5/18/12

Penelitian " mengkaji teori-teori tentang perkembangan kognitif,motorik dan psikososial


BAB 1
Pendahuluan

1.      Latar Belakang
Perkembangan anak memiliki tahap-tahap perkembangan tertentu, paling tidak itulah yang terdapat pada teori-teori perkembangan, yang membatasi kemampuan seorang individu. Namun apakah kebenaran tepri-teori yang memberikan opininya mengenai perkembangan seorang individu suadah tepat ? itulah yang menjadi pertanyaan.
“ Pengetahuan itu bukanlah salinan dari obyek dan juga bukan berbentuk kesadaran apriori yang sudah ditetapkan di dalam diri subyek, ia bentukan perseptual, oleh pertukaran antara organisme dan lingkungan dari sudut tinjauan biologi dan antara fikiran dan obyeknya menurut tinjauan kognitif.” (Piaget, dalam Bringuier, 1980, hlm. 110)
Dalam perkembangan anak kemungkinan ada perbedaan mengenai perkembangan kemampuan kognitif,  motoric dan psikososial, karena pada dasarnya setiap anak memiliki perbedaan. Untuk itu penelitian mengenai perkembangan anak perlu dikaji kembali, agar pemahaman mengenai perkembangan anak bisa tepat sesuai apa yang ada pada seorang anak.
Teori yang tidak cocok dengan keadaan sebenarnya dan digunakan oleh seorang guru dalam mendidik anak akan mengakibatkan tidak optimalya pengembangan anak tersebut. Jadi dengan ini diharapkan kajian tentang teori perkembangan anak dapat bermanfaat.

2.      Rumusan Masalah
a.       Apakah perkembangan itu ?
b.      Seperti apakah kajian mengenai teori-teori perkembangan anak ?
c.       Sesuaikah teori-teori yang berkembang selamaini dengan hasil dari angket yang disebarkan ?


3.      Tujuan Makalah
a.      Mengetahui pengertian perkembangan, kognitif, motoric dan psikososial.
b.      Menetahui teori-teori dalam perkembangan anak usia SD
c.       Mengumpulkan data observasi melalui kuesioner
d.      Mengetahui hasil dari kajian teori-teori perkembangan anak dari hasi kuesioner.

4.      Manfaat Makalah
a.      Sebagai bahan refleksi mengenai relevan tidaknya teori-teori perkembangan anak.
b.      Sebagai alat untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam menulis.

BAB 2
Pembahasan

A.   Perkembangan Anak
1.      Pengertian Perkembangan
Berikut pengertian perkembangan menurut para ahli :
E. B.  Hurlock :  Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi  sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman, dan terdiri atas serangkaian perubahan  yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Drs. H. M. Arifin, M. Ed :  Perkembanagn merupakan perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi dan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya
Gut Windarsih dan Rohana Kusumawati : Perkembangan merupakan proses menuju keadaan  yang lebih dewasa bersifat kualitatif
Libert, Paulus, dan Strauss (Singgih,1990:31) : Perkembangan adalah proses perubahan dalam  pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi lingkungan.
Monks(1984) :  Perkembangan dapat dilukiskan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap  menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses  pertumbuhan,kemetangan dan belajar.
            Dari berbagai pengertian yang disampaikan oleh para ahli saya dapat mengambil kesimpulan bahwa, Perkembangan adalah suatu perubahan yang bersifat kualitatif, artinya, perubahan ini tidak dapat diukur dengan inci, centimeter, gram atau kilogram. Perkembangan individu merupakan suatu proses yang dinamis dan menuju kesuatu progres, tidak dapat diulang dan bersifat kekal. Perkembangan lebih menekankan pada segi  fungsional yang kuantitatif
            Perkembangan yang terjadi pada suatu individu meliputi, Perkembangan kognitif, motorik dan Psikomotorik :
1)      Perkembangan Kognitif
Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).
Perkembangan kognitif merupakan perkembangan fungsional yang lebih tinggi dari yang bersifat motorik. Perkembangan kognitif akan nampak adanya kegiatan-kegiatan yang bersifat kognitif (cognitive activity = activity of the mind)
2)      Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Jadi dapat disimpulkan pula bahwa perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Sebelum perkembangan itu terjadi anak akan tetap tidak berdaya
3)      Perkembangan Psikomotorik
psikomotorik adalah kemampuan di dalam masalah skill atau keterampilan dan kemampuan bertindak.
Jadi perkembangan psikomotorik adalah perubahan dalam kemampuannya untuk mengambil suatu tindakan dari hasil adanya suatu stimulus atau rangsangan.


B.   Teori-teori mengenai perkembangan anak pada usia 6-11 th

1) Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Jean Piaget, merancang model yang mendeskripsikan bagaimana manusia memahami dunianya dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi. Menurut Piaget seperti yang dikutip Woolfolk (2009) perkembangan kognitif dipengaruhi oleh  maturasi (kematangan), aktivitas dan transmisi sosial. Maturasi atau kematangan berkaitan dengan perubahan biologis yang terprogram secara genetik. Aktivitas berkaitan dengan kemampuan untuk menangani lingkungan dan belajar darinya. Transmisi sosial berkaitan dengan interaksi dengan orang-orang di sekitar dan belajar darinya
Tahap – tahap Perkembangan
Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia :
1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
2. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)


Dalam makalah ini saya mengkaji mengenai tahap perkembangan anak pada usia SD, jadi saya akan membahas lebih khusus pada “ periode opersional kongkrit (usia 7-11 tahun)
Tahap Operasional Kongkrit
Pada tahap ini adalah tahap ke tiga dari empat tahapan, tahap ini Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai.
Proses-proses penting selama tahapan operasional konkrit adalah :
1.      Pengurutan :
Kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
2.      Klasifikasi :
kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)
3.      Decentering :
anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.
4.      Reversibility :
Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
5.      Konservasi :
memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak
dengan isi cangkir lain.
2). Perkembangan Motorik Anak Sekolah Dasar
Menurut para ahli :
1.    Zeller dan Hetser (dalam Haditono, 1991)
Menyatakan bahwa anak sekolah menunjukan ciri badan atas lebih lamban berkembangnya daripada bagian bawah, anggota-anggota badan masih relative pendek, kepala relative besar, perutnya besar dan ada gigi susu. Pada masa ini, keseimbangan badan anak sudah baik, anak sudah pandai berjalan, dapat naik tangga, meloncat dari tanah dengan kedua kakinya bersama-sama berkembang koordinasi antara mata dan tangan (Visio-Motorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar dan menangkap dan sering juga sudah dapat bersepeda.

2.    Hurlock (dalam Yusuf, 2001),

Ketika seorang anak memasuki usia sekolah dasar, makin matang pula perkembangan system syaraf otak yang mengatur atau memungkinkan berkembangnya competensi atau keterampilan motoric anak. Pada anak usia 6 tahun atau sebelum 6 tahun, mereka sudah mengendarai sepeda, mengendarai sepda adalah keterampilan motoric yang paling sulit.

3.    Yusuf, 2001

Perkembangan motoric anak sekolah dasar mulai terkoordinasi dengan baik, setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan minatnya. Pada usia ini ditandai dengan kelebihan gerak atau aktivitas motoric yang lincah

3). Teori PerkembanganPsikososial Erik Erikson

Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Ericson memaparkan teorinya melalui konsep polaritas yang bertingkat/bertahapan.

Ada 8 (delapan) tingkatan perkembangan yang akan dilalui oleh manusia. Menariknya bahwa tingkatan ini bukanlah sebuah gradualitas. Manusia dapat naik ketingkat berikutnya walau ia tidak tuntas pada tingkat sebelumnya. Setiap tingkatan dalam teori Erikson berhubungan dengan kemampuan dalam bidang kehidupan. Jika tingkatannya tertangani dengan baik, orang itu akan merasa pandai. Jika tingkatan itu tidak tertangani dengan baik, orang itu akan tampil dengan perasaan tidak selaras. Berikut tahap-tahap dari perkembangan tersebut :

           ·          Tahap 1. Trust vs Mistrust (percaya vs tidak percaya) : Terjadi pada usia 0 s/d 18 bulan

           ·          Tahap 2. Otonomi (Autonomy) VS malu dan ragu-ragu (shame and doubt) : Terjadi pada usia 18 bulan s/d 3 tahun

           ·          Tahap 3. Inisiatif (Initiative) vs rasa bersalah (Guilt) : Terjadi pada usia 3 s/d 5 tahun.

           ·          Tahap 4. Industry vs inferiority (tekun vs rasa rendah diri)·: Terjadi pada usia 6 s/d pubertas.

           ·          Tahap 5. Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas) : Terjadi pada masa remaja, yakni usia 10 s/d 20 tahun

           ·          Tahap 6. Intimacy vs isolation (keintiman vs keterkucilan) : Terjadi selama masa dewasa awal (20an s/d 30an tahun)

           ·          Tahap 7. Generativity vs Stagnation (Bangkit vs Stagnan) : Terjadi selama masa pertengahan dewasa (40an s/d 50an tahun).

           ·          Tahap 8. Integrity vs depair (integritas vs putus asa) :  Terjadi selama masa akhir dewasa (60an tahun)

Dalam makalah ini saya mengkaji mengenai tahap perkembangan anak pada usia SD, jadi saya akan membahas lebih khusus pada ” Tahap 4. Industry vs inferiority (tekun vs rasa rendah diri)·

Pada Tahap 4. Industry vs inferiority (tekun vs rasa rendah diri)

Ciri-ciri :

a.       Terjadi pada usia 6 s/d pubertas

b.      Melalui interaksi sosial, anak mulai mengembangkan perasaan bangga terhadap keberhasilan dan kemampuan mereka.

c.       Anak yang didukung dan diarahkan oleh orang tua dan guru membangun peasaan kompeten dan percaya dengan ketrampilan yang dimilikinya.

d.      Anak yang menerima sedikit atau tidak sama sekali dukungan dari orang tua, guru, atau teman sebaya akan merasa ragu akan kemampuannya untuk berhasil.

e.       Prakarsa yang dicapai sebelumnya memotivasi mereka untuk terlibat dengan pengalaman-pengalaman baru.

f.        Ketika beralih ke masa pertengahan dan akhir kanak-kanak, mereka mengarahkan energi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

g.      Permasalahan yang dapat timbul pada tahun sekolah dasar adalah berkembangnya rasa rendah diri,perasaan tidak berkompeten dan tidak produktif.



C.   Kesimpulan Kajian Teori-Teori Perkembangan Anak Terhdap Hasil Observasi

Contoh : Angket yang akan disebarkan kepada siwa SD

Isilah data dibawah ini         :
Nama :...................................................                          Kelas :...............................................................
TTL   :...................................................                          Sekolah :...........................................................
Alamat :................................................                           Alamat Sekolah :..............................................


Jawablah Pertanyaan dibawah ini, dengan mencentang kolom ya/tidak             :
a)      Aspek Kognitif
No
Pertanyaan
Jawab
Ya
Tidak
1
Dapatkah kamu mengurutkan benda, dari yang terkecil sampai yang terbesar ?


2
Apakah bola itu hidup dan memiliki perasaan ?


3
Apakah matahari berbentuk persegi ?


4
Apakah benar  5 + 5 = 8 + 2 ?


5
Ada dua buah cangkir berukuran sama yaitu cangkir “A” dan cangkir “B”  dengan isi air yang sama penuh, kemudian air tersebur di tuangkan pada tempat yang berbeda, air pada cangkir “A” dituangkan pada piring sehingga airnya tidak memenuhi piring, sementara air pada cangkir “B” dituangkan pada gelas sehingga gelas tersebut penuh. Apakah jumlah air yang berada pada piring dan gelas sama ?



b)      Aspek Motorik
No
Pertanyaan
Jawaban
Ya
Tidak
1
Apakah kamu bisa meloncat dari tanah dengan kedua kaki bersamaan ?


2
Apakah kamu bisa menulis ?


3
Apakah kamu bisa bersepeda ?


4
Apakah kamu bisa berenang ?


5
Apakah kamu bisa berlari kencang ?



c). Aspek Psikososial
No
Pertanyaan
Jawaban
Ya
Tidak
1
Apakah kamu bangga mendapatkan nilai sesuai dengan kemauan kamu ?


2
Apabila kamu mendapat dukungan dari lkeluarga dan teman-teman kamu, apakah kamu akan lebih percayadiri ?


3
Apabila kamu tidak mendapat dukungan dari keluarga dan teman-teman kamu, apakah kamu tetap percayadiri ?


4
Apakah anda sangat ingin menjadi pintar dan terampil ?


5
Apakah kamu memiliki bannyak teman ?



Untuk kesimpulan dari kajian ini mohon maaf belum saya publikasikan.
Karena cukup memerlukan waktu yang sedikit lama dalam menyimpulkan.

terimakasih telah membaca.
                                                                                                                   







EmoticonEmoticon