4/18/16

ARTIKEL ILMIAH : PUPPET SHOW: INOVASI METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SD

PUPPET SHOW: INOVASI METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SD

Sri Setyarini
Abstrak
Abstract: Young learners (Elementary School students) have special characteristics and they are different with adults. They go to school not only for learning but also for playing and finding a fun atmosphere. For fulfilling the aims of English learning, “puppet show” is believed as a learning innovation that can increase student’s speaking ability. This classroom action research was conducted in two cycles that were begun by designing the lesson plans, application, and reflection. To complete the data from the class, interview with teacher and students was also conducted. The results showed that “Puppet Show” is an innovative learning strategy. It can be seen from the enhancement of final test score after they were given treatments and the enthusiastic of students in speaking in the class. Most of them spoke English actively and they did not feel afraid and shy anymore even though it had not been done maximally yet. This method also helps students in recognizing the new vocabularies and its spellings through the attractive puppet. From the teacher’s interview, it can be concluded that “Puppet Show” can help the teacher in introducing the new vocabularies and its spellings so that students want to learn to speak English although they still need guidance.
Keywords: M-U-F framework, grammar teaching, contexts, classroom management

Abstrak: Anak usia dini (siswa Sekolah Dasar) memiliki karakteristik khusus dan berbeda dengan anak dewasa. Mereka berangkat ke sekolah tidak semata-mata ingin belajar tetapi mereka ingin bermain dan menemukan suasana asyik baginya. Untuk memenuhi sasaran pembelajaran bahasa Inggris, “puppet show” diyakini sebagai inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan ketrampilan berbicara siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus yang diawali dengan desain lesson plan, aplikasi dan refleksi. Untuk melengkapi data dari kelas, wawancara kepada guru dan siswa juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Puppet show” merupakan strategi pembelajaran yang inovatif. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skore test akhir setelah diberikan tindakan, dan antusias siswa dalam berbicara di kelas. Sebagian besar siswa aktif berbicara dan tidak lagi merasa takut dan malu meskipun belum maksimal. Metode ini juga membantu siswa dalam mengenal kosa kata baru dan ucapannya melalui tayangan puppet yang menarik. Dari hasil wawancara guru dapat disimpulkan bahwa “Puppet show” dapat membantu guru dalam mengenalkan kosa kata baru dan pelafalan sehingga siswa mau berlatih untuk berbicara meskipun masih dalam pembimbingan.
Keywords: M-U-F framework, grammar teaching, contexts, classroom management

Kata kunci :M-U-F framework, grammar teaching, contexts, classroom management
Download file Word Klik disini
Download file Pdf Klik disini

 


EmoticonEmoticon