9/24/17

CARA MENJADI GURU PROFESIONAL : 4 Kompetensi Guru Profesional yang harus dimiliki!

Negara yang maju memiliki sistem pendidikan yang maju pula. Hal tersebut mengidentitifikasikan bahwa kemajuan suatau negara ditentukan oleh kemajuan dari pendidikan disuatu negara tersebut. 

Hal ini berarti pembenahan segala komponen sistem pendidikan harus menjadi prioritas utama untuk dapat mempercepat kemajuan sistem pendidikan di Indonesia. Untuk memajukan sistem pendidikan salah satu faktor yang paling penting menurut saya adalah peran guru. Hal tersebut karena guru adalah ujung tombak pendidikan itu sendiri. Baik tidaknya pendidikan akan sangat bergantung dengan kualitas guru. Guru sebagai pelaksanaan pendidikan di tingkat pembelajaran memegang peranan penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas. 

Sebagus apapun kurikulum, sarana dan prasarana, guru adalah yang menentukan apakah kurikulum tersebut akan berhasil. Guru adalah orang yang akan menentukan apakah sarana dan prasarana berguna untuk meningkatkan hasil belajar anak. Maka sangat penting bagi negara Indonesia memiliki guru yang berkompetensi.
 
Guru Profesional
Guru Profesional

Apakah guru itu?


Guru adalah pekerjaan yang mempunyai banyak tugas. Baik tugas yang diberikan oleh dinas maupun tugas diluar dinas seperti melakuukan pengabdian. Guru merupakan profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus  sebagai guru. Jadi pekerjaan guru tidak bisa dikerjakan oleh orang sembarangan diluar orang-orang di luar bidang akademik pendidikan guru.

Jadi kalau mau jadi guru, hal pertama yang harus dilakukan adalah sekolah di jalur profesi keguruan misalnya jurusan pendidikan di berbagai macam program setudi.

Kalau mau jadi guru SD, maka ambil jurusan PGSD,
Kalau mau jadi guru MI maka ambil jurusan PGMI
Kalau mau jadi guru IPS maka ambil jurusan pendidikan IPS
Kalau mau jadi guru matematika  maka ambil jurusan guru pendidikan matematika.
dan seterusnya.

Artinya bahwa kalau kita mau jadi guru, kita harus mengambil kuliah khusunya S1 di jalur akademik yang sesuai. 

Setelah berhasil menyelesaikan kuliahnya di S1.Sekarang ini kita tidak bisa secara langsung menyebut lulusan S1 bisa menjadi seorang guru profesional. Hal itu krena pemerintah dalam peraturan terbarunya menyampaikan bahwa seorang guru profesioanl haru tersertitikasi.

Ada dua macam jalur yang digunakan untuk melakukan sertifikasi terhadap gur-guru, yang pertama adalah jalur PLPG dan yang kedua adalah jalur PPG.

Setelah guru atau calon guru meyelesaikan program tersebut baru mereka dinyatakan sebagai guru profesional. yang memiliki kompetensi sebagai guru profesioanl.

Lalu apakah yang dimaksud dengan guru profesional?


Sebelumnya kita akan cari tau apa itu yang dimaksud dengan profesi, profesi ternyata berasal dari bahasa latin yaitu 'profesio' yang artinya adalah janji atau ikrar dan juga memiliki arti pekerjaan. Jadi profesi ini berkaitan erat dengan pekerjaan yang memerlukan keahlian.

Saya masih ingat  dosan saya pernah mengatakan bahwa profesi merupakan pekerjaaan tertentu yang memerlukan keahlian yang tidak setiap orang bisa atau dapat mengerjakannya. 

Sementara menurut Dedi Supriadi (1998: 96-100) bahwa ciri-ciri profesi adalah sebagai berikut:
  1. pekerjaan itu memiliki fungsi dan signifikansi sosial karena diperlukan untuk pengabdian kepada masyarakat. Jadi profesi mutlak memerlukan pengakuan masyarakat, 
  2. menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang lama dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan,
  3. didukung oleh suatu disiplin ilmu, bukan sekedar common sense,
  4. ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik,
  5. sebagai konsekwensi layanan yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi memperoleh imbalan finansial atau materiil.


Beradarkan ciri-ciri tersebut maka guru dapat dikatakan sebagai profesi, karena guru adalah pekerjaan yang memiliki fungsi yang siknifikan di masyarakat. Kemudian profesi guru juga memerlukan pendidikan khusus yaitu pendidikan profesi guru. Guru juga memiliki kode etik, dan terdpat imbalan finansial yang diperoleh guru sebagai konsekuensi layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasar-kan prinsip-prinsip, yaitu memiliki :

  1. bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
  2. komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
  3. kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
  4. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
  5. tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
  6. penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
  7. kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. 
  8. jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan
  9. organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. 


Kemudian sebagai guru profesioanl, guru juga dituntut untuk memiliki 4 kompetensi profesionalitas guru.  Apa saja berikut ini penjelasannya.
 
4 Kompetensi Profesional Guru
4 Kompetensi Profesional Guru

4 Kompetensi Guru Profesioanal


Guru dinyatakan profesional jika memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, komptensi sosial, dan kompetensi profesionalitas (mengajar) itu sendiri.

1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi guru yang berkaitan dengan cara pengelolaan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pemahaman terhadap peserta didik. Lebih lanjut, kompetensi ini meliputi kemampuan memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan juga pengembangan.

Secara rinci jabaran dari kompetensi ini terdapat pada Tabel 1.

Tabel 1. Sub-Kompetensi dan Indikator Esensial Kompetensi Pedagogik
Subkompetensi
Indikator Esensial
1. Memahami peserta didik
a. Memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif.
b. Memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian.
c.  Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik.
2. Merancang  pem-belajaran.
a. Menerapkan teori belajar dan pembelajaran.
b. Menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteris-tik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai dan materi ajar.
c. Menyusun rancangan pembelajaran yang berdasarkan strategi yang telah dipilih. 
3. Melaksanakan pem belajaran.
a. Menata latar (setting) pembelajaran.
b. Melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
4. Penilaian hasil be-lajar.
a. Melaksanakan penilaian (asesmen) proses dan hasil bela-jar secara berkesinambungan dengan berbagai metode.
b. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level).
c. Menggunakan informasi ketuntasan belajar untuk meran-cang program remedi atau pengayaan (enrichment).
d. Memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaik-an kualitas program pembelajaran secara umum.
5. Pengembangan pe   serta didik.
a. Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berba-gai potensi akademik.
b. Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berba-gai potensi non akademik.

2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi berupa sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kepribadian guru harus mencerminkan profesi yang diembannya. Maka seorang guru harus dapat mencerminkan kepriibadian disri yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Setiap unsur kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial seperti terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2.  Sub-Kompetensi dan Indikator Esensial Kompetensi Kepribadian
Subkompetensi
Indikator Esensial
1. Memiliki kepribadian   mantap dan stabil
a. Bertindak sesuai dengan norma hukum.
b. Bertindak sesuai dengan norma sosial.
c. Bangga sebagai pendidik.
d. Memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma.
2. Memiliki kepribadian dewasa
a. Menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pen-didik.
b. Memiliki etos kerja sebagai pendidik.
3. Memiliki kepribadian arif.
a. Menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaat-an peserta didik, sekolah, dan masyarakat.
b. Menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
4. Memiliki kepribadian yang berwibawa.
a. Memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap pe-serta didik.
b. Memiliki perilaku yang disegani.
5. Memiliki akhlak mu-lia dan dapat menja-di teladan.
a. Bertindak sesuai dengan norma religius (intaq, jujur, ikhlas, suka menolong).
b. Memiliki perilaku yang diteladani peserta didi

3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan seorang guru untuk berjalan beriringan dengan masyarakat. Seorang guru harus mampu untuk berkomunikasi dengan efektif dengan masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah mampu untuk berkomunikasi dengan peserta didik, guru lain, wali murid dan warga di lingkungan sekolah. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dan indikator esensial seperti nampak pada Tabel 3.

Tabel 3. Sub-Kompetensi dan Indikator Esensial Kompetensi Sosial
Subkompetensi
Indikator Esensial
1. Berkomunikasi secara efektif.
a. Berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, seja-wat, dan orangtua / wali.
b. Berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat. 
2. Bergaul secara efektif
a. Mengembangkan hubungan secara efektif dengan pe-serta didik, sejawat, orangtua / wali, dan masyarakat.
b. Bekerja sama secara efektif dengan peserta didik, seja-wat, orangtua / wali, dan masyarakat.

4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Indikator esensial dari kompetensi ini meliputi : (1) memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, (2)  memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, (3) memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait, dan (4) menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.


SUMBER :
Dedi Supriadi. (1998). Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

Demikian informasi tentang 4 komptensi yang haurus dimiliki oleh seorang guru. Mengingat kembali bahwa begitu penting peran dari guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Maka penting sekali meningkatkan profesionalitasi dari guru.

Demikian aktikel ini dibuat, semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk memberikan kommen dan kritik serta saran.


EmoticonEmoticon