4/28/16

Jenis-Jenis Aktifitas Belajar Menurut Ahli

Tags
Sebelumnya dalam postingann Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran Teori dan Pembahasannya saya telah menjelaskan secara rinci diantaranya definisi dari belajar. Disimpulkan bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari adanya pengalaman dan latihan. Pengalaman tersebut dapat berupa hasil interaksi yang kemudian disebut sebagai aktifitas belajar. Disbutkan juga bahwa aktifitas yang dimaksud dengan belajar mempunyai ciri-ciri tertentu diantaranya yaitu; terjadi secara sadar, fungsional, positif dan aktif, tidak bersifat sementarabertujuan, terarah dan mencakup seluruh aspek tingkah laku secara utuh. Ciri-ciri tersebut merujuk pada perubahan tingkah laku dan untuk mencapai perubahan tingkah laku tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Setiap cara yang digunakan untuk memperoleh tujuan tersebut berdasarkan cirinya selanjutnya dibedaan berdasarnya jenis aktifitas belajar. Maka dalam postingan kali ini penulisa akan membagikan beberapa jenis aktifitas belajar yang disampaikan oleh para Ahli, diantaranya:

Seperti apakah jenis-jenis belajar itu?

Jenis-Jenis Aktifitas Belajar Menururt Rusman (2015), diantaranya, yaitu:
1. Belajar Arti Kata, belajar arti kata maksudnya adalah belajar untuk menangkap arti kata yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Hal ini karena seorang anak yang mengenal kata terseut, belum tentu dia mengetahui arti kata tersbut.

2. Belajar Kognitif, yaitu proses belajar dimana yang dilakukan untuk menghayati, mengorganisasi, dan mengulangi informasi tentang suatu maslaah, peristiwa, objek serta upaya untuk menghindari masalah tersebut kembali dengan tindakan , tanggapan, gagasan, lamabang atau kata-kata dalam bentuk kalimat.Belajar kognitif ini pada hakikatnya adalah belajar tentang masalah mental.

3. Belajar Menghafal, menghafal adalah suatu aktifitas mental yaitu untuk menanamkan suatu materi dan menyimpannya dalam memori otak untuk suatu saat dapat digunakan jika diperlukan. Ciri dari hasil belajar menghafal adalah adanya skema kognitif, artinya danya suatu kesan yang tersimpan secara baikdan tersusun secara urut.

4. Belajar Toritis, Belajar teoritis atau teori adalah belajar untuk menyusun kerangka kerangka fikiran yang menjelaskan fenomena alam atau fenomena tertentu. Belajar teori bertujuan menempatkan data dan fakta (pengetahuan) dalam kerangka organisasi mental, sehingga dapat digunakan untuk memahami dan memecahkan suatu masalah.

5. Belajar Konsep, Belajar konsep merupakan sebuah proses belajar mental tentang lambang, peristiwa atau masalah dengan mengamati ciri-cirinya.

6. Belajar Kaidah, Belajar kaidah adalah menghubungkan dua konsep atau lebih sehingga terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keteraturan. Kaidah sendiri adalah suatu pegangan yang tidak dapat diubah-ubah dan merupakan representasi dari kenyataan hidup dan sangat berguna dalam mengatur kehiduan sehari-hari.

7. Belajar Berfikir, Belajar berfikir adalah aktifitas kognitif yang dilakukan secara mental untuk memecahkan suatu masalah melalui proses yang abstrak. Berfikir itu sendiri adalah proses penyusunan kembali kecakapan kognitif (yang bersifat ilmu pengetahuan).

8. Belajar Keterampilan Motorik, Belajar ini merupakan belajar untuk melakukan keterampilan gerak gerik berbagai anggota tubuh secara terpadu.

9. Belajar Estetis, Belajar Estetis atau belajar estetika adalah proses belajar menciptayang berdasarkan tas nilai-nilai seni.

Sementara menurut Paul B. Diedrich yang dikutip dalam Nanang hanafiah dan Cucu suhana (2010:24) menyatakan, aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:
  1. Kegiatan-kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. 
  2. Kegiatan-kegiatan lisan (oral activities), yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara diskusi dan interupsi 
  3. Kegiatan-kegiatan mendengarkan (listening activities), yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, atau mendengarkan radio. 
  4. Kegiatan-kegiatan menulis (writing activities), yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau rangkuman, dan mengerjakan tes serta mengisi angket. 
  5. Kegiatan-kegiatan menggambar (drawing activities), yaitu menggambar, membuat grafik, diagram, peta dan pola. 
  6. Kegiatan-kegiatan motorik (motor activities), yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari dan berkebun.  
  7. Kegiatan-kegiatan mental (mental activities), yaitu merenungkan mengingat, memecahkan masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan. 
  8. Kegiatan-kegiatan emosional (emotional activities), yaitu minat, membedakan, berani, tenang, merasa bosan dan gugup.

Sementara Sadirman (1996: 99) membedakan aktivitas tersebut menjadi beberapa bagian sebagai berikut ini:
  1. Visual activities, (mendengarkan uraian, percakapan, diskusi,musik, pidato).
  2. Oral activities, (menyatakan, bertanya, mengeluarkan pendapat, memberi saran, merumuskan, wawancara, diskusi, interupsi). 
  3. Listening activities, (mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato). 
  4. Writing activities, (menulis cerita, karangan, laporan, angket,menyalin). 
  5. Drawing activities, (menggambar, membuat grafik, peta, digram). 
  6. Motor activities, (melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, mereparasi, berkebun, bermain, beternak). 
  7. Mental activities, (menanggapi, mengingat, memecahkan soal,menganalisa, melihat hubunga, memutuskan). 
  8. Emotional activities, (menatuh minat, bosan, gembira,bersemangat, berani, bergairah, tenang, gugup).


Learning Ways


EmoticonEmoticon