9/11/17

Apakah Home Schooling dan Apa bedanya dengan Sekolah Formal Umum?

Tags
Definisi Home Schooling Pe

Apakah Home Schooling dan Apa bedanya dengan Sekolah Formal Umum?

Baru-baru ini saya membaca buku yang membahas tentang Home Schooling

Buku itu Berjudul "Segala Sesuatu yang Harus diketahui Tentang Home Schooling"
Buku ini ditulis oleh Indah Hanaco, seorang ibu yang memilih untuk mendidik anaknya sendiri dengan sebuah kegiatan yang disebut dengan Home Schooling.

Buku Terbitan Gramedai ini mengulas Home Schooling dari sudut pandang seorang ibu yang menginkan anaknya memperoleh pendidikan terbaik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Ketidak puasan terhadap Pendidikan yang ada di sekolah menjadi salah satu faktor mengapa penulis memilih untuk mendidik anaknya sendiri.

Buku tersebut membuka mata saya, bahwa sebenarnya pendidikan terbaik adalah pendidikan yang disesuaikan dengan ciri dan karakteristik anak itu sendiri. Artinya bahwa guru tidak boleh menyamakan atau menganggap 20-30 siswa di dalam kelasnya memiliki  karakter, potensi, pengetahuan, bakat dan cara belajar yang sama. Artinya bahwa jika guru memaksakan satu cara untuk mendidik semua murid yang ada di dalam kelas, dan tentu memiliki berbagaimacam perbedaan maka sejatinya guru tersebut telah membuat beberapa siswa menderita dengan cara belajar yang tidak sesuai dengan mereka.

Jika dokter memberikan obat yang sama pada setiap pasien yang memiliki keluhan dan penyakit yang berbeda, maka hasilnya akan banyak orang sakit yang tambah sakit bahkan berujung pada kematian. Begitupun dengan guru, jika guru memberikan perlakuan yang sama pada setiap siswa yang memiliki beranegaragam persoalan dalam belajar. Itu sama saja membuat siswa semakin menderita dengan apa yang dialaminya.

Home Schooling bukanlah lawan dari sekolah formal, Home Schooling adalah alternatif bagi para orang tua yang tidak puas dengan pendidikan yang ada di sekolah. Home Schooling adalah alternatif pilihan yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi orang tua yang menginginkan anaknya untuk belajar, berkembang sesuai dengan potensi dan karakternya. Setidaknya itulah yang pernah di sampaikan oleh salah satu Dosen saya yang fokus meneliti tentang Home Schooling.

Lalu apakah definisi Home Schooling itu?

Jika kita artikan dari bahasa, Home Schooling bersasal dari bahasa Inggris dan terdiri dari dua kata yaitu kata Home yang memiliki arti Rumah dan School yang berarti Sekolah. Sehingga Home Schooling dapat diartikan sebagai Sekolah Rumah.

Sedangkan dari pencarian saya di Wikipedia, Sekolah rumah atau Homeschooling adalah metode pendidikan alternatif yang dilakukan di rumah, di bawah pengarahan orangtua atau tutor pendamping, dan tidak dilaksanakan di tempat formal lainnya seperti di sekolah negerisekolah swasta, atau di institusi pendidikan lainnya dengan model kegiatan belajar terstruktur dan kolektif.

Home Schholing adalah sekolah yang dilaksanakan di rumah di bawah pengarahan dari orang tua atau tutor. Hal penting yang mendasari pendidikan di rumah adalah kebutuhan si Anak. Ya ketidak puasan orang tua terhadap sistem pendidikan yang ada di Negeri tercinta ini menjadi salah satu faktor besar yang melandasai HS ini.

Indah Hanaco menjelaskan Secara sederhana Home Schooling dapat diartikan sebagai model pendidikan berbasis rumah, dengan orang tua sebagai penanggung jawab aktif. Serta fokus pada pengembangan dan kepentingan anaknya. Jadi dalam hal ini segala pendidikan yang di ajarkan dalam home schooling baik model, metodenya lebih fokus untuk kepentingan anaknya seorang.
Jadi Home Schooling sjauh ini bukanlah lembaga, melainkan orang tua sendiri yang menjalankan HS. Untuk memperlancar HS yang diselenggarakan orang tua, seperti materi, soal-soal, dan hal lainnya. Orang tua dapat bekerja sama dengan komunitas HS lainnya. Jadi sarannya ibu Indah Hanaco, bergabunglah dengan komunitas HS agar dapat membantu dalam pengembangan belajar anaknya. Anda dapat mencari informai tentang HS di komunitas yang ada di sekitar anda, jika masih bingung coba hubungi atau cari omunitas home Schooling memlalui Internet:

Berikut ini saya berikan beberapa komunitas HS yang ada di Jawa:
2. Home Schooling Primagama Jakarta Timur (Jl. Pusdiklat Depnaker No.43, RT.6/RW.4, Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13570)
3. MercySmart Home Schooling (Jl. Kebon Bawang VI No.35, RT.3/RW.5, Kb. Bawang, Tj. Priok, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14320)
4. Fikar Home Schooling (Jl. Lebak Bulus Raya 1 No. 23, Lebak Bulus Cilandak, RT.9/RW.7, Lb. Bulus, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12440)

Maaf jika data Komunitas tidak banyak dan belum tepat, mungkin orang tua dapat mencarinya sendiri di Internet hehe

Tujuan Home Schooling difokuskan pada perkembangan anak, untuk dapat mengembangkan bakat dan potensi anak itu sendiri. Dalam bukunya Indah Hanaco juga menjalaskan bahwa sejatinya orang tua sudah memiliki kemampuan untuk mendidik anak sejak anak tersebut dari bayi, seperti mengajarinya berjalan, berbicara, dan hal lainnya. Lah bagi Indah Hanaco Home Schooling merupakan kepanjangan dari pendidikan yang sudah di lakukan sejak kecil. Beliau meyakini bahwa orang tua mampu untuk mendidik anaknya sesuai dengan bakat dan potensinya.

Setelah kita mengetahu sedikit pengertian dari Home Schooling, Sekarang kita akan mencoba untuk mencari tau apa yang membedakan home schooling dengan sekolah formal?

Tapi, sebelum masuk ke perbedaan antara Home Schooling dengan Sekolah Formal, maka akan lebih baik  bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu kesamaan dari keduanya.

  1. Home Schooling (informal) dan Sekolah Fomral adalah kedua lembaga yang di akui oleh pemerintah, hal itu sudah tertulis pada UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SIstem Pendidikan nasional Pasal 27.
  2. Sekolah Fomral dan home Schooling juga sama sama akan mengikuti Ujian Nasional


Sementara, perbedaan anatara home schooling dengan sekolah formal adalah:
  1. Sekolah formal seperti sudah kita tau, memiliki  aturan-aturan yang sudah jelas seperti masuk 5 atau 6 hari dalam seminggu. Sementara Home Schooling lebih fleksibel yaitu sesuai kesepakatan.
  2. Lokasi belajar sekolah formal seperti biasa yang kita lihat yaitu di lingkungan sekolah, sementara home schooling lokasinya berada di rumah atau sesuai dengan kesepakatan yang dipilih.
  3. Di sekolah fomal setiap siswa hampir diberlakukan sama, sementara pada home schooling setiap perlakukan disesuaikan dengan si anak.
  4. Sekolah Formal menyerahkan pendidikan pada lembaga sekolah, semetara home schooling tanggung jawab sepenuhnya da pada orang tua.


Ada satu pertanyaan lagi yang sering muncul tentang Home Schooling yaitu, apakah Home Schooling juga mendapatkan Ijazah dan bagaimana cara untuk menadpatkan ijazah tersebut, apakah sama dengan sekolah-sekolah formal?

Sperti sudah di jelaskan di atas bahwa Home Schooling adalah alternatif dari sekolah formal, maka Ijazah yang diperolah tidaklah sama dengan Ijazah yang dimiliki oleh siswa di Sekolah Formal. Tapi tenang karena bagi peserta Home Schooling juga masih dapat memperoleh Ijazah loo, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh Ijazah bagi peserta Home Schooling:
  1. Cara yang paling sering dan mudah, mungkin (murah) lewat PKBM, adalah singkatan dari Program Kelompok Belajar Mandiri yang dikelola oleh Swasta atau Mandiri. PKBM ini biasanya diperuntukan untuk anak-anak yang mengalami putus sekolah yang ingin mengjar pendidikan sekolah formal di jenjang pendidikan SD, SMP atau SMA. Karena sekarang Home Schooling sudah menjamur di Indonesia PKMB juga sudah menerima siswa HS untuk mengikuti ujian Paket dan mendapatkan Ijazah Paket A, B, atau C.
  2. Lewat Sekolah Payung (umbrella School). Ini adalah sekolah formal yang bersedia mewadahi anak-anak HS untuk mengikuti Ujian Nasional di sekolahnya. Dengan catatan, anak HS ini siap mengikuti ketentuan yang ditetapkan sekolah tersebut  
  3. Lewat jalur non Diknas, seperti Cambridge, SAT, dll. Ada beberapa lembaga yang menyediakan program ujian Cambridge. Hanya saja program ini tidak sama dengan UN dan UNPK yang menyatakan kelulusan. Ujian ini hanya berupa assessment.

Oke demikian sedikit pembahasan tentang Home Schooling, Semoga dapat menambah wawasan kita tentang Home Schooling. Bagi saya sekolah di manapun tidak masalah, asalkan orang tua senantiasa berhubungan dengan anak, dan guru jika sekolah di sekolah formal. Sehingga orang tua bisa selalu mengkontrol perkembangan sang buah hati tercinta.


EmoticonEmoticon