1/11/15

Makalah Infusi Isu-Isu Global


BAB II.
PEMBAHASAN
   A.    Pengertia Infusi Isu-isu Global

Pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang sangat luas, didalamnya mencakup banyak  bidang kajian ilmu, misalnya Geografi, Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, Tata Negara, dan Sejarah. Hal itu memberikan peluang atau wadah bagi pembelajaran yang berbasis Infusi Isu-isu Global. Untuk lebih memahaminya akan lebih jelas dikupas dalam alenia berikutnya.
1.      Infusi
Infusi merupakan kata yang jarang digunakan dalam bidang pendidikan, Infusi ini lebih sering digunakan dalam bidang kedokteran dan dalam bidang kedokteran infusi sering diartikan dengan penyusupan sel induk dari sumsum tulang belakang ke dalam jantung manusia. Dari pengertian infusi dalam bidang kedokteran inilah kami menyimpulkan bahwasaanya infusi dalam bidang pendidikan adalah penyusupan bidang-bidang kajian yang terdapat diluar dan kemudian dimasukan dalam proses belajar mengajar.
2.      Isu-isu
Dari kamus bahasa Indonesia isu adalah masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dsb). sementara dari Wikipedia Isu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis. Dari situ dapat disimpulkan bahwa isu merupakan  peristiwa yang belum tentu kepastiannya dan terus dikedepankan untuk dibahas.

3.      Global
Global bisa berarti mendunia sehingga makna dan definisi dari global itu sendiri sangatlah luas. Ada banyak kata yang dikaitkan dan berhubungan dengan global karena makna global tersebut sangat umum. Bisa bermakna keseluruhan, secara garis besar dan mencakup cakupan sangat luas

Dari ketiga kata yang telah dijelaskan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Infusi isu-isu global adalah penyusupan  hal-hal yang sedang dikedepankan atau popular secara mendunia kedalam proses belajar mengajar dalam kelas.

  B.     Global Warming
Pemanasan global atau global warming  sudah bukan menjadi hal yang rancu untuk dibahas, hampir semua orang pernah mendengar pemanasaan global. Hal tersebut tidak terlepas dari mencuatnya isu-isu pemanasan global yang sering kita dengar lewat media komunikasi, baik media elektronik, media cetak dan media sosial.
Pemanasan global atau yang sering juga disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini merupakan factor-faktor yang menyebabkan pemanasan global :
  1.  Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan dipermukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya
  1. Penggundulan Hutan
Maraknya kasus penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab pemanasan global saat ini. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Hutan yang menjadi paru-paru Bumi kini tidak dapat berfungsi secara maksimal karena sudah sangat berkurangnya jumlah pohon yang ada. Akibatnya saaat ini jumlah pohon yang ada tidak dapat menyeimbangi banyaknya jumlah CO2 yang ada di Bumi sehingga suhu pada bumi terus meningkat dan meningkat
Global warming ini sangatlah berbahaya bagi kelangsungan hidup umat manusia, hal tersebut dikarenakan global warming memiliki akibat atau dampak yang sangat luar biasa. Menurut Rahmat, ancaman yang ditimbulkan lebih berbahaya daripada terorisme. Sebab, dampaknya akan menyebabkan kerusakan fatal di bumi pada beberapa dekade ke depan. “Bukan (ancaman) global terrorism tidak penting, tapi ini (climate change) lebih penting,” tukasnya.
Berikut beberapa dampak dari global warming.
  1. Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia.
Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di pantai timur AS. Namun, banyak negara di seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa jutaan orang untuk mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah satu negara yang perlu mencari rumah baru akibat naiknya permukaan laut.
  1. Korban akibat topan badai yang semakin meningkat.
Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin meningkat, dan penelitian yang dipublikasikan dalam Nature mengatakan: "Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global secara signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat meningkat secara signifikan sejak tahun 1981.Hal tersebut diperkirakan didorong oleh suhu air laut yang semakin meningkat, tidak mungkin mengalami penurunan dalam waktu dekat. ",
  1. Gagal panen besar-besaran.
Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih untuk pindah  "Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada pasokan air. "Kekurangan air di masa depan kemungkinan akan mengancam produksi pangan, mengurangi sanitasi, menghambat pembangunan ekonomi dan kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan perubahan suasana lebih ekstrim antara banjir dan kekeringan." Menurut Guardian pemanasan global menyebabkan 300.000 kematian per tahun.
  1. Kepunahan sejumlah besar spesies.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena kita tidak bisa hidup sendirian tanpa ragam populasi spesies di Bumi, ini akan membawa dampak buruk bagi manusia. "Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan ancaman terhadap jumlah spesies yang masih hidup di Bumi akibat  penghancuran dan perubahan habitat." Demikian pendapat Chris Thomas, konservasi biologi dari University of Leeds.
  1. Hilangnya terumbu karang.
Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu dan keasaman laut meningkat. 'Pemutihan' karang akibat kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup mereka. "Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4 km  - ada indikasi bahwa hal  ini mendekati titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air mengancam hilangnya ekosistem global. Jadi diperlukan upaya yang besar untuk menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan.
  1. Tujuan Pembelajaran
Dengan mempelajari pembelajaran IPS yang berkaitan dengan isu-isu global lebih khususnya Global Warming maka diharapkan siswa dapat memahami apa itu Global Warming, kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya global warming dan dampak dari global warming. Dengan hal tersebut maka anak diharapkan dapat  memahami dan melakukan peran, aksi dan partisipasi dalam pencegahan dampak Global Warming.
a). Peran
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).
Peran yang diharapkan ada dalam diri siswa dalam mengatasi dampak dalam global warming adalah siswa memiliki tingkah laku sesuai yang diharapkan yaitu sesuai dengan upaya untuk mengatasi pemanasan global atau global warming.
b). Aksi
        Dalam KBBI aksi diartikan sebagai tindakan. Dalam hal ini aksi yang diharapkan dapat tumbuh adalah siswa dapat memberikan tindakan-tidakan nyata yang dengan tindakan tersebut nantinya dapat membantu mencegah dampak global warming yang semakin besar.
        Tindakan nyata yang dilakukan oleh peserta didik dapat berupa penanaman pohon-pohon kembali (reboisasi) dapat dilakukan dengan bimbingan dari guru, penggunaan listrik seperlunya, menggunakan kendaraan umum.
c). Partisipasi
Partisipasi adalah keikutsertaan, peranserta atau keterlibatan yang berkitan dengan keadaaan lahiriahnya (Sastropoetro;1995). Verhangen (1979) dalam Mardikanto (2003) menyatakan bahwa, partisipasi merupakan suatu bentuk khusus dari interaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan pembagian: kewenangan, tanggung jawab, dan manfaat.
Dari hal tersebut sebenarnya yang dimaksut partisipasi yang perlu ditamnanmkan anak sangatlah sederhana, yaitu keikut sertaan siswa dalam upaya pencegahan dampak global warming yang lebih serius. 
  1. Cara Penyampaian
Cara penyampaian dalam hal ini bukanlah metode atau model pembelajaran yang kami maksudkan, melainkan bagaimana seorang guru dapat membuat siswa memiliki pemikiran atau paham mengenai peran, aksi dan partisipaasinya dalam menanggulangi dampak dari global warming.
Cara penyampaian tentu disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari masing-masing siswa, hal ini berpandangan pada teori piaget yang mengemukankan mengenai perkembangan kognitif psikomotorik anak. Pemberian materi terhadap siswa SD, dimana kemampuannya kognitifnya masih dalam taraf atau tingkat operasional kongkroit haruslah disesuaikan.


BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Infusi isu-isu global adalah penyusupan  hal-hal yang sedang dikedepankan atau popular secara mendunia kedalam proses belajar mengajar dalam kelas.Pembelajaran Ips SD dengan infusi isu-isu Global akan sangat membantu siswa dalam memahami dunia.

Pemanasan global atau yang sering juga disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh efek rumah kaca dan [enebangan hutan. Global warming ini sangatlah berbahaya bagi kelangsungan hidup umat manusia, hal tersebut dikarenakan global warming memiliki akibat atau dampak yang sangat luar biasa.  Infusi isu global warming ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap peran, aksi dan partisipasi dari siswaa dalam upayanya meminimalisir dampak berbahaya dari globalisasi.

Begitu pentingnya maka penyampaian materi ini haruslah disesuaikan agar anak benar-benar paham dan dapat mencerna materi yang diberikan sehingga harapan anak dapat berperan, beraksi dan berpartisipasi dalam meminimalisir dampak buruk global warming dapat terealisasikan.

         B.  Saran
Mengingat pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang sangat luas, dan berbicara mengenai lingkungan disekitarnya pula, maka sebagai guru harus dapat memasukan isu-isu global yang sedang popular pada saat itu untuk menjadi salah satu hal yang dibahasa dalam pembelajaran, sehingga anak menjadi lebih tahu atau meningkat kemampuananya dalam memahami kondisi disekitar tempat hidupnya.


EmoticonEmoticon