4/9/16

KEKERASAN DALAM PACARAN DAN PELECEHAN SEKSUAL

Tags


1.   Pengertian
ü  KDP adalah tindakan yang disengaja untuk memaksa, menaklukan, mendominasi, mengendalikan, menguasai, menghancurkan, melanggar, mengabaikan hak asasi, yang dapat berakibat kesengsaraan dan penderitaan secara fisik dan psikologis pada diri pasangan atau pacar.
ü  PS adalah segala bentuk perilaku (baik yang halus, kasar, terbuka, fisik maupun verbal dan bersifat searah) yang berkonotasi seksual, dan dilakukan tanpa dikehendaki oleh korban sehingga menimbulkan perasaan tersinggung.

2.   Bentuk-bentuk Kekerasan
a.       Kekerasan fisik
Kekerasan fisik yaitu bentuk kekerasan yang menimbulkan rasa sakit pada fisik korban atau serangan terhadap fisik seseorang. Kekerasan fisik secara umum meliputi semua bentuk serangan dan siksaan seperti menampar, memukul, menendang, menarik rambut, menyodok, menggigit, membakar, mencubit, melakukan eksploitasi, menyulut dengan rokok, melukai dengan senjata.
b.      Kekerasan psikologis
Kekerasan psikologis (emosional) merupakan kekerasan yang berbentuk serangan terhadap mental seseorang. Kekerasan psikologis mencakup penyiksaan secara emosional dan verbal terhadap korban, sehingga melukai kesehatan mental dan konsep diri perempuan. Kekerasan ini dapat berupa hinaan atau melontarkan kata-kata yang merendehkan dan melukai perasaan, celaan, makian, ancaman akan melukai. Termasuk juga mendiamkan pacar, dan selingkuh.
c.       Kekerasan seksual
Kekerasan seksual meliputi semua aktivitas seksual yang dipaksakan.
d.      Kekerasan ekonomi
Bentuk-bentuk kekerasan ini terdapat pada suami-istri, yaitu tidak memberi nafkah istri, memanfaatkan ketergantungan istri, menguasai hasil kerja istri atau memeras uang dari penghasilan istri, menghabiskan uang belanja untuk berjudi, memaksa istri bekerja untuk memenuhi kebutuhan suami.

3.   Bentuk-bentuk PS
Rubenstein (dalam Collier, 1998, h.4) mengemukakan berbagai karakteristik pelecehan seksual yang dapat dirangkum menjadi dua yaitu:
a.      Jenis-jenis perilaku non-verbal atau gerakan fisik.
Jenis-jenis perilaku tersebut adalah rabaan, cubitan, tindakan intimidasi atau yang memalukan (kerlingan, siulan, tindakan tidak senonoh).
b.      Rayuan seks secara verbal
Tingkah laku yang berupa ucapan seperti pernyataan-pernyataan yang dirasakan sebagai penghinaan, lelucon yang bersifat menghina, bahasa yang bersifat mengancam dan cabul, hal-hal yang menyinggung perasaan yang bersifat merendahkan misalnya gambar-gambar porno, lencana, atau lukisan-lukisan grafis.

4.   Faktor yang Memengaruhi KDP dan PS
a.       Struktur sosial patriarkhis
Struktur sosial patriarkhis cenderung berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan. Laki-laki sejak kecil lebih diberi peluang untuk bertindak agresif dibanding perempuan yang lebih dikonstruksi untuk mengalah dan tergantung kepada laki-laki. Akibatnya laki-laki terbiasa menggunakan cara-cara kekerasan untuk menyelesaikan permasalahan. Kekerasan yang berbasis gender ini disebabkan oleh konstruksi budaya, sehingga pendekatan yang penting dengan mengubah ideologi patriarkhi menjadi ideologi keadilan gender.
Berkaitan dengan faktor struktur sosial patriarkhis di atas, pendekatan yang penting dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dengan mengubah idiologi petriarkhi menjadi idiologi keadilan gender (Uyun, 2003, h.8).
  1. Agama
Interpretasi terhadap ajaran agama memunculkan anggapan bahwa posisi laki-laki lebih tinggi dari perempuan, misalnya suami dianggap wajib mendidik istrinya meskipun istrinya lebih pintar dan lebih berakhlak. Akibat pemahaman tersebut suami dianggap boleh memukul istrinya dengan dalih mendidik. Tolok ukur istri yang baik menurut anggapan terhadap ajaran agama adalah berbakti kepada suaminya. Selanjutnya suami selalu ditempatkan lebih superior dan sebagai pihak yang mengendalikan perilaku istrinya. Di dalam masa pacaran juga dapat memunculkan kecenderungan untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan akibat dari interpretasi ajaran agamanya.
  1. Pendidikan
Salah satu program untuk mengupayakan kesadaran terhadap keadilan gender yang dapat menekan kecenderungan kekerasan adalah pendidikan mengenai hak-hak perempuan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan hak-haknya. Kesadaran terhadap hak-hak perempuan diharapkan dapat benar-benar tertanam di dalam diri perempuan maupun laki-laki, sehingga laki-laki juga perlu memahami hak-hak perempuan. Hal tersebut dapat menghindarkan perempuan dari tindak kekerasan laki-laki karena laki-laki memahami hak-hak perempuan.
  1. Asertivitas
Keterampilan asertif membantu perempuan untuk terhindar dari korban kekerasan.


EmoticonEmoticon