10/18/17

10 Cara Membentuk Kebiasaan Belajar yang Baik dan Kebiasaan Belajar yang tidak Baik

Pengertian Kebiasaan Belajar

Menurut Djaali(2014:128) mengemukakan bahwa pengertian kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Sedangkan menurut Slameto (2013:82), belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi kebiasaan. Menurut Burghardt dalam Syah (2009:120), kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang.


Dalam proses belajar, pembiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah, muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. Syah (2009:128), mengemukakan bahwa kebiasaan belajar adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan yang telah ada. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu. Pendapat lain dari Djaali (2014: 128), kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Kebiasaan belajar merupakan suatu cara atau metode yang dilakukan oleh seseorang secara berulang-ulang, dan pada akhirnya menjadi suatu ketepatan dan bersifat otomatis.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar merupakan tingkah laku yang terbentuk karena dilakukan secara berulang-ulang sepanjang hidup individu dan biasanya mengikuti cara atau pola tertentu, sehingga akan terbentuk sebuah kebiasaan belajar. Jadi, yang dimaksud dengan kebiasaan belajar di sini adalah cara-cara belajar yang paling sering dilakukan oleh siswa dan cara atau kebiasaan belajar dapat terbentuk dari aktifitas belajar, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Dimensi Kebiasaan Belajar

Djaali (2014:128) membagi dimensi   kebiasaan         belajar  menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Delay Avoidan (DA)
Delay Avoidan merupakan kebiasaan belajar seseorang yang dilakukan dimana menunjuk pada ketepatan waktu penyelesaian tugas-tugas akademis, menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan tertundanya penyelesaian tugas, dan menghilangkan rangsangan yang akan menganggu konsentrasi belajar. pada bagian ini bisa juga disebut dengan kesigapan dalam belajar.
2. Work Methods (WM)
Work  Methods  merupakan  kebiasaan  perilaku  seseorang  yang  menunjuk kepada penggunaan cara (prosedur) belajar yang efektif dan efisien dalam mengerjakan tugas akademik dan keterampilan belajar. pada bagian ini bisa juga disebut dengan metode kerja dalam belajar.

Berdasarkan pendapat ahli di atas bahwa dimensi dari kebiasaan belajar itu terbagi menjadi dua yaitu: Delay Avoidan atau bisa disebut juga kesigapan dalam belajar dan Work Methods atau bisa disebut juga metode kerja dalam belajar.

Pada dimensi tentang kebiasaan belajar di atas peneliti mengembangkan kedua dimensi tersebut kedalam sub variabel angket dalam penelitian ini, adapun sub variabel tersebut meliputi: Delay Avoidan (kesigapan dalam belajar) dan Work Methods (metode bekerja dalam belajar).

Aspek Kebiasaan Belajar

Kebiasaan belajar belajar yang baik harus diajarkan oleh siswa sejak dini, karena agar dapat memperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Menurut Sudjana (2014:165-73), ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar, yaitu:

1. Cara mengikuti pelajaran
Cara mengikuti pelajaran di sekolah merupakan bagian penting dari proses belajar sebab dalam proses belajar tersebut, seseorang diberi arahan tentang apa dan bagaimana bahan pelajaran harus dikuasai, sehingga cara tersebut merupakan bentuk kebiasaan belajar pada diri seseorang. Dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah, kewajiban sebagai seorang siswa yaitu mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh guru. Selanjutnya, bagaimana kemampuan siswa dalam bertanya tentang materi pelajaran. Oleh karena itu, cara-cara yang dilakukan ketika mengikuti pelajaran sangat berpengaruh terhadap pembentukan kebiasaan belajar yang baik.

2. Cara belajar mandiri di rumah
Belajar mandiri dirumah merupakan tugas paling pokok dari setiap siswa. Adapun syarat utama di rumah adalah adanya keteraturan belajar misalnya memiliki jadwal belajar tersendiri sekalipun terbatas waktunya. Bukan seberapa lama belajar yang dilakukan tetapi kebiasaan yang teratur dalam melakukan belajar setiap harinya. Dalam aspek kebiasaan belajar yang di rumah, metode belajar yang digunakan siswa juga mempengaruhi dalam proses peningkatan pengetahuannya. Seorang siswa itu mempunyai cara yang berbeda dalam melakukan kegiatan belajar di rumahnya. Metode belajar seperti belajar pada keseluruhan materi atau pada bagian-bagian tertentu saja. Demikian pula dengan cara yang seperti apakah siswa itu belajar, misalnya dengan menghafal materi, atau membaca dengan nada suara yang tinggi, mencatat atau menandai bagian-bagian yang penting, dan mengerjakan soal-soal latihan sebagai upaya untuk menambah kemampuan.

3. Cara belajar kelompok
Cara belajar sendiri di rumah biasanya sering menimbulkan kejenuhan atau kebosanan dalam diri seseorang. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kebosanan perlu adanya variasi belajar yaitu dengan cara belajar bersama dengan teman yang paling dekat. Cara belajar dengan teman atau berkelompok efektif dilakukan oleh seorang siswa karena dapat memecahkan permasalahan pada soal dengan cara berdiskusi bersama-sama artinya setiap siswa turut memberikan sumbangan pikiran dalam memecahkan persoalan tersebut sehingga memperoleh hasil yang lebih baik.

4. Mempelajari buku teks
Dalam kegiatan belajar tidak lepas dari adanya sumber belajar yang digunakan seseorang untuk belajar. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, oleh karena itu membaca buku adalah keharusan bagi siswa. Kebiasaan membaca buku harus dibudayakan dalam kehidupan, karena dengan membaca buku maka akan lebih kaya dalam memahami bahan pelajaran yang diberikan oleh guru.

5. Menghadapi ujian
Siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik, pada saat ulangan atau ujian berlangsung siswa tersebut dapat menyelesaikannya dengan tenang. Sebaliknya, siswa yang tidak belajar secara teratur, maka pada saat ulangan siswa tersebut belajar akan terlihat ragu-ragu dalam menjawab soal. Siswa yang belajar hanya pada saat akan ulangan, tidak akan memiliki kepercayaan yang tinggi dalam mengerjakan soal. Hal tersebut dikarenakan kemampuan otak yang diberi materi dalam waktu yang terdesak tidak akan bertahan lama.

Slameto (2010:82-91), menjelaskan uraian kebiasaan belajar yang dapat memengaruhi hasil belajar meliputi:
1. Pembuatan jadwal dan pelaksanaannya
Jadwal merupakan pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang setiap harinya. Jadwal juga berpengaruh terhadap belajar. Kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik dan berhasil, dengan adanya jadwal belajar, maka harusnya seorang siswa mempunyai jadwal yang baik dan melaksanakannya dengan teratur atau disiplin. Dengan menyusun jadwal dan melaksanakannya sesuai dengan jadwal yang dibuat, berarti itu menandakan seorang siswa mampu membagi waktu mana yang harus dilakukan. Dalam hal ini, siswa memiliki tanggung jawab yang besar dalam kegiatan belajarnya untuk meningkatkan hasil belajar.

2. Membaca dan membuat catatan
Membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. Hampir sebagian besarkegiatan belajar adalah membaca. Agar dapat belajar dengan baik maka perlu membaca dengan baik pula, karena membaca adalah alat belajar. Agar siswa dapat membaca dengan efisien perlulah memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik. Kebiasaan-kebiasaan yang baik menurut The Liang Gie dalam Slameto (2010:84) yaitu: memperhatikan kesehatan membaca, ada jadwal, membuat catatan, memanfaatkan perpustakaan, membaca sungguh-sungguh semua buku-buku yang perlu untuk setiap mata pelajaran sampai menguasai isinya, dan membaca dengan konsntrasi penuh.

3. Mengulangi bahan pelajaran
Mengulangi besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan bahan pelajaran yang belum dikuasai akan dapat dikuasi dan akan tertanam dalam otak. Mengulangi dapat dilakukan dengan mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari. Cara ini dapat ditempuh dengan cara membuat ringkasan, kemudian untuk mengulang cukup belajar dari ringkasan ataupun juga dapat dari mempelajari soal jawab yang sudah pernah dibuatnya. Agar dapat mengulang dengan baik maka perlu menyediakan waktu untuk mengulang dan menggunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya.

4. Konsentrasi
Dalam proses belajar, konsentrasi besar pengaruhnya terhadap kegiatan belajar. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal. Pemusatan pikiran merupakan kebiasaan yang dapat dilatih, bukan karena adanya bakat atau bawaan dari lahir. Pemusatan pikiran dapat dicapai dengan mengabaikan atau tidak memikirkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya, hanya memikirkan suatu hal yang dihadapi atau dipelajari serta yang ada hubungannya saja.

5. Mengerjakan tugas
Cara yang dilakukan seseorang dalam mengerjakan tugas dapat berupa mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku atau soal yang diberikan guru. Agar siswa berhasil dalam belajarnya, sebaiknya dapat mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik, siswa tersebut akan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugasnya di sekolah. Siswa yang tidak membiasakan belajar dengan teratur, siswa tersebut akan mengeluh apabila diberi tugas. Mencontek jawaban teman yang masih menjadi kebiasaan seorang siswa jika tidak dapat menyelesaikan tugasnya. Begitu pula dengan ketepatan waktu yang digunakan dalam mengerjakan tugas. Batasan waktu yang diberikan guru, apakah siwa mampu menyelesaikan tugasnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan atau tidak. Menunda waktu dalam menyelesaikan tugas merupakan hal yang tidak baik dalam proses pembentukan kebiasaan belajar.

Berdasarkan pendapat dari Sudjana dan Slameto maka untuk kebiasaan belajar yang akan dikaji dalam penelitian ini meliputi: Delay Avoidan(kesigapan dalam belajar) dalam penelitian ini meliputi konsentrasi dan mengerjakan tugas. Sedangkan untuk Work Methods (metode kerja dalam belajar) meliputi cara mengikuti kegiatan pembelajaran, cara belajar kelompok, cara belajar individu, mempelajari buku teks, menghadapi ujian, membaca dan membuat catatan, mengulangi bahan pelajaran dan bagaimana pembuatan jadwal serta pelaksanaannya.

Pembentukan Kebiasaan Belajar yang Baik

Agar  kebiasaan  belajar  berjalan  dengan  baik  perlu  adanya  pembentukan kebiasaan belajar yang baik pula. Crow and Crow dalam Purwanto (2010:116) mengemukakan cara- cara belajar yang baik:

1. Adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas
Kebiasaan belajar perlu dikembangkan pada siswa untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pembentukan belajar yang efektif perlu adanya tugas- tugas yang jelas dari guru. Tugas yang jelas membuat perhatian siswa dapat diarahkan pada hal-hal khusus yang perlu dipelajari dengan baik dan bagaimana cara mempelajarinya. Semakin jelas tugas yang diberikan oleh guru, semakin besar pula perhatian dan minat siswa untuk mengerjakan.

2. Belajar membaca yang baik
Belajar membaca yang baik sangat diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dan mengerti benar-benar apa yang dibacanya, sehingga dapat mengerjakan tugas dengan baik. Materi pelajaran yang terdapat dalam buku, bukan hanya untuk dimengerti kata demi kata atau kalimat demi kalimat, melainkan harus diusahakan untuk mengetahui apa isi buku tersebut. Membaca cepat dan efektif diperlukan latihan yang terus menerus.

3. Gunakan metode keseluruhan dan metode bagian
Metode belajar yang baik harus diterapkan pada siswa. Metode belajar itu sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu metode keseluruhan dan metode bagian. Metode belajar digunakan sesuai dengan tingkat keluasan dan kesulitan materi pelajaran yang dipelajari. Misalnya, dalam mempelajari buku yang tebal digunakan metode bagian. Namun, dalam mempelajari bab demi bab diperlukan metode keseluruhan karena apa yang dipelajari dalam satu bab itu diperoleh pengertian yang utuh.

4. Pelajari dan kuasai bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari Dengan adanya metode belajar, siswa dapat mempelajari menguasai bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari. Dalam hal ini, guru perlu memberikan pengarahan agar siswa mengetahui bagian-bagian mana yang penting dan mendapat perhatian khusus di dalam belajar.

5. Buat catatan-catatan pada waktu belajar
Belajar yang efektif salah satunya dengan cara membuat catatan tentang materi yang dipelajari. Catatan yang sudah tersusun itu akan dapat membantu siswa dalam mempelajari materi pelajaran dalam waktu yang lebih lama.

6. Kerjakan dan menjawab pertanyaan- pertanyaan
Setelah membuat catatan atau rangkuman, alangkah baiknya untuk membuat pertanyaan- pertanyaan sendiri dan kemudian menjawabnya berdasarkan apa yang telah dipelajari. Pengetahuan yang diterima dengan menjawab pertanyaan sebagai latihan, akan dapat diingat lebih lama daripada pengetahuan yang hanya diperoleh melalui membaca atau menghafal.

7. Hubungkan materi-materi baru dengan materi yang lama
Membentuk kebiasaan belajar yaitu dengan menghubungkan materi pelajaran yang baru dengan materi yang lama atau yang sudah dipelajari. Belajar merupakan suatu proses untuk membentuk konsep-konsep baru atau pengetahuan baru berdasarkan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Seorang siswa harus mengulangi kembali materi pelajaran lampau yang ada hubungannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Jadi, dalam menerima materi pelajaran yang baru diperlukan pengetahuan dari bahan-bahan yang lama yang sudah dipelajari.

8. Gunakan berbagai sumber belajar
Belajar tidak hanya berpedoman pada satu sumber saja. Siswa hendaknya diarahkan untuk mencari sumber belajar yang lain, hal ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan mereka. Semakin banyak membaca buku, maka semakin banyak pula pengetahuan yang akan diperoleh .

9. Pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, dan gambar
Kegiatan belajar tidak hanya menghafal dan membaca saja, namun juga mempelajari tabel, peta, grafik, dan gambar dapat memperoleh pengertian yang lebih singkat dan jelas tentang apa yang ada di dalam buku tersebut. Guru memiliki tugas dan kewajiban untuk membimbing siswa bagaimana menginterpretasikan gambar, grafik, tabel, peta yang terdapat di dalam buku pelajaran atau sumber lainnya.

10. Membuat rangkuman.
Guru harus memberikan arahan pada siswa untuk membuat rangkuman bertujuan untuk memudahkan dalam mengadakan review atau mengulang kembali pelajaran yang sudah pernah diterima. Rangkuman dan review memberikan kesempatan untuk merefleksikan, mengingat kembali, dan mengevaluasi isi pengetahuan yang sudah dikuasai.

Berdasarkan uraian diatas, adapun cara belajar yang baik menurut ahli yaitu: adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas, belajar membaca yang baik, gunakan metode keseluruhan dan metode bagian, pelajari dan kuasai bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari, buat catatan-catatan pada waktu belajar, kerjakan dan menjawab pertanyaan- pertanyaan, hubungkan materi-materi baru dengan materi yang lama, gunakan berbagai sumber belajar, pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, dan gambar, membuat rangkuman. Cara-cara tersebut harus dilakukan guna untuk mencapai belajar yang maksimal.

Pembentukan Kebiasaan Belajar yang Tidak Baik
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 246), dalam kegiatan sehari-hari ditemukan adanya kebiasaan belajar yang kurang baik. Kebiasaan tersebut antara lain berupa: (1) belajar pada akhir semester; (2) belajar tidak teratur; (3) menyia-nyiakan kesempatan belajar; (4) Bersekolah hanya untuk bergengsi; (5) datang terlambat bergaya pemimpin; (6) bergaya jantan seperti merokok; (7) sok menggurui teman; dan (8) bergaya minta “belas kasihan” tanpa belajar. Sejalan dengan pendapat tersebut.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembentukan kebiasaan belajar yang tidak baik meliputibelajar pada akhir semester, belajar tidak teratur, menyia- nyiakan kesempatan belajar, bersekolah hanya untuk bergengsi, datang terlambat bergaya pemimpin, bergaya jantan seperti merokok, sok menggurui teman; dan bergaya minta “belas kasihan” tanpa belajar. Sejalan dengan hal tersebut dapat menjadikan referensi bagi siawa untuk tidak melakukan beberapa hal yang mempengaruhi pembentukan kebiasaan belajar yang tidak baik.

Manfaat Kebiasaan Belajar
Menurut Donald A. Laird dalam The Liang Gie (1995:194) menyatakan bahwa kegunaan kebiasaan ialah:
1. Penghematan waktu (economy of time)
Kebiasaan dapat banyak menghemat waktu dalam mengerjakan sesuatu atau memakai pikiran. Penghematan waktu berarti tersedianya waktu yang longgar untuk studi. Tidak itu saja, waktu yang seketika terus dipakai untuk studi (karena tidak berpikir-pikir atau ragu-ragu lebih dahulu) sehingga menjadi mementum yang kuat untuk melaju dalam melakukan studi.

2. Meningkatkan efisiensi manusia (human efficiency)
Kebiasaan melakukan sesuatu secara otomatis akan membebaskan pikiran sehingga dapat dipakai untuk tujuan lain pada saat yang sama.

3. Membuat seseorang menjadi lebih cermat
Suatu kegiatan yang telah begitu tertanam dalam pikiran seseorang dan demikian terbiasa dikerjakannya akan terlaksana secara lebih cermat daripada aktifitas yang masih belum terbiasa.

4. Membantu seseorang menjadi ajeg
Dengan kebiasaan belajar yang baik kondisi belajar akan terjaga. Emosi, mental dan semangat belajar akan lebih terkendali karena situasi belajar yang tertata

Dengan membiasakan belajar maka siswa akan dapat memperoleh berbagai manfaat diantaranya manfaat yang telah dipaparkan di atas antara lain, penghematan waktu, meningkatkan efisiensi manusia, membuat seseorang menjadi lebih cermat, membantu seseorang menjadi ajeg.


DAFTAR PUSTAKA
Djaali. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: rajawali Pers.
Sudjana, Nana. 2014. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Purwanto, Ngalim. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.


EmoticonEmoticon