4/8/16

Pengertian R&D Penelitian dan Pengembangan

Artikel ini saya copas dari Artikel di Blog lain saya yaitu Afatanalisis

Semoga dapat membantu untuk menambah wawasan mengenai Penelitian dan pengembangan R&D

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN


Soegeng A.Y (2006) menyampaikan bahwa penelitian adalah upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan upaya adanya temuan-temuan baru. Mengembangkan penelitian dapat berupa pengembangan ilmu yang telah ada sebelumnya. Sementara adanya temuan-temuan baru dapat berupa
pembuktian atau benar-benar menemukan pengetahuan-pengetahuan baru. Jadi penelitian adalah upaya yang digunakan untuk membuktikan, mengembangkan dan menemukan. Membuktikan adalah upaya untuk mengkroscek kebenaran sebuah pengetahuan yang telah ada. Misal membuktikan efektifitas penerapan model pembelajaran Think Pair Shere. Mengembangkan diartikan sebagai proses untuk memperluas atau memperdalam pengetahuan yang telah ada. Misal mengembangkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan perhatian dari siswa. Dan menemukan merupakan proses untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru. Misal menemukan penyebab tergerusnya karakter peduli lingkungan siswa.
Salah satu bentuk dari penelitian adalah pengembangan, penelitian pengembangan adalah memperluas atau memperdalam pengetahuan yang telah ada. Penelitian pengembangan biasanya digunakan untuk mengembangkan atau membuat suatu produk. Dalam penelitian pengembangan digunakan metode penelitian research and development.
Sugiyono (2009: 297) menyampaikan bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan metode tersebut. Sementara dalam bidang pendidikan Borg and Gall (1985) dalam Sugiyono (2009: 4) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Dari kedua pendapat ahli tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Research and Development adalah metode penelitian bertujuan untuk menghasilkan produk-produk tertentu serta menguji validitas dan keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.
Sugiyono (2009: 5) menyampaikan bahwa penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk. Dalam penelitian dan pengembangan terdapat tiga hal yang menjadi tujuan utama yaitu menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi produk.  Menemukan adalah diawal melakukan penelitian diawal yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan tentang dasar suatu hal. Mengembangkan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh dari penelitian awal, dapat berupa sebuah produk-produk tertentu. Memvalidasi produk dilakukan sebagai upaya untuk menguji efektivitas dari produk-produk hasil pengembangan.
Basic Research


Dalam penelitian pengembangan dengan metode Research & Development terdapat langkah-langkah yang harus diikuti, yaitu: 1) Menentukan potensi dan masalah. 2) Mengumpulkan data. 3) Mendesain produk. 4) Memvalidasi desain produk. 5) Revisi desain produk. 6) Uji coba produk. 7) Revisi produk. 8) Uji coba pemakaian. 9) Revisi produk. 10) Produksi masal.
Menentukan potensi dan masalah, menurut Sugiyono (2009: 298) disampaikan bahwa potensi adalah segala sesuatu yang didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Dalam penelitian Research & Development harus dimulai dengan adanya potensi. Misal didaerah kelurahan Rowosari masih terdapat lahan yang luas yang belum diolah menjadi ladang. Potensi tanah tersebut dapat dikembangan sebagai tempat pengolahan ladang berbasis teknologi.
Sementara masalah Sugiyono (2009: 299) menyampaikan bahwa masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Dalam penelitian menurut Sudjana (2013: 20) masalah merupakan landasan atau dasar untuk menentukan unsur penelitian lainnya.  Tidak terwujudnya harapan adalah masalah, dan penelitian dengan metode Research & Development dilandasi oleh adanya masalah. Misalnya terdapat potensi tanah yang luas di kelurahan Rowosari, namun belum dimanfaatkan sebagai ladang dan terbengkalai begitu saja, hal tersebut dikarenakan masyarakat tidak mampu mengorganisir siapa, kapan dan bagaimana cara mengolah tanah tersebut. Dari masalah tersebut maka dimunculkan pengembangan tempat pengolahan ladang berbasis aplikasi teknologi seluler.
Mengumpulkan data, merupakan proses untuk mendapatkan informasi-informasi tertentu, digunakan sebagai landasan dalam mengembangkan suatu produk tertentu. Sugiyono (2009: 300) menyampaikan bahwa setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual dan uptodate, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk merancang produk tertentu. Misal nilai ulangan siswa kelas VA mata pelajaran matematika masih rendah. Untuk mengetahui penyebab rendahnya hasil belajar siswa peneliti melakukan pengamatan dan membagikan quesioner dari data tersebut maka dapat digunakan untuk menemukan solusi mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa.
Mendesain produk merupakan mewujudkan gambaran produk yang akan dihasilkan. Produk dari Research & Development harus bermanfaat. Menurut Sugiyono (2009: 301) desain produk harus diwujudkan dalam bentuk gambar atau bagan. Dengan mewujudkan desain dalam bentuk gamabar atau bagan, akan mempermudah peneliti dalam mewujudkan produk yang sesuai dengan rencana dan dapat bermanfaat.
Memvalidasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah produk yang diciptakan dapat efektif ketika diterapkan dilapangan. Validasi atau penilaian produk dilakukan oleh ahli produk atau pakar berpengalaman dan memahami produk dikembangkan, sehingga ilmu yang dimiliki oleh ahil atau pakar relevan dengan produk yang dikembangkan. Validasi produk juga dapat dilakukan pada forum diskusi. Validasi produk ini bertujuan untuk dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari produk dikembangkan.
Sugiyono (2009: 302) menyampaikan bahwa setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan diketahui kelemahannya. Perbaikan desain adalah proses yang dilakukan untuk memperbaiki kelemahan dari desain produk yang ditemukan dari proses validasi. Dalam proses validasi peneliti akan menemukan kelemahan dari desain produknya. Kelemahan tersebut selanjutnya diperbaiki. Perbaikan produk sendiri dilakukan oleh peneliti.
Uji coba produk merupakan proses uci coba produk prototip yang dikembangkan. Tujuannya yaitu untuk mendapatkan informasi apakah produk dikembangkan efektif dalam penerapannya. Pengujian sendiri dapat dilakukan dengan cara eksperimen yaitu membandingkan anatara efektifitas produk terbaru dengan terdahulu atau membandingkan antara kelas yang mendapatkan perlakuan produk dengan kelas tidak mendapatkan perlakukan produk. Menurut Sugiyono (2009: 303) eksperimen dapat dilakukan dengan cara membandingkan keadaan sebelum dan sesudah (before-after) atau dengan membandingkan dengan kelompok yang tetap menggunakan sistem yang lama.
Menurut Borg dan Gall dalam Sukmadinata (2013: 169) ada sepuluh langkah pelaksanaan strategi peneitian dan pengembangan yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting); (2) perencanaan (planning); (3) pengembangan draf produk (develop preliminary form of product); (4) uji coba lapangan awal (preliminary field testing); (5) merevisi hasil uji coba (main product revision); (6) uji coba lapangan (main field testing); (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional field testing), (8) uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing), (9) penyempurnaan produk akhir (final product revision); dan (10) diseminasi dan implementasi (dissemination and implemantation).Aftanalisis


EmoticonEmoticon