4/8/16

Model Pembelajaran Outbound

           
 


    Model pembelajaran Outbound

           PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN

Pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar (Gagne dalam Pribadi, 2010: 9). Aktivitas pembelajaran akan memudahkan terjadinya proses belajar apabila mampu mendukung peristiwa internal yang terkait dengan penyampaian dan pengolahan informasi. 
 
Menurut Pribadi (2010: 10) menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktifitas belajar dalam diri individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu hal yang bersifat eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar internal dalam diri individu. Pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah, dan terencana dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali, dengan maksud agar terjadi belajar pada diri seseorang (Siregar dan Hartini, 2011: 13). 
 
Unsur utama pembelajaran adalah siswa bukan guru. Subjek pembelajaran adalah siswa jadi pembelajaran  harus berpusat pada siswa. Dalam perspektif pembelajaran, guru hanya menyediakan fasilitas belajar bagi siswa untuk dipelajari (Suprijono, 2014: 13). Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ciri-ciri pembelajaran adalah kegiatannya mendukung proses belajar siswa, adanya interaksi antara individu dengan sumber belajar, serta memiliki komponen-komponen tujuan, proses, dan evaluasi yang saling berkaitan. Dengan demikian maka proses belajar bisa terjadi di kelas, dalam lingkungan sekolah, dan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam bentuk interaksi sosial-kultural melalui media massa dan jaringan. 
 
Dari uraian di atas maka yang dimaksud pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan  seseorang atau sekelompok orang melalui satu atau lebih strategi, metode dan pendekatan tertentu ke arah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan tertentu untuk mengkondisikan seseorang atau sekelompok orang agar bisa belajar dengan baik.
 
Soekamto (dalam Shoimin, 2014:23) menjelaskan bahwa Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
 

       MODEL PEMBELAJARAN OUTBOUND 

Berdasarkan sejarah, outbound adalah sebuah cara untuk menggali diri sendiri, dengan suasana menyenangkan dan tempat penuh tantangan yang dapat menggali dan mengembangkan potensi, meninggalkan masa lalu, berada di masa sekarang dan siap menghadapi masa depan, menyelesaikan tantangan, tugas-tugas yang tidak umum, menantang batas pengalaman seseorang dan membuat pemahaman terhadap diri sendiri tentang kemampuan yang dimiliki melebihi yang dikira. (Shoimin, 2014: 114) 
Outbound adalah sebuah petualangan yang berisi tantangan,  bertemu dengan sesuatu yang tidak diketahui tetapi penting untuk dipelajari. Dari uraian yang telah dikemukakan, outbound adalah kegiatan di luar ruangan yang bersifat petualangan dan penuh tantangan sebagai proses pembelajaran untuk menemukan, menggali potensi-potensi anak sehingga mereka dapat mengenali dirinya sendiri.
 
Kegiatan outbound merupakan kegiatan belajar sambil bermain atau sebaliknya. Menurut Vygotsky bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak dan berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosionalnya. Menurut Heterington dan Parke, bermain juga berfungsi untuk mempermudah perkembangann kognitif anak. Dworetzky mengemukakan bahwa fungsi bermain dan interaksi dalam permainan mempunyai peran penting bagi perkembangan kognitif dan sosial siswa. 
 
Permainan edukatif adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainya, termasuk permainan traditional dan “modern” yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran. Atas dasar pengertian itu, permainan yang dirancang untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu, misalnya untuk memupuk semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, termasuk dalam kategori permainan edukatif karena permainan itu memberikan pengalaman belajar kognitif dan afektif. (Sisca, 2012: 85)
 
Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang relevan berkaitan dengan penggunaan model outbound adalah penelitian yang telah dilakukan oleh Lailatul Mutmainah dengan judul penelitian “Inovasi Outbound Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia  Prasekolah TK Dwi Warna Jaya  Kota Surabaya”. Dari penelitian yang sudah dilakukan Lailatul Mutmainah terjadi peningkatan kemampuan motorik dari sebelum diberi perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan penerapan model outbound.  
 

Langkah-langkah model pembelajaran outbound. 

Uwes (dalam Shoimin, 2014:116-117) menjabarkan deskripsi siklus sebagai beriku 
Langkah 1: Experience 
Biarkan peserta didik kita mengalami dengan melakukan hal tertentu.
Langkah 2: Share (berbagi rasa/ pengalaman) 
Setelah peserta didik mencoba. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses sharing alias berbagi rasa
Langkah 3: Process (analisis pengalaman) 
Tahap ini adalah tindak lanjut dari tahap kedua, yaitu proses menganalisis berbagai hal terkait dengan apa, mengapa, bagaimana trik serve dilakukan termasuk bagaimana mengatasinya.
Langkah 4: Generalize (menghubungkan pengalaman dengan situasi senyatanya) 
Langkah selanjutnya adalah menyimpulkan hasil analisis tersebut.
Langkah 5: Apply(penerapan terhadap situasi yang serupa atau level lebih tinggi)
Langkah terakhir adalah peningkatan level penguasaan ke hal baru yang lebih tinggi.

Adapun prosedur kerja dalam pembelajaran model outbound (Shoimin, 2014:117-118) adalah sebagai berikut
Tahap persiapan
a)    Guru menentukan bentuk kegiatan/ materi yang akan dilaksanakan
b)   Guru menentukan waktu pelaksanaan (pada jam pelajaran/ di luar jam pelajaran) dan tempat (tempat-tempat mana saja yang akan digunakan dalam pelaksanaan).
c)    Guru mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Tahap pelaksanaan
a)      Guru membagi anak dalam kelompok.
b)      Guru menjelaskan tentang tugas dan aturan main.
Tahap pengakhiran
a)      Laporan dari masing-masing kelompok.
b)      Refleksi, me-review seluruh kegiatan dari tiap siswa.

                 Kelebihan model pembelajaran Outbound

   Beberapa kelebihan dari model outbound diantaranya:
1)      Menumbuhkan dan menciptakan suasana saling mendorong.
2)      Mendukung dan memberi motivasi sebuah kelompok.
3)      Memupuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, keberanian, percaya diri, tanggung jawab,   dan rasa empati.
4)      Melatih ketahanan mental dan pengendalian diri.
5)      Melatih semangat kompetisi yang sehat.
6)      Melatih melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala.
7)     Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dan dalam situasi sulit secara tepat dan akurat.
8)     Membangun rasa percaya diri.

                   Kekurangan model pembelajaran Outbound
                    Kekurangan dari model outbound diantaranya:
1)      Butuh waktu lama.
2)      Guru selalu mendampingi siswa dalam setiap aktivitas.
3)      Butuh tempat yang mewadai.
   Walaupun model outbound memiliki beberapa kekurangan, tetapi melihat karakter anak sekolah dasar jika dibandingkan model pembelajaran yang ada, model outbound dirasa sangat sesuai dengan tahap perkembangan anak sekolah dasar yaitu dimana pada anak sekolah dasar dunia anak adalah dunia bermain.


EmoticonEmoticon