4/8/16

Makalah Komunikasi


BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Jika ditanya apakah komunikasi itu? Komunikasi adalah salah satu dari aktivitas manusia dikenali oleh semua orang namun sangat sedikit yang dapat mendefinisikannya secara memuaskan. Komunikasi memiliki beberapa variasi definisi yang tidak terhingga seperti ;saling berbicara satu sama lain, televisi, penyebaran informasi dan masih banyak lagi.
Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communication yang berakar dari kata commumis. Artinya adalah sama makna mengenai sesuatu hal. Dengan kata lain suatu peristiwa komunikasi akan berlangsung apabila orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kesamaan persepsi atau makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan. Sebagai istilah, komunikasi dapat diartikan sebagai penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi di antara dua orang atau lebih dengan menggunakan simbol verbal dan non verbal.
 Menurut Ruben dan Stewerdn komunikasi adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan kelompok, organisasi, dan masyarakat yang  merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan linkungan satu sama lain. Sedangkan dalam paradigma Laswell menyebutkan bahwa komunikasi itu harus memiliki komunikator, pesan, media, komunikan, efek.
Teori komunikasi matematis dari Shannon dan Weaver (1949;Weaver, 1949b) sangat diterima secara luas sebagai salah satu dasar berkembangnya ilmu komunikasi. Teori ini adalah contoh yang jelas dari mahzab proses, yang memandang komunikasi sebagai transmisi pesan. Pemikiran mereka berkembang selama perang dunia II didalam Bell Telephone Laboratories di Amerika Serikat, dan fokus utama mereka adalah mencari jalan bagaimana agar saluran-saluran komunikasi dapat digunakan seefisien mungkin. Bagi mereka saluran utama adalah kabel telepon dan gelombang radio. Mereka memproduksi sebuah teori yang memungkinkan mereka untuk mendekati permasalahan terkait bagaimana mereka mengirimkan informasi dengan jumlah yang maksimal pada saluran yang ada, dan bagaimana mengukur kapasitas sebuah saluran untuk membawa informasi. Konsentrasi pada saluran dan kapasitasnya sesuai bagi para akademisi yang memiliki latar belakang matematika dan mesin, namun mereka juga mengaku bahwa teori mereka dapat diterapkan secara luas pada keseluruhan pertanyaan terkait komunikasi manusia.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian dan karakteristik komunikasi?
2. Apa saja fungsi komunikasi?
3. Bagaimana proses komunikasi?
4. Apa saja unsur dan jenis yang ada dalam komunikasi?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui bagaimana berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar.
2. Untuk dapat mengetahui batasan-batasan dalam berkomunikasi

BAB II
PEMBAHASAN

A.    HAKIKAT KOMUNIKASI
            Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communication yang berakar dari kata communis. Artinya adalah sama makna mengenai sesuatu hal. Dengan kata lain, suatu peristiwa komunikasi akan berlangsung apabila orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kesamaan persepsi atau makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
            Sebagai sebuah istilah komunikasi dapat diartikan sebagai penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi di antara dua orang atau lebih dengan menggunakan simbol verbal (bahasa) dan nonverbal. Dengab demikian mengajar, berpidato, memberi isyarat, menulis surat, membaca berita, dan melihat tayangan televisi semuanya itu dapat disebut dengan komunikasi.
            Pendeknya, segala proses kegiatan antara dua orang (dua pihak) untuk berbagi informasi, ide, dan perasaan disebut komunikasi. ( Hybels dan weaver, 1992: 6).
            Komunikasi adalah suatu proses dengan mana informasi antar individual ditukarkan melalui sistem simbol, tanda atau tingkah laku yang umum. (Webster’s New Collegiate Dictionary 1981:225).

B.     KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
a. Komunikasi itu unik
Unik dalam konteks ini mengacu kepada dua hal. Pertama, setiap orang memiliki kebiasaan dan kebutuhan yang relatif berbeda ketika berkomunikasi. Kebiasaan itu dibentuk dari pengalaman, pengetahuan, potensi, serta karakter seseorang. Adapun kebutuhan, datangnya dari tujuan dan harapan yang timbul dari diri seseorang ketika berkomunikasi. Termasuk dalam kebutuhan adalah keinginan untuk diakui, dihibur, diberi ide atau informasi, dan didukung atau dimotivasi. Keunikan yang kedua, suatu peristiwa atau pengalaman komunikasi yang pernah terjadi tak akan dapat terulang lagi dengan cara yang sama persis. Pengalaman itu berubah. Suatu tindak komunikasi tertentu akam mempengaruhi perubahan para pelakunya sehingga kegiatan itu tidak akan terjadi lagi dengan cara yang serupa.
b. Komunikasi merupakan suatu proses yang dinamis
Sebagai suatu proses, komunikasi adalah suatu aktivitas yang selalu berubah, terus-menerus, tak pernah benar-benar tuntas, dan tidak selalu jelas awal-akhirnya. Peristiwa yang dialami sebelumnya sekalipun tidak disadari mempengaruhi komunikasi yang terjadi saat itu, dan peristiwa komunikasi saat mendatang. Proses itu disebut dinamis karena semua faktor yang terlibat dalam komunikasi (orang, latar, peristiwa, perilaku, dan media) secara terus-menerus berinteraksi.
c. Komunikasi itu terikat konteks
Yang dimaksud dengan konteks di sini adalah segala sesuatu yang melingkupi peristiwa komunikasi, termasuk ke dalamnya adalah situasi komunikasi, tradisi atau adat istiadat, dan budaya mayarakat.
d. Komunikasi itu simbolik
Simbol atau lambang merupakan sesuatu yang digunakan dan dianggap mewakili sesuatu hal yang disepakati para pemakainya. Simbol dapat berupa bahasa, gerak tubuh, ekspresi muka, gambar, warna. aroma, busana. atau kode-kode tertentu. Diantara sekian banyak simbol, bahasa merupakan simbol yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi.
e. Komunikasi merupakan suatu transaksi
Sebagai suatu transaksi, di dalam komunikasi terjadi proses kegiatan menyampaikan dan menerima pesan. Disitu ada orang atau pihak yang berperan sebagai penyampai dan penerima pesan.

 
C.     FUNGSI KOMUNIKASI
       Setiap peristiwa komunikasi memiliki satu fungsi atau lebih. Yang termasuk fungsi komunikasi adalah berikut ini.
a. Fungsi personal, yaitu tindak komunikasi untuk mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, seperti sedih, gembira, senang, dan benci
b. Fungsi instrumental (direktif), yaitu kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, seperti bujuk-rayuan, nasihat, adu pendapat, pembelaan diri, permintaan, perintah.
c. Fungsi interaksional, yaitu perilaku komunikasi untuk menjalin kontak dan hubungan sosial, seperti sapaan, basa-basi, simpati, dan penghiburan.
d. Fungsi informatif, yaitu aktivitas komunikasi untuk menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, dan budaya, seperti penyuluhan, pemberian pelajaran, dan sarasehan.
e. Fungsi heurisyik, yaitu tindak komunikasi yang dimaksudkan untuk belajar atau memperoleh informasi, seperti pertanyaan atau penjelasan mengenai sesuatu hal.
f. Fungsi imajinatif, yaitu kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk memenuhi rasa estetik( keindahan), seperti puisi, cerira, drama,dan lagu.

D.    PROSES KOMUNIKASI
a. Penyandian atau pengkodean
Penyandian adalah suatu aktivitas mental yang dilakukan komunikator atau penyampaian pesan untuk memilih dan menyusun lambang yang sesuai untuk memuat pesan yang akan dikomunikasikannya.
b. Pengiriman kode (transmitting)
Pengiriman kode yaitu penyampian pesan melalui lambang verbal atau nonverbal sebagai saluran atau sarana komunikasi. Kegiatan ini dapat kita amati dalam bentuk berbahasa seperti berbicara dan menulis, atau ungkapan nonverbal seperti gerak tangan dan ekspresi muka.
c. Penerimaan dan pemahaman kode (decoding)
Penerimaan kode yaitu suatu proses kegiatan mental yang dilakukan oleh penerima pesan dalam memahami pesan yang disampaikan oleh pihak penyampai.

Owens (1983: 5-7) menunjukkan tiga hal yang harus diperhatikan untuk mempertinggi keberhasilan komunikasi.
1.   Unsur paralinguistik
unsur paralinguistik adalah sesuatu yang menyertai tuturan untuk menandakan sikap( menghormati atau merendahkan) atau emosi( suka atau tidak suka) pelaku komunikasi. Termasuk ke dalamnya adalah intonasi, tekanan, ritme, serta jeda. Itu semua disebut juga perangkat suprasegmental karena dapat mengubah bentuk dan makna kalimat tanpa perubahan unsur-unsurnya.
2.   Unsur nonlinguistik
    Termasuk ke dalam unsur ini adalah gerak isyarat, ekspresi muka, gerak mata, gerakan badan dan kepala, dan jarak fisik seseorang dalam berkomunikasi. Unsur ini merupakan unsur pendukung yang tak kalah pentingnya dalam berkomunikasi.
3.   Unsur metalinguistik
Metalinguistik berkaitan dengan rasa bahasa yang memungkinkan pelaku komunikasi memutuskan kepantasan dan keberterimaan sesuatu tindak komunikasi. Hal ini berkaitan erat dengan apa yang harus disampaikan dan bagaimana menyampaikannya.

E.     UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
a. komunikator dan komunikan
            Komunikator adalah orang atau pihak yang memberikan pesan baik verbal maupun nonverbal. Sedangkan komunikan adalah orang atau pihak yang menerima pesan. Contoh dibawah:
Pak Salman sedang menelusuri muridnya, Ratih, mengapa di sekolah dia selalu mengantuk  dan kelihatan tak bersemangat.
Guru    : “Ratih Bapak sering melihatmu mengantuk ketika sedang belajar di kelas. Kenapa? Apa Ratih kurang tidur atau belajar terlalu malam?”
Ratih   : “Anu, Pak ee...” sambil memegang-megang jemari tangannya. Mukanya menunduk dan pipinya memerah
Guru    : “Ratih jangan malu. Katakanlah! Bapak tidak akan marah kalau Ratih punya masalah bicaralah pada Bapak”
Ratih   : “Ini Pak, Ratih harus membantu Ibu menyiapkan dagangan untuk besok. Ibu tidak ada yang bantu! Kasihan. Ratih harus bangun jam dua dan bantu ibu sampai pagi. Ratih tidak punya bapak lagi.”
Guru    : “ Oo... “pak Salman tercekat mendengar jawaban Ratih. Tangannya mengusap-usap rambut Ratih, Ratih menangis. “sudahlah, nak, Bapak mengerti dan Bapak bangga punya murid sepertimu yang rajin membantu orang tua. Kapan-kapan Bapak main ke rumahmu boleh?”
Ratih hanya menganggukan kepala menjawab permintaan gurunya.Pada saat berbicara pak salman berperan sebagai komunikator dan pada saat itu pula beliau berperan sebagai komunikan yang menerima respon verbal bereupa penjelasan Ratih dan tanggapan nonverbal –memegangi jemari tangan.
b. Pesan
            Pesan adalah informasi, ide, atau perasaan yang disampaikan atau diterima oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi. Denagn kata lain pesan adalah isi atau muatan dari apa yang dikomunikasikan.
c. Saluran
            Saluran sendiri merupakan sarana atau sesuatu alat yang digunakan untuk menghubungkan antara komunikator dan komunikan. Saluran juga bisa dengan bertatap muka akan tetapi apabila kita berbeda jarak yang cukup jauh maka kita bisa menggunaka bantuan alat seperti telepon, televisi, radio, internet dan lain sebagainya yang dapat digunakan sebagai saluran penghubung.
d. Konteks
            Komunikasi terkait dengan konteks yang artinya suatu komunikasi tidak akan terlepas dari tempat, waktu, dan situasi yang menyertainya. Untuk konteks formal misalnya selalu dipakai ketika suasana atau berada di tempat yang formal. Tetapi apabila berada di dalam konteks yang informal maka penggunaan ragam pasti akan lebih mengena.
e. Balikan
            Balikan atau umpan balik (feedback) adalah respon atau tanggapan yang muncul dari penerima dan penanggap pesan. Bentuknya dapat berupa verbal maupun nonverbal. Ketika Anda bercerita mengenai sesuatu yang lucu maka respon yang didapatkan adalah senyuman dan bahkan tawa yang meledak-ledak. Contoh lain Anda menasihati seorang kawan yang rumah tangganya sedang kisruh, kemudian tanggapan yang Anda terima adalah sikap yang ketus. Respon juga merupakan balikan dari Anda apakah dia menyukai atau tidak dengan apa yang Anda sampaikan
f. Gangguan atau Interferensi
            Gangguan atau Interferensi sendiri adalah segala sesuatu yang mengganggu atau menghambat ketersampaian pesan dari komunikator ke komunikan. Ada tiga bentuk gangguan, yakni:  
a. Interferensi internal, yaitu gangguan yang berasal dari diri penyampai dan penerima pesan. Wujudnya dapat berupa keengganan membicarakan atau mendengar sesuatu yang pernah disampaikan , tidak menarik dan mengandung resiko.
b. Interferensi eksternal, yaitu gangguan komunikasi yang muncul dari luar lingkungan atau luar dari penerima pesan. Bentuknya dapat berupa suara , tulisan yang tidak jelas, kondisi udara dan suasana yang tidak nyaman.
c. Interferensi sernantik, yaitu gangguan komunikasi yang timbul karena penyampai dan penerima pesan memberi arti yang berbeda terhadap simbol verbal maupun non verbal. Wujudnya berupa penggunaan bahasa yang terlalu tinggi, tidak jelas tabu dan kurang sopan.

F.     JENIS-JENIS KOMUNIKASI
            Peristiwa komunikasi dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai kondisi. Berdasarkan situasinya, komunikasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. komunikasi formal, yaitu komunikasi yang terjadi dalam situasi yang resmi. Misalnya rapat, seminar, kongres dan persuratan dinas, resmi dalam sikap maupun komunikasi.
b. komunikasi informal, yaitu suatu peristiwa komunikasi yang terjadi dalam situasi yang tidak resmi atau santai seperti dalam arisan, keluarga dan pasar.
c. komunikasi semiformal yaitu komunikasi yang terjadi dalam situasi campuran antara resmi dan tidak resmi.
            Bertolak dari simbol atau lambang yang digunakan komunikasi dapat dikelompokan atas berikut:
·         komunikasi verbal, yaitu komunikasi yang dilakukan melalui penggunaan bahasa seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
·         komunikasi nonverbal yaitu suatu aktivitas komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan lambang selain bahasa seperti gerakan tubuh, pakaian, warna atau tanda-tanda lainya.
            Dilihat dari ada dan tidaknya media, komunikasi dapat dibagi sebagai berikut
a. komunikasi tak bemedia yaitu suatuu peristiwa komunikasi yang tidak menggunakan media apa pun sebagai sarananya seperti dalam percakapan biasa dan diskusi informal.
b. komunikasi bermedia yaitu komunikasi yang menggunakan media tertentu sebagai sarananya misalnya seperti telepon, komunikasi melalui radio, komputer, surat kabar dan lainnya yang mendukung.
            Sedangkan menurut sarananya dapat digolongkan sebagai berikut:
Ø  komunikasi intrapersonal, dimana komunikasi internal terjadi dengan dirinya sendiri. Misalnya “mengapa anak-anak tidak menyukai pelajaran mengarang.”
Ø  komunikasi antarpersonal yaitu komunikasi yang terjadi antarperseorangan. Biasanya terjadi secara spontan, informal, tidak tersusun, atau bahkan tak terencana sebelumnya. Contoh: “Sri, mukamu sembab. Habis menangis?”
c. wawancara yaitu serangkaian tanya jawabatau dialog yang biasanya  tujuan untuk memperoleh informasi mengenai sesuatu hal. Komunikasi yang dilakukan secara terencana dan bersahaja dalam suasana tertentu.
d. komunikasi dalam kelompok kecil yaitu peristiwa komunikasi yang terjadi di antara beberapa orang dengan maksud saling bertukar pikiran, informasi dan diskusi. Memiliki kesempatan saling berinteraksi sesama anggota  yang bersamaan sehingga proses interaksipun relatif lebih rumit.
e. komunikasi massa/publik yaitu suatu kegiatan komunikasi dimana komunikasi menyampaikan pesan kepada sejumlah orang atau pihak. Komunikasi tersusun dan terencana dengan baik. Dalam komunikasi ini komunikan sangat terbatas dalam menyampaikan balikan. Tanggapan hanya leluasa bila disampaikan melelui isyarat nonverbal.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Komunikasi adalah segala proses kegiatan antar dua orang ( dua pihak) atau lebih untuk berbagi informasi, ide, dan perasaan. Sesuatu itu dinamakan komunikasi karena karakteristiknya yang unuk, merupakan suatu proses dinamis, terikat konteks, simbolik, dan transaksional. Komunikasi memiliki enam fungsi yaitu: fungsi personal, instrumental, interaksional, informatif, heuristik, dan imajinatif. Dalam praktiknya, fungsi-fungsi tersebut dapat muncul bersamaan. Dengan kata lain, setiap peristiwa komunikasai memiliki satu fungsi atau lebih. Proses konumikasi melibatkan serangkaian kegiatan yang berlangsung terus –menerus. Kegiatan itu meliputi penyandian atau pengkodean, pengiriman kode, serta penerimaan dan pemahaman kode.
            Unsur –unsur yang terlibat da;am komunikasi adalah komunikastor dan komunikan, pesan, saluran,konteks, balikan, serta gangguan. Agar komunikasi dapat berhasil dengan baik, maka pelaku komunikasi hendaknya memperhatikan unsur paralinguistik, non linguistik, dan metalinguistik. Dalam berkomunikasi, suatu kondisi yang berbeda menutut perlakuan yang berlainan. Atas dasar itu maka komunikasi dapat dikelompokkan atas beberapa jenis sesuai sudut pandangnya. Ditinjau ditinjau dari situasinya, komunikasi terbagi atas komunikasi formal, informal, dan semiformal. Dilihat dari simbol yang dipakainya, komunikasi dapat dikelompokkan atas komunikasi verbal dan nonverbal. Dipandang dari ada tidaknya media yang digunakan, komunikasi terdiri atas komunikasi bermedia dan tak bermedia. Bertolak dari sasarannya komunikasi dapat digolongkan atas komunikasi intrapersonal, interpersonal, wawancara, serta komunikasi dalam kelompok kecil dan besar( komunikasi massa/ publik).

B. Saran
            Sebagai komunikator jika berkomunkasi hendaknya dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada dengan komunikan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman antar komunikaror dan komunikan.

DAFTAR PUSTAKA 
Alwasilah Chaedar. 1993. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan djago. 1999. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Universitas Terbuka.
Fiske John. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.


EmoticonEmoticon