4/4/15

Definis Pertumbuhan dan Perkembangan

Tags


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


A.    Pertumbuhan dan Perkembangan menurut ahli
1.   Kartini Kartono mendefinisikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan sebagai perubahan secara fisiologis, sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam passage (peredaran waktu) tertentu. Dan perkembangan didefinisikan sebagai perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikid dan fisik pada anak.
2.   Whale dan Wong (2000) mengemukakan pertumbuhan seebagai suatu peningkatan jumlah dan ukuran, sedangkan perkembangan menitikberatkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses naturalisasi dan pembelajaran. Jadi, pertumbuhan berhubungan dengan perubahan pada kuantitas yang maknanya terjadi pada jumlah dan ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh.
3.   Marlow (1988) mengemukakan pertumbuhan sebagai suatu ukuran peningkatan ukuran tubuh yangdapat diukur dengan meter atau sentimeter untuk tinggi badan dan klilogram ataui gram untuk berat badan. Pertumbuhan ini dihasilkan poleh adanya pembelahan sel dan sintesis protein dan setiap anak mempunyai potensi gen yang berbeda untuk tumbuh. Marlow mendefinisikan perkembangan sebagai peningkatan keterampilan dan kapasitas anak untuk berfungsi secara bertahap dan terus-menerus.
4.   Crow and Crow berpendapat bahwa pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada perubahan-perubahan struktural dan fifiologis. Sedangkan perkembangan bersangkutan erat dengan baik pertumbuhan maupun potensi-potensi dari tingkah laku yang sensitif terhadap rangsangan-rangsangan lingkungan.
5.   Karl C. Garrison meskipun tidak secara eksplisit menunjukkan perbedaan kedua istilah tersebut, akan tetapi tersirat juga dalam bahasannya bahwa pertumbuhan menyangkut ada dan bertambahnya sesuatu aspek tertentu, sedangkan perkembangan dikenakan kekomplekan pada pertambahan itu.
6.   Witherington dalam bukunya yang diterjemahkan oleh M. Bukhari men guraikan makna pertumbuhan sebgaai sutau sifat umum dari seluruh organisme, seluruh persomalitas atau kepribadian. Sedangkan perkembangan sebagai suatu bagian dari pertumbuhan menunjuk pada perluasan fungsi-fungsi secara terperinci.
7.   Sunarto berpendapat konsep pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interpendensisaling bergantung satu sama lain. Tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan untuk memperjelas penggunaannya.
8.   J.P Chaplin dalam Dictionary-nya mengatakan perkembangan adalah tahap - tahap perubahan yang progresif dan terjadi dalam rentang waktu kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek -aspek yang terdapat dalam organismenya.
Pandangan tradisional terhadap perkembangan lebih ditekankan pada:
1). Kematangan, 2) pertumbuhan, 3) perubahan yg ekstream selama masa bayi – anak-anak & remaja. Sementara perubahan selama masa dewasa & penurunan pd usia lanjut kurang mendapat perhatian.
Pandangan kontemporer tentang  perkembangan manusia menekankan pd perkembangan rentang hidup (life-span), yakni perubahan yg terjadi selama rentang kehidupan mulai dari konsepsi hingga meninggal.
Perkembangan itu adalah perubahan yang terjadi pada aspek psikis setiap individu untuk menuju kearah yang lebih sempurna dalam kurun waktu tertentu secara kontinyu untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru sepanjang hayat. Perkembangan tidaklah terbatas pada semakin sempurna tetapi juga terkandung serangkaian perubahan secara terus menerus secara pasti, melalui suatu tahap yang sederhana ke tahap berikutnya yang semakin tinggi dan maju walaupun sulit diukur dengan alat ukur.
Contohnya: seorang anak kecil dalam usia belum genap 1 tahun hanya bisa mengucapkan satu kata, dua kata karena mengalami proses perkembangan otak, anak tersebut mulai bisa mengucapkan lebih dari satu kata dan terus mengalami perubahan secara terus bertahap dengan pengucapan kata yang lebih sempurna sesuai dengan perkembangan umurnya. Sehingga dapat memperoleh sesuatu yang baru dari perkembangan sebelumnya.
Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada fungsi - fungsi fisik dalam kurun waktu tertentu pada individu yang dalam keadaan sehat. Dan biasanya pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada jasmani saja. Perubahan tersebut terjadi terus menerus. Seperti tulang, tinggi badan, berat badan, jaringan syaraf dan lainnya menjadi lebih sempurna. Pertumbuhan individu dapat diukur dengan alat pengukur. Pertumbuhan merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan fungsi fisik yang murni.
Contohnya : seorang anak yang mengalami pertambahan tinggi dan berat badan umpamanya pada masa bayi hanya beratnya 9 kg atau tingginya 100 cm, karena mengalami pertumbuhan bisa menjadi 20 kg dan 130 cm,dll dan semuanya ini dapat diukur dengan alat ukur.

B.     Ciri Perkembangan:
1.    Seumur hidup (life-long) tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan.
2.    Multidimentional terdiri atas biologis, kognitif, sosial; bahkan dalam satu dimensi terdapat banyak komponen. Misal: inteligensi meliputi inteligensi abstrak, inteligensi non verbal, inteligensi sosial dsb.
3.    Multidirectional beberapa komponen dari suatu dimensi dapat meningkat dalam pertumbuhan, sementara komponen lain menurun. Misal: orang dewasa tua dapat semakin arif, tapi kecepatan memproses informasi lebih buruk.
4.    Lentur (plastis) bergantung pada kondisi kehidupan individu.

C.    Pertumbuhan dan Perkembangan dari Fisik & Psikis
1.    Terjadi perubahan :
a.    Fisik: perubahan tinggi/berat badan/organ-organ tubuh lain.
b.    Psikhis: bertambahnya perbendaharaan kata – matangnya kemampuan berpikir-mengingat dan menggunakan imajinasi kreatifnya.
2.    Perubahan dlm proporsi
a.    Fisik: proporsi tubuh berubah sesuai dengan fase perkembangannya.
b.    Psikis : perubahan imajinasi dari fantasi pada realitas, perhatiannya dari dirinya sendiri pada orang lain atau kelompok teman sebaya.
3.    Lenyapnya tanda-tanda lama
a.    Fisik : lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak kanak) yang terletak pada bagian dada, kelenjar pineal pada bagian bawah otak , gigi susu & rambut2 halus.
b.    Psikhis: masa mengoceh, meraba, gerak gerik kanak kanak, merangkak, perilaku impulsive (dorongan untuk bertindak sebelum berpikir)
4.    Diperoleh tanda tanda baru
a.    Fisik: pergantian gigi, karakteristik seks pd usia remaja (sekunder : perubahan anggota tubuh) & (primer : menstruasi/mimpi basah)
b.    Psikis: rasa ingin tahu terutama yg berhubungan dng ilmu pengetahuan, seks, nilai moral,keyakinan beragama.

D.    Faktor Yang Memengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan
Setiap individu berbeda dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya karena pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa factor baik secara herediter maupun lingkungan (Wong, 2000). Faktor tersebut adalah faktor herediter, lingkungan, dan internal.
a.    Faktor Herediter
Faktor pertumbuhan yang dapat diturunkan (herediter) adalah jenis kelamin, ras, dan kebangsaan (Marlow, 1988). Jenis kelamin ditentukan sejak awal dalam kandungan (fase konsepsi) dan setelah lahir, anak laki laki cenderung lebih tinggi daripada anak perempuan. Hal ini bertahan sampai usia tertentu karena anak perempuan biasanya lebih awal mengalami pubertas, sehingga pada usia tersebut, anak perempuan lebih tinggi dan besar. Akan tetapi, begitu anak laki laki memasuki masa pubertas, mereka akan berubah lebih tinggi dan besar daripada anak perempuan. Rasa atau suku bangsa dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa suku bangsa menunjukkan karakteristik yang khas, misalnya Suku Asmat Irian Jaya secara turun temurun berkulit hitam. Demikian juga kebangsaan tertentu menunjukkan karakteristik tertentun seperti bangsa Asia cenderung pendek dan kecil, sedangkan bangsa Eropa dan Amerika cenderung berkulit putih, tinggi, dan berbadan besar.
b.   Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang dapa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah lingkungan prenatal, lingkungan eksternal, dan lingkungan internal anak.
·         Lingkungan Pranatal
Lingkungan di dalam uterus sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan fetus, terutama karena ada selaput yang menyelimuti dan melindungi fetus dari lingkungan luar. Beberapa kondisi lingkungan dalam uterus yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin adalah gangguan nutrisi karena ibu kurang mendapat gizi adekuat baik secara kualitas maupun kuantitas. Intinya, apa yang dialami ibu akan berdampak pada kondisi pertumbuhan dan perkembangan fetus.
·         Pengaruh Budaya Lingkungan
Budaay keluarga atau masyarakat anan memengaruhi bagaimana mereka memersepsikan dan memahami kesehatan serta berperilaku hidup sehat. Pola perilaku ibu yang sedang hamil dipengaruhi oleh budaya yang dianutnya, misalnya ada beberapa larangan untuk makanan tertentu padahal zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin. Begitu juga keyakinan untuk melahirkan dengan meminta pertolongan petugas kesehatan di sarana kesehatan atau tetap memilih dukun beranak, dilan dasi oleh nilai budaya yang dimiliki. Setelah anak lahir, dia dibesarkan dengan pola asuh keluarga yang juga dilandasi oleh nilai budaya yang ada di masyarakat. Anak yang dibesarkan dilingkungan petani akan mempunyai pola kebiasaan atau norma yang berbedadengan mereka yang dibesarkan di kota besar seperti metropolitan Jakarta.
·      Status sosial dan ekonomi keluarga
Anak yang berada dan dibesarkan dalam ekonomi keluarga yang social ekonominya rendah, bahkan punya banyak keterbatasan untuk member makanan bergizi, membayar biaya pendidikan, dan memenuhi kebutuha primer lainnya, tentunya keluarga akan mendapat kesulitan untuk membantu anak mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal sesuai dengan tahapan usianya. Keluarga dengan latar belakang pendidikan rendah juga sering kali tidak dapat, tidak mau, atau tidak  meyakini pentingnya penggunaan fasilitas kesehatan yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anaknya, misalnya pentingnya imunisasi.
c.    Faktor Internal
Faktor internal berdasarkan pada sasuatu yang ada dalam diri anak, bawaan sejak lahir, bawaan ras, gen, dan faktor cara merawat ibu saat bayi sejak di dalam kandungan.

E.     Proses-Proses Perkembangan
Proses-proses perkembangan neniliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar anak, yang meliputi:
1.    Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor sklills);
2.    Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan / kecerdasan otak anak;
3.    Perkembangan sosial dan moral (social and moral development), yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lai, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.

F.   Hukum Tumbuh Kembang
1.    Pertumbuhan adalah kuantitatif serta kualitatif. Pertumbuhan mencakup dua aspek perubahan, yaitu perubahan kuantitatif dan perubahan kualitatif. Perubahan kuantitatif yang meliputi perbanyakan sel-sel, penambahan gigi, rambut, pembesaran material jasmaniah. Sedangkan perubahan kualitatif dapat menyebabkan adanya perubahan emosional. Perubahan ini menumbuhkan kepribadian manusia, dan menumbuhkan kapasitas intelektual untuk melakukan sesuatu.
2.    Pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan dan teratur karena dimulai dari keadaan sederhana menuju ke keadaan yang kompleks .
3.    Tempo pertumbuhan adalah tidak sama. Sequence atau urutan pertumbuhan tidak bergerak dalam waktu yang konstan .
4.    Taraf perkembangan berbagai aspek pertumbuhan adalah berbeda-beda. Pada suatu ketika perkembangan bahasa anak mengalami kelambatan akibat adanya perkembangan pesat pada fungsi-fungsi jasmaniahnya.

G. Periode-Periode Perkembangan
Periode-periode perkembangan menurut para ahli digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Periode-periode berdasarkan biologis (Menurut Aristoteles):
   Fase I: usia 0-7 masa anakkecil, masa bermain.
   Fase II: usia 7-14 masa anak, masa belajar atau masa sekolah rendah.
   Fase III: usia 14-21 masa remaja atau pubertas, peralihan anak menjadi dewasa.
2. Periode-periode berdasarkan didaktis (Menurut Comenius):
    Usia 0-6 tahun disebut Scola materna (sekolah ibu).
    Usia 6-12 disebut Scola Vernacula (sekolah bahasa ibu).
    Usia 12-18 disebut Scola Latina (sekolah latin).
    Usia 18-24 disebut Academia (akademi).
3. Periode-Periode berdasarkan Psikologis (Menurut Khontamm,1950):
    Usia 0-2 disebut masa vital.
    Usia 2-7 disebut masa estetis.
    Usia 7-13/14 disebut masa intelektual.
    Usia 13/14 - 20/21 disebut masa sosial.

H.    Fase dan tugas perkembangan bisa di bagi menjadi 6 tahap
1.    Masa prenatal. Yaitu masa sebelum lahir dan masih berada dalam perut ibu selama 9 bulan.
2.    Masa bayi. Yaitu masa yang masih tergantung atau membutuhkan bantuan dari orang tuanya terutama ibu. Dan masih terjadi proses belajar menggerakkan kemampuan tubuhnya.
3.    Masa anak – anak. Masa yang terjadi saat anak mulai bersosialisasi dengan lingkungan dan bermain bersama teman sebayanya. Dan mereka masih melihat sesuatu dari objeknya.
4.    Masa remaja. Masa ini adalah masa transisi menuju kedewasaan, anak sudah mampu berfikir secara sadar dan sudah nalar dengan apa yang ada dalam kehidupannya. Sudah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan menentukan jalan hidup selanjutnya yang sudah dapat ditentukan oleh dirinya sendiri.
5.    Masa dewasa. Masa yang membentuk proses pendewasaan untuk menjalani masa yang baru. Di sini anak akan menghadapi proses perkawinan dan mempunyai keluarga yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Dan sudah mulai tidak tergantung pada orang tuanya.
6.    Masa tua. Masa yang sudah pada fase penurunan. Di sini individu akan mengalami penurunan dari segala hal psikis dan jasmaninya. Dan merupakan masa terakhir dari suatu perkembangan anak.

I.       Tugas-Tugas Perkembangan
Tugas perkembangan adalah sesuatu tugas yang timbul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang.
1. Teori dorongan (motivasi) àdikemukakan Morgan, bahwa segenap tingkah laku distimulir dari dalam. Bahwa motivasi adalah merupakan dorongan keinginan sekaligus sebagai sumberdaya penggerak melakukan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya.
2. Teori dinamisme à mengatakan bahwa di dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif ia akan selalu mencari pengalaman-pengalaman baru.
   Perkembangan dilukiskan sebagai suatu proses membawa seseorang kepada suatu organisasi tingkah laku yang tinggi. Havighurst mengemukakan mengenai tugas-tugas perkembangan (Develompment Tasks), yaitu tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar suatu periode tertentu kehidupan.
Tujuan tugas perkembangan, antara lain:
1.    Petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat pada usia tertentu.
2.    Dalam memberi motivasi setiap individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok sosial pada sia tertentu sepanjang hidup mereka.
3.    Menunjukkan kepada setiap individu tentang apa yang akan mereka hadapi dan tindakan apa yang diharapkan dari mereka kalau sampai pada tingkat perkembangan selanjutnya.
Tugas-tugas perkembangan dari bayio hingga masa tua, antara lain:
1. Masa bayi dan awal masa kanak-kanak
·   Belajar memakan makanan padat.
·  Belajar berjalan.
·  Belajar berbicara.
·  Belajar mengendalikan pembuangan kotoran.
·  Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya.
·  Mempersiapkan diri untuk membaca.
·  Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.
2.  Akhir masa kanak-kanak
·  Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan yang umum.
·  Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh.
·  Belajar meneysuaikan diri dengan teman-teman seusianya.
·  Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat.
·  Mengembangkan keterampilan-keterampilan.
3. Masa remaja
·  Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.
·  Mencapai peran sosial pria dan wanita.
·  Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif.
·  Mengharap dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.
     4. Awal masa dewasa-akhir remaja
·  Mulai bekerja.
·  Memilih pasangan.
·  Belajar hidup dengan tunangan.
·  Mengelola rumah tangga.
·  Mulai membina keluarga.
·  Mengasuh anak.
    5. Masa usia pertengahan
·  Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara.
·  Membantu anak-anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, dan bahagia.
·  Menghubungkan diri sndiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu.
     6. Masa tua
·  Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan.
·  Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan keluarga.
·  Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.
·  Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia.

J.      Prinsip Perkembangan
Prinsip perkembangan adalah suatu patokan dari kesamaan sifat dan hakekat dalam perkembangan, yaitu :
a.    Perkembangan yang tidak terbatas dalam arti menjadi besar tetapi bersifat saling berkesinambungan dan tidak saling terlepas antara tahap satu dengan yang lainnya.
b.    Perkembangan menuju proses perubahan yang akan menjadi nyata dan adanya perubahan pada satu aspek akan mempengaruhi aspek yang lainnya. Karena manusia merupakan kesatuan dari berbagai aspek.
c.    Perkembangan dimulai dari respon yang sederhana menuju ke yang khusus.
d.   Setiap anak akan mengalami tahap perkembangan secara berantai dan bersifat universal. Tiap perkembangan akan bertahap dari satu tahap ke tahap berikutnya. Fase perkembangan memiliki ciri dan sifat yang khas, sehingga ada masa tenang atau equilibrium yaitu anak yang penurut dan mudah diatur. Menurut teori ini individu selalu mengatasi kesulitannya berupa iritasi, frustasi, dan berikade pemenuhan kebutuhan.
e.    Perkembangan anak satu dengan yang lain itu berbeda. Ada yang cepat, sedang dan lambat dari setiap anak itu sendiri. Umpamanya perkembangan psikis dan jasmani seorang anak tidak dapat disamakan. Walaupun dari anggota keluarga yang sama dan dari keturunan yang sama. Setiap anak mempunyai ciri - cirri khas sendiri dalam berkembang.
f.     Suatu perkembangan mengalami masa dengan irama naik turun. Ada saatnya anak mengalami masa naik. Menurut para ahli ada 2 masa yang biasanya disebut masa trotz dan trozalter. Masa trotz mengalami 2 masa yaitu,
·          Trotz periode pertama usia 2 -3 tahun dengan emosi, selalu bersikap egois, dan mendahulukan kepentingannya sendiri.
·         Periode kedua usia 14 - 17 tahun yang bersikap selalu membantah orang tuanya.
·         Masa trozalter yaitu sikap keras kepala dan tidak ada sebab akibatnya dari luar. Dan secara tiba - tiba sikap tersebut hilang begitu saja.
·         Pada masa ini anak mengalami proses mempertahankan diri dari hal - hal yang negative. Merupakan respon untuk mempertahankan hidupnya dari segala peristiwa yang bisa mengganggu dalam kehidupanya dan mempunyai dorongan untuk mendapatkan kemajuan baru. Contohnya, seorang anak yang menangis saat terjatuh karena kakinya sakit dan ia meminta diobati.
·         Dalam perkembangan terdapat masa yang akan mengalami fungsi perkembangan dengan cepat apabila dilatih secara terus - menerus dengan baik.   

11 Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
1.      Perkembangan anak - fisik, sosial, emosional, dan kognitif - yang erat kaitannya. Perkembangan dalam satu dimensi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pembangunan di domain lainnya.
2.      Perkembangan anak berlangsung dalam sebuah tahapan yang relatif teratur, kemampuan-kemampuan, keterampilan, dan membangun pengetahuan tentang mereka yang sudah diperoleh.
3.      Perkembangan berjalan di berbagai tingkat dari anak ke anak serta tidak merata dalam daerah yang berbeda dari fungsi masing-masing anak.
4.      Pengalaman awal memiliki keduanya efek kumulatif dan tertunda pada pengembangan anak individu; periode optimal untuk jenis tertentu dari perkembangan dan pembelajaran.
5.      Perkembangan berjalan dalam arah yang dapat diprediksikan menuju kompleksitas yang lebih besar, organisasi, dan internalisasi.
6.      Perkembangan dan belajar terjadi dalam dan dipengaruhi oleh kontek social cultural yang majemuk.
7.      Anak-anak adalah pembelajar aktif, menggambar pada pengalaman fisik dan sosial langsung serta pengetahuan budaya untuk membangun pemahaman ditransmisikan mereka sendiri dari dunia sekitar mereka.
8.      Perkembangan dan belajar merupakan hasil interaksi antara maturasi biologis dan lingkungan, yang meliputi baik fisik dan dunia sosial yang anak-anak hidup masuk
9.      Bermain merupakan sebuah instrumen penting bagi perkembangan anak-anak sosial, emosional, dan kognitif, serta refleksi atas perkembangan mereka.
10.  Anak-anak menunjukkan cara-cara berbeda dalam mengetahui dan belajar dan belajar dan cara yang berbeda untuk mewakili apa yang mereka ketahui.
11.  Anak-anak belajar terbaik dalam konteks masyarakat di mana mereka aman dan dihargai, kebutuhan fisik mereka terpenuhi, dan mereka merasa aman secara psikologis.



EmoticonEmoticon