9/11/17

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Dalam membuat Tugas Akhir atau Skripsi, memang tidak mudah. Perlu konsistensi untuk menyelesaikan tugas yang kadang membuat mahasiswa betah berlama-lama menjadi mahasiswa abadi di kampus.

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi 


Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Skripsi
Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Skripsi


Hal tidak berbeda pernah saya alami dulu, ketika harus 6 bulan lebih lama dari 4 tahun target saya untuk menyelesaikan kuliah saya di salah satu Universitas Swasta yang ada di kota Semarang. Alasan klasik yaitu malas memulai, minim pengetahuan menjadi hal yang membuat saya jauh lebih lama dari teman-teman yang lulus tepat 4 tahun. 

Dalam menyusun Skripsi salah satu halangan yang paling sulit untuk saya kerjakan adalah membuat proposal, dimana di dalam proposal skripsi kita harus menyusun latar belakang yang melandasi kita melakukan penelitian yang selanjutnya menjadi bahan skripsi kita. 

Namun kini saya sudah sedikit paham loo, Jadi mungkin Artikel ini dapat membantu teman-teman yang mungkin juga lagi kesulitan seperti saya dulu, tentang cara untuk membuat Latar Belakang Skripsi. 

Dalam Artikel ini saya akan menjelaskan secara runtut langkah-langkah membuat latar belakang skripsi disertai dengan contohnya sekaligus. Jadi teman-teman yang ingin membuat latar belakang skripsi sudah tepat untuk mengikuti tmembaca dan memahami tulisan saya ini.

Langkah-langkah membuat latar belakang proposal skripsi.


  1. Menemukan Masalah di lingkungan anda (jangan Langsung Buat Judul). Dalam membuat skripsi, karya ilmiah atau melakukan penelitian hal yang dicari pertama kali bukanlah JUDUL. Yup..sering kali, banyak mahasiswa yang ketika diminta untuk membuat skripsi langsung pusing dengan menentukan JUDUL terlebih dahulu. Ya seperti saya dulu,. Jadi ketika kita membuat Skripsi kemudian kita membuat judul terlebih dahulu, maka yang sulit adalah menemukan masalah yang ada, membuat latar belakangnya, menemukan data awalnya. Akan bagus jika kita mau mencari data yang sesuai dengan judul kita, lah kalau tidak mau hehehe CELAKA di akhir episode nanti. Maka sangat penting untuk mengikuti alur yang sudah ada yaitu dengan menemukan masalah. Masalah adalah kondisi yang tidak di harapkan. Sementara pendapat lain lebih jelas mengungkapkan bahwa masalah dalam penelitian adalah terjadinya ketimpangan antara harapan dan kondisi yang ada. Misal dalam kelas di harapkan rata-rata nilai siswa di kelas 5 di atas KKM pada mata pelajaran matematika, tapi pada keadaanya ternaya nilai rata-rata siswa di kelas di bawah KKM. Maka itu dapat di sebut sebagai masalah.
  2. Mencari data pendukung. Setelah kamu menemukan masalah yang kamu cari maka langkah selanjutnya yaitu menemuka data-data pendukung yang menunjukan bahwa terjadi masalah di kelas kamu. Data-data pendukung tersebut dapat berupa, hasil nilai siswa atau juga hasil wawancara dan mungkin hasil observasi pengamatan di kelas. Alangkah baiknya data seperti hasil nilai siswa dan hasil wawancara dengan wali kelas di masukan di sini. Karena akan memperkuat argument kmau yang menunjukan masalah yang sedang terjadi di kelas.
  3. Mencari Solusi dari Masalah yang telah di tentukan. Namamnya juga penelitian, tujuannya yaitu menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang telah ada, atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika ada masalah maka langkah selanjutnya yaitu mencari solusi dari masalah tersebut. Setelah kita menemukan masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka selanjutnya kita di hadapkan untuk mencari solusi. SOlusi yang kita berikan harus berlandaskan oleh teori-teori yang sudah ada. An akan lebih kuat biasanya jika di dukung oleh penelitian-penelitian terdahulu. Maka untuk mencari solusi, carilah referensi teori-teori tentang metode, model, atau media yang dapat mengaatasi masalah pembelajaran yang sebelumnya telah di temukan.
  4. Menyimpulkan sebagai hipotesis sementara bahwa Solusi yang diberikan dapat mengatasi masalah. Langkah terakhir setelah kamu menuliskan masalah, mencantumkan data-data pendukung, dan menentukan solusi yang di dukung oleh teori-teori serta penelitian terdahulu adalah menuliskan kesimpulan. Kesimpulan di latar belakang adalah kesimpulan yang melandasai kamu melakukan penelitian ini. Seperti contoh berikut “Berdasarkan penjelasan di atas maka dari itu peneliti memilih untuk meneliti pengaruh dari metode make a match pada pembelajaran matematika kelas 5 SD batur semarang”.


Baca Juga: 

Dalam membuat latar belakang sebenarnya hanya ada dua kata kunci umum yaitu, ada masalah dan di carikan solusi. Yang membuat banyak dan panjang latar belakang adalah data-data pendukungnya. Mulai dari Landasan Yuridis, Landasan Empiris, Landasan Teoritis, dan Penelitian Terdahulu.

  1. Landasan Yuridis adalah landasan yang isinya tentang Peraturan atau UU yang mendukung, seperti UU tentang system pendidikan nasional dan masih banyak aturan lainnya.
  2. Landasan Empiris adalah landasan yang berisi data-data nyata yang ada di lapangan, seperti data nilai siswa, data usia siswa, data latar belakang keluarga siswa, hasil wawancara, hasil pengamatan dan lain sebagainya.
  3. Landasan Teoritis adalah landasan yang isinya teori-teori yang mendukung argument yang kamu berikan. Ya speeti pendapat ahli tentang pengertian suatu hal, atau solusi suatu hal. Yang ini yang penting ambilnya dari buku, gitu aja.
  4. Terakhir yaitu penelitian terdahulu, merupakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan sekiranya cocok dan dapat mendukung argument kamu tentang solusi yang kamu tawarkan. Carilah pada jurnal-jurnal tertentu. Di Internet juga banyak hasil jurnal penelitian.


Setelah kamu memahami tentang langkah-langkah untuk membuat latar belakang, maka langkah terpenting adalah segera kerjakan sesuai langkah-langkah yang sudah saya tuliskan. Ingat jangan malas, karena sesungguhnya yang membuat kita lama atau sulit untuk menyelesaikan skripsi kita adalah kemalasan itu hehe, pengalaman saya si begitu.

Untuk lebih memudahkan kawan-kawan dalam membuat Latar belakang, berikut ini sudah saya siapkan contoh latar belakang yang memuat keseluruhan langkah-langkah tersebut.

Contoh Latar Belakang Proposal Skripsi

Contoh Latar Belakang Skripsi
Contoh Laatar Belakang Skripsi 

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang berupaya meningkatkan sumber daya manusia. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan kecerdasakan sumber daya manusia. Hal tersebut juga tidak lepas usaha untuk dapat bersaing di era globalisasi. Upaya mencerdaskan manusia Indonesia dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan.  Upaya mencerdaskan manusia Indonesia, juga telah jelas dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, pasal 3 yang menyebutkan bahwa.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Sisdiknas No 20 tahun 2003).
Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta menceradaskan kehidupan bangsa adalah pendidikan nasional. Oleh sebab itu pendidikan nasional harus mempunyai kualitas yang baik, sehingga mampu untuk mencapai fungsi dan tujuan dari pendidikan di Indonesia. Sementara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 juga menyebutkan bahwa:
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokkratis dan bertanggung jawab.
Undang-Undang tersebut juga dengan jelas menyampaikan bahwa yang menjadi tujuan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik. Peserta didik disini adalah siswa yang ada di sekolah dan potensi yang dimaksut adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
Mengingat pada fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional tersebut maka jelas bahwa diharapkan melalui pendidikan nasional sumber daya manusia indonesia menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Artinya kita akan melihat manusia indonesia yang berintelektual, manusia Indonesia yang berkarakter dan dapat berprestasi untuk bersaing di dunia.
Namun dewasa ini pendidikan di Indoenesia berada pada tingkat yang rendah. Dikutip DetikNews.com (2014) disebutkan bahwa hasil survei dari PISA (Program for International Student Assesment) tahun 2012 memperlihatkan bahwa negara Indonesia berada diperingkat rendah. Negara yang paling rendah dalam peringkat ini adalah Peru dan Indonesia. Lebih lanjut dikutip dari MetrotvNews.com (2013) disampaikan bahwa tingkat membaca pelajar Indonesia menempati urutan ke-61 dari 65 negara anggota PISA. Indonesia hanya mengumpulkan skor membaca 396 poin. Untuk literasi matematika, pelajar Indonesia berada di peringkat 64 dengan skor 375. Adapun skor literasi sains berada di peringkat 64 dengan skor 382. Sedangkan dikutip dari Kompas.com (2012) disebutkan bahwa hasil research dari Firma Pendidikan Pearson sistem pendidikan Indoensia berada di posisi terbaFwah bersama Meksiko dan Brazil. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masihlah rendah dan jauh dibandingkan dengan negara-negara lain.
Kondisi tersebut jelas menunjukan bahawa terjadinya ketimpangan yaitu anatar harapan dengan kenyataan. Harapan dari adanya pendidikan nasional yaitu mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia, sehingga dapat bersaing di era global dengan negara-negara lain. Namun kondisi yang terjadi adalah sebaliknya, pendidikan nasional belum mampu secara maksimal mengembangkan manusia indonesia yang mampu bersaing di era global. Ketimpangan tersebut menjadikan adanya masalah yaitu kualitas pendidikan nasilan yang masih kurang.
Kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh suasana kondusif dalam proses belajar. Suasana kondusif sangat mempengaruhi kondisi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Menurut Rianto (2007:1), tingkat keberhasilan pembelajaran amat ditentukan oleh kondisi yang terbangun selama pembelajaran. Kondisi pembelajaran yang semakin kondusif, maka tingkat keberhasilan peserta didik dalam belajarnya akan semakin tinggi dan sebaliknya. Lebih lanjut kondusifitas proses belajar di kelas juga dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengajar. Kemapuan guru dalam memfasilitasi perserta didik dalam belajar meliputi kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran, menggali kemampuan siswa dan mengembangkan potensi dari siswa.
Oleh sebab itu untuk menginkatkan kualitas dari pendidikan nasional dapat dilakukan oleh guru dengan meningkatkan kemampuannya dalam memfasilitasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Menurut Rusman (2015: 21) “pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya”. Komponen-komponen yang saling berhubungan dalam pembelajaran yaitu tujuan, materi, media dan strategi pembelajaran. Maka dengan kemampuan guru mengorganisir pembelajaran dengan baik, dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Namun, kondisi yang terjadi di sekolah, tidak sepenuhnya terjadi seperti yang diharapkan yaitu terjadinya proses pembelajaran yang terorganisir dengan baik. Sebaliknya yang terjadi adalah kurang optimalnya proses belajar mengajar yang terdapat di sekolah.  Dari pengamatan yang dilakukan oleh penulis pada proses belajar siswa di kelas IV SD  Jomblang 01 Kota Semarang  ditemukan kondisi-kondisi sebagaimana berikut yaitu, kurangnya minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa kesulitan untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru serta hasil belajar siswa, dimana sebanyak 22 anak tidak mampu untuk mencapai nilai KKM pelajaran matematika.
Sementara dari hasil wawancara dengan guru kelas yaitu Ibu Anjar S.Pd menyampaikan bahwa konsentrasi belajar siswa memang tidak lama, konsentrasi maksimal siswa hanya mencapai 10-15 menit dalam awal proses pembelajaran selebihnya kurang optimal. Siswa juga kurang antusias dalam belajar sehingga kurang mampu memahami materi.
Kondisi-kondisi yang terjadi di sekolah tersebut adalah kelemahan dalam proses pembelajaran yang perlu segera diatasi. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan minat siswa dalam belajar. Untuk itu penggunaan media pembelajaran dapat membantu untuk mengatasi minat siswa dan konsentrasi siswa dalam proses belajar. Lebih lanjut penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan oleh Hamalik (1986) dalam Arsyad (2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. pendapat dari Hamalik tersebut menjalaskan bahwa untuk menginkatkan.
Penjelasan diatas menjelaskan bahwa media mampu untuk membangkitkan keinginan dan minat serta motivasi dan menrangsang siswa dalam belajar. Maka dengan begitu utnuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan media ini dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Arsyad (2013: 3) “media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau electronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Pengertian dari Arsyad menekankan media adalah alat yang digunakan untuk menyusun kembali informasi visual atau verbal yang memudahkan siswa menerima pesan. Media menjadi alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang disampaikan oleh guru.
Mengingat kembali pada permasalahan dalam proses pembelajaran dan mengingat bahwa media mampu untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, maka penulis hendak meneliti pengaruh dari penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar. media yang hendak penulis teliti dalam hal ini adalah media papan lempar.
Media papan lempar terbuat dari  bahan kayu dan bergambarkan poin-poin, bisa berbentuk kotak atau bulat. Pemanfaatan media papan lempar dilakukan dengan siswa melemparkan mata jarum atau anak panah ke arah papan lemparyang bergambarkan poin soal yang akan dijawab oleh siswa itu sendiri. Dengan media ini diharapkan memberikan manfaat kepada proses pembelajaran yang meningkatkan keaktifan siswa, memotivasi siswa, meningkatkan fokus dari siswa serta yang terakhir yaitu meningkatkan hasil belajar dari siswa.

Atas dasar pembahasan di atas maka penulis mencoba untuk mengetahui keefektifan penerapan media papan lempar terhadap hasil belajar siswa. yang kemudian menjadi bahwan analsisi skripsi dengan judul “Penerapan Media Papan Lempar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negri Jomblang 01 Kota Semarang Tahun 2015/2016”