1/30/13

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Tags


A.    Zaman Orede lama
Terdiri atas tiga macam perubahan Rencana Pelajaran (Kurikulum) :
a.       Rencana Pelajaran 1947
Ciri-ciri :
·         Masih dipengaruhi pendidikan colonial dan jepang.
·         Pendidikan sebagai development conformis lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan Negara lain dimuka bumi.
b.      Rencana pembelajaran 1952
Ciri-ciri :
·         Setiap rencana pembelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
c.       Rencana pembelajaran 1964
Ciri-ciri :
·         Pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada sekolah dasar (dulu sekolah rakyat).
·         Progam dipusatkan pada program Panca Wardhan yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/arsitik, keprigelan dan jasmai.


B.        Zaman Orde Baru
Pada masa orde baru terdapat empatr kulrikulum yang pernah dihasilkan.
a.       Kurikulum 1968
Ciri-ciri ;
·         Dasar pendidikan nasional : Falsafah Negara Pancasila.
·         Tujuan pendidikan nasional : Membentuk manusia pancasila sejati berdasarkan seperti yang dikehendaki oleh pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 dan isi Udndang- Undang Dasar 1945. (ketetapan MPRS No. XXVII/MPRS/1966, Pasal 3).
·         Isi Pendidikan Nasional :Untuk mencapai tujuan di atas, isi pendidikan adalah :
1)      mempertinggi mental moral budi pekerti dan memperkuat keyakinan agama
2)      mempertinggi kecerdasan dan keterampilan
3)      membina perkembangan fisik yang sehat dan kuat
·         Kurikulum 1968 dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk menjamin adanya kesamaan pendidikan baik tujuan maupun alat-alat untuk mencapainya.
·         Adanya penggantian kata “pengajaran” dengan kata “pendidikan”.
·         Terjadi penggabungan mata pelajaran Sejarah dan Ilmu Bumi ke dalam mata pelajaran Kewarganegaraan Negara, serta merta pelajaran Ilmu Alam, Ilmu Hayat, Ilmu Kesehatan ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
·         Munculnya mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
·         SMP dan SD mempunyai dwifungsi, yaitu (a) sebagai pendidikan terminal (pendidikan akhir) dan (b) sebagai pendidikan persiapan untuk melanjutkan pelajaran.
·         Mata pelajaran dibagi menjadi tiga kelompok :
1)      Kelompok pembinaan jiwa pancasila
2)      Kelompok pembinaa pengetahuan dasar
3)      Kelompok penbinaaa kecakapan khusus
·         Menganut pengorganisasian correlated curikulum.
·         Meggunakan sistem catur wulan (dalam satu tahun terbagi mejadi tiga catur wulan).

b.      Kurikulum 1975
Ciri-ciri :
·         Kurikulum 1975 berorientasi pada tujuan.
·         Rumusan tujuan dibedakan atas ranah pengetahuan, keterampilan dan sikap.
·         Mengenal berbagai tingkatantujuan pendidikan (tujua institusional, kurikuler, instruksional).
·         Kurikulum 1975 terdiri atas empat buku.
·         Mata pelajaran diganti dengan istilah bidang studi.
·         Kurikulum ini menganut pendekatan integrative dalam arti setiap pelajaran memiliki arti dan peran yang menunjang tercapainya tujuan-tujuan akhir.
·         Menekanka pada efesiensi dn efektivitas penggunaan daya, dana dan waktu.
·         Menuntut setiap guru yang mengajar harus membuat persiapan pengajaran yang disebut “satuan pelajaran” dan menentukan tujuan instruksional khusus.
·         Rumusan tujuan instruksional harus menggunakan kerja operasional, serta menentukan ranah tujuan kognitif, aktif atau psikomotorik.
·         Menggunakan pendekatan sistem untuk merencanakan pembelajaran yang disebut Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).
·         Ada keharusan guru dalam melaksanakan tugasnya membeuat perencanaan pembelajaran.
·         Pelaksanaan pembelajaran dikelas mengguakan pendekatan “ cara belajar siswa aktif (CBSA) dalam berbagai metode yang digunaka PBM.
·         Pendidikan moral pancasila tidak dibebankan kepada bidang studi pendidikan moral pacasila saja dalam pencapaiannya tetapi dibebanka pula pada bidang studi pegetahuan social dan pendidikan agama.
·         Garis-garis Besar Program Pengajaran memuat materi pelajaran relative lengkap.
·         Pelaksanaan pembelajaran dengan system tiga kelas, satu tahun dibagi menjadi tiga catur wulan.
·         Pendidikan Kesejahteraan Keluarga  diintegrasikan ke dalam beberapa bidang studi yang relevan.
·         Dipengaruhi ilmu jiwa tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsngan-jawab) dan dril (latihan).

c.       Kurikulum 1984
Ciri-ciri :
·         Masuknya beberapa mata pelajaran baru (PSPB).
·         Pendekatan pembelajaran otoaktivitas, CBSA.
·         Sistem kredit.
·         Semesta, yakni mencakup semua unsur kebudayaan seperti logika, etika,estetika, keterampilan, nilai-nilai moral, dan spiritual.
·         Menyeluruh, yakni mencakup pendidikan secara formal maupun informal.
·         Terpadu, yakni satu kesatuan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan
nasional.(d-f pendapat dari Dr. Daoed Joesoef

  1. Kurikulum 1994
Ciri-ciri :
·         Disusun berdasarkan payung hukum Undag-Udang Sistem pendidikan Nasional dan peraturan pemerintah tentang pendidikan.
·         Pada kurikulum pendidikan dasar mencakup kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
·         Terbagi dalam tiga buku yang menjadi satu kesatuan.
·         Buku 1 landasan, program dan pengembangan kurikulum berisi tetang isi program, lama pendidikan dan susuna program pengajaran, pelaksanaan program pengajaran, penilaian dan pegembangan kurikulum.
·         Buku II, garis-garis besar  program pembelajaran, berisi pengertian dan fungsi pelajaran, pelaksanaa program pembelajaran, tujuan, ruanglingkup, pokok-pokok bahasan, konsep atau tema, uraian dan rambu-rambu cara penyeleggaraan kegiatan belajar mengajar.
·         Buku III, berisi program kegiatan belajar megajar untuk setiap pelajaran, pedoman pengelolaan PMB, dan pedoma pembimbingan belajar/bimbinga karir.
·         Dalam GBPP hanya mencantumkan pokok-pokok materi, ricianya diarahkan sepenuhnya dari guru.
·         Satu tahun dibagi menjadi tiga catur wulan.
·         Pembelajaran disekolah lebih menekankan pada materi yang cukup padat.
·         Kurikulum bersifat inti, sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pembelajara sesuai dengan lingkungan.
·         Dalam pelaksanaan pembelajaraan guru hendaknya meggunakan strategi yang membuat siswa aktiv.
·         Pengajara dari hal kongkrit ke hal abstrak.
·         Pada seklah dasar ditekanka pad abaca-tulis hitung.
·         Susunan program pengajaran terdiri atas  program kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.
·         Perencanaan pembelajaran terdiri atas program tahunan, program catur wulan dan persiapan pengajaran.
·         Pengembangan kurikulum tingakat daerah.

C.     Zaman Era Reformasi
  1. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Ciri-ciri :
·         Dilandasi undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
·         Kurikulum sekolah dan madrasah yang setingkat mempunyai kurikulum yang sama
·         Kurikulum 2004 adalah kurikulum berbasis kompetensi
·         Tingkat keberhasilan siswa dinyatakan dengan standar kompetensi yang telah dicapai
·         Penerapan kurikulum berbasis kompetensi pada proses pembelajaran mengenal adanya program remidi, pengayaan, dan percepatan
·         Persyaratan minimal pencapaian kompetensi dasar adalah 75%, siswa yang telah mencapai 75% sampai 89% mendapat program pengayaan, siswa yang belum mencapai 75% mendapat program remidi, sedangkan siswa yang telah mencapai 90% atau lebih mendapat program percepatan dengan mempelajari kompetensi dasar berikutnya
·         Menggunakan sistem belajar tuntas
·         Sistem penilaian menggunakan Penilaian Acuan Kriteria (PAK)
·         Orang tua dan masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan pendidikan lewat Komite Sekolah
·         Tingkat keberhasilan belajar siswa tidak hanya diwujudkan dengan angka
·         tetapi guru harus membuat profil hasil belajar
·         Menganut sistem desentralisasi pendidikan.

b.      Kurikulum Tingkat Stuan Pendidikan (KTSP)
CIri-ciri :

·         Kurikulum sekolah yang dikembangkan sesuai dengan relevansi satuan pendidikan
·         Kurikulum yang disusun dan dikembangkan oleh satuan pendidikan (sekolah/madrasah) sendiri, dan di bawah kordinasi dan supervisi dinas pendidikan
·         Setiap satuan pendidikan (sekolah/madrasah) mempunyai kurikulum yang berbeda-beda
·         Landasan hukum penyusunannya adalah sistem pendidikan nasional, peraturan Mendiknas, dan panduan penyusunan dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP)
·         Kurikulum disusun oleh sekolah/madrasah dan komite sekolah/madrasah
·         KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan
·         KTSP merupakan realisasi salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan
·         Pengelolaan KTSP sesuai dengan semangat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
·         Mengubah paradigma guru sebagai “curriculum user” menjadi “curriculum developer
·         Menuntut guru mampu memainkan peran sebagai “agent of change’’
·         Materi pembelajaran dikembangkan dari standar kompetensi dan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran
·         Standar kompetensi dan kompetensi dasar ditentukan secara terpusat melalui Standar Isi
·         Apa yang tertuang pada standar isi merupakan kompetensi minimal yang harus dikuasai siswa, sehingga sekolah maupun guru diberi keleluasaan mengembang kompetensi tersebut
·         Perencanaan pembelajaran meliputi Program Tahunan, Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
·         Silabus disusun oleh guru, atau kelompok guru mata pelajaran
·         Penilaian menggunakan Penilaian Acuan Kriteria
·         Menggunakan prinsip belajar tuntas
·         Ketuntasan belajar ditentukan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah, guru berkenaan indicator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi
·         Acuan operasional KTSP memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
·         KTSP memuat vsi, misi, tujuan, kondisi, dan cirri khas satuan pendidikan (sekolah), serta kalender pendidikan
·         Dokumen KTSP dibagi menjadi dua, yaitu : Dokumen I berisi : pendahuluan, tujuan, struktur dan muatan kurikulum, dan kalender pendidikan, (b) Buku II berisi silabus ( sesuai standar isi dan silabus yang dikembangkan sekolah)
·         Dalam perencanaan pembelajaran pada silabus maupun RPP, kompetensi dasar dijabarkan menjadi indicator (indikator pencapaian tujuan).


EmoticonEmoticon