9/19/17

PENGERTIAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF : PERBEDAAN PROSES PENELITIAN KEDUANYA

PENGERTIAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Sebelumnya saya telah membuat konten artikel yang menerangkan bagaimana cara untuk membuat proposal sebuah penelitian atau juga skripsi. Disalamnya termasuk cara membuat latar belakang, cara membuat rumusan masalah, dan cara membuat tujuan serta manfaat penelitian.


Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan definisi atau pengertian dari penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. 

Termasuk didalamnya kita juga akan membandingkan proses penelitian antara penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif dan penelitian yang menggunakan metode kualitatif.

Sebelum kita mulai masuk pada aspek tersebut. Penting bagi kita terlebih dahulu mengetahui definisi dari penelitian itu sendiri.
Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif
Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

Definisi Penelitian

Penelitian adalah sebuah kegiatan yang sebuah usaha untuk mencari tau kebenaran yang dilakukan secara terstruktur dan hati-hati. Penelitian itu berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu research. Berasal dari dua kata yaitu re dan search. Re mempunyai kembali dan search memiliki arti mencari. Sehingga research berarti mencari kembali.

Penelitian atau research adalah sebuah kegiatan utnuk mencari kembali sebuah kebenaran. Kegiatan pencarian terhadap kebenaran itu dilakukan dengan metode penelitian. 

Tujuan Penelitian Menurut Ahli

Setiap penelitian mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Menurut Sugiyono dalam bukunya menyebutkan bahwa ada tiga macam bentuk tujuan penelitian yaitu penelitian bersifat penemuan, penelitian pembuktian, dan penelitian pengembangan.

Penelitian Penemuan artinya bahwahasil dari penelitian tersebut merupakan temuan berupa data-data baru yang sebelumnya belum diketahui.
contoh penelitian penemuan : Menemukan cara paling efektif untuk memberantas korupsi

Penelitian Pembuktian artinya bahwa hasil dari penelitian tersebut digunakan untuk membuktikan keragu-raguan terhadap pengetahuan yang sudah ada. Penelitian ini dapat menguatkan suatu teori yang telah ada dan dapat juga melemahkan teori yang sudah ada.
Contoh penelitian pembuktian misalnya membuktikan apakah sertifikasi dapat meningkatkan keprofesionalan guru dalam mengajar

Penelitian Pengembangan artinya bahwa hasil dari penelitian tersebut merupakan pendalaman atau perluasan dari pengetahuan yang telah ada.
Contoh penelitian pengembangan misalnya pengembangan media pembelajaran papan lempar
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian


Pengertian Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk melakukan penelitian. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, meliputi; rasional empiris dan sistematis.

Maka dari itu metode ilmiah adalah cara untuk melaksanakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara yang rasional, empiris dan sistemati.

Rasional adalah penelitian tersebut dilakukan atau dilaksanakan dengan cara-cara yang masuk akal. Empiris adalah cara-cara yang dilakukan dapat diamati dengan panca indra. Sehingga orang lain juga dapat mengamati gejala-gejala yang sama.  
Sistematis adalah proses dalam penelitian tersebut menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Jenis-Jenis Metode Penelitian 

Secara sederhana metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu melihat dari tujuan penelitian itu dan yang kedua melihat dari segi keilmiahan dari penelitian tersebut.

Jika kita melihat dari segi tujuan penelitian maka metode penelitian terbagi menjadi tiga macam, yaitu: penelitian dasar, penelitian pengembangan dan penelitian terapan.

Sementara jika kita melihat dari segi keilmiahan maka metode penelitian ada tiga yaitupenelitian eksperimen, penelitian surver dan penelitian naturalistik.

Berdasarkan dari uraian jenis metode penelitian diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya metode penelitian itu ada tiga jenisnya yaitu;
  1. Penelitian Kuantitatif
  2. Penelitian Kualitatif
  3. Penelitian Pengembangan (R&D)
yang termasuk dalam metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survey.
Sedangkan yang termasuk metode penelitian kualitatif adalah metode naturalistik. Sementara R&D dapat menggunakan survey, kualitatif dan eksperimen.

untuk lebih menjelaskan tentangmetode kuantitatif dan kualitatif. Perhatikan penjelasan dibawah ini.

1. Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif sering disebut sebagai metode penelitian lama. Hal ini karena sudah lama sekali metode ini digunakan dalam melaksanakan penelitian. Meskipun lama metode penelitian kuantitatif sudah teruji sebagai metode ilmiah. Hal tersebut karena metode penelitian kuantitatif sudah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu kongkrit/empiris, terstruktur, rasional dan sitematis. 

Hal yang paling jelas yang menjadi ciri-ciri penelitian metode kuantitatif yaitu adanya data-data berupa angka dan dianalisis dengan statistik.
Memahami Proses Penelitian
Memahami Proses Penelitian


Proses Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga setiap penelitian kuantitatif harus berdasarkan atas masalah yang benar-benar terjadi. Masalah adalah ketimpangan antara tujuan dengan kondisi yang diharapkan. Artinya bahwa kita tidak bisa mencapai tujuan atau harapan yang sudah kita canangkan. Untuk menemukan masalah kita tidak bisa menerka-nerka. Melainkan diperlukan sebuah studi masalah. Mellaui studi masalah kita akan mendapatkan data-data yang menjadi masalah dalam penelitian.

Setelah msalah ditemukan maka kita perlu menjawab dan memberikan solusi dari msalah tersebut. Namun agar masalah tersebut dapat di jwab maka kita harus merumuskannya secara spesifik menjadi rumusan masalah. Rumusan masalah dibuat secara spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya. Baca Artikel Cara membuat rumusan masalah.

Setelah selesai merumuskan msalah maka pneliti harus memberikan solusi beruba jawaban sementara. Jawaban sementara itu selanjutnya disebut sebagai hipotesis. Untuk mendapatkan hipotesis maka seorang peneliti harus mencari referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan solusi dalam penelitian tersebut. Selain reverensi teoritis, temuan-temuan penelitian terdahulu yang relevan juga dapat menjadi bahan yang mendukung hipotesis.

Jadi hipotesis adalah jawaban terhadap masalah yang berdasarkan pada teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan namun belum dibuktikan atau diuji secara ilmiah.

Untuk menguji hipotesis tersebut maka selanjutnya diperlukan pengujian dengan memilih metode/strategi/pendekatan yang sesuai dan ideal. Pertimbangan ideal untuk memilih metode adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan. Selain itu yang menjadi pertimbangan pemilihan metode adalah ketersediaan dana, waktu dan  kemudahan yang lainnya.

Dalam penelitian kuantitatif metode yang dapat digunakan adalah metode surver, ex  postde facto, eksperimen, evaluasi, action, research, dll (selain metode naturalistik dan sejarah).

Setelah metode penelitian di pilih, maka selanjutnya peneliti membuat instrumen penelitian. Isntrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Ada beberapa instrumen pengumpulan data, diantaranya yaitu: test, angket/quesioner, pedoman wawancara, pedoman observasi.

Setelah menentukan dan membuat instrumen, bukan berarti kita bisa langsung mengambil data dengan menggunakan instrumen yang sudah kita pilih tersebut. Kita masih harus melakukan uji validitas dan rehabilitas terhadap instrumen tersebut. Setelah instrumen dinyatakan valid dan rebel maka instrumen baru bisa untuk digunakan mengambil data.

Setleh itu peneliti mengambil data, jika populasi dari penelitian yang diambil banyak, maka peneliti dapat mengambil data sampelnya saja.

Jika data sudah diperoleh maka dilanjutkan dengan melakukan analisis terhadap data tersebut. Analisis data tersebut bertujuan untuk menjawab masalah dan menguji hipotesis. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik tertentu.

Setelah melakukan hipotesis peneliti melanjutkan dengan membuat kesimpulan. Kesimpulan adalah langkah terakhir dalam penelitian. Berisi jawaban dari masalah dan juga pembuktian hipotesis apakah diterima atau tidak.

Dari penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwaq proses penelitian kuantitatif bersifat linier, dimana langkah-langkah sudah jelas. Mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan.



2. Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif juga disebut sebagai metode penelitian baru. Hal ini karena metode ini ada setelah metode kuantitatif ada. Metode ini juga sering disebut sebagai metode artistik, hal tersebut karena penelitian ini memiliki proses yang bersifat seni. Penelitian kualitatif memandang realitas sosial sebagai suatu keutuhan yang holistik, kompleks, penuh makna, dan ada gejala hubungan yang bersifat interaktif (timbal balik) .

Instrumen penelitian kualitatif adalah manusia. Ya manusia itu sendiri yang menjadi instrumen atau alat  utnuk mengumpulkan data. Maka agar data yang dikumpulkan  bisa valid diperlukan kemampuan dari manusia itu sendiri berupa kemmapuan teori dan wawasan. Hal itu berguna jika peneliti ingin melakukan pertanyaan, dan mengumpulkan data.

Metode penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti onjek yang alamiah.

Pada penelitian ini, proses pengumpulan data dilakukan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada maknna dari pada mengeneralisasi.

Proses Penelitian Kualitatif

Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif bisa di ibaratkan seperti seseorang yang akan pergi wisata. Mungkin dia sudah mau akan pergi kemana, namun tidak semua dia ketahui apa yang akan di temukan di sana.

Pada penelitian dengan metode kualitatif anologi diatas sangat tepat. Pada penelitian ini penelitibelum tau pasti apa yang akan dia temukan di laoangan. Dari situ maka dapat disimpulkan dalam penelitian kualitatif meskipun peneliti belum memiliki masalah yang spesifik, namun peneliti dapat mendapatkan permasalahan yang kompleks dan spesifik saat sudah memasuki lapangan.


Tahap-tahap metode penelitian kualitatif

1. Tahap Deskripsi.
Tahap, pada tahap ini, peneliti memasuki konteks sosial di suatu tempat tertentu syaratnya; ada akal. ada tempat, ada aktor actifitas. Pada tahap deskripsi atau orientasi. Melalui grand tour question. Peneliti akan  mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan.

Pada tahap ini, peneliti baru mendapatkan informasi secara sepintas. Pada tahap ini informasi yang diperoleh juga cukup banyak, kemudian bervariasi dan juga belum tersusun dengan jelas. Oleh sebab itu setelah tahap ini harus diikuti tahap yang kedua yaitu reduksi data.

2. Tahap Reduksi Fokus.
Tahap kedua dalam penelitian dengan menggunakan metode kualitatif adalah reduksi data. Reduksi data adalah sebuah kegiatan untuk memilah dan memilih data yang sudah diperoleh pada tahap 1. Artinya bahwa pada tahap ini peneliti melakukan reduksi untuk menemukan masalah tertentu.

Pada tahap reduksi data peneliti akan memilih/mereduksi data berdasarkan pada masalah yang menarik, penting, berguna dan baru. Untuk data-data yang tidak dipakai maka akan disingkirkan.

3. Tahap Seleksi
Tahap ketiga dalam penelitian kualitatif adalah seleksi. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus masalah yang telah direduksi pada tahap kedua menjadi lebih rinci. Ibarat pohon, jika pada tahap reduksi data peneliti melakuka pengamatan sampai pada cabang, maka tahap selesksi peneliti melakukan pengamatan sampai pada ranting-rantingnya.

Setelah peneliti melakukan analisis dengan melalui tahap reduksi data dan tahap seleksi. Maka peneliti akan memperoleh atau menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi suatu bangunan pengetahuan, hipotesis, atau ilmu yang baru.


Hasil akhir dari penelitian kualitatif, tidak hanya menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari melalui metode penelitian kuantitatif. Tapi juga harus menghasilkan informasi dan data yang bermakna. Bahkan akan menjadi lebih baik jika hipotesis atau informasi yang ditemukan dapat membantu untuk memecahkan masalah dan berguna untuk taraf hidup masyarakat.
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian


Demikian informasi mengenai pengertian penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Terimakasih atas kesediannya mengunjungi blog sederhana kami. Semoga dapat banyak membantu. terimakasih


EmoticonEmoticon