinan tersebut. Selanjutnya mereka , setiap pulang sekolah membantu david membuat kerajinan. Dan kerajinan itu kemudian mereka jual, setelah dirasa David memiliki uang yang cukup dari hasil penjualan tersebut, maka David pun dapat bersekolah seperti teman-temannya.

Story by          : Taufik Hidayat




This Is The Oldest Page