4/9/15

KONSEP DASAR IAD

Tags


BAB I

KONSEP DASAR IAD

A.    Latar Belakang IAD
Kuriositas atau rasa ingin tahu dan akal budi manusia, telah kita ketahui bahwa semua makhluk hidup termasuk manusia membrikan tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan. Misalnya: tumbuhan hijau memberikan reaksi terhadap sinar matahari. Cabang dan daun tumbuhan itu berusaha untuk memperoleh sinar matahari karena perlu untuk mengadakan fotosintesis (pembuatan zat makanan). Hewan tingkat tinggi memberikan reaksi terhadap lingkungan dengan mengadakan penjelajahan, ingin tahu daerah lain, misalnya harimau atau burung ingin tahu tempat lain untuk memperolah makanan dan sebagainya. Rasa ingin tahu atau kuriositas pada hewan didorong oleh naluri (instinct) dan oleh Asimov (1792) disebut idle curiosity. Naluri itu bertitik pusat pada mempertahankan kelestarian hidup dan sifanya sepanjang zaman.

Manusia memiliki naluri seperti hewan dan tumbuhan, tetapi juga akal budi sehingga rasa ingin tahu itu tidak tetap sepanjang zaman. Manusia memliki rasa ingin tahu yang berkembang. Rasa ingin tahu manusia tidak pernah dapat dipuaskan. Apabila suatu masalah dapat dipecahkan, akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya. Manusia bertanya terus setalah tahu apa, maka ingin tahu bagaimana dan mengapa. Manusia mampu menggunakan pengetahuan yang lama diperoleh untuk dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru menjadi pengetahuan yang lebih baru lagi. Hal yang demikian berlangsung berbad-abad sehingga menjadi akumulasi pengetahuan. Manusia purba hidup dalam gua-gua, tetapi berkat pengetahuan yang bertambah terus, manusia modern bertempat tinggal dalam gedung-gedung yang kokoh dan indah seperti saat ini. Kecuali untuk memenuhi kepuasan manusia, Ilmu Pengetahuan juga berkembang untuk keperluan praktis agar hidupnya lebih mudah dan praktis. (Ilmu Alamiah Dasar, Maskoeri Jasin hal: 2-3).
Yang melatar belakangi munculnya Ilmu Alamiah Dasar yakni Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas (rasa ingin tahu) manusia seperti yang dijelaskan diatas. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi  berikutnya. Pertambahan pengetahuan  didorong oleh adanya rasa untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya. Selain itu juga karena adanya dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science).
Pengetahuan didapat dengan berbagai pendekatan seperti halnya pengetahuan berupa mitos atau legenda menggunakan pendekatan kepercayaan yakni kebenarannya hanya atas dasar percaya maka pendekatan pengetahuan semacam ini bersifat irrasional, begitu pula pengetahuan yang sifatnya falsafi pendekatan kebenarannya hanya mengandalkan nalar/akal/rasio belaka maka dikenalah pendekatan pengetahuan rasional sehingga muncullah persepsi paham kebenaran irrasionalime dan rasionalisme.
Ilmu alamiah sebagai hasil perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil pengamatan dan pengalaman telah mendorong manusia untuk melahirkan pendekatan kebenaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio belaka, dorongan tersebut setidaknya terdiri dari dua sisi, yakni yang pertama adalah adanya dorongan untuk memuaskan diri sendiri yang sifatnya non praktis guna memenuhi kuriositas dan memahami tentang hakikat alam semesta dan segala isinya, yang selanjutnya melahirkan pure science (Ilmu pengetahuan murni). Sementara dorongan yang kedua adalah dorongan yang sifatnya praktis, dimana ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi, dan selanjutnya disebut dengan Applied science ( Ilmu pengetahuan terapan/teknologi).
Kapan ilmu pengetahuan (sains) lahir ? secara waktu mungkin sulit untuk ditetapkan tetapi yang jelas sesuatu dinyatakan pengetahuan sains adalah apabila pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach yakni kebenaran yang secara rasional dapat dimengerti dan difahami serta dibuktikan secara fakta dan menggunakan peralatan ilmiah. Pendekatan senacam itu sebenarnya sudah dilakukan pada masa filosuf muslim di Persia dengan bukti munculnya ilmu-ilmu terapan seperti ilmu perbintangan, ilmu kimia dan ilmu kedokteran, tetapi kebenaran ini tidak deklarasikan oleh ilmuwan barat, mereka mengklaim bahwa kelahiran ilmu pengetahuan sains (ilmiah) adalah setelah ditemukannya teropong bintang (sekalipun sejak masa filsafat muslim teleskop sudah ada) yang mampu membuktikan kebenaran teori Heliosentris Copernicus. Memang sejak penemuan teleskop telah banyak membantu para ilmuan untuk dapat membuktikan secara empiris terhadap konsep-konsepnya.
Berikut ini dijelaskan beberapa ilmuan yang telah menancapkan tonggak sejarah perkembangan ilmiah :
Nikolas Copernicus (1473 – 1543 M) Ia seorang astronom, matematika dan pengobatan, Tulisannya yang terkenal dan merombak pandangan Yunani yang berjudul De Revolutionibus Orbium Caelestium ( Peredaran alam semesta) buku ini ditulis pada tahun 1507 M tetapi tidak segera dideklarasikan karena konsepnya bertentangan dengan konsep lama yang sudah mendapat justifikasi dari penguasa. Pokok-pokok ajarannya sebagai berikut:

1.      Matahari adalah pusat dari sistem solar, dimana sistem itu bumi adalah salah satu planet diantara planet-planet lain yang beredar mengelilingi matahari.
2.      Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.
3.      Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam dan pandangan gerakan bintang-bintang.
Pengikut Copernicus adalah Bruno (1548 – 1600 M) memperoleh kesimpulan lebih jauh lagi, yaitu ;
1.      Jagat raya ini tidak ada batasnya.
2.      Bintang-bintang tersebar di seluruh jagat raya.
Karena keberaniaannya mendeklarasikan pendapatnya yang bertentangan dengan keyakinan penguasa pada itu maka Bruno dianggap sebagai orang yang kemasukan setan (kesurupan) dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup hingga mati.
Ahli astronomi lainnya dalah Johannes Kepler (1571 – 1630 M ) Pokok-pokok pikirannya adalah:
1.      Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu garis edar yang berbentuk elips dengan suatu fokus.
2.      Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan sementara itu ia bergerak menurut garis edarnya, maka luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama adalah sama.
3.      Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet mengelilingi matahari secara penuh adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu terhadap matahari.
Konsep-konsep diatas dibenarkan oleh Galileo Galilei (1564 –1642 M) dengan menggunakan teleskopnya yang terbesar mampu melihat tata surya dan mengumumkan hasil penemuannya bahwa teori Geosentri dianggap salah dan yang benar adalah teori Heliosentris. (Ilmu Alamiah Dasar, Abu Ahmadi hal :13-14)
B.     Pengertian IAD
Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya sesuatu kumpulan yang sistematis dari pengetahuan, Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan Dasar artinya permulaan suatu bentuk. Istilah ini berasal dari Eropa (Belanda, Jerman, Inggris, dan Amerika). Yang mana istilah ini masuk ke Indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu Alamiah Dasar secara umum ilmu mencakup semua pengetahuan.
Pada hakikatnya Ilmu Alamiah Dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Jadi Ilmu Alamiah Dasar tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya ilmu-ilmu lainnya.

Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Sedangkan Ilmu Alamiah Dasar menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006: V) “Ilmu Alamiah Dasar” merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam  bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi”.
Ilmu Alamiah Dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.  Sebenarnya kita sudah tidak asing lagi dengan disiplin ilmu ini, karena secara tidak sadar sudah kita temukan dimana saja, dan kapan saja, serta dalam bentuk apa saja. Jadi pengertian Ilmu Alamiah Dasar adalah pengetahuan dasar yang mempelajari alam semesta, dan dapat dikatakan sebagai konsep awal terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam. Yang dapat dipelajarinya dengan cara metode-metode atau prinsip-prinsip yang tidak dapat lepas dari kenyataan (realitas).
Ilmu Alamiah Dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu Alamiah selalu merumuskan masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat digunakan dalam Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra. Metode-metode yang digunakan dalam menafsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga, tidak dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai Ilmu Alamiah Dasar jika tidak ada realitanya.

C.    Tujuan IAD
Semua ilmu memiliki tujuan, dan fungsi. Begitu juga dengan Ilmu Alamiah Dasar.
Tujuan Ilmu Alamiah Dasar adalah:
1.      Memperkenalkan konsep-konsep dasar Ilmu Pengetahuan Alam.
2.      Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara-cara pendekatan dalam IPA dan teknologi.
3.       Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran, cara-cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi.
4.      Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin-disiplin ilmu eksak maupun non-eksak.
Sedangkan fungsi dari Pengajaran Ilmu Alamiah Dasar adalah:
1.      Mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa Non-eksak.
2.      Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar pada pengembangan diri, ilmu dan profesi para mahasiswa Non-eksak.

D.   Peranan Ilmu Alamiah Dasar dalam Berkehidupan Masyarakat
Tentunya semua disiplin ilmu itu memiliki peran dalam kehidupan manusia. Yang mana perannya ini dapat bersifat baik dan dapat bersifat buruk. Sedangkan peran Ilmu Alamiah Dasar dalam kehidupan manusia sampai saat ini antara lain:
1.      Suatu ilmu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dengan adanya perkembangan Ilmu Alamiah Dasar dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan ilmu IPA dapat timbul cabang-cabang ilmu lain yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

2.      Suatu ilmu yang dapat menaikkan kualitas mutu produksi. Dengan teknologi material yang bersumber dari ilmu dasar ini yaitu oleh konsep-konsep IPA para ahli makin menguasai sifat maupun pemanfaatan suatu senyawa, denagn mengubah atau mereaksikannya dengan senyawa lain sehingga mendapatkan senyawa baru dengan kualitas tinggi yang sesuai dengan harapan.

3.      Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu yang berkaitan dengan alam. Tentu saja bila kita mengenal Ilmu Alamiah Dasar kita akan menemukan ilmu-ilmu lainnya, karena Ilmu Alamiah Dasar (IAD) ini bukanlah ilmu yang berdiri sendiri.

4.      Meningkatkan sistem transportasi dan komunikasi. Perkembangan ilmu semakin pesat, menimbulkan tekanan dalam pikiran para ilmuan untuk terus berkarya dalam hal-hal yang baru termasuk dalam transportasi dan komunikasi. Yang dulunya kita berkomunikasi sangatlah sulit, namun sekarang hanya dalam hitungan detik kita dapat berkomunikasi dengan orang lain meskipun jaraknya jauh. Begitu juga dengan transportasi, dulu bila kita ingin menjangkau tempat yang jauh kita membutuhkan waktu berhari-hari, namun kini dengan adanya IPTEK hal yang lama menjadi cepat.

5.      Memberikan kontribusi tentang ilmu kesehatan. Sebagaimana kita ketahui ilmu kedokteran itu sarana dan prasarananya adalah ilmu dasar (fisika, kimia, biologi) serta alat-alat elektronik dan non elektroik.
6.      Dapat meningkatkan kualitas SDM. Dengan adanya IAD kita dapat meningkatkan SDM.

7.      Dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan adanya IAD maka Semakin banyak perusahaan maupun sekolah, maka peluang dalam lapangan pekerjaan itu menjadi lebih besar. (Ilmu Alamiah Dasar, Heri Purnama hal: 281- 282).




Disusun oleh:
1.        Azib Muzani                                11120204
2.        M. Budi Prasetianto                     11120245
3.        David Ari Hidayat                       11120247





DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, A. Supatmo. 1991. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rineeka Cipta.
Jasin, Maskoeri. 2002. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: RajaGarfindo Persada.
Purnama, Heri. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.


EmoticonEmoticon