12/16/15

Makalah Biosfer

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu ilmu yang sangat penting untuk dipelajari. Berbagai hal tentang seluk beluk kehidupan makhluk hidup di dunia ini dibahas di dalamnya. Di antaranya membahas tentang individu, ekosistem, populasi, habitat, komunitas, bioma, dan biosfer.  Semuanya itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini peranan manusia sangat penting untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan dan ketidakseimbangan alam ini.  Karena dampak kerusakan terhadap kehidupan sangat merugikan aktivitas organisme.

            Untuk menjaga keseimbangan alam dan menghindari dampak kerusakan terhadap kehidupan maka perlu dipelajari pengetahuan tentang biosfer.

B.     Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang di atas maka masalah dalam makalah ini dapat dirumuskan seperti berikut:

1.      Apa yang dimaksud biosfer ?

2.      Bagaimana hubungan individu, ekosistem, populasi, habitat, komunitas, bioma, dan biosfer dalam alam ini?

3.      Bagaimana peranan manusia dalam biosfer?

C.    Tujuan

1.      Memberikan pengetahuan tentang biosfer dan komponennya.

2.      Memberikan pengetahuan tentang hubungan individu, ekosistem, populasi, habitat, komunitas,   bioma, dan biosfer.

3.      Memberikan pengetahuan tentang peranan manusia di dalam biosfer.

D.    Manfaat

1.      Dapat mengetahui tentang biosfer dan komponennya.

2.      Dapat mengetahui hubungan individu, ekosistem, populasi, habitat, komunitas, bioma, dan biosfer.

3.      Dapat mengetahui peranan manusia dalam biosfer.

A.            Pengertian Biosfer

Biosfer merupakan kajian tentang kehidupan hewan dan tumbuhan di muka bumi. Dalam pembagiannya, biosfer termasuk dalam geografi fisik. Selain kehidupan manusia, hewan, dan tumbuha, di bagian permukaan kulit bumi juga terdapat daratan, lautan dan udara di atasnya. Oleh karena itu, biosfer tidak dapat lepas dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Secara etimologis, biosfer berasal dari kata bios yang artinya hidup dan sphere yang artinya lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan hidup atau lapisan tempat hidup makhluk hidup/organisme. Biosfer meliputi lapisan hidrosfer, litosfer dan atmosfer. Interaksi ketiga lapisan ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga membentuk lapisan yang merupakan tempat kehidupan di bumi ini. Pada dasarnya, setiap jenis makhluk hidup telah mempunyai tempat tersendiri di biosfer. Hal ii dimaksudkan agar mereka dapat bertahan hidup sesuai dengan cara hidup masing-masing.

B.            Organisasi Biosfer

Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisardari tingkat yang paling sederhana (protoplasma) ke tingkat organisasiyang paling kompleks (biosfer). Berikut tingkat organisasi dari tingkat yang paling sederhana :

• Individu       

Merupakan organisme tunggal  dan berada pada tingkatan organisme makhluk hidup terendah. Contohnya : seekor tikus, seekor kucing, satu pohon jambu, satu pohon kelapa, dan seorng manusia.

• Popolusi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada suatu daerah yang sama dan dalam waktu tertentu. Misalya : sekumpulan kucing yang sedang bermain ,sekumpulan sapi yang sedang merumput, sekumpulan bebek yang sedang berjalan, dan sekumpulan pohon jati dihutan.

• Komunitas

Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah yang tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Misalnya :  komunitas sawah, komunitas kolam, dan komunitas rumput.


• Ekosistem                               

Komunitas adalah komponen dari berbagai komunitas yang saling berinteraksi dengan lingkungan abiotiknya. Contohnya : ekosistem air tawar, ekosistem pantai, dan ekosistem sawah.

     Macam-macam ekosistem :

Setiap ekosistem memiliki spesies dominan ekosistem bukan pantai, dengan ekosistem hutan pegunungan. Ekosistem hutan pantai didominasi oleh tumbuhan bakau, sedangkan hutan pegunungan didominasi oleh tumbuhan cemara dan pinus. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi 3 tipe yaitu:

1)         Ekosistem darat

adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.Ekosistem darat dilihat dari tumbuhan dpoinan tersebut dinamakan vegetasi.Berdasarkan vegetasi pembuntuknya vegetasi ekosistem darat terbagi atas

a.           Ekosistem dataran rendah atau vegetasi pamah

Ekosistem ini berada pada ketinggian 0 -100 meter diatas permukaan laut. Vegetesi yang terdapat pada ekosistem ini terdiri atas vegetasi rawa dan vegetasi darat.

b.                        Ekosistem dataran tinggi (Vegetasi pegunungan)

Ekosistem ini bermacam-macam, tergantung pada ketinggiannya. Ekosistem ini dibedakan menjadi  vegetasi hutan pegunungan, vegetasi padang rumput pegunungan, vegetasi terbuka lereng berbatu, vegetasi rawa gambut, vegetasi danau, vegetasi alpin.

c.       Ekosistem vegetasi monsum

Vegetasi ini banyak dijumpai didaerah beriklim kering yang memiliki curah hujan sedikit. Daerahnya terletak pada ketinggian  0-800 meter dari permukaan laut. Ciri-ciri hutan monsum adalah pohon-pohonnya rendah, banyak cabang, dan cabangnya tidak lurus.

2)         Ekosistem air

Adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Berdasarkan kandungan garamnya ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

a.) Ekosistem air tawar

Ciri-ciri:

1. Salinitas atau kadar garam rendah

2. Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar

3. Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas atau kurang

4. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca

5. Tumbuhan didominasi oleh jenis gangguan dan beberapa tumbuha  biji

~ Ekosistem air tawar dibedakan menjadi:

-          Ekosistem air tenang, disebutjuga ekosistem lentik, contihnya danau, telaga, dan rawa.

-   Ekosistem air mangalir, disebut juga ekosistem lotik, contohnya selokan dan               sungai.

b.)  Ekosistem laut

Ciri-ciri :

1.      Salinitas tinggi, mencapai 55%

2.      Terdapat kehidupan disemua kedalaman, kecuali didasar laut sangat dalam.

3.      Ekosistem laut saling bersambungan dan bercampur karena adanya sirkulasi air laut.

4.      Rantai makanan relatif panjang dan kompleks.

~ Ekosistem laut dibadakan atas:

1.      Laut

Laut memiliki perbedaan suhu yang tinggi antara bagian atas dan bagian bawah. Berdasarkan itensitas cahaya matahari yang dapat mencapainya, ekosistem laut dibedakkan menjadi laut dangkal dan laut dalam.

2.      Pantai

Pantailetaknya berbatasan dengan darat, laut, dan daerah pasang surut. Organisme didaerah ini telah beradaptasi dengan hempasan air pasang, seperti ganggang, porifera, animon laut, rumput laut, remis dan kerang, mollusca, landak laut, bintang laut, serta ikan-ikan kecil

3.      Estuari

Estuari atau muara merupakan tempat bertemunya sungai dan laut. Salinitas air berupa secara bertahap mulai dari daerah air tawar, ke laut. Nutrien dari sungai memperkaya estuari. Organisme yang hidup di estuari antra lain: rumput rawa, ganggang, fitoplankton, cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

• Habitat

            adalah tempat berkumpulnya ekosistem.



C.            Faktor Penghalang Persebaran Organisme

Persebaran organisme di muka bumi ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor penghalang geografi, reproduksi dan endemis.

1.      Penghalang Geografi

Adalah keadaan fisik lapangan dan faktor geografi lain yang menghalangi aliran gen antar populasi. Penghalang geografi merupakan penghalang dalam bentuk kondisi muka bumi, seperti gunung, padang asir, dan laut. Penghalang jenis ini sangat menentukan persebaran organisme di muka bumi. Hasil proses alami ini berupa benua yang dibatasi oleh lautan, gunung, gurun, dan faktor alam lainnya. Adanya batas-batas tersebut menghalangi interaksi antarorganisme.

2.      Penghalang Reproduksi

Merupakan penghalang dalam bentuk tidak terjadinya interhibridasi (perkawinan) diantara organisme yang menghuni satu daerah biogeografi dengan daerah biogeografi lainnya. Dengan demikian, penghalang geografi ini menyebabkan munculnya penghalang reproduksi. Penghalang reproduksi ini yang menyebabkan terjadinya isolasi reproduksi yang mengakibatkan semakin berbedanya organisme tersebut dengan organisme asalnya.

3.      Penghalang Endemis

Merupakan penghalang dalam bentuk kekhasan organisme akibat menghuni daerah khas pula. Kekhasan ini terjadi akibat adanya penghalang reproduksi yang mencegah terjadiya interhibridasi dengan organisme lain di luar wilayah biogeografi tersebut. Dengan demikian, penghalang endemis ini menyebabkan proses endemisme organisme yang mengakibatkan semakin khasnya organisme tersebut dan semakin berbeda jauh dengan organisme asalnya.

D.            Persebaran Flora di Permukaan Bumi

Indonesia sebagai negara kepulauan kaya dengan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan. Adanya bermacam-macam tumbuhan di suatu tempat dipengaruhi oleh faktor tanah, relief permukaan bumi, iklim, dan air.

1.    Faktor-Faktor Penyebab Persebaran Flora di Bumi :

a.       Tanah

Tanah disuatu tempat mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Sebagian besar jenis tanah di Indonesia adalah tanah humus dan vulkanik. Tanah tersebut sangat subur untuk pertumbuhan tanaman.

b.      Relief Permukaan Bumi

Relief adalah kedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Tinggi rendah permukaan bumi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yang berkaitan dengan suhu  (panas, sejuk, sedang, dan dingin). Tanaman akan tumbuh baik pada suhu dan ketinggian yang sesuai. Pembagian ketinggian tempat dan jenis tanaman yang sesuai meliputi sebagai berikut :

   • Daerah dataran rendah (ketinggian 0-650 meter) dikembangkan untuk tanaman   budidaya berupa padi, tembakau, karet, kelapa, dan tebu.

• Daerah pegunungan rendah (ketinggian 650-1,500 meter) dikembangkan untuk   perkebunan teh, sayur-sayuran dan buah-buahan.

• Daerahpegunungan tinggi (ketinggian 1.500-2.500 meter) dikembangkan untuk   tanaman pinus.

• Daerah zona dingin (ketinggian lebih dari 2.500 meter) tidak ada tanaman   budidaya, yang ada hanya lumut.

c.       Iklim

Faktor iklim sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Faktor-faktor tersebut, antara lain sebagai berikut :

1.)    Suhu atau temperatur, yaitu tingkat panas dan dinginnya daerah tertentu dan waktu tertentu.

2.)    Intensitas sinar matahari, yaitu banyak sedikitnya sinar matahari yang sampai di permukaan bumi.

3.)    Kelembapan udara, yaitu banyaknya uap air yang dikandung dalam udara.

4.)    Angin, yaitu udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.

d.      Air

Pertumbuhan berbagai tanaman juga dipengaruhi oleh banyak sedikitnya kandungan air yang tersedia. Tanaman dapat dibedakan menjadi tiga golongan berdasarkan kebutuhan air yang dibutuhkan, yaitu sebagai berikut :

1.)    Tumbuh-tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofita), misalnya : kaktus

2.)    Tumbuh-tumbuhan yang hidup didaerah basah (hidrofita), misalnya : eceng gondok dan teratai.

3.)    Tumbuh-tumbuhan yang hidup didaerah yang kandunagn airnya sedang, misalnya : tebu, padi, jagung.

2.      Tipe-Tipe Komunitas Organisme Flora dan Fauna

           Komunitas organisme flora di dunia dapat di bagi menjadi delapan macam, yaitu hutan basah, hutan musim tropika, hutan gugur, hutan hujan iklim sedang, taiga, padang rumput, tundra, dan gurun.

a.       Hutan Basah / Hutan Hujan Tropika

Hutan basah terdapat banyak sekali tumbuhan. Dan selalu mendapat air sepanjang tahun dan keadaan alamnya memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang lama sehingga komuitas hutan sangat kompleks. Hutan ini terdapat di daerah tropis dan subtropis, seperti Indonesia, Australia bagian utara, Afrika Tengah, dan Amerika Tengah. Tumbuhan yang khas daerah ini yaitu liana dan epifit.

b.      Hutan Musim Tropika

Jenis hutan yang yang berada pada daerah tropika (tropis) yang mempunyai iklim basah, namun musim kemaraunya panjang. Datangnya musim kemarau dicirikan dengan pohon-pohon yang merontokkan daun-daunnya. Hal tersebut berfungsi untuk mengurangi tingkat penguapannya. Hutan musim tropika banyak ditemukan di India, Pakistan, dan Bangladesh.

c.       Hutan Gugur

Banyak terdapat di kawasan yang mempunyai empat musim, antara lain Amerika Utara, Eropa, Cina, Jepang, dan sebagian Australia. Ciri khas hutan gugur adalah menggugurkan daun pada musim gugur dan menghijau sepanjang musim panas. Pohon yang terdapat di hutan gugur yaitu : maple, oak, beck dan elm.

d.      Hutan Hujan Iklim Sedang (Temperate Rain Forest)

Berupa hutan dengan pepohonan yang memiliki ketinggian yang sangat tinggi. Jenis tumbuhan pada hutan ini lebih sedikit dibandingkan jenis tumbuhan pada hutan hujan tropika.

e.       Taiga

Adalah hutan berdaun jarum yang terdapat di daerah tropis sampai kutub. Perbedaan suhu antara musim panas dengan musim dingin sangat tinggi. Taiga banyak terdapat di Siberia, Kanada, Skandinavia, Rusia dan Alaska. Tumbuhan yang hidup di taiga adalah tumbuhan berdaun jarum, seperti : konifer, spruce, cemara dan pinus.

f.       Padang Rumput

Padang rumpu tumbuh didaerah tropis sampai subtropis. Flora yang hidup di padang rumput adalah rumput-rumputan yang telah teradaptasi dengan kondisi lingkungan yang mempunyai porositas dan drainase rendah.

  Padang rumput dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

1.          Stepa adalah padang rumput yang kering dan tidak ditumbuhi oleh        semak-semak.

2.        Sabana adalah padang rumput yang kering dan ditumbuhi semak-semak. Sabana terdapat di suatu daerah peralihan antara padang rumput dan hutan. Sabana di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian tenggara.

g.       Tundra

Merupakan padang lumut yang terdapat di daerah kutub sehingga iklimnya pun iklim kutub. Musim dinginnya sangat panjang, yakni selama sembilan bulan dan musim panasnya selama tiga bulan.

h.      Gurun

Terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang sangat rendah, yaitu sekitar 25 cm per tahun dan turunnya tidak merata. Perbedaan suhu siang dan malam sangat mencolok. Tanahnya sangat gersang dan tandus sehingga tidak mampu menyimpan air. Flora yang hidup di gurun adalah tumbuhan menahun dan tumbuhan semusim yang sifatnya xerofita, yaitu tumbuhan yang telah terkondisi dengan lingkungan kering dan tandus.

E.     Persebaran fauna di Indonesia

            Indonesia terletak diantara dua kawasan persebaran fauna dunia, yaitu kawasan Oriental di bagian utara dan kawasan Australia di bagian selatan. Dengan kondisi seperti ini, Indonesia memiliki sebagian kekayaan hayati Asia dan Australia. Jenis fauna di Indonesia sangat banyak dan kehidupannya sangat dipengaruhi keadaan tumbuh-tumbuhan dan iklim daerahnya. Indonesia berada di daerah tropis yang merupakan salah satu sasaran migrasi satwadari belahan bumi utara dan selatan. Akibatnya, Indonesia mendapatkan kekayaan hayati tambahan dari pelaku migrasi satwa. Dengan kondisi yang demikian maka kita perlu dijaga kelestarian seluruh jenis hayati yang ada. Hal ini membutuhkan perhatian dan biaya yang cukup besar. Karena hal itu, pelestarian hayati tidak berlaku untuk seluruh jenis yang ada, namun diprioritaskan jenis yang rawan punah dan jenis akibat aktivitas manusia menjadi rawan punah atau langka.

          

Kehidupan berbagai binatang di dalam hutan tidak lepas dari kondisi lingkungan hutan. Apabila hutan rusak, kehidupan berbagai bintang akan terancam kelestariannya. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan kesadaran perlindungan pada fauna Indonesia yang terancam kepunahan.

1.     Pembagian Fauna menurut Wallace (1910)

            Wallace membuat sebuah hipotesa bahwa kekhasan hewan di pulau Sulawesi yang diperkirakan pernah bersatu dengan benua Asia dan Australia. Menurut Wallace, Sulawesi merupakan daerah peralihan antara fauna Asia dan australia.

            Wallace kemudian memberi garis batas yang dikenal dengan garis Wallace. Garis ii ditarik dari sebelah Filipina-Selat Makassar-Bali dan Lombok(Selat Lombok).

            Wallace membagi fauna Indonesia menjadi tiga sebagai berikut:

a.      Daerah Fauna Indonesia Bagian Barat

Hewan di kawasan Indonesia bagian Barat berasal dari kawasan Oriental. Hewan-hewan yang ada dikawasan ini mirip dengan hewan dikawasan Asia. Jenis hewan yang ada, antara lain:

1.      Harimau di Jawa, Sumatera, Madura dan Bali

2.      Beruang di Sumatera dan Kalimantan

3.      Gajah di Sumatera

4.      Badak di Sumatera dan Jawa

5.      Tapir di Sumateradan Kalimantan

6.      Banteng di Jawa dan Kalimantan

7.      Siamang di Sumatera

8.      Kera Gibbon di Sumatera dan Kalimantan


b.      Daerah Fauna Indonesia Bagian Timur

Papua dan pulau-pulau kecil disekitarnya termasuk daerah Indonesia bagian Timur.

Hewan-hewan di kawasan Indonesia bagian Timur mirip dengan hewan di kawasan Australia. Jenis hewan yang ada, antara lain

1.      Kangguru di Papua

2.      Kasuari di pulau Seram dan Papua

3.      Cenderwasih di Papua dan Kepulauan Aru

4.      Kakatua di Maluku

c.       Daerah Fauna Indonesia Bagian Tengah

Hewan-hewan di Kawasan Indonesia bagian Tengah merupakan campuran antara fauna Indonesia bagian Barat dan Timur. Jenis hewan di kawasan ini antara lain

1.    Komodo di Nusa Tenggara Timur

2.    Anoa di Sulawesi

3.    Babi Rusa (sejenis babi yang memiliki taring panjang dan melengkung) di   Sulawesi dan Maluku bagian Utara

4.    Burung Maleo di Sulawesi dan Kepulauan Sangihe

5.    Kuskus di sulawesi

2.     Pembagian fauna menurut Weber

Weber menggunakan hewa mamalia dan aves(burung) sebagai dasar patokan analisisnya. Namun, tidak setiap binatang yang dijadikan dasar itu memiliki garis  pembatas yang sama. Misalnya kupu-kupu serta hewan melata Asia mepunyai penyebaran yang lebih luas daripada jenis burung dan siput.

Garis Weber adalah garis hipotesa yang merupakan pembatas antara fauna-fauna di kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

 

          Menurut Alfred Russel Wallace, di permukaan bumi in terdapat enam kawasan persebaran fauna, yaitu kawasan Neartik, Neotropik, Australia, Oriental, Paleartik dan Ethiopia.

1.      Kawasan Neartik

            Meliputi Amerika Utara mulai dari Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, sampai kepulauan Greenland. Jenis fauna yang terdapat dikawasan ini adalah tikus air, kambing gunung, anjing prairi, bison, raun dan kalkun.

2.      Kawasan Neotropik

    Meliputi wilayah Amerika Selatan. Spesies khas yang hidup di kawasan ini adalah kera dengan ekor yang dapat memegang (prehensile), kukang, tapir, dan trenggiling.

3.      Kawasan Australia

    Meliputi Australia dan sekitarnya, seperti Tasmania, Papua Nugini, Selandia Baru, dan pulau-pulau di lautan pasifik. Jenis heawan yang hidup di kawasan ini adalah platypus (mamalia berparuh bebek), kanguru, dan koala. Jenis burung dikawasan ini antara lain burung kasuari, kakatua dan cendrawasih.

Kerusakan Flora dan Fauna oleh Manusia

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia.

a. Pencemaran

Pencemaran lingkungan adalah faktor yang sangat berperan dalam penciptaan kerusakan flora dan fauna. Zat-zat polutan telah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu semakin menyesaki Bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi di sisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, serta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Kita biasa membedakan pencemaran menjadi tiga macam, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar karena ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya. Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun ikut tercemar. Tindakan sederhana apakah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi pencemaran? Nah, lakukanlah mulai dari dirimu sendiri!

Pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.

b. Eksploitasi Hutan

Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan Bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat misalnya jati, sehingga untuk memperbaruinya diperlukan waktu yang sangat lama. Ada juga flora yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya bunga Rafflesia arnoldi.

c. Perburuan Liar

Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri sehingga mempunyai nilai ekonomis. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Gajah diburu manusia karena gadingnya dapat digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. Cenderawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada diambang kepunahan. Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perburuan liar?

d. Penggunaan Pestisida

Dalam pertanian penggunaan pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu juga membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung telah mati akibat penggunaan pestisida. Burung-burung yang tahan terhadap pestisida akan mengalami gangguan reproduksi. Berdasarkan penelitian, pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup. Langkanya elang jawa diduga kuat juga karena penggunaan pestisida ini.

e. Penggunaan Pupuk Buatan

Di satu sisi, pupuk buatan berfungsi menyuburkan tanaman. Namun, di sisi lain pupuk telah berperanbesar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Berdasarkan penelitian, para ahli menyimpulkanbahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan di sungai dan danau. Bagaimana ini bisa terjadi? Pupuk yang disebarkan di lahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa di antaranya telah dihanyutkan air hingga sampai ke sungai dan danau. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa jenis ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk menyebabkan air bersifat asam. Beberapa jenis ikan yang tidak sanggup bertahan akan mati dan akhirnya punah.

Itulah beberapa kerusakan flora dan fauna serta hal-hal yang menyebabkannya. Kerusakan itu sesegera mungkin harus kita cegah karena dampaknya akan menimpa kita juga. Apa dampak kerusakan flora dan fauna bagi manusia? Mari kita lihat.


Dampak Kerusakan Flora dan Fauna bagi Kehidupan

Kini beberapa flora dan fauna telah hilang dari habitatnya. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu saat binatang yang saat ini bisa kita lihat, boleh jadi juga tinggal cerita buat anak cucu kita. Beberapa hutan telah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan kritis yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena sudah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya. Berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan.

a. Ekosistem Tidak Seimbang

Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah mengadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehingga ganggang tidak bisa tumbuh.

b. Kelangkaan Sumber Daya

Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.

c. Menurunnya Kualitas Kesehatan

Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. Beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti denganmunculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi.

d. Tragedi Lingkungan karena Kerusakan Hutan

Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan flora dan fauna sangat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kita dengar serta saksikan jika musim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat kerusakan hutan. Hutan yang telah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan sehingga air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah longsor. Inilah contoh tragedi lingkungan.

e. Hilangnya Kesuburan Tanah

Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terkandung dalam DNA makhluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dihasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis, dan kedelai mendorong penguraian nitrogen di dalam tanah. Suatu zat kimia dalam akar tumbuhan tersebut telah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang dapat memproduksi nitrogen. Bakteri ini akan membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa jenis flora lain juga dapat menghasilkan nitrat dengan cara berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat akan terganggu sehingga tanah kehilangan produktivitasnya.

f. Putusnya Daur Kehidupan

Inilah dampak yang mengerikan jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua bentuk kehidupan di Bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini terus bergerak pada berbagai bagian biosfer dalam bentuk senyawa kimia. Karbon ada dalam tubuh organisme, dalam air, udara, dan di dalam Bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan oksigen akan membentuk karbon dioksida (CO2). Senyawa ini diserap tumbuhan dalam proses fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi. Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berbentuk senyawa kalsium karbonat yang terdapat dalam tulang. Jika manusia dan hewan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri serta dilepaskan ke udara dalam bentuk CO2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon akan terputus. Sudah pasti kehidupan akan terganggu. Itulah dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, kamu tahu betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauna bukan lagi suatu kewajiban tetapi kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada akhirnya akan merugikan kita juga. Sudah saatnya sejak sekarang, kamu mulai memerhatikan lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaganya.

BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Biosfer merupakan kajian tentang kehidupan hewan dan tumbuhan di muka bumi. Dalam pembagiannya, biosfer termasuk dalam geografi fisik. Selain kehidupan manusia, hewan, dan tumbuha, di bagian permukaan kulit bumi juga terdapat daratan, lautan dan udara di atasnya. Oleh karena itu, biosfer tidak dapat lepas dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Makhluk hidup atau organisme dalam biosfer memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat yang paling sederhana (protoplasma) ke tingkat organisasiyang paling kompleks (biosfer). Yaitu mulai dari individu, populasi, komunitas, serta komunitas

B.     SARAN

Dalam kaitannya peran manusia dalam biosfer, manusia harus selalu menjaga keseimbangan dengan lingkungan. Agar lingkungan tidak rusak, maka manusia harus memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan bijaksana. Dan semoga dengan makalah ini mampu menambah pengetahuan kita tentang peran kita sebagai manusia dalam biosfer.


DAFTAR PUSTAKA


http://www.scribd.com/doc/62312396/BIOSFER

buku paket geografi yudistira kelas 1

buku paket geografi erlangga kelas 2

Yulir, Yulmadia. 2005. Geografi. Jakarta : Bumi Aksara

Sastrodinoto, Soenarjo. 1982. Biologi Umum I. Jakarta : PT Gramedia

Sastrodinoto, Soenarjo.1980. Biologi Umum III. Jakarta : PT Gramedia



EmoticonEmoticon