4/8/16

Pengetian Belajar dan Hasil Belajar

Tags

Pengertian Belajar  

Menurut Gagne dalam Suprijono (2012: 2) Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan di peroleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Sedangkan menurut Sudjana dalam Fathurrohman (2012: 9) berpendapat bahwa belajar bukan menghafal dan bukan pula mengingat, belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Slameto (2010: 2) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 
Berdasarkan pengertian belajar dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku  yang  relatif  menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan / direncanakan. Pengalaman diperoleh individu dalam interaksinya dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan, sehingga menghasilkan perubahn yang bersifat relatif menetap. Belajar sendiri untuk mendapatkan suatu konsep tentang suatu pengetahuan yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, mulai menerima ilmu dari menghafal, membaca, mendengarkan dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Belajar 

Dari pendapat beberapa ahli tentang definisi belajar, Menurut Bahruddin dan Esa Nur Wahyuni dalam Fathurrohman (2012: 14) menyimpulkan ada beberapa cirri belajar, yaitu:
1)     Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior).  Ini bearti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar, maka tidak akan dapat mengetahui ada tidaknya hasil belajar.
2)     Perubahan perilaku relatif  permanent. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah. Tetapi perubahan tingkah laku tersebut tidak akan ter pancang seumur hidup.
3)   Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.
4)     Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
5)   Pengalaman atau latihan itu dapat member penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan utuk mengubah tingkah laku. 

          Tujuan Belajar

Segala sesuatu yang dilaksanakan tentu mempunyai tujuan. Begitu pula dengan belajar tentu mempunyai tujuan ingin dicapai dari belajar tersebut. Dari belajar tersebut dapat mengajarkan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Menurut Fathurrohman (2012: 12) tujuan belajar dimaksudkan untuk memberikan landasan-landasan belajar, yaitu dari bekal pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik sampai ke pengetahuan berikutnya.

Prinsip-Prinsip Belajar

Menurut Fathurrohman (2012: 17) menyimpulkan uraiannya yang cukup panjang tentang prinsip –prinsip belajar adalah sebagai berikut :
1)     Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak aktif.
2)     Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.
3)    Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.
4)    Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang di lakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.
5)     Motivasi belajar siswa akan  lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.

Pengertian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Adanya hasil belajar tersebut guru dapat mengetahui kemampuan peserta didik telah menguasai materi yang telah di ajarkan oleh guru. Melalui hasil belajar ini juga dapat dijadikan acuan atau pedoman guru untuk melihat tingkat keberhasilan suatu media atau model pembelajaran yang diterapkan pada saat mengajar, serta dapat mengetahui efektifitas guru dalam pembelajaran.
Hasil belajar menurut Kunandar (2013: 62) adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang di capai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar. Menurut Sudjana (2002) dalam Kunandar (2013: 62) berpendapat hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajaranya. Sedangkan menurut Suprijono (2012: 5) Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan ketrampilan. Merujuk pemikiran Gagne, hasil belajar berupa:
1)    Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis.
2)      Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang.
3)      Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.
4)    Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan koordinasi.
5)     Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.
Menurut Bloom dalam Suprijono (2012: 6) hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension  (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), danevaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valving (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, social, manajerial, dan intelektual.


EmoticonEmoticon