9/29/17

Pengertian Pembelajaran, Prinsip Pembelajaran dan Komponen Pembelajaran

Karyatulisku.com - Pada kesempatan kali ini, kami akan sajikan konten artikel tentang definisi / pengertian pembelajaran. DIlanjutkan dengan pembahasan tetang tujuan dari belajar serta dilengkapi oleh pembahasan pada komponen-komponen belajar. 
Definisi Pembelajaran
Definisi Pembelajaran


Apakah belajar itu?

Sebelum kita masuk kepembahasan utama tentang pembelajaran. Kita mesti tahu terlebih dahulu pengertian dari belajar itu sendiri. 

Dikutip dari karyatulisku, Dimyati dan Mudjiyono menyampaikan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan mental pada diri siswa.

DIkutip dari karyatulisku. Barton menjelasakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku dari diri individu berkat adanya interaksi antar individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungannya

Dari kedua pendapat para ahli kita dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan mental individu yang disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungan atau individu lainnya.

Seseorang dikatakan sudah belajar jika adanya perubahan tingkah laku pada dirinya, namun tidak semua perubahan tingkah laku disebut sebagai hasil belajar. Ada beberapa ciri-ciri dari hasil belajar.
Ciri-ciri belajar dianataranya adalah:

  1. Perubahan yang terjadi pada individu disadari
  2. Hasil dari perubahan tersebut bersifat fungsional
  3. Perubahan bersifat positif
  4. Perubahan berupa sesuatu yang terus menerus ada (bukan sementara)
  5. Perubahan yang terjadi memiliki tujuan
  6. Perubahan meliputi seluruh aspek
Penjelasan di atas merupkan penjelasan singkat tentang belajar dan ciri-cirinya. Untuk lebih memhami tentang belajar dan ciri-ciri belajar silahkan baca pada artikel berikut:
  1. Ciri-Ciri Belajar dan hasil Belajar Menurut Para Ahli
  2. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
Sekarang kita akan masuk ke pembahasan inti kita yaitu tentang pembelajarn

Apakah Pengertian Pembelajaran?


DIkutip dari KBBI Kemendikbud (Online) pengertian pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan untuk menjadikan orang atau makluk hidup belajar.

Sementara dikutip dari wikipedia dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Kedua penjelasan di atas menjelasakan bahwa pembelajaran adalah sebuah proses menjadikan seseorang belajar. Hanya saja pada penjelasan yang dikutip dari wikipedia di jelaskan detail bahwa belajar merupakan prose interaksi antara siswa, guri, sumber belajar pada suatau lingkungan belajar.
Hal tersebut berati pembelajaran adalah proses guru memberikan/membantu siswa untuk menemukan pengetahuannya atau belajar.

Beberapa ahli lainnya juga menjelaskan definisi dari belajar, diantaranya yaitu:

Rusman (2015) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu sistem yang teridir dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Komponen tersebut meliputi tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Ke empat komponen tersebut harus diperhatikan agar menciptakan pembelajaran di kelas yang jauh lebih efektif dan efisian.


Warsita (2008: 85) dalam Rusman menjelasakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik.

UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas pasal 1 Ayat 20 menjelaskaan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (ini sama dengan apa yang saya kutip di wikipedia)

Duluan mana ya yang buat? anatara wikipedia atau UU Tahun 2003 itu?
Siapa yang tau silahkan comment di kolom komentar.

Dari penjelasan di atas maka dapat kita peroleh beberapa pola interaksi dalam pembelajaran.
Pola-pola interaksi dalam pembelajaran yang dapat terjadi yaitu:
  1. Interaksi anatar pendidik dengan peserta didik atau siswa
  2. Interaksi anatara peserta didik dengan peserta didik lainnya (antar siswa)
  3. Interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar
  4. Interaksi anatar peserta didik dengan lingkungan belajar.

Rusman (2015-22) menyampaikan bahwa pembelajaran merupakan proses dasar dari pendidikan.
Pendapat dari Rusman tersebut menekankan bahwa pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk di perhatikan. Pembelajaran adalah dasar kualitas sistem pendidikan suatu negara. Ibarat bangunan maka pembelajaran adalah pondasinya jika, bangunan di bangun dengan pondasi yang kurang berkualitas maka tidaklah mungkin mempunya bangunan berkualita.

Pembelajaran adalah dasar untuk kualitas pendidikan yang bermutu tinggi.

Oleh sebab itu perlu peningkatan kualitas pembelajaran. Perlu memahami apa itu pembelajaran, tujuan dan komponen-komponen belajar. Bagaimana pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, guru harus memahami hal itu semua.

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan murid. Interaksi yang berlangsung dapat interaksi secara langsung (tatap muka) atau interaksi tidak langsung (melalui media).

Proses interaksi tersebut bagi guru dapat dibebut sebagai kegiatan mengajar. 

Meskipun begitu interaksi yang terjalin antara guru dan murid tidak boleh satu arah. Interaksi antara guru dan murid harus bersifat dua arah. Guru dapat menyampaikan sesuatu hal, begitupun siswa. Guru harus memili pandangan bahwa siswa datang dari berbagai latar belakang, siswa sudah memiliki bekal dan kemampuan sehingga peran guru bukan hanya sebagai transfer of knowladge (pemindahan pengetahuan) melainkan juga sebagai pembimbing, pengembang, pengelola, dan pembantu siswa dalam menemukan pengetahuan (memeperoleh secara mandiri pengetaguannya)

Definisi Mengajar 

Rusman (2015-23) menjelasakan bahwa secara sederhana mengajar dapat diartikan sebagai interaksi anatara siswa dengan guru. 

Sanjaya (2007:101) dalam Rusman menjelasakan bahwa mengajar dalam konteks standar pendidikan tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi juga dimaknai sebagai proses mengatur lingkungan pelajaran.

Definisi yang disampaikan oleh Sanjaya menekankan bahwa mengajar adalah mengatur segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran dalam hal ini semua hal tersebut adalah komponen pembelajaran. (siswa, Media, Metode, Model, Evaluasi Pembelajaran, Lingkungan Kelas, dsb).

Sementara menurut Howard, Alvin W dalam Slameto (Rusman : 2015) "mengajar adalah suatau aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing, seseorang untuk mendapatkan , mengubah atau mendpatkan skill, attitud (sikap), ideals (cita-cita), apretiation, dan knowladge.

Definisi yang disampaikan oleh Howar dan Alvin  ini menekankan bahwa mengajar adalah menolong siswa agar tercapai kemampuan-memampuan yang diharapkan. Kemampuan-kemampuan tersebut adalah skill (motorik), attitude (sikap/afektif), cita-cita, dan knowladge (pengetahuan) juga disebut kemampuan kognitif. Mengajar artinya tidak fokus pada pengetahuan siswa saja, tetapi guru harus mampu untuk mengembangkan secara menyeluruh termasuk 3 ranah penting tersebut yaitu afektif, psikomotorik dan kognitif.

Dari keseluruhan definisi di atas maka dapat kita peroleh kesimpulan tentang mengajar yaitu kegiatan yang dilakukan guru untuk memfasilitasi siswa memperoleh kemampuan afektif, psikomotorik dan kognitif.


Dalam melaksanakan proses pembelajaran guru harus bekerja dengan profesional, apa lagi pekerjaan guru dalam mengajar sudah disebut sebagai sebuah profesi yang mana tingkatnya sudah sama seperti profesi-profesi lain semacam dokter, pengacara, dll. 

Profesionalitas guru dituntut dalam setiap pekerjaan yang diembannya termasuk melaksanakan proses pembelajaran. Ada beberapa prinsip yang perlu dipegang guru dalam pembelajaran. Berikut ini adalah prinsip-prinsipnya.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Prinsip-prinsip pembelajaran

Seperti sampaikan oleh gagne (1977) dikutip dari wikipedia, Gagne menjelaskan bahwa terdapat tujuh (7) prinsip yang harus dipegang, yaitu:

1) Perhatian dan Motivasi
Perhatian adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Seorang guru harus dapat memberikan perhatian kepada setiap siswanya. Perhatian dapat membuat siswa belajar dengan maksimal dan semangat. Perhatian guru dapat membuat siswa merasa nyaman, dia akan rela mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru. Hal tersebut tidak lepas karena siswa merasa bahwa setiap tugas yang diberikan oleh guru adalah untuk kepentingan dirinya. Seperti perhatian yang selalu diberikan oleh gurunya.

Motivasi itu ada dua yaitu motivasi dari dalam diri siswa (interen) dan motivasi dari luar diri siswa (exteren). Setiap guru harus bisa meunculkan motivasi-motivasi belajar siswa baik yang dari dalam maupun dari luar. Motivasi dapat muncul dari dalam diri siswa bila siswa emahami kepentingan yang akan dia peroleh dalam melaksanakan suatu hal. Motivasi eksteren dapat diberikan oleh guru untuk selalu mensuport setiap hal positif yang dilakukan siswa.

2) Keaktifan
Menurut pandangan psikologi anak dilahirkan untuk menjadi aktif. Hal itu dibuktikan dengan gerakan anak ketika dilahirkan untuk pertama kali di Bumi (dunia ini) iya akan terus bergerak dan itu adalah filosofi bahwa anak dilahirkan untuk aktif.

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus memberikan kesempatan siswa untuk aktif mencari pengetahuannya sendiri. Banyak para ahli mengatakan bahwa guru adalah fasilitator dari murid atau seseorang yang memfasilitasi siswa untuk mencari sendiri pengetahuannya.

Pengetahuan tidak di transfer melainkan diperoleh secara aktif oleh siswa. Sehingga guru harus benar-benar memegan prinsip keaktifan  ini.

3) Keterlibatan Langsung / Pengalaman
Pembelajaran yang dilaksanakan guru baik di dalam kelas maupun di lar kelas, harus memperhatikan keterlibatan siswa. Bukan hanya satu dua siswa seluruh siswa harus terlibat dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar akan memberikan pengalaman kepada siswa. Beberapa ahli mengatakan bahwa esensi dari proses belajar adalah pengalaman. Siswa dikatakan belajar jika memperoleh pengalaman dari interaksinya dengan lingkungan.

4) Pengulangan
Dari wikipedia disebutkan bahwa yang metari prinsip pengulangan ini adalah teori psikologi daya. Teori belajar daya menilai bahwa pembelajaran adalah proses untuk mengamati, menangkap, mengingat, mengkhayal, berfikir, dan sebagainya. Teori ini beranggapan dengan mengadakan daya yaitu untuk melakukan pengulangan maka kemampuan (hasil belajar) akan meningkat. Penerapannya dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru yaitu jika guru mengajar (siswa mencari tau) suatu hal dan itu dilakukan hanya sekali, mungkin hasilnya tidak akan maksimal. Hal tersebut akan berkembang jika dilakukan pengulangan misal 3-6 kali yang akan membuat hasil dari belajarnya lebih baik.

5) Tantangan
Prose pembelajaran di kelas membutuhkan tantangan. Konsep ini muncul berdasarkan teori medan/lapangan (field theory) yang dikemukakan oleh Kurt Lewin. Teori ini beranggapan bahwa belajar adalah situasi yang dihadapi siswa untuk mencapai sesuatu. Hal ini diibaratkan seperti dalam medan perang untuk mencapai tujuan (merebut kemenangan). Dalam mencapai tujuan siswa akan menemukan hambatan, dan hambatan tersebut harus diatasi. Jika hambatan itu sudah berhasil diselesaikan maka siswa akan mencapai tujuan hal itu berarti siswa juga telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. 

Untuk penerapan dalam proses pembelajaran di kelas, artinya guru harus bisa menjelaskan kepada siswa bahwa setiap belajar pasti akan ada hambatan dan tantangan. Siswa harus bisa mengtasinya itulah makna belajar untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

6) Balikan dan Penguatan
Dasar dari prinsip ini adalah Hukum Thondrik tentang stimulus dan respon. Siswa akan belajar lebih baik jika dia berbuat baik dan mendapatkan reward atau hadiah, sementara jika melakukan kesalahan maka siswa harus mendapatkan hukuman agar tidak diulangi lagi. Hukaman disini adalah hukuman yang mendidik.

7) Perbedaan Individual
Setiap siswa yang ada di kelas atau di sekolah adalah anak yang lahir engan berbagai latar blakang. Mereka punya kemmapuan dan potensi yang berbeda. Contoh sederhananya adalah gaya belajar. Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini perlu di pahami oleh guru. Karena tidak dapat memberlakukan satu anak sama dengan anak lainnya. Definisi adail bukan memperlakuukan semuanya secra sama, melainkan memperlakukan sesuai dengan hak dan kewajibannya.


Seperti sudah dijelaskan tenatang definisi pembelajaran di atas. Dalam pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling bertinteraaksi.

Setiap komponen dalam pembelajaran saling terkait satu dengan yang lainnya. Hal ini karena komponen pembelajaran adalah sebuah sistem. 

Seperti komputer, jika salah satu komponen pada komputer rusak atau tidak berjalan dengan baik. Maka hal itu akan membuat sistem komputer terganggu.

Begitupun dalam proses pembelajaran. JIka terdapat satu saja, komponen yang rusak atau tidak berjalan semestinya maka sistem pembelajaran juga akan terganggu. Oleh sebab itu penting untuk mengerti, memahami dan melaksanakan sistem ini dalam pembelajaran.

Berikut ini komponen-komponen pembelajaran, yang wajib di ketahui dan diimplementasikan dalam proses belajar mengajar.
Komponen Pembelajaran
Komponen Pembelajaran

Komponen Pembelajaran

1) Tujuan
Komponen pembelajaran yang pertama adalah tujuan. Tujuan adlah arah kemana suatu kegiatan akan berakhir. Tujuan balapan adalah finis, setiap pembalap mengetahui jalannya menuju finish. Dlaam pembelajaran hal pertama yang harus ditentukan adalah tujuan. HAl inilah yang akan menuntun kemana pembelajaran akan dibawa. Sumber belajar apa, strategi seperti apa, medianya bagaimana, dan bagaimana cara mengevaluasinya. Maka penting untuk merumuskan tujuan terlebih dahulu.

Dalam pembelajaran tujuan dibuat sebelum pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dibuat di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajan) Tujuan disesuaikan berdasarkan SI dan KD / SK dan KD.

2) Peseta Didik
Komponen pembelajaran yang kedua adalah peserta didik. Peserta didik adalah siswa/beberapa individu atau individu yang belajar. Ada keinginan untuk mencari tau. Peserta didik adalah komponen utama dalam pembelajaran karena dalam proses pembelajaran peserta didiklah orang yang akan di didik. Individu yang sebelumnya tidak tau menjadi tau. Atau terjadi perubahan secara holistik (menyeluruh)

3) Pendidik
Komponen pembelajaran selanjutnya adalah pendidik. Pendidik adalah guru. yaitu seseorang yang memfasilitasi, membimbing, mendorong siswa untuk belajar.
Dalam pembelajaran pendidik memiliki peran yang sangat penting sebagai pengajar. Sebagai pengajar guru harus mampu untuk memfasilitasi siswanya memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang dirancang pendidik/guru.

4) Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran berkaitan erat dengan pendekatan apa yang tepat untuk pembelajaran dengan tujuan seperti ini atau seperti itu. Strategi merupakan cara yang pilih guru untuk menyampaikan informasi dan kegiatan yang mendukung untuk terselesaikannya tujuan.

5) Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk mempermudah penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Media pembelajaran adlaah salah satu komponen yang perlu diperhatikan guru. Pengaruh media pembelajaran sangat penting karena dengan media pembelajaran infomrasi yang sulit ditangkap siswa akan menjadi mudah melalui media. 


6) Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran merupakan alat ukur atau indikator untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.


Demikian pembahasan materi kita tentang pembelajaran, prinsip pembelajaran dan komponen pembelajaran. Seoga apa yang telah di tuliskan di artikel ini mmeberikan manfaat kepada pembaca.


Sumber :
Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori Praktik dan Penilaian
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran






EmoticonEmoticon