4/9/16

Kenakalan Siswa dan Anak

Tags


KENAKALAN SISWA

1.   Pengertian
ü  Sarwono berpendapat bahwa semua tingkah laku yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat (norma agama, etika, peraturan sekolah, keluarga, dll) dapat disebut sebagai kenakalan atau delinkuensi.
ü  Pengertian kenakalan siswa adalah anak yang masih berstatus sebagai peserta didik yang segala tindakan, perbuatan, dan tingkah lakunya tidak sesuai atau bertentangan dengan norma, etika, dan aturan yang berlaku atau ditetapkan di sekolah.

2.   Ciri-ciri
a.     Adanya infantilisme (kenakak-kanakan).
b.    Mempunyai rasa inferior (rendah diri).
c. Sikap menolak, tidak mampu menerima realitas dan tidak dapat menguasai dorongan-dorongannya.
d.    Mudah mengalami frustrasi yang kemudian berkembang menjadi rasa bermusuhan.
e.    Adanya dorongan agresif terhadap orang tua, sekolah dan masyarakat.
f.     Mencari pemuasan emosional dalam bentuk kelompok-kelompok sosial.
g.    Berfoya-foya dengan minum minuman keras atau narkoba, serta bereaksi negatif tanpa didasari hati nurani.

3.   Faktor yang Memengaruhi Kenakalan
a.       Faktor internal
1)   Faktor tempramen (pemarah, hiperaktif, dsb).
2)   Cacat tubuh (berkaitan dengan kurangnya penerimaan diri).
3)   Inteligensi (berkaitan dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri, mengakibatkan stres, dan selanjutnya nakal).
4)    Jenis kelamin (laki-laki cenderung lebih nakal).

b.      Faktor eksternal
1)     Lingkungan rumah atau keluarga (status sosial ekonomi rendah, banyak penghuni/ keluarga besar, rumah kotor, memiliki kebiasaan yang kurang baik, ada penolakan baik dari orang tua, orang tua kurang memberikan pengawasan pada anaknya).
2)  Lingkungan sekolah (sekolah yang berusaha memandaikan anak-anak yang sebenarnya kurang mampu, guru bersikap menolak, sekolah atau guru yang mendisiplinkan anak dengan cara yang kaku tanpa menghiraukan perasaan anak, suasana sekolah buruk). Hal ini menimbulkan anak yang suka membolos, segan atau malas belajar, melawan peraturan sekolah atau melawan guru dan lain-lain.
3)    Lingkungan masyarakat (Tidak menghiraukan kepentingan anak dan tidak melindunginya, Tidak memberikan kesempatan pada anak untuk melaksanakan kehidupan sosial, dan tidak mampu menyalurkan emosi anak, Contoh tingkah laku dan tempat-tempat tercela serta melawan norma (misal : pelacuran, perjudian, Kriminalitas, hasut-menghasut, dan lainnya)).

4.   Pencegahan dan Penanganan Kenakalan Anak/ Siswa
ü  Menciptakan kondisi keluarga yang harmonis
ü  Fairness perceptions (mengupayakan persepsi keadilan pada anak)
ü  Pengembangan pribadi siswa (usaha meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang-bidang tetentu sesuai dengan kemampuan dan bakatnya masing-masing, misal dalam bidang teater, musik, olahraga, baca puisi, dsb)
ü  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sosial yang positif (kelompok bermain, olahraga, pramuka, dsb). Awas perkumpulan anak yang menyimpang, misal suka merokok, “geng-gengan”, dsb.


EmoticonEmoticon