10/15/17

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi


Kata orang membuat skripsi itu susah.

Maksudnya adalah mereka bingung bagaimana membuat skripsi.
Mereka tidak tau, harus mulai dari mana untuk membuat skripsi.


Ada yang memulai dari membuat judul.
Ada yang memulai dari memilih metode penelitian.
Ada juga yang tidak memulai skrisinya, sampai dosen pembimbing menghubunginya untuk segera mengerjakan skripsi miliknya (Pengalaman Pribadi).

Karena hal itu banyak orang yang menilai bahwa skripsi itu sulit.

Bekal yang mereka pelajari di kampus tidak cukup, untuk memulai mengerjakan skripsi?

Tidak benar.

Mereka sudah memiliki bekal untuk membuat skripsi.

Karena bekal utama untuk membuat skripsi adalah NIATAN atau Keinginan

Kalau seseorang sudah punya niatan untuk membuat skripsi, maka orang tersebut dapat mengerjakan skripsinya walau harus belajar terlebih dahulu, membaca, mencari informasi dan lain sebagainya.

Bagi kamu yang sudah membaca artikel ini.
Saya yakin kamu sudah memiliki niatan untuk mengerjakan skripsi.

Selanjutnya yaitu memulai membuat skripsi.
"Tapi bagaimana, aku tidak tau harus mulai dari mana?"
Pada konten ini, penulis akan berbagi tips atau cara lengkap untuk membuat skripsi.


A. Membuat Judul

Langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu membuat judul.

Untuk membuat judul, kamu harus sudah memiliki topik.
maka tentukanlah topik skripsi mu.

1. Menentukan Topik Penelitian

Topik penelitian merupakan lingkup penelitian yang ingin kamu teliti.

Pemilihan topik akan membantu penulis fokus untuk menemukan permasalahan yang akan di angkat pada proposal.
Beberapa topik penelitian dalam bidang pendidikan yang dapat kamu pilih dianataranya:


  • proses belajar di kelas
  • profesionalisme guru
  • lingkungan sekolah
  • perilaku siswa
  • bahan ajar
  • media pembelajaran
  • hasil belajar
  • manajemen kelas
  • dll (silahkan cari yang lain)
Kamu bisa saja memilih topik "proses belajar di kelas" atau "perilaku siswa". itu terserah kamu.

2. Menemukan Masalah pada Topik yang kamu pilih

Penulis diminta untuk menemukan masalah pada topik yang dipilihnya.

Masalah adalah kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.

Misalnya harapannya siswa mendapatkan nilai 80, tapi hasil dari test nilai siswa 50.
Maka itu adalah masalah.

Untuk menemukan masalah penulis dapat melakukan :
  • Pengamatan/Observasi
  • Wawancara
Pengamatan . . .

Penulis menuju sekolah kemudian memohon ijin kepada pihak sekolah untuk melakukan pengamatan perilaku siswa dalam belajar.

Dengan datang ke sekolah, penulis ingin mengetahui bagaimana siswa belajar 

apakah semangat atau tidak

apakah memiliki motivasi tinggi atau tidak

apakah aktif bertanya atau tidak

peneliti dapat mengamati siswa secara langsung.

untuk membantu peneliti dalam melakukan pengamatan, maka peneliti dapat menggunakan lembar pengamatan.

contoh lembar pengamatan

Wawancara. . .

Jika topik penelitian dari penulis adalah proses hasil belajar siswa (misal)

maka penulis harus melakukan wawancara dengan orang yang memiliki akses untuk memberitahukan hasil belajar dari siswa.

Bisa jadi guru mata pelajaran, guru kelas atau kepala sekolah.

. . . atur janji kepada mereka, dan sampaikan bahwa peneliti ingin melakukan wawancara tentang hasil belajar siswa di sekolah mereka.

Saat melakukan wawancara peneliti harus sudah menyiapkan instrumen wawancara.
Instrumen wawancara ini dibuat untuk memperoleh data yang diinginkan oleh peneliti

misalnya . . .
- data nilai rata-rata siswa kelas 5a di sekolah X
- data nilai tertinggi siswa kelas 5a pada mata pelajaran Y
- data waktu belajar siswa di rumah
dan data lainnya.

. . . yang pasti data-data yang dicari pada tahap ini adalah data yang dapat menunjukan adanya masalah dalam lingkup topik tersebut atau tidak.

contoh instrumen wawancara


Peneliti juga dapat menemukan masalah melalui kedua cara secara sekaligus.

Melalui wawancara dan pengamatan langsung.
Ditambah dengan dokumen-dokumen seperti foto, hasil belajar siswa (nilai siswa), RPP guru, dll.


3. Melakukan Studi Pustaka untuk menemukan solusi dari masalah

Masalah yang telah di temukan selanjutnya dicarikan solusi.

Misal : Hasil belajar siswa rendah

Maka peneliti mencari solusi dari masalah tersebut.

Solusi yang diberikan oleh peneliti harus berdasarkan teori-teori yang sudah ada.
Artinya peneliti harus memberikan dugaan secara ilmiah melalui studi pustaka.

Peneliti harus melakukan studi pustaka dengan mencari buku, jurnal, hasil penelitian, untuk memberikan dugaan sementara (solusi) yang nantinya akan dibuktikan melalui penelitian.

Perbedaan solusi yang berlandaskan kajian teori yang relevan dengan solusi yang coba-coba.

Ilustrasi :

Topik yang ditentukan peneliti adalah hasil belajar siswa

Setelah dilakukan pengamatan proses pembelajaran di kelas dan wawancara dengan guru kelas IV SD  Y, ditemukan masalah bahwa hasil belajar siswa rendah.

Nilai rata-rata siswa kelas IV tersebut di bawah KKM yaitu 55.

Setelah dilakukan studi pustaka peneliti mengetahui bahwa:

Berdasarkan pandangan teori belajar kontruktivisme dijelaskan bahwa belajar adalah proses peserta didik secara aktif menemukan pengetahuannya sendiri. Pengetahuan ditemukan sendiri oleh peserta didik secara aktif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa proses belajar yang memberikan kesempatan siswa secara aktif menemukan pengetahuannya sendiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran inquiri adalah salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali pengetahuannya sendiri secara aktif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pembelajaran dengan model pembelajaran inquiri lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.


Contoh Abstrak Skripsi yang menunjukan model pembelajaran inquiri hasil belajarnya lebih tinggi
dari pada model pembelajaran konvensional
Dari studi pustaka maka dapat dibuatkan dugaan sementara yaitu solusi untuk mengatasi masalah hasil belajar siswa yang masih dibawah KKM yaitu menerapkan model pembelajaran inquiri yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif menemukan pengetahuannya sendiri.

4. Menentukan Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian akan mempengaruhi metode penelitian yang peneliti gunakan.

Tujuan penelitian digunakan untuk menunjukan indikasi kearah mana penelitian dilakukan.
Data-data apa saja yang akan dicari atau digali.

Oleh sebab itu perlu dibuat terlebih dahulu tujuan penelitian.

Tujuan penelitian secara umum ada 3 macam


  1. Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru.
  2. Penelitian yang bertujuan untuk membuktikan teori atau pengetahuan yang sudah ada.
  3. Penelitian yang bertujuan untuk mengembangan pengetahuan yang telah ada.

5. Menentukan Metode Penelitian

Metode itu cara.

. . . metode penelitian yaitu cara yang digunakan untuk meneliti suatu topik tertentu.

untuk menentukan metode penelitian harus disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Jika tujuan penelitiannya yaitu untuk menemukan pengetahuan baru maka metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode penelitian kualitatif.

Jika tujuan penelitian yaitu untuk membuktikan teori atau pengetahuan yang telah ada maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.

Jika tujuan penelitian yaitu untuk mengembangan suatu pengetahuan atau produk tertentu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D)

. . . Sementara ada 1 jenis metode penelitian lagi (jika kamu mahasiswa fakultas pendidikan) yaitu PTK atau Penelitian Tindakan Kelas.

PTK juga salah satu jenis penelitian yang tujuannya yaitu untuk memperbaiki proses pembelajaran dan permasalahannya.


6. Membuat Judul Penelitian

. . . yang sering salah yaitu mahasiswa banyak membuat judul terlebih dahulu tanpa melewati tahap-tahap di atas.

itu sebabnya banyak mahasiswa yang judulnya mendapatkan penolakan dari dosen pembimbing.
Selain alasan non teknis lainnya.

baca : cara membuat judul penelitian kuantitatif yang baik dan benar (contoh judul penelitian kuantitatif)

komponen yang harus ada dalam judul yaitu :


  • variabel penelitian
  • objek yang diteliti
  • keterangan
Berdasarkan ilustrasi di atas (poin 3)

Tujuan Penelitian : Membuktikan pengaruh model pembelajaran inquiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Metode Penelitian : Metode Kuantitatif

Variabel Penelitian : 
  1. Variabel independen  : Model pembelajaran inquiri
  2. Variabel dependen : Hasil belajar siswa
Judul : Pengaruh model pembelajaran inquiri terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N Sendangmulyo Tahun 2017/2018

Lihat Contoh Berikut

Download Tamlate : KLIK



B. Membuat Proposal 

. . . sistematika penulisan proposal yang digunakan setiap kampus berbeda-beda.

ini adalah salah satu sistematika yang umum digunakan dari beberapa kampus.
jika terdapat hal-hal yang berbeda, silahkan direvisi sendiri.

Komponen proposal diantaranya yaitu


COVER
LEMBAR PENGESAHAN
A. Latar Belakang
B. Identitifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Rumusan Masalah
F. Tujuan Penelitian
G. Manfaat Penelitian
H. Kajian Teori
I. Metodologi Penelitian
Daftar Pustaka
Berikut ini Penjelasannya

1. Cover
Cover proposal berisikan logo, judul penelitian, nama cover (proposal skripsi), identitas penulis, identitas lembaga dan tahun.

Perhatikan contoh berikut:

2. Lembar Pengesahan

dalam lembar pengesahan terdapat nama lembar (proposal), judul penelitian, identitas peneliti, tanggal dan tahun disahkan, dan tanda tangan pembimbing.

Fungsi dari lembar pengasahan adalah menunjukan bahwa proposal tersebut telah disahkan.
kalau sudah di sahkan, maka peneliti baru bisa melanjutkan untuk melakukan penelitian.

contoh lembar pengesahan

3. Latar Belakang

Membuat latar belakang tidaklah sulit.

Apalagi jika sudah melakukan langkah-langkah menemukan judul di atas.
ada dua hal penting dalam latar belakang, yaitu:

masalah dan solusi.

baca : Langkah-langkah dan contoh membuat latar belakang proposal dan skripsi

Komponen yang harus ada dalam latar belakang adalah

a. masalah
untuk mendeskripsikan terjadinya masalah dalam latar belakang, peneliti dapat menuliskan terjadinya ketimpangan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi yang diinginkan.

untuk menunjukan adanya ketimpangan, maka penulis harus menjelasakan kondisi yang diharapkan, kondisi nyata (real) yang ada di lapangan, dan menyimpulkan dalam bentuk masalah.

misal :

1) kondisi yang diharapkan:
Dalam UU RI No. 20 Th 2003, pasal 3 sudah dengan jelas disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Oleh sebab itu pendidikan harus diselenggarakan dengan baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Tercapainya tujuan pendidikan salah satunya dapat terjadi jika proses pembelajaran dalam sekolah berjalan dengan baik. Proses pembelajaran dikatakan baik jika peserta didik mampu mencapai indikator ketercapaian materi pembelajaran. Lebih lanjut siswa harus mampu untuk mencapai berbagai indikator pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang cukup. 

2) kondisi yang terjadi 
Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 januari 2016 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SD Negeri Wonosari kelas IV masih rendah. Data hasil ulangan harian siswa kelas IV di SD Negeri Wonosari menunjukkan bahwa dari 30 siswa, terdapat 8 siswa yang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dan 22 siswa lainnya mendapatkan nilai kurang dari KKM. Nilai KKM dari mata pelajaran IPA adalah 70..
Tabel 1. Hasil ulangan harian siswa kelas IV SD Negri Wonosari

Keterangan
Jumlah Siswa
Persentase (%)
Nilai diatas KKM
8
26,7%
Nilai dibawah KKM
22
73,3%

3) Masalah
Kondisi diatas menggambarkan bahwa harapan akan adanya proses pembelajaran yang baik tidak tercapai. Diatandai dengan belum tercapaianya indikator pembelajaran yang dapat dilihat dari nilai hasil ulangan siswa. Harapan yang tidak sesuai dengan kondisi yang terdapat di Sekolah selanjutnya disebut dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kondisi yang ada. Sehingga masalah yang timbul akibat proses pembelajaran yang kurang baik harus segera diperbaiki. Untuk memperbaiki masalah tersebut maka dibutuhkan solusi yang kongkrit. 

b. Solusi
. . . solusi apa yang dapat mengatasi masalah yang ditemukan di atas.
itulah yang harus peneliti cari.

solusi tersebut berupa dugaan sementara, yang nanti akan dibuktikan dengan cara pengumpulan data
dan analisis ilmiah.

dalam membuat dugaan sementara, peneliti harus melakukan kajian pustaka.
seperti pada proses Pembuatan Judul bagian 3 yaitu Melakukan Studi Pustaka untuk menemukan solusi dari masalah.

peneliti dapat ke perpustakaan
melihat buku, jurnal, makalah, atau hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang sudah di ungkapkan.

Contoh penulisan solusi dalam latar belakang

Berdasarkan pada masalah tersebut maka peneliti menawarkan solusi yaitu menerapkan metode pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divions) berbantu quartet card pada proses pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran STAD adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlajar secara berkelompok. Selanjutnya siswa akan berkompetisi secara berkelompok dengan setiap siswa mendapatkan kuis secara individu. Nilai yang didapatkan siswa secara individu selanjutnya diakumulasikan bersama nilai individu dari anggota kelompoknya. Metode STAD ini merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Salvin. “Siswa dikelompokan secara beragam berdasaarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis” (Huda. 2014: 116). (Pendapat Ahli)

Menurut Huda (2014: 65) metode STAD ialah usaha pemecahan masalah yang dilakukan melalui kerja kooperatif umumnya juga memberikan kecendrungan dan hasil yang lebih baik dari pada melalui kerja indivdualistik. Pendepat tersebut menjelaskan bahwa melalui pembelajaran berkelompok akan memudahkan siswa memecahkan masalah. Hal tersebut karena dengan bersama-sama siswa dapat bertukar ide untuk memecahkan masalah dengan cepat dan baik. Sementara Sadker dan Sadker (1997) dalam Huda (2014: 66) pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar diantaranya: 1) siswa akan memperoleh hasil pembelajaran yang tinggi, 2) siswa akan memiliki sikap harga diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar, 3) siswa menjadi lebih peduli dengan teman-temannya, dan diantara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif, 4) meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-teman yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang erbeda-beda. 

# kalimat dengn warna biru merupakan kajian teori (pendpaat para ahli) tentang metode STAD

Quartet card adalah salah satu bentuk dari media pembelajaran. Media pembelajaran menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas. Penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan oleh Hamalik (1986) dalam Arsyad (2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Penjelasan diatas menjelaskan bahwa media mampu untuk membangkitkan keinginan dan minat serta motivasi dan menrangsang siswa dalam belajar. Maka dengan begitu utnuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan media ini dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Arsyad (2013: 3) “media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau electronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Pengertian dari Arsyad menekankan media adalah alat yang digunakan untuk menyusun kembali informasi visual atau verbal yang memudahkan siswa menerima pesan. Media menjadi alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang disampaikan oleh guru. 

# kalimat dengn warna biru merupakan kajian teori (pendpaat para ahli) tentang Media Pembelajaran

setelah peneliti menjelaskan masalah dan solusi dalam latar belakangnya yang di dukung oleh 
landasan yuridis
landasan  teoritis
landasan empirik

maka peneliti dapat menyimpulkan maksud dari latar belakang tersebut di akhir paragraf.
seperti berikut :


Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Penerapan STAD Berbantu Quartet Card Dalam Mata Pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan  Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari”

Untuk Lebih Jelas Tentang Latar Belakang Silahkan Perhatikan COntoh Latar Belakang Berikut ini.



4. Identifikasi Masalah

mengidentifikasi masalah artinya menemukan masalah

dari latar belakang yang sudah dijelaskan. Peneliti kembali menuliskan apa saja masalah yang terdapat pada topik penelitiannya.

Seperti berikut ini.
Identifikasi Masalah (Misal)
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

  • Peserta didik yang kurang antusias dalam proses pembelajaran. Siswa kurang tertarik dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Sehingga mereka lebih tertarik dengan hal-hal lain seperti berbicara dengan teman lainnya. Bermain sendiri dengan benda-benda disekitarnya.
  • Proses pembelajaran yang dilakukan guru monoton. Dalam pembelajaran guru cendrung lebih sering menggunakan metode ceramah. Pembelajaran cendrung bersifat satu arah sehingga siswa tidak antusias dan mudah bosan.
  • Guru tidak menggunakan media pembelajaran pada saat mengajarkan materi energi dan perubahan.

5. Pembatasan Masalah

Peneliti membuat pembatasan masalah untuk membatasi faktor mana saja yang termasuk dalam lingkung penelitian dan hal apa saja yang tidak masuk dalam lingkup penelitian.

. . . dengan pembatasan masalah fokus dari masalah yang diteliti semakin jelas.

Pembatasan masalah harus diambil dari identifikasi masalah, tidak boleh muncul tiba-tiba dan tidak sesuai dengan identifikasi masalah.

Contoh Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, penelitian ini dibatasi pada penerapan STAD berbantu  quartet card terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan  Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari.

6. Rumusan Masalah
rumusan masalah dibuat berdasarkan masalah yang ada dalam penelitian.
jika peneliti sudah membuat pembatasan masalah, maka rumusan masalah dibuat berdasarkan pembatasan masalah.

rumusan masalah berbentuk kalimat pertanyaan.
Kalimat pertanyaan pada rumusan masalah adalah kalimat yang membutuhkan jawaban, dimana jawaban tersebut dapat diperoleh dari pengumpulan data pada penelitian yang akan di lakukan.

Baca : Cara membuat rumusan masalah pada proposal dan skripsi.


Contoh Rumusan Masalah :
Bagaimana pengaruh penerapan STAD berbantu  quartet card terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan  Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari? (Penelitian Kuantitatif)

7. Tujuan
Tujuan di buat berdasarkan rumusan masalah.

Lihat rumusan masalah di atas.

Maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh penerapan STAD berbantu  quartet card terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan  Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari.

Tujuan dalam penelitian berguna untuk menunjukan atau mengarahkan kemana penelitian akan di laksanakan. 

8. Manfaat
Ada dua jenis manfaat dalam penelitian
yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.

Manfaat teoritis yaitu manfaat yang berlatar pada tujuan penelitian verivikatif, untuk mengecek teori yang sudah ada. Apakah teori tersebut memperkuat teori yang telah ada atau menggugurkannya.

Sementara manfaat praktis yaitu manfaat yang dirasakan secara langsung (praktiknya) oleh pihak-pihak terkait.

Contoh :

Manfaat Teoritis
Secara teoritis jika penelitian ini dilaksanakan, maka hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi ilmiah untuk menambah wawasan dan pengetahuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran saat pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

Manfaat Praktis
Bagi Guru

  • Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih model pembelajaran yang akan diaplikasikan pada proses pembelajaran.
  • Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi dan perubahan.
  • Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai bahan masukan dalam mendayagunakan model pembelajaran STAD dengan berbantuan kuartet card  sebagai upaya untuk membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa secara optimal.
Bagi Siswa

  • Bagi siswa, penelitian ini dapat digunakan untuk menghadirkan bentuk pembelajaran yang lebih menarik dan bermakana.
  • Bagi siswa, penelitian ini dapat membantu dan memudahkan mereka  dalam memahami materi pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi  dan perubahan.


Bagi Sekolah

  • Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pandangan sekolah dimata masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akreditasi baik, sehingga masyarakat meyakini bahwa sekolah tersebut merupakan lembaga pendidikan yang tepat untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan di lingkungannya.


9. Kajian Teori

Segera di lanjutkan . . .

BACA JUGA

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi

Contoh Kata Pengantar dalam Makalah, Laporan Praktikum, Penelitian dan Skripsi

Cara Membuat Daftar Isi Manual dan Otomatis Pada Ms. Word Lengkap Dengan Contoh Daftar Isi

Cara Membuat Judul Penelitian Kuantitatif yang Baik dan Benar (Contoh Judul Penelitian Kuantitatif)

Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal, Surat Kabar dan Makalah

Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi (Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif dan Hipotesis Asosiatif)

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif : Wawancara, Angket, dan Observasi 100% LENGKAP

Cara membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Langkah-Langkah menghitung Validitas Soal Pilihan Ganda Dengan Excel

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Cara Membuat Judul Karya ilmiah, Proposal, Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, penelitian, atau KTI