9/28/17

Pengertian Gaya Belajar Visual, Auditif dan Kinestatik Lengkap Beserta CIri-Ciri dan Strategi

KaryaTulisku.Com - Apakah yang dimaksud dengan belajar? Belajar adalah perubahan tingkah laku kearah yang positif hal tersebut terjadi dengan adanya niat atau sengaja yang merupakan hasil dari interaksi individu dengan individu atau individu dengan lingkungan.

Untuk definisi belajar lebih lanjut bisa baca : 24 pengertian belajar menurut para ahli

Setiap anak di sekolah, di rumah di lingkungan bermain dengan teman sebaya, dan di masyarakat mereka selalu belajar. Anak aan belajar apa saja, melalu melihat, mendengar, ataupun melakukan sesuatu.

Taukah kamu? setiap anak punya cara belajar yang berbeda-beda.

Ada anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan cara melihat.Ada anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan mendengar dan ada juga anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan melakukan.

Cara anak belajar yang berbeda-beda tersebut selanjutnya dipelajari oleh seorang guru dengan sebutan gaya belajar.

Apakah gaya belajar itu?

Berikut ini pengertian gaya belajar menurut beberapa ahli:

  1. Dikutip dari e-journal.com Deporter dan Hernacki (2011) menjelaskan bahwa gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana seseorang meyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.
  2. Dikutip dari wawasanpendidikan.com Nasution menjelasakan bahwa gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan memecahkan soal.
  3. Dikutip dari wawasanpendidikan.com Adi W. Gunawan menjelasakan bahwa gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi.
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah sebuah cara yang lebih sering kita gunakan (mempermudah) kita dalam menangkap informasi (pengetahuan), mengatur dan mengolah serta memecahkan masalah.

Jadi pada dasarnya gaya belajar adalah cara yang khas, dimana gaya belajar satu individu dengan individu lainnya itu berbeda. Hal tersebut penting dipelajari oleh guru dan calon guru.


Guru wajib mengetahui gaya belajar siswa - Dengan mengetahui gaya belajar masing-masing siswa guru bisa menggunakan metode yang tepat untuk memeperoleh hasil belajar yang jauh lebih baik, efektif dan efisien. Hal tersebut dapat berbanding terbalik jika seorang guru tidak memahami dan tidak mengerti gaya belajar siswanya. Bisa-bisa itu akan membuat siswanya tidak memahami materi pelajaran yang dismapaikan guru.


Hail penelitian juga menunjukan bahwa dengan mengetahui gaya belajar anak dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Seperti hasil penelitian dengan judul pengaruh gaya belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas 10 di SMA N 8 Pontianak. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa gaya belajar mempengaruhi hasil belajar secara signifikan yaitu mencapai 24%. Klik Artikel

Untuk menggambarkan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa, perhatikan contoh ilustrasi berikut ini.

Contoh :
Siswa X sebenarnya lebih mudah mempelajari hal melalui melihat, namun guru dari siswa X tidak mengetahuinya. Ia tetap mengajar siswa X hanya dengan menerangkan, dan si siswa X dipaksa untuk mendengarkan saja. Akibat dari hal tersebut si siswa X ini tidak memahami materi. Guru yang juga tidak mengerti tentang gaya belajar si X hanya mencab si X sebagai murid yang kurang cepat menerima materi. 


Kesalahan semacam itu dapat terhindarkan jika seorang guru benar-benar memahami gaya belajar dan bisa menerapkannya dalam memilih metode belajar yang tepat sesuai dengan ciri-ciri gaya belajar anak.


Tipe-Tipe Gaya Belajar Anak

Ada beberapa gaya belajar anak yang perlu dicermati oleh guru. Gaya belajar tersebut adalah gaya belajar visual, gaya belajar audio, dan gaya belajar kinestetik. Guru harus benar-benar paham. Karena setiap atau masing-masing gaya belajar tersebut memiliki penekanan-penekanan masing-masing.

Seperti : 
Gaya belajar visual lebih menekankan belajar dengan melihat.
Gaya belajar auditif lebih menekannkan belajar dengan mendengar.
Gaya belajar kinestetik lebih menekankan belajar dengan melakukan.

1. Gaya Belajar Visual (Visual Learner)

Menurut Rusman (2015-42) gaya belajar visual adalah gaya belajar dimana gagasan, konsep, data dan informasi lainnya di kemas dalam bentuk gambar. 
Siswa dengan gaya belajar visual memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap pembelajaran yang menyajikan gambar-gambar dimana dia dapat melihat secara langsung. Gaya belajar seperti ini lebih mengedepankan alat indra mata untuk menangkap informasi yang disajikan. 

Bagaimana pembelajaran yang menjadi ciri untuk anak dengan gaya belajar visual?
Untuk anak dengan gaya belajar visual, guru akan lebih banyak menggunakan media-media atau gambar pada wihtboard. Hal itu berguna untuk memberikan kesempatan kepada siswa melihat apa yang mereka pelajar. Lebih lanjut ekspresi guru dan bahasa tubuh guru juga sangat penting untuk membuat mereka lebih mudah memahami masud dan tujuan. 

Ada beberapa ciri-ciri anak yang memiliki gaya belajar verbal, dianataranya: (dikutip dari http://minartirahayu.blogspot.co.id)

Ciri-Ciri Anak dengan gaya Belajar Visual
  1. Bicara agak cepat
  2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  3. Tidak mudah terganggu oleh keributan
  4. Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  5. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  6. Pembaca cepat dan tekun
  7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  8. Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  9. Lebih suka musik dari pada seni
  10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya 


Strategi apa yang paling tepat untuk mengajar anak dengan gaya belajar visual?

Strategi belajar anak dengan gaya belajar visual
  1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  6. Gunakan media-media pembelajaran yang memberikan visualisasi pada siswa.
  7. Gunakan gerakan mimik muka dan bahasa tubuh yang ekspresif.


2. Gaya Belajar Auditif (Auditory Learner)



Gaya belajar aufitif adalah gaya belajar dimana anak lebih mudah menangkap infomrasi atau pengetahuan melalui cara mendengar (alat indra telinga). Anak dengan gaya belajar auditif lebih menyukai pembelajaran dengan metode atau model mendengarkan (diskusi, tanya jawab, ceramah, dll).

Anak dengan gaya belajar auditif akan lebih cepat mencerna makna yang disampaikan guru melalui simbol-simbol verbal,intonasi, jeda, kecepatan biacara dan segala hal yang berkaitan dengan pendengaran. Anak seperti ini biasanya dapat menghafal teks dengan lebih cepat lewat membaca dengan keras dan mendengarkan audio. 

Untuk lebih jelas memahami anak dengan gaya belajar auditif perhatikan ciri-ciri berikut ini. (dikutip dari http://minartirahayu.blogspot.co.id)



Ciri-CIri Anak Dengan Gaya Belajar Auditif
  1. Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  2. Penampilan rapi
  3. Mudah terganggu oleh keributan
  4. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  6. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  7. Biasanya ia pembicara yang fasih
  8. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  9. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  10. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  11. Berbicara dalam irama yang terpola
  12. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara




Startegi apa yang paling tepat untuk mengajar anak dengan gaya belajar auditif?

Strategi Mengajar Anak dengan Gaya Belajar Auditif

  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
  6. Berikan anak kesempatan untuk presentasi


3. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik yaitu belajar dengan cara melakukan, menyentuh, merasa, bergerak dan mengalami. Anak dengan gaya belajar kinestetik akan lebih bersemangat untuk melakukan sesuatu. Jadi anak seperti ini akan lebih mudah menangkap infomrasi melakui belajar dengan melakukan secara langsung. Contohnya praktik. 

Anak dengan gaya belajar kinestetik akan sulit untuk disuruh diam, jadi bapak ibu guru. Kalau melihat anak yang sulit diam, ada kemungkinan dia kelebihan energi atau anak tersebut memiliki gaya kinestetik. 

Untuk memahami lebih banyak tentang anak kinestetik ada beberapa ciri-ciri yang perlu diketahui, dianataranya yaitu:
Ciri-Ciri anak dengan gaya belajar Kinestetik

  1. Lirikan mata ke bawah bila berbicara
  2. Berbicara lebih lambat
  3. Sulit untuk duduk diam berjam-jam
  4. Menyentuh segala sesuatu yang dia sukai termasuk saat belajar
  5. Mengerjakan sesuatu sambil menggerakkan tanggannya, COntohnya: saat guru menerangkan dia tetap mendengarkan namun tangganya sambil menggambar.
  6. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
  7. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, simbol dan lambang
  8. MEnyukai praktek dan percobaan
  9. Menyukai permainan dan aktifitas
  10. Tidak terlalu mudah terganggu dengan keributan
  11. MEnghafal dengan cara berjalan dan melihat
  12. Menggunakan jari sebagai petunjuk untuk membaca
  13. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

Lalu strategi apa yang tepat untuk mengajarkan anak dengan gaya belajar kinestatik?

Startegi belajar untuk anak dengan gaya belajar kinetetik:
  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam
  2. Ajak anak untuk belajar sambil eksplorasi lingkungannya
  3. Ijinkan anak untuk mengunyah permen karet saat belajar
  4. Gunakan warna terang untuk menghightlight hal-hal penting dalam bacaan
  5. Ijinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik/



Sumber

Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori Praktik dan Penilaian
http://www.e-jurnal.com/2013/09/pengertian-gaya-belajar.html
http://minartirahayu.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-gaya-belajar-berbagai-macam.html
http://www.wawasanpendidikan.com/2014/09/Pengertian-Gaya-Belajar-Siswa-Menurut-Ahli.html
http://belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar/


EmoticonEmoticon