5/28/12

Karakter Guru Demi Moral Anak Didik

Tags

By : Taufik Hidayat, 2E PGSD :2012


Moral Pelajar kian memburuk, kita tahu pelajar  ini memiliki masalah moral yang kompleks , mulai dari yang ringan seperti mencontek, mencaci teman, malas, tidak sopan sampai pada hal-hal yang berat seperti tawuran, obat-obatan dan freesex. Itu adalah hal-hal yang menjadi permasalahan bangsa yang tak mampu untuk mengurusi anak-anak negrinya.

“Solusi?” berlimpah, sekarang ini digencarkan program dari pemerintah Pendidikan Berkarakter, pendidikan berkarakter ini adalah suatu system penanaman nilai-nilai
karakter kepada warga sekolah. Sebenarnya ini bukanlah hal yang baru, sejak zaman pasca kemerdekaan, orde lama, orde baru  sudah ada pendidikan tentang karakter walaupun dengan nama-nama yang berbeda. Namun hingga saat ini belum menunjukan hasil yang optimal, hal itu Nampak bukan dengan apa yang sering kita tonton di Tv, kekerasan, prilaku unmoral, hilangnya soliaritas dan lain sebagainya.

Maka dari itu bukanlah programnya yang salah, pelaksananyalah yang harus mawas diri, melihat apa yang kurang darinya sehingga membuat anak bangsa tidak memiliki moral yang baik.

Berbicara mengenai pelaksananya (program pendidikan Berkarakter) poros terdepan adalah Guru, sebagai fasilitator dalam mentransfer pemahaman mengenai karakter moral yang baik,  guru seyogyanya memiliki moral yang baik pula, karena prinsipnya anak adalah meniru. Ketika anak melihat sedikit saja karakter yang tidak baik dari gurunya, maka secara otomatis anak tersebut akan beranggapan bahwa tindakan yang tidak sesuai moral itu biasa saja karena gurunya saja melakukan.

Maka dari itu perbaikilah karakter guru terlebih dahulu sebelum memperbaiki moral anak bangsa ini.

Rencana tanpa tindakan nyata, sama halnya dengan bermimpi menuju bulan


EmoticonEmoticon