4/28/16

Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran Teori dan Pembahasannya

Tags
Taufik (2016) - Dalam kehidupan kita tidak lepas dari yang namnya belajar. Mulai dari kita dilahirkan ke Bumi sampai kita meninggal kita mengalami yang namanya belajar. Saat masih menjadi bayi, meski tidak berada disekolahan kita belajar dari sekeliling kita, saat menjadi bayi kita mulai belajar untuk menirukan apa yang dilakukan oleh orang yang ada disekeliling kita. Menirupan orang tua kita mengucapkan sepatah demi patah kata. Saat kita beranjak menjadi anak yang bertumbuh kita mulai belajar lebih banyak, dilingkungan yang juga lebih luas. Kita belajar dilingkungan keluarga, lingkungan teman bermain, masyarakat bahkan dilingkungan sekolah. 

Belajar menjadi faktor penting yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan peribadi dan prilaku individu. Hampir setiap aspek perkembangan individu dipengaruhi oleh belajar. Seseorang yang memahaim perbuatan baik dan buruk terjadi karena belajar. Seseorang yang mampu mengendarai sepeda motor dilakukan karena belajar. Bahkan seorang anak yang bisa berjalan juga diakibatkan oleh belajar.

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR? 
Taufik - Learning is individal change process as result of traning and experience

Belajar itu adalah aktifitas yang dapat dilakukan secara fisiologis ataupun psikologis. Yang dimaksud dengan aktifitas fisiologis adalah segala aktifitas yang berupa penerapan atau praktik, seperti melakukan percobaan, eksperimen, latihan, praktik terhadap suatu kegiatan dan membuat produk atau karya tertentu. Sementara aktifitas psikologis adalah proses mental, seperti aktifitas untuk berfikir, menyimak, menyimpulkan, menelaan, menganalisis, membandingkan dan segala aktifitas mental lainnya. 

Untuk lebih mempermudah pemahamaan kita tentang definisi belajar, berikut ini saya sampaikan beberaa pendapat ahli tentang definisi belajar itu sendiri:
  1. Surya (1977) dalam Rusman (2015) belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan prilaku baru secara keseluruhan, sebagai suatu pengalaman dari individu itu sendiri sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan.
  2.  Witherington (1952) dalam Rusman (2015) belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan.
  3. Crow & Crow (1958) dalam Rusman (2015) belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap-sikap baru.
  4. Hilgard (1962) dalam Rusman (2015) belajar adalah proses dimana suatu prilaku muncul akibat dari suatu respon terhadap suatu situasi.
  5. Di Vesta dan Tompson (1970) , belajar adalah perubahan prilaku yang relatif menerap sebagai hasil dari pengalaman. 
  6. Gagne & Berliner dalam Rusman (2015) belajar adalah suatu perubahan prilaku yang muncul karena pengalaman. 
  7. James O.Whitaker dalam Djarmah (200:13) belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman. 
  8. Howard L. Kingskey dalam Rumsan (2015) learning is process by which behavior (in board sence) is originated or chaged throught practice or training. atau jika diterjemahkan menjadi belajar adalah proses dimana tingkah laku  (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik dan latihan. 
  9. Cronbach lerarning is shown by change in behavior as result of experience. atau jika dterjemahkan menjadi belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 
  10. Burton belajar adalah sebuah perubahan tingkah laku pada individu berkat adanaya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya.
Dari berbagai macam pendpat diatas, saya sedikit banyak akan menkajinya dalam beberapa bagian sesuai dengan pendapat ahli tersebut.  Pertama yang dapat saya simpulkan adalah belajar adalah sebagai sebuah proses. Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas "TULISAN BERWARNA KUNING" beberapa orang menyampaikan bahwa belajar adalah proses, dalam KBBI proses artinya adalah runtutan peristiwa. Belajar tidak tiba-tiba ada, melainkan terdapat peristiwa yang meruntutinya mengikutinya, oleh sebab itu lebih lanjut dalam pendapat-pendapat ahli tersebut disampaikan bahwa belajar merupakan prsoses dari sebuah pengalaman, atau latihan. 

Kedua belajar adalah sebuah perubahan, "Tulisan Warna Merah" menunjukan beberapa pendapat ahli yang menyampaikan bahwa belajar ditandai degnan perubahan. Seseorang yang belajar ditandai dengan adanya perubahan pada dirinya. Perubahan dalam KBBI memiliki arti berubah, peralihan. Sehingga belajar dalam belajar selalu ada yang berubah. Seperti yang sebelumnya tidak bisa bersepeda kini bisa bersepeda, atau yang sebelumnya tidak bisa memasak, menjadi bisa memasak. itu merupakan belajar. 

Dari pendapat-pendapat ahli tersebut maka saya dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan pada individu sebagai hasil dari pengalaman dan latihan.

APAKAH SEMUA PERUBAHAN DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI BELAJAR?


Tidak  semua perubahan pada diri sesorang dapat dikatakn sebagai belajar, misal seseorang yang mabuk, tingkah lakunya berubah cara jalannya berubah, cara bicaranya berubah. Meskipun ada perubahan dari orang tersebut namun kita tdak bisa mengklasifikasikan perubahan tersebut sebagai belajar. Oleh sebab itu untuk mendifinisikan atau mengetahui indivisu yang belajar, maka terdapat ciri-ciri belajar. Menuru Surya (1997) memberikan ciri dari belajar, diantaranya:

1.Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).
Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.

2.Perubahan yang berkesinambungan (kontinu).
Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.

3.Perubahan yang fungsional
Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.

4. Perubahan yang bersifat positif.
Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru

5. Perubahan yang bersifat aktif.
Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.

6. Perubahan yang bersifat pemanen.
Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.

7. Perubahan yang bertujuan dan terarah.
Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

8. Perubahan perilaku secara keseluruhan.
Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.

Selain pendapat dari Surya, pendapat mengenai ciri-ciri dari belajar juga disampaikan oleh Syaifull Bahri Djamarah, yang mengungkapkan bahwa belajar adalah sebagai berikut:
  1. Perubahan yang terjadi secara sadar.
  2. Perubahan dalam belajar yang bersifat fungsional.
  3. Perubahan dalam belajar yang bersifat positif dan aktif.
  4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
  5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
  6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

BENTUK BENTUK PERUBAHAN HASIL BELAJAR ITU SEPERTI APA?

Seperti disampaikan diawal bahwasannya belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut haruslah tampak, sehingga dapat diamati. Perubahan perubahan seperti apakah yang dimaksud dari hasi belajar ini. Maka beberapa ahli telah menyampaikan pendapat mereka tentang perubahan-perubahan tingkah laku sebagai akibat dari belajar, berikut ini kutipannya:

Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk :
1. Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.
2. Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.
3. Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.
4. Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.
5. Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.

Sementara itu, Moh. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam:
1. Kebiasaan; seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar.
2. Keterampilan; seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik, keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi.
3. Pengamatan; yakni proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar.
4. Berfikir asosiatif; yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat.
5. Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).
6. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan.
7. Inhibisi. menghindari hal yang mubazir.
8. Apresiasi, menghargai karya-karya bermutu.
9. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya.

Belajar pada hakikatnya adalah sebuah proses interaksi antara siatuasi yang ada disekitar individu.  Belajar dapat dipandang sebagai sebuah proses yang diarahkan pada sebuah tujuan dan proses berbuat untuk melalui berbagai pengalaman. Seperti diungkapkan Sudjana bahwa belajar adalah proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu. Belajar dalam kelas disebut dengan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku atau lebih yaitu dari guru dengan individu atau kelompok yaitu siswa. Prilaku dari guru adalah mengajar, sementara prilaku siswa adalah belajar. terdapat dua aspek dalam proses pembelajaran yaitu mengajar dan belajar. Untuk memahami tentang pembelajaran maka perhatikan bacaan selanjutnya:

APAKAH PEMBELAJARAN ITU?
 
Jika di pendahuluan diatas disebutkan bahwa pembelajaran adlaah belajar dalam kelas, bisa jadi pendapat itu terlalu umum, dan sulit dipahami. Sejatinya pembelaajran merupakan suatu sistem. Dalam KBBI sistem sendiri mempunyai arti suatu perangkat yang saling berkaitan. Artinya tidak hanya ada satu perangkat, melainkan lebih yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Pembelajaran adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu sama yang lainnya. Komponen tersebut meliputi tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih atau menentukan media, metode, strategi dna pendekatan apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 

Untuk lebih memberikan kita pemahaman tentang pembelajaran, berikut ini saya sampaikan beberapa pendapat pembelajaran menurut para ahli:
  1. Dimyati dan Mudjiono ;Pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau guru secara terprogram melalui desain instruksional agar peserta didik dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan pada sumber belajar yang disediakan. 
  2. Warsita; Pembelajaran merupakan suatu bentuk usaha dalam membuat peserta didik agar mau belajar atau suatu bentuk aktivitas untuk membelajarkan peserta didik. 
  3. Sudjana; Pembelajaran ialah setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan kegiatan interaksi yang edukatif antara guru dan peserta didik. 
  4. Corey; Pembelajaran merupakan proses dimana suatu lingkungan secara disengaja dikelola untuk menghasilkan respon terhadap situasi dan kondisi tertentu yang mana pembelajaran ini merupakan substansi dari pendidikan. 
  5. Trianto; Pembelajaran adalah salah satu aspek dari kegiatan manusia secara kompleks yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan atau dijabarkan. Secara lebih simpel, pembelajaran merupakan produk dari interaksi yang berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman. Secara umum, pembelajaran ialah usaha yang dilakukan secara sadar yang dilakukan seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didiknya dengan memberikan arahan sesuai dengan sumber-sumber belajar lainnya untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. 
  6. Slavin; Pembelajaran merupakan perubahan tingkah laku seseorang individu yang disebabkan oleh sebuah pengalaman. 
  7. Knowles; Pembelajaran merupakan cara pengkoordinasian peserta didik untuk menggapai tujuan dari pendidikan. 
  8. Munif Chatib; Pembelajaran merupakan suatu proses transfer ilmu dari dua arah yakni antara pendidik (sebagai sumber ilmu atau informasi) dan peserta didik (sebagai penerima informasi). 
  9. Syaiful Sagala; Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik dengan menggunakan atau menerapkan asas pendidikan ataupun teori belajar yang mana pembelajaran merupakan penentu terpenting dan utama dalam keberhasilan pendidikan. 
  10. Rahil Mahyuddin; Pembelajaran merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku yang didalamnya melibatkan keterampilan keognitifyakni penguasaan terhadap ilmu dan perkembangan keterampilan yang intelek. 
  11. Achjar Chalil; Pembelajaran ialah sebuah proses interaksi antara siswa dengan gurunya dan sumber belajar terhadap lingkungan belajar.
Dari pendapat-pendapat diatas sebanarnya pembelajaran dapat kita simpulkan sebagai sebuah pola interaksi antara sumber belajar, guru dan siswa.

LALU, APAKAH KOMPONEN KOMPONEN DALAM PEMBELAJARAN?

Pelaksanaan pembelajaran merupakan hasil dari integrasi dari beberapa komponen yang memiliki fungsin tersendiri dengan maksud tercapainya tujuan dari belajar.  Sementara ciri utama dari sebuah proses belajar adalah adanya interaksi. 

Interaksi siswa yang belajar dilakukan dengan bantuan komponen komponen dari pembelajaran itu sendiri, diantaranya yaitu: tujuan, bahan/materi, strategi, media dan evalasi pembelajaran.



1. Tujuan, Semua aktivitas memiliki suatu tujuan, termasuk aktivitas pembelajaran. Pembelajaran sebagai suatu aktivitas memiliki tujuan yang pasti. Tujuan pembelajaran berperan sebagai arah dan target pencapaian dari suatu kegiatan pembelajaran. Rumusan tujuan pembelajaran memuat kompetensi yang harus dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran, baik kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan pembelajaran merupakan komponen utama yang harus terlebih dahulu dirumuskan sebelum menentukan komponen pembelajaran yang lain. Tujuan pembelajaran sebagai sasaran dari aktivitas pembelajaran rumusannya memuat rumusan tentang tingkah laku baik yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap siswa yang hendak dibentuk melalui proses pembelajaran. Secara hirarkhi tujuan pembelajaran dijabarkan dari tujuan pendidikan yang lebih umum ke tujuan yang lebih khusus.
1. Tujuan Pendidikan Nasional
2. Tujuan Institusional
3. Tujuan Kurikuler
4. Tujuan Instruksional (Pembelajaran) Umum
5. Tujuan Instruksional (Pembelajaran) Khusus

Dewasa ini tujuan pembelajaran lebih diartikan sebagai kemampuan (kompetensi) atau perilaku hasil belajar yang diharapkan dimiliki siswa setelah menempuh proses pembelajaran. Contohnya: Setelah pembelajaran siswa:
a. memiliki sikap disiplin
b. dapat menulis kalimat dengan benar
c. mengemukakan pendapat dengan baik
d. dsb.

2. Bahan/Materi, Materi pelajaran merupakan komponen isi pesan dalam kurikulum yang harus disampaikan kepada siswa. Komponen ini memiliki bentuk pesan yang beragam, ada yang berbentuk fakta, konsep, prinsip/kaidah, prosedur, problema, dan sebagainya. Komponen ini berperan sebagai isi atau materi yang harus dikuasai siswa dalam proses pembelajaran. Skop dan sekuen materi pelajaran telah tersusun secara sistematis dalam struktur organisasi kurikulum sekolah. Karena sifat materi kurikulum yang berbentuk garis besar program pembelajaran (GBPP), maka dalam pelaksanaan pembelajaran, materi pelajaran harus dikembangkan terlebih dahulu dengan cara melengkapinya dengan bahan  pembelajaran yang utuh. Selain itu, setiap pembelajaran akan dilaksanakan, hendaknya guru memahami karakteristik isi pesan pembelajaran yang akan disampaikan, agar tidak salah dalam memilih strategi pembelajarannya, interaksi pembelajaran, pengelolaan kelas, pemilihan bahan pembelajaran dan media pembelajaran, serta alat evaluasinya. Coba tentukan media pembelajaran untuk materi pelajaran yang bersifat fakta, konsep, dan prosedur agar Anda memahami betapa karakteristik materi mempengaruhi penetapan media pembelajarannya. Benar jawaban Anda, bahwa untuk materi yang bersifat fakta, pembelajarannya lebih tepat menggunakan media nyata. Untuk materi bersifat konsep dapat digunakan media audio, visual atau audiovisual. Sedang untuk materi yang bersifat prosedural, akan lebih tepat menggunakan metode dan media yang didemonstrasikan.

3. Strategi/Metode, adalah komponen cara pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dalam menyampaikan pesan/materi pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran. Berbagai metode pembelajaran dapat digunakan oleh guru, baik metode ceramah, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen, pemberian tugas,inkuiry, problem solving, kerja kelompok, karyawisata, resitasi dsb. Metode pembelajaran berperan sebagai cara dan prosedur dari kegiatan pembelajaran. Setiap metode mengajar selalu memberikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru. Coba Anda jelaskan bagaimana langkah/prosedur guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran, dan bagaimana waktu menggunakan metode Tanya jawab, diskusi, eksperimen dan sebagainya. Oleh sebab itu sebelum pembelajaran dilaksanakan, guru sebaiknya memilih metode pembelajaran yang tepat. Artinya metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi pelajaran, karakteristik siswa, dan ketersediaan fasilitas pendukungnya, dan ketersediaan waktu. Pertimbangan yang terpenting dalam memilih metode pembelajaran adalah metode harus mampu mengaktifkan siswa, dalam arti megaktifkan mental emosional siswa dalam proses pembelajaran. Karena pembelajaran yang membelajarkan adalah pembelajaran yang mengaktifkan factor internal siswa (mental emosional) dalam belajar.

Metode pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok metode yang bersifat monologis, dialogis dan kreatif. Kelompok pertama adalah metode-metode yang bersifat monologis, yaitu metode-metode pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas guru dalam pembelajaran atau metode satu arah (one way communication), dan guru pemegang peranan utama, sedangkan siswa bersifat pasif (mendengar dan memperhatikan). Kelompok kedua adalah metode- metode yang bersifat dialogis, yaitu metode-metode pembelajaran yang menekankan komunikasi/interaksi dua arah (two way communication), di mana aktivitas guru dan siswa seimbang (sama-sama aktif). Sedang kelompok ketiga adalah metode-metode yang bersifat kreatif, yaitu metode-metode pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas siswa. Metode-metode kelompok ketiga ini dimaksudkan agar sifat kreatif siswa terbentuk, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan organisator pembelajaran.

4. MediaPembelajaran pada hakekatnya merupakan aktivitas komunikasi antara guru dengan siswa, meskipun tidak semua pembelajaran melalui komunikasi/interaksi dengan guru (lihat pola-pola pembelajaran). Dari pola-pola pembelajaran dapat diketahui bahwa pada dasarnya ada dua bentuk pembelajaran yang sering dilakukan, yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran sistem jarak jauh atau pembelajaran dengan media/bahan pembelajaran. Dalam aktivitas pembelajaran tatap muka, kehadiran guru merupakan syarat mutlak yang tidak dapat diabaikan, karena guru merupakan komponen penting dalam aktivitas pembelajaran. Guru memiliki banyak peran dalam pembelajaran tatap muka, termasuk diantaranya guru sebagai informatory harus berusaha menginformasikan materi/pesan pembelajaran secara jelas dan mudah diterima oleh siswa. Ini berarti guru harus menyiapkan bahan pembelajaran seperti alat peraga dan media pembelajaran yang dapat membantunya dalam menyajikan pesan pembelajaran dengan media (alat perantara penyampaian pesan) ini pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

5. Evaluasi, Evaluasi pembelajaran merupakan komponen yang berperan untuk menetapkan keberhasilan dan kegagalan aktivitas pembelajaran. Ada tiga bentuk evaluasi dalam pembelajaran. Pertama, evaluasi program pembelajaran yaitu evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui seberapa kualitas program pembelajaran yang telah dirancang dan dilaksanakan. Dari evaluasi program inilah akan diketahui komponen pembelajaran mana yang perlu mendapat perhatian khusus karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi dengan evaluasi program pembelajaran akan diperoleh tiga kemungkinan rekomendasi, yaitu: program pembelajaran tidak baik dan tidak boleh digunakan/dilaksanakan, program pembelajaran dapat digunakan/dilaksanakan tapi harus direvisi terlebih dahulu, dan program pembelajaran yang baik dan siap/dapat digunakan/dilaksanakan.

Kedua, evaluasi proses pembelajaran yaitu, evaluasi yang dirancang untuk mengamati proses pembelajaran sedang berlangsung. Artinya, dengan evaluasi proses dapat diketahui bagaimana aktivitas siswa selama pembelajaran, aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung, bagaimana keterampilan guru dalam membuka sampai dengan menutup pembelajaran

Ketiga, evaluasi hasil belajar, yaitu evaluasi yang dirancang untuk mengetahui hasil pembelajaran dalam bentuk hasil/prestasi belajar siswa. Hasil belajar akan nampak pada tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi dan pengalaman belajar yang dipelajari selama proses pembelajaran. Dengan evaluasi hasil belajar dapat ditetapkan boleh/tidaknya siswa melanjutkan belajar ke tingkat pembelajaran selanjutnya atau harus mengulang. Jadi dari komponen evaluasi pembelajaran dapat diperoleh suatu rekomendasi / kebijakan / keputusan pembelajaran. Baik kebijakan tentang program pembelajaran, proses pembelajaran, maupun hasil pembelajaran.

Memang ketiga bentuk evaluasi ini tidak dapat dipisahkan, karena satu sama lain saling berkaitan. Contoh, dari evaluasi hasil belajar, dapat dilacak kualitas program pembelajaran dan proses pembelajarannya. Dari evaluasi program, dapat diprediksi bagaimana proses dan hasil pembelajaran. Dan dari evaluasi proses dapat dilacak kualitas program pembelajaran, dan diprediksi hasil pembelajarannya.





 


EmoticonEmoticon