5/2/16

Memahami Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D

KangTopikPerbedaan Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Pengertian Penelitian
Sebelum kita masuk substansi pokok untuk membahas perbedaan penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D, alangkah lebih baiknya jika kita memahami pengertian dari penelitian.


Penelitian menurut Soegeng (2006) dalam kata pengatar buku yang ia tulis menyampaikan bahwa penelitian adalah sebuah upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan upaya adanya temuan-temuan baru. Sehingga sebuah penelitian itu artinya adalah sebuah usaha, usaha tersebut dilakukan dengan proses. Pendapat diatas juga menekankan bahwa penelitian itu ditujukan untuk mengembangkan pengetahuan (tujuan pertama) dan untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru (tujuan kedua).

Sehingga penelitian itu bertujuan. Jadi kalau seseorang yang katanya melakukan penelitian, namun tidak tau tujuannya mau digunakan untuk apa, maka jangan harap bakal dapat hasil yang baik, bahkan hanya untuk menyelesaikannya belum tentu berhasil.

Soegeng (2006) lebih lanjut menyampaikan bahwa yang disebut ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah.

Dari pendapat Soegeng, ada beberapa hal yang dapat dimaknai dari definisi pengertian itu sendiri. Penelitian itu adalah proses untuk mencapai tujuaan baik mengembangkan pengetahuan atau untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru yang dilakukan dengan metode yang ilmiah.

Sementara menurut Sugiyono (2013: 2) Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dari pendapat tersebut sebenarnya ada empat kata kunci dalam penelitian yang dapat kita ambil, yaitu; 1) cara ilmiah, 2) data, 3) tujuan, 4) kegunaan.

Saya kutip dari pendapat Dian purnama Sari metode ilmiah merupakan suatu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fasis. Pendapat tersebut jelas menyampaikan bahwa metode ilmiah adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan sistemasis. Artinnya ada syarat-sayarat dan sifat-sifat  yang harus dipenuhi untuk dikatakan sebagai sebuah metode ilmiah.

Sebuah pengetahuan dikatakan diperoleh dengan metode yang ilmiah jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Obyektif 
  • Metodik 
  • Sistematik 
  • Universal

Sementara sifat-sifat dari metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  • Efisien 
  • Terbuka 
  • Teruji

Tujuan Penelitian
Seperti saya ungkapkan tadi diawal, sebuah penelitian itu dilakukan karena ada tujuannya. Menurut Soegeng penelitian itu mempunyai dua tujuan yaitu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru.

Sugiono juga menyampaikan bahwa salah satu kata kunci dari empat kata kunci dalam penelitian adalah tujuan. Sugiyono (2013: 3) menyampaikan bahwa secara umum tujuan penelitian ada tiga yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. 

Penemuan artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk benar-benar menemukan pengetahuan yang baru. Data-data yang diperoleh adalah data yang sebelumnya belum pernah ada.
Pembuktian artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk membuktikan pengetahuan yang telah ada.  Digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap data atau pengetahuan yang telah ada.
Pengembangan artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Data-data yang diperoleh merupakan data yang digunakan untuk memperluas atau memperdalam pengetahuan yang telah ada.

Ketiga tujian tersebut yaitu penemuan, pembuktian dan pengembangan merupakan dasar yang akan melandasi dalam memahami perbedaan dari penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Manfaat Penelitian
Ada empat kata kunci penelitian yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.

Kegunaan berkaitan dengan manfaat fungsi. Digunakan untuk apa, dimanfaatkan untuk apa hasil penelitian tersebut. Menurut Sugiono (2013: 3) secara umum penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. 
  1. Memahami artinya adalah membuat suatu informasi atau masalah yang sebelumnya tidak tau menjadi tau. 
  2. Memecahkan artinya membuat suatu permaslah terselesaikan, meminimalkan atau menghilangkan masalah tersebut. 
  3. Mengantisipasi artinya adalah membuat suatu masalh tidak terjadi kembali.

Dari pendapat diatas sebenarnya sebuah penelitian itu mempunyai manfaat yang berbeda-beda semuanya tergantung pada tujuan dilaksanakannya penelitian tersebut. Penelitian yang tujuannya untuk membuktikan biasanya mempunyai manfaat untuk memahami bahwa pengetahuan yang sebelumnya masih ragu-ragu menjadi tidak ragu-ragu atau dapat dipastikan kebenarannya.
Begitupun seperti penelitian yang bertujuan untuk menemukan, dan mengembangkan akan mempunyai manfaat tersendiri disesuaikan dengan tujuan dari peneliian tersebut.

Jenis Jenis Penelitian

Menurut Sugiyono (2013: 4) jenis-jenis penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuannya.
Tujuan penelitian ada tiga, Sehingga berdasarkan tujuannya maka penelitian ada tiga jenis yaitu; penelitian dasar, penelitian terapan dan penelitian pengembangan (R&D).

Jujun S, Suriasumantri (1985) dalam Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Dari definisi tersebut jelas bukan, penelitian ini bertujuan untuk menemukan.

Masih menurut jujun S, Suriasumantri sedangkan penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah –masalah kehidupan praktis. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menyelsaikan basalah dengan membuktikan. Sehingga pada dasarnya penelitian ini berkembang berdasarkan tujuan pembuktian.

Borg and Gall (1988) dalam Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk dalam pendidikan dan pembelajaran. (definisi lebih spesifik istilah R&D dalam dunia pendidikan). So far oke, gak masalah. Namun dari definisi tersebut kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa R&D didasarkan oleh adanya tujuan dari penelitian untuk mengembangan yaitu mmemperluas atau memperdalam suatu ilmu pengetahuan.

Penelitian Kuantitatif


Orang sering mengatakan bahwa penelitian kuantitatif itu adalah penelitian yang menggunakan angka-angka, sedangkan kalau kualitatif tidak. Pendapat tersebut jelas salah, karena pada kenyataanya penelitian kualitatif jugaa terkadang menggunakan angka-angka dengan analisis statistik.

Penggunaan angka-angka statistik itu berfungsi untuk memberikan makna fakta lebih taajam dan akurat sehingga hasil dari penelitian akan jauh lebih jelas.

Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasakan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.

Ciri-Ciri dari penelitian kuantitatif
Proses dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, sehingga dalam penerapannya dalam menjawab suatu rumusan masalah berasal dari konsep-konsep atau teori yang selanjutnya dapat dirumuskan dalam sebuah hipotesis.  Hipotesis yang telah dibuat taadi selanjutnya diujikan dengan cara mengumpulkan data-data lewat instrumen penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis, dengan menggunakan statistik. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis diawal, apakah terbukti atau tidak.  Dari situ sebenarnya kita dapat mengambil ciri-ciri dari penelitian kuantitatif, yaitu

  1. Pengukuran kuantitatif (pengukurang dengan statistika) 
  2. Terdapat definisi definisi operasional yang terukur 
  3. Menekankan pada data/fakta empiris 
  4. Dapat diamati, diukur dan  berdasar pada realitas

Lebih lanjut dan spesifik ciri-ciri dari metode kuantitatif dapat dirincikan sebagai berikut:

  1. Digunakan untuk mengukur satu atau lebih variabel, dalam hal ini dapat digunakan untuk mengukur hubungan atau korelasi antara dua variabel atau lebih. 
  2. Bentuk pertanyaan (rumusah masalah) dalam penelitian kuantitatif menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara variabel. 
  3. Penelitian kuantitatfi digunakan untuk menguji atau membuktikan teori-teori yang telah sebelumnya ada. 
  4. Metode kuantitatif mengfungsikan teori-teori sebagai dasar atau titik tolak dalam menemukan konsep dalam penelitian tersebut, yang kemudian menjadi variabel dalam penelitian. 
  5. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis yang disusun berdasarkan hubungan antara teori-teori, konsep dan hasil penelitian. 
  6. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan pada teknik pengumpulan data dengan angket atau data kongkrit berupa angka-angka. 
  7. Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variabel  
  8. Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan.  
  9. Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.  
  10. Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data 
  11. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistic. 
  12. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat hubungan antar variabel.

Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif
Untuk melaksanakan penelitian kuantitatif, perlu dikatehui terlebih dahulu langkah-langkah dalam mengadakan penelitian ini. Pada tahap ini saya akan menyampaikan langkah-langkah dasar dalam melaksanakan penelitian. Untuk lebih khusus akan disesuaikan dengan apa yang ingin diteliti (niche research)
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut;
  1. Menemukan masalah atau cakupan yang ingin diteliti dan tentang penting dan mendesaknya penelitian tersebut untuk dilaksanakan. 
  2. Mencari literatur yang terkait dengan penelitian yang dipilih (melakukan kajian pustaka atau kajian teori) 
  3. Membatasi masalah 
  4. Merumuskan (mengajukan) hipotesis 
  5. Menyatakan asumsi dasar yang  menentukan intepretasi dari hasil penelitian 
  6. Menyusun rencana penelitian ; diantaranya 1) memilih subjek, responden yang akan diteliti, 2) mengontrol dan atau memanipulasi variabel variabel terkait (relevan). 3)menciptakan kriteria untuk mengevaluasi hasil penelitian, 4) membuat instrumen, memilih atau mengembangkan kriteria pengukuran. 
  7. Mengkhususkan prosedur pengumpulan data (proses empiris) 
  8. Melaksanakan rencana penelitian 
  9. Mengevaluasi hasil dan menarik kesimpulan, serta membuat laporan.

Menggunakan Penelitian Kuantitatif

Kapankah kita menggunakan metode penelitian kuantitatif?
Jadi seorang peneliti menggunakan metode kuantitatif, ketika:
  • Masalah dalam penelitian sudah jelas, masalah adalah ketimpangan atau penyimpangan antara harapan dengan kondisi yang ada. 
  • Metode kuantitatif juga cocok jika peneliti ingin mendapatkan data dari populasi yang luas, namun tidak secara mendalam. 
  • Metode kuantitatif juga cocok jika digunakan untuk mencari tau pengaruh suatu treatment tertentu terhadap yang lain. 
  • Bila peneliti ingin menguji hipotesis, maka hipotesis penelitian tersebut berbentukdeskriptif, komparatif dan asosiatif. 
  • Bila ingin menguji adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan dan produk tertentu.

Gambar 1. Proses Penelitian Kuantitatif


Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2013:9) adalah metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Kondisi obyek alamiah, artinya bahwa obyek itu apa adanya atau tidak dimanipulasi oleh peneliti, bahkan meskipun peneliti sebagai instrumen namun kehadiran peneliti tidak mempengaruhi kebiasaan dari obyek yang diteliti.

Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen kunci artinya bahwa instrumen atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang utama adalah peneliti itu sendiri. Oleh sebab itu dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai instrumen kunci harus mempunyai bekal pengetahuan luas dan dasar dasar teori sehingga dapat mengumpulkan data yang tepat dan mampu bertanya.

Dalam penelitian kualitatif menuntut kedekatan peneliti dengan yang diteliti. Harapannya dengan adanya kedekatan tersebut dapat memperoleh data yang jauh lebih dalam dan bermakna. Hal itu juga karena kontak pribadi antara peneliti dan obyek penelitian sangat penting dalam metode kualitatif.

Analisis data bersifat induktif artinya bahwa peneliti berusaha memahami hasil dari penelitian tanpa harus dibebani oleh harapan yang telah ditetapkan sebelumnya (misal menolak atau menerima hipotesis). Hasil dari penelitian akan mengikuti dari data-data yang ditemukan dilapangan pada sat melakukan penelitian.

Penelitian kualitatif lebih mementingkan makna dari hasil penelitian. Penelitian kualitatif biasanya lebih dalam untuk mempelajari sesuatunya dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Data –data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif (trianggulasi). Yang termasuk metode kualitatif adalah interview (wawancara), Observasi (pengamatan), quesioner (angket) dan pendekatan studi kasus.


Ciri-Ciri metode kualitatif
 
Dilihat dari aksioma (pandangan dasar) penelitian kualitatif, adalah:
Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis (tidak dapat memecah dalam variable-variabel penelitian).
Hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat interaktif dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih bermakna.
Hubungan antara variabel saling timbal balik (tidak terdapat variabel dependen dan independen) tidak ada yang disebut veriabel mempengaruhi atau dipengaruhi karena saling interaktif.
Penelitian ini tidak dapat digenerelasikan, kecuali di traferability pada ikatan konteks waktu dan tempat.
Penelitian ini terikat pada nilai-nilai yang dibawa oleh peneliti dan sumber data.

Sementara penelitian kualitatif mempunyai ciri-ciri atau karakteristik, berdasarkan pendapat dari Erikson dalam Susan (2003), disampaikan bahwa ada 4 karakteristik dari penelitian kualitatif yaitu:
Intensive, long term participan in field setting
Careful recording of what happens an in the setting by writting field notes and inteviews notes by collecting other kinds of documentary evidence.
Analitic reflection on the documentary records by obtanied in the field.
Reporting result by means of detail descriptions direcrt quotes from interviews, and interpretative comentary.

Berdarkan penjelasan ditas maka dapat dijelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif yang menjadi cirinya pertama adalah intensif, bahw peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan. Yang kedua adalah mencata atau merekam dengan berhati hat apa yang terjadi atau data yang ada dilapangan. Kediga adalah mencatat secara reflktif data yang ditemukan dilapangan dan yang keempat adalah membuat hasil penelitian secara mendetai dari hasil data yang diperoleh.

Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif

Bagaimanakah proses penelitian kualitatif?
Sebenarnya orang yang ingin melakukan penelitian kualitatif itu dapat diibaratkan seperti orang yang akan melakukan wisata atau piknik. Dia tau objek tempat piknik yang akan didatangi namun dia tidak mengetahui secara pasti tempat seperti apa yang akan dikunjungi.  Ia akan tau nanti setelah ia memasuki lokasi piknik dengan cara melihat, membaca berbagai informasi yang tersedia.

Meskipun tidak mengetahui apa yang akan dia dapatkan, dalam penelitian kualitatif tujuan dan masalah tentu telah dituliskan secara jelas.
Proses penelitian kualitatif secara umum dapat dijadikan menjadi 5 tahapan, yaitu
  • Tahap 1 Berfikir (Tahap deskripsi: memasuki konteks sosial: ada tempat aktor dan aktifitas) dalam tahap ini peneliti mencari informasi-informasi yang akan diteliti. 
  • Tahap 2 Bertanya (tahap reduksi: menentukan fokus) pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap yang pertama.  Reduksi ini digunakan untuk menetukan fokus utama dalam penelitian. 
  • Tahap 3 Analisis (Tahap selesksi:mengurai fokus pada komponen yang lebih rinci). Pada tahap ini peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh. Dan mengkontruksi data tersebut sebagai suatu bangunan pengetahuan. 
  • Tahap 4 Kesimpulan, pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan dari data analisis yang telah dilakukan secara mendalam. 
  • Tahap 5 Pencandraan, pada tahap ini peneliti kembali pada kesimpulan. Untuk melihat atau mengkroscek apakah kesimpulan yang dibuat kredibel atau tidak.  Untuk memastikan bahwa kesimpulan kredibel maka peneliti kembali ke lapangan, untuk mengulangi pertanyaan yang sama namun pada sumber yang berbeda, sementara tujuannya tetap sama. Jika hasilnya sama maka penelitian ini dapat dinyatakan kredibel.

Menggunakan Penelitian Kualitatif

Sempat disinggung diatas bahwa metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah interview (wawancara), Observasi (pengamatan), quesioner (angket) dan pendekatan studi kasus.
Kapankah kita menggunakan metode penelitian kualitatif,
Jaadi seorang peneliti menggunakan metode kualitatif ketika:

  • Masalah dalam penelitian tersebut masih remang-reman, atau belum jelas. Kondisi tersebut cocok untuk menggunakan metode kualitatif. Karena si peneliti tersebut akan langsung masuk ke lapangan (obyek) dan melakukan pertanyaan tindakan atau grant tour questions. 
  • Untuk memahami makna dari data yang tampak. 
  • Untuk memahami interaksi sosial. 
  • Memahami perasaan orang. 
  • Untuk mengembangkan teori. 
  • Untuk memastikan kebenaran data. 
  • Untuk meneliti sejarah perkembangan.

Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Penelitian dan pengembangan yang dalam bahasa inggris disebut research and development (R&D) adalah salah satu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau membuat produk tertentu dan menguji keefektifan metode tersebut. 

Untuk dapat membuat produk tertentu maka dilakukan analisis kebutuhan, sementara untuk melihat keefektifan dari produk terebut maka dilakukan penelitian dengan uji keefektifan produk. 

Sugiono (2009: 297) menyampaikan bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan metode tersebut. Sementara dalam bidang pendidikan Borg and Gall (1985) dalam Sugiono (2009: 4) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Dari kedupa pendapat ahli tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Research and Development adalah metode penelitian bertujuan untuk menghasilkan produk produk tertentu serta menguji validitas dan keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.

Sugiono (2009: 5) menyampaikan bahwa penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk. Dalam penelitian dan pengembangan terdapat tiga hal yang menjadi tujuan utama yaitu menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi produk.  Menemukan adalah diawal melakukan penelitian diawal yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan tentang dasar suatu hal. Mengembangkan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh dari penelitian awal, dapat berupa sebuah produk-produk tertentu. Memvalidasi produk upaya untuk menguji keefektifitasan dari produk-produk hasil pengembangan.

Ciri-Ciri Metode R&D

Menurut Borg and Gall, terdapat empat karakteristik  atau ada empat ciri-ciri R&D yaitu:
Studying research findings pertinent to the product to be developed. (melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelaitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan).  
Developing the product base on this findings. (mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut).
Field testing it in the setting where it will be used eventually. (dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya dimana produk tersebut nantinya digunakan).
Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage. (melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan).

Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan
Menurut Sugiyono, terdapat 10 langkah yang dapat diterapkan dalam melaksanakan pengembangan dengan metode R&D, yaitu:

Langkah-langkah penelitian R & D terdiri dari 10 langkah sebagai berikut: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Ujicoba produk, (7) Revisi produk, (8) Ujicoba pemakaian, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi masal.


  • Potensi dan Masalah
Penelitian berawal dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila dapat mendayagunakannya. Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R & D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date


  • Mengumpulkan Informasi
Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date, selanjutnya dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu produk, khususnya yang terkait dengan produk pendidikan, misal produk yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sebagainya. Di sisi lain melalui studi literatur akan dikaji ruang lingkup suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keterbatasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut.


  • Desain Produk
Produk yang dihasilkan dari penelitian R & D ada banyak macamnya. Untuk menghasilkan sistem kerja baru, harus dibuat rancangan kerja baru berdasarkan penilaian terhadap system kerja lama, sehingga dapat ditemukan kelemahan - kelemahan terhadap sistem tersebut. Disamping itu dilakukan penelitian terhadap unit lain yang dipandang sistem kerjanya bagus. Selain itu harus mengkaji referensi mutakhir yang terkait dengan sistem kerja yang modern berikut indikator sistem kerja yang baik. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Desain ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian. Desain produk harus diwujudkan dengan gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya, serta akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya.


  • Validasi Desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.


  • Perbaikan Desain
Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya . maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.


  • Uji coba Produk
Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu, menghasilkan produk, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru.

  • Revisi Produk
Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan.


  • Ujicoba Pemakaian
Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.


  • Revisi Produk
Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.


  • Pembuatan Produk Masal
Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama.

Sedangkan menurut Borg & Gall Secara ringkas langkah-langkah penelitian R & D diuraikan sebagai berikut.

Research and Information colletion (penelitian dan pengumpulan data)
Langkah pertama ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan. Untuk melakukan analisis kebutuhan ada beberapa kriteria yang terkait dengan urgensi pengembangan produk dan pengembangan produk itu sendiri, juga ketersediaan SDM yang kompeten dan kecukupan waktu untuk mengembangkan.Adapun studi literatur dilakukan untuk pengenalan sementara terhadap produk yang akan dikembangkan, dan ini dilakukan untuk mengumpulkan temuan riset dan informasi lain yang bersangkutan dengan pengembangan produk yang direncanakan. Sedangkan riset skala kecil perlu dilakukan agar peneliti mengetahui beberapa hal tentang produk yang akan dikembangkan.


  • Planning (perencanaan)
Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian, kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas.


  • Develop Preliminary form of Product (pengembangan draft produk awal)
Langkah ini meliputi penentuan desain produk yang akan dikembangkan (desain hipotetik), penentuan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan, penentuan tahap-tahap pelaksanaan uji desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian. Termasuk di dalamnya antara lain pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen evaluasi.

  • Preliminary Field Testing (uji coba lapangan awal)
Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas, yaitu melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk, yang bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat. Uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak, baik substansi maupun metodologi. Misal uji ini dilakukan di 1 sampai 3 sekolah, menggunakan 6 sampai 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba diadakan pengamatan, wawancara dan pengedaran angket. Pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi yang selanjutnya dianalisis.


  • Main Product Revision (revisi hasil uji coba)
Langkah ini merupakan perbaikan model atau desain berdasarakan uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba lapangan secara terbatas. Pada tahap penyempurnaan produk awal ini, lebih banyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan internal.


  • Main Field Testing (uji lapangan produk utama)
Langkah ini merupakan uji produk secara lebih, meliputi uji efektivitas desain produk, uji efektivitas desain (pada umumnya menggunakan teknik eksperimen model penggulangan). Hasil dari uji ini adalah diperolehnya desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun metodologi. Contoh uji ini misal dilakukan di 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai 100 subjek. Pengumpulan data tentang dampak sebelum dan sesudah implementasi produk menggunakan kelas khusus, yaitu data kuantitatif penampilan subjek uji coba (guru) sebelum dan sesudah menggunakan model yang dicobakan. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding.


  • Operational Product Revision (revisi produk)
Langkah ini merupakan penyempurnaan produk atas hasil uji lapangan berdasarkan masukan dan hasil uji lapangan utama. Jadi perbaikan ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang dikembangkan, karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. Desain yang digunakan adalah pretest dan posttest. Selain perbaikan yang bersifat internal. Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.


  • Operational Field Testing (uji coba lapangan skala luas/uji kelayakan)
Langkah ini sebaiknya dilakukan dengan skala besar, meliputi uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk, dan uji efektivitas dan adabtabilitas desain melibatkan para calon pemakai produk. Hasil uji lapangan berupa model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi. Misal uji ini dilakukan di 10 sampai 30 sekolah dengan 40 sampai 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan hasilnya dianalisis.


  • Final Product Revision (revisi produk final)
Langkah ini merupakan penyempurnaan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai "generalisasi" yang dapat diandalkan. Penyempurnaan didasarkan masukan atau hasil uji kelayakan dalam skala luas. 


  • Disemination and Implementasi (Desiminasi dan implementasi)
Desiminasi dan implementasi, yaitu melaporkan produk pada forum-forum profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik pendidikan. Penerbitan produk untuk didistribusikan secara komersial maupun free untuk dimanfaatkan oleh publik. Distribusi produk harus dilakukan setelah melalui quality control. Disamping harus dilakukan monitoring terhadap pemanfaatan produk oleh publik untuk memperoleh masukan dalam kerangka mengendalikan kualitas produk. 



Demikian artikel yang saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Jangan Lupa Shere, Klik G+ ya. . . .


EmoticonEmoticon