11/26/12

Makalah Quantum Learning dan Penerapan dalam Pembelajaran

A.     Pembelajaran Quantum
1.      Pengertian pembelajaran quantum (quantum learbing)
Pengertian quantum learning ini sendiri berawal dari upaya Dr.Georgi Lozanov (dalam DePorter, 2000), seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan “segestology” atau “sugestopedia”. Prinsipnya bahwa sugesti itu dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun itu dapat memberikan sugesti positif atau negatif. Beberapa tektik yang dapat
digunakan untuk memberikan sugesti positif adalah dengan menempatkan siswa secara nyaman, memasang music latar di dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster besar untuk memberikan kesan besar sambil menonjolkan informasi dan menyediakan pendidik yang terlatih dengan baik dalam seni pengajaran sugestif. Istilah lain dari suggastology adalah accelerated learning atau “percepatan belajar”, yakti metode yang memungkinkan siswa untuk belajar dalam kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal dan diikuti dengan kegembiraan.
Pembelajaran kuantum sebagai salah satu model, strategi, dan pendekatan pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, menggairahkan, dan memiliki keterampilan hidup (Bobbi DePorter, 1992).

2.      Dasar pemikiran quantum learning
Semua manusia dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tidak pernah terpuaskan, sertamempunyai alat-alat yang diperlukan untuk memuaskannya (DePoter, 2000). Misalkan saja seorang bayi yang memasukan mainannya kedalam mulutnya untuk mengetahui rasanya. Ia akan menggoyang, mengangkat, dan memotar perlahan mainannya, sehingga dapat meilhat bagaimanan setiap sisi mainan tersebut jika terkena cahaya. Ia menempelkannya ketelinga, menjatuhkannya ke lantai dan mengambilnya kembali atau mebongkar bagian-bagiannya dan menyeledikinya satu persatu. Proses seperti itu disebut dengan proses belajar secara menyeluruh (global learning), yaitu proses belajar yang merupakan  cara efektif dan alamiah bagi seorang manusia untuk mempelajari bahwa otak seorang anak hingga usia enam atau tujuh tahun adalah seperti spons yang menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik dan bahasa. Proses ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dan rangsangan dari lingkungan, sehingga dapat tercipta kondisi yang sempurna untuk belajar mengenai apa saja.

3.      Aspek-aspek quantum learning
Aspek-aspek quantum learning adalah sebagai berikut :
a.    Lingkungan belajar
Cara menata prabotan, music yang diapasang, penataan cahaya, dan bantuan visual di dinding. Semua merupakan kunci bagi siswa yang menerapkan quantum learning untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Jika penataan dilakukan secara baik maka akan menghasilkan sikap belajar yang positif, begitu juga sebaliknya jika penataan ruang dilakukan dengan kurang baik maka hal tersebut akan menghasilkan sikap  belajar yang tidak positif. Maka dengan hal tersebut lingkungan menjadi suatu sarana yang bernilai dalam membangan dan mempertahankan sikap positif. Dan mengatur lingkungan ini merupakan langkah awal yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh.
Unsur-unsur yang dapat diperhatikan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman adalah:
1)      Tempat
Tempat belajar diusahakan tersendiri, usahakan tempat belajar dapat membuat siswa tidak terganggu oleh gangguan lain diluar kegiatan belajar mengajar. Begitupun halnya dengan belajar dirumah usahakan memiliki ruangan tersendiri untuk belajar atau kalaupun tidak ada dapat mencari ruang disudut kemudian menyekatnya.
2)      Pencahayaan
Masalah pencahayaan ini sangatlah penting, pencahayaan harus cukup agar tidak melelahkan mata, namun pada dasarnya hal ini kembali keselera karena ada individu yang menyukai membaca dimana pencahayaannya hanya terfokus pada objek yang sedang dibaca atau juga pencahayaannya seimbang antara tempat sekitar dia membaca dengan objek yang di abaca.
3)      Musik
Musik sangat penting dalam quantum learning, karena sebenarnya music berhubungan dan mempengaruhi kondisi fisiologis. Selama melakukan pekerjaan mental yang terasa berat, tekanan darah dan denyut jantung cendrung meningkat, gelombang-gelombang otak meningkat dan otot menjadi tegang. Maka dengan music dapat merelaksasi hal tersebut sehingga otot-otot mengendur.
b.   Sikap positif terhadap kegagalan
Aset yang paling berharga dalam quantum learning adalah sikap positif. Kalau individu memiliki harapan yang tinggi terhadap dirinya dan keyakinan akan berhasil, maka individu tersebut akan memperoleh prestasi tinggi.
c.    Gaya belajar
Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan baik disekolah dan dilingkungan(situasi-situasi) pribadi. Ketika menyadari nagaimana menyerap informasi dan mengolahnya, maka dapat menjadikan belajar menjadi lebih mudah.
Guru dituntut untuk memahamigaya belajar dari murid-muridnya, hal ini tidak lain agar guru dapat memberikan model pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya sehingga prestasi belajar murid menjadi tinggi.
Berikut ini macam-macam gaya belajar siswa:
1)         Visual
Gaya belajar visual (visual learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.
2)      Auditory
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan.
3)      Kinestetik
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.


d.   Teknik mencatat
Mencatat adalah salah satu kemampuan terpenting yang pernah dipelajari orang. Alasan utama untuk mencatat adalah meningkatkan daya ingat. Pikiran manusia yang menabjubkan. yaitu pikiran yang dapat menyimpan segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakan.
Beberapa orang mengingat dengan baik ketika menuliskannya, tanpa mencatat dan mengulangnya seseorang akan sulit mengingat. Namun sebagian orang juga dapat mengingat tanpa mencatatnya.
Tujuan mencatat adalah mendapatkan pola-pola kecil dari buku laporan, materi pelajaran dan sebagainya. Catatan yang baik dan efektif akan membantu untuk mengingat detail-detail tentang poin-poin kunci.
e.    Teknik menulis
Dorongan untuk menulis ini sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara, untuk mengkomunikasikan pikiran dan pengalaman kepada orang lain. Teknik teknik mengajar tradisional mengabaikan kebenaran bahwa menulis merupakan aktivitas otak.
f.    Kekuatan Ingatan
Seseorang yang mengatakan bahwa ia tidak mempunyai ingatan yang baik, sebenarnya mereka berbicara tentang daya ingat. Mereka mempunyai kesulitan mengingat informasi yang sudah tersimpan dalam ingatan mereka. Ingatan menyimpan apapun dan hanya mengingat apa yang diperlukannya dan mempunyai arti dalam hidup. Dan Mikels (dalam DePoter, 200) mengatakan bahwa banyak orang tempaknya mulai kehilangan kemampuan mereka mengingat saat mereka beranjak tua. Karena mereka berhenti “menandai”. Tanda atau landmark merupakan peristiwa-peristiwa dalam hidup yang baru, menarik dan menyenagkan.
g.   Kekuatan membaca
Masa sekarang ini orang harus membaca bermacam-macam buku untuk menghindarkan diri dari ketidak tahuan tentang buku-buku itu dan pengetahuan didalamnya. Membaca ini dilakukan dirumah, dikantor dan di sekolahan.
Membaca bukan merupakan tugas berat dan harus disingkirkan sejauh mungkin, tetapi membaca merupakan keterampilan yang dapat dinikmati dan memuaskan. Hal yang terpenting dapat dilakukan agar menjadi teknik membaca yang berhasil adalah dengan menggunakannya.
h.   Berfikir Kreatif
Seseorang yang kreatif selalu ingin mempunyai rasa ingin tahu, ingin mencoba-coba, bertualang, suka bermain-main dan intuitif.  Begitupun seorang anak dituntut untuk memiliki pemikiran yang kreatif.
B.     Penerapan Quantum Learning Dalam Pembelajaran
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui konsep Quantum Learning dengan cara:
1.      Kekuatan Ambak
 Ambak adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan [3]. Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi motivasi oleh guru agar siswa dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses belajar.
2.      Penataan lingkungan belajar
Dalam proses belajar dan mengajar diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman, dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.
3.      Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan segan-segan untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil dalam belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4.      Bebaskan gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang dipunyai oleh siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan kinestetik. Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5.      Membiasakan mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6.      Membiasakan membaca
Salah satu aktivitas yang cukup penting adalah membaca. Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku yang lain.
7.       Jadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8.      Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori sangat diperlukan dalam belajar anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik [3].

C.     Implementasi dalam materi IPS Kelas 4
SK       : 1.Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan Kabupaten Pati dan Propinsi Jawa Tengah.
KD      : 1.3 Menunjukkan jenis persebaran sumber daya alam serta manfaatnya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat

Langkah-Langkah pembelajaran yang dilakukan sebagai wujud implementasi quantum learning.
Quanteum Learning
Realitas(implementasi)
AMBAK (apa manfaat bagiku)
Yaitu dengan cara memberi motivasi belajar sebelum pembelajaran dimulai. Siswa diajak untuk menghayati dan merenungkan manfaat dan kegunaan belajar dari pelajaran yang sudah dipelajari maupun yang akan dipelajarinya.
Penataan lingkungan belajar
Yaitu dengan cara memutar musik latar saat pembelajaran berlangsung guna memberikan rasa santai siswa ketika mengikuti pelajaran. Musik yang digunakan adalah jenis musik klasik yaitu musik dari Mozart. Memasang gambar-gambar sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Membersihkan dan merapihkan tempat belajar yaitu ruang kelas
Bebaskan gaya belajar

Yang dimaksud membebaskan gaya belajar disini yaitu pembelajaran yang disajikan guru tidak hanya terpaku pada satu gaya belajar tetapi menggunakan beberapa gaya belajar disesuaikan dengan tingkat modalitas siswa yaitu modalitas visual, auditorial, dan kinestetik (VAK). Dalam penelitian ini modalits gaya belajar yang dilaksanakan hanya modalitas VA ( Visual dan Auditorial) yang dituangkan dalam suatu media pembelajaran interaktif
Membiasakan membaca
Tahap ini dapat dilakukan di kelas maupun di rumah, namun kali ini  tahap ini hanya dilaksanakan dalam pemberian tugas rumah untuk membaca dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya
Melatih kekuatan memori
melatih kekuatan memori ini dilaksanakan secara sepintas yaitu dengan mengerjakan soal-soal dari media pembelajaran yang dilaksanakan secara serempak oleh siswa tanpa melihat buku.
Membiasakan mencatat

Yaitu dengan cara menyuruh siswa agar membuat ringkasan materi yaitu dengan membuat catatan Tulis Susun (TS). Pemilihan jenis catatan TS ini karena disesuaikan dengan keadaan siswa agar siswa tidak terpaku pada membuat catatan ketika guru menyampaikan materi. Jadi pemilihan
jenis catatan TS ini agar terkesan tidak mewajibkan mencatat sehingga siswa hanya mencatat yang menurutnya penting.
Jadikan siswa lebih kreatif

Tahapan ini tidak dilaksanakan karena menyesuaikan dengan waktu dan materi pelajaran dalam penelitian ini yang kurana mendukung dalam menumbuhkan kekreatifan siswa
Memupuk sikap juara

Yaitu dengan cara memberikan penghargaan baik berupa tepuk tangan atau pujian maupun berupa hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari guru dan siswa yang memperoleh nilai tertinggi dalam mengerjakan soal latihan yang terdapat dalam media pembelajaran.


EmoticonEmoticon