10/16/17

KAJIAN TEORI : MEDIA PEMBELAJARAN, PENGERTIAN, LANDASAN, MANFAAT, JENIS, dan CARA MEMILIH MEDIA

Media Pembelajaran

A. Pengertian Media Pembelajaran
Pengertian Media Pembelajaran

Ditinjau dari segi bahasa, menurut Arsyad (2013: 3) media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’. Sementara ditinjau secara istilah menurut Heinich, dan kawan kawan (1982) dalam Arsyad (2013: 3) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Definisi tersebut menekankan istilah media sebagai sebuah perantara. Media berfungsi untuk menghubungan sebuah informasi dari satu pihak ke pihak lainnya.


Sementara dalam dunia pendidikan kata ‘media’ disebut dengan media pembelajaran. Arsyad (2013: 10) menyampaikan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaiakan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar. Lebih lanjut Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013: 4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Dari kedua pengertian tersebut media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembeljaraan. Alat ini dapat berupa alat-alat grafis, visual, elektronis dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa.

Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan alat yang digunakan dalam proses belajar untuk menyampaiakan pesan, gagasan atau ide yang berupa materi pembelajaran kepada siswa oleh guru.

B. Landasan Penggunaan Media
Menurut Piaget dalam Slameto (2010: 13) menyampaikan bahwa ada tiga tahap perkembangan mental anak, yaitu: 1) berfikir secara intuitif + 4 tahun, 2) beroprasi secara kongkrit + 7 tahun, 3) beroprasi secara formal + 11 tahun. Proses pembelajaran di lingkungan belajar siswa harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Anak usia sekolah dasar umumnya berada pada tahap perkembangan mental beroprasi secara kongkrit. Oleh sebab itu pada pembelajarana di sekolah dasar guru harus memberikan kondisi pembelajaran yang nyata.

Media pembelajaran dapat digunakan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang nyata. Dengan penggunaan media pembelajaran, pesan yang sifatnya abstrak dapat diubah menjadi pesan yang kongkrit. Misalnya guru menyampaikan pesan tentang teknik membaca memindai, ketika guru hanya menjelaskan maka siswa akan kesulitan memahami teknik membaca memindai, namun ketika guru menggunakan sebuah majalah, buku atau koran sebagai media dan menunjukan secara langsung bagaimana teknik membaca memindai, maka siswa mudah menerima pesan yang disampaikan guru.

Selanjutnya, landasan teori penggunaan media dalam proses belajar disampaikan oleh Dale (1969) dalam Arsyad (2013:  13) yaitu Dale’s Cone of experience (Kerucut Pengalaman Dale) “Kerucut ini merupakan elaborasi yang rinci dari konsep tiga tingkatan pengalaman yang dikeluarkan oleh Burner”. Dalam kerucut tersebut dijelaskan bahwa pengalaman secara langsung (kongkrit) memberikan hasil belajar paling tinggi. Dilanjutkan oleh benda tiruan, dramatisasi, karyawisata, televisi, gambar hidup pameran, gambar diam, lambang visual dan lambang kata (abstrak) yang memberikan porsi paling sedkit. Meskipun begitu  Arsyad (2013: 13) menyampaikan bahwa urutan-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar belajar harus selalu pengalaman langsung, tetapi dimualai dari pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan Kerucut Pengalaman Dale.
Kerucut Pengalaman Dale


C. Manfaat Media Pembelajaran
Disampaikan oleh Daryanto (2013: 5) bahwa proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Dalam proses belajar terdapat pesan yang hendak disampaikan. Pesan tersebut dapat berupa informasi yang mudah diserap oleh penerima, namun juga dapat berupa infomrasi yang abstrak atau sulit untuk diterima.  Ketika pesan yang disampaikan tidak dapat diterima oleh penerima maka diperlukan solusi yang dapat mengantarkan pesan tersebut. Media merupakan sarana atau alat yang digunakan untuk mengantarkan pesan dari pengirim ke penerima pesan, dengan tujuan untuk mengingkatkan pemahaman penerima pesan tersebut.

Sudjana dan Rivai (2013: 2) menyampaikan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2) Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik. 3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata penuturan verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Sehingga siswa tidak bosan, dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengjar untuk setiap jam pelajaran. 4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.

Lebih lanjut Sudjana dan Rivai (2013: 3) menambahkan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah berkenaan dengan taraf berfikir siswa. Hal tersebut juga sejalan dengan teori perkembangan mental piaget, yang menyampaikan bahwa terdapat tahap perkembangan mental seorang individu. Tahap berfikir manusia mengikuti tahap perkembangan berfikir dari kongkrit menuju abstrak.

Hamalik (1986) dalam Arsyad (2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Lebih lanjut Levie & Lentz (1982) dalam Arsyad (2013: 20) mengemukakan bahwa ada empat fungsi media pembelajaran, yaitu 1) fungsi atensi, 2) fungsi afektif, 3) fungsi kognitif, 4) fungsi kompensatoris.  Fungsi atensi adalah kemampuan media untuk menigkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran. Fungsi afektif adalah kemampuan untuk dapat terlihat dan dapat dinikmati oleh siswa ketika belajar. Fungsi kognitif dapat diperoleh temuan-temuan informasi dari media tersebut. Dan fungsi kompensatoris memberikan konteks untuk membantu siswa memahami materi.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media dapat memberikan banyak manfaat. Dianatar manfaat yang didapat dalam penggunaan media adalah menarik perhatian siswa, memperjelas makna atau pesan dalam pembelajaran, siswa tidak bosan, siswa melakukan banyak kegiatan belajar dan pembelajaran akan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

D. Jenis Media Pembelajaran
Pengelompokan media pembelajaran dapat dilakukan dengan cara mengelompokan berdasarkan perkembangan teknologi. Menurut Seels Glasgow dalam Arsyad (2013: 35) “Media tersebut dikelompokan atas media tradisional dan media moderen”, yang mana sebagai berikut ini:
Tabel 2.2  Jenis Media Pembelajaran
No
Media Tradisional
Jenis
Bentuk
1
Visual diam yang diproyeksikan
a.    proyeksi apaque (tak-tembus pandang).
b.    proyeksi overhead. 3)slides.
c.    Filmstrips
2
Visual yang tak diproyeksikan
a.    gambar poster.
b.    foto.
c.    charts, grafik, diagram.
d.   pameran, papan info, papan-bulu.
3
Audio
a.    rekaman piringan.
b.    pita kaset, reel catridge.
4
Penyajian Multimedia
a.    slide plus suara.
b.    multi-image.
5
Visual Dinamis
a.    filem.
b.    televisi.
c.    Vidio
6
Cetak
a.    buku teks.
b.    modul, teks terprogram.
c.    workbook.
d.   majalah ilmiah, berkala.
e.    lembaran lepas (hand-out)
7
Permainan
a.    teka-teki.
b.    simulasi.
c.    permainan papan.
8
Realita
a.    model.
b.    specimen (contoh).
c.    manipulatif (peta, boneka).

Media Teknologi Muktahir

Jenis
Bentuk
1
Media berbasis telekomunikasi
a.    telekonfren.
b.    kuliah jarak jauh.

2
Media berbasis mikroprosesor
a.    computer assisted intruction.
b.    permainan komputer.
c.    sistem tutor intelejen.
d.   interaktif.

E. Memilih Media Pembelajaran
Memilih Media Pembelajaran
Memilih Media Pembelajaran

Media adalah perantara atau penghubung. Media pemebelajaran adalah alat yang digunakan sebagai perantara informasi dari pemberi pesan ke penerima pesan. Media pembelajaran memberikan manfaat dalam pembelajaran di kelas, diantaranya meningkatkan perhatian siswa, motivasi siswa, meningkatkan efektifitas pembelajaran dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Pengunaan media yang tepat akan memberikan manfaat yang baik dalam pembelajaran, namun sebaliknya jika pemilihan media pembelajaran tidak tepat, maka tidak akan memberikan hasil yang baik dalam pembelajaran.

Oleh sebab itu, pemilihan media pembelajaran harus tepat dan sesuai dengan materi, kondisi siswa, dan metode yang digunakan guru dalam belajar. Selanjutnya  menurut Arsyad (2013: 69) pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
(1) Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pembangunan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan material). 2) Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya: penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikirantingkatan yang lebih tinggi. 3) Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya. 4) Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan pelajar dan keefektifan biaya.

Lebih lanjut untuk menjelaskan tentang kriteria dalam pemilihan media, Arsyad (2013: 74) menyampaikan beberapa kriteria pemilihan media yaitu: 1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, 2) tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi, 3) praktis, luwes dan bertahan, 4) guru trampil menggunakannya, 5) pengelompokan sasaran, 6) mutu teknis.

Selain itu media pembelajaran yang baik harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan media yang sesuai dengan teori-teori belajar. Menurut Arsyad (2013: 71) prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah 1) Memotivasi siswa dalam belajar, 2) Memahami perbedaan individu, 3) Sesuai dengan tujuan pelajaran, 4) Isi yang terorganisasi, 5) Ketersiapaan siswa dalam belajar, 6) Menumbuhkan emosi siswa, 7) Menumbuhkan partisipasi siswa, 8) Memberikan umpan balik, 9) Penguatan, 10) Latihan dan pengulangan, 11) Penerapan.

Sedangkan khusus media pembelajaran berbasis visual, perlu untuk memperhatikan beberapa aspek. Menurut Arsyad (2013: 103) dalam proses penatan itu harus memperhatikan prinsi-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan penekanan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna. Pendapat ahli diatas menekankan dalam proses pengembangan media berbasis visual, perlu diperhatikan prinsi-prinsip penataan gambarnya, yaitu pengembangannya.

Prinsip pengembangan media visual yang pertama adalah kesederhanaan, prinsip kesederhanaan mengacu pada jumlah elemen-elemen yang terdapat pada gambar visual. Semakin sedikit atau sederhana akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Prinsip selanjutnya adalah keterpaduan, prinsip keterpaduan mengacu pada hubungan antar aspek dalam gambar visual, apakah elemen-elemen dalam gambar saling terkait. Prinsip selanjutnya adalah penekanan, diperlukan penekanan dalam gambar, untuk menonjolkan salah satau elemen dibandingkan elemen lainnya. Prinsip selanjutnya adalah keseimbangan, artinya gambar visual sebaiknya harus menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan, meskipun tidak sepenuhnya simetris. Prinsip selanjutnya adalah pemilihan bentuk, pemilihan bentuk berkaitan dengan elemen gambar apa yang terdapat dalam media visual, bentuk yang menarik dapat menggugah minat dari anak. Prinsip selanjutnya adalah garis, digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat memperjelas gambar visualisasi media tersebut. Prinsip selanjutnya adalah tekstur, tekstur dalam media visual diartikan sebagai visualisasi media yang menunjukan suatu bentuk yang kasar atau halus. Prinsip terakhir adalah warnawarna digunakan untuk memberikan kesan, penekanan, keterpaduan. Penggunaan warna harus diperhatikan sehingga mampu menambah daya tarik dari visualisasi media tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Daryanto. 2013. Media Pembelajaran Perannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: GAVA MEDIA

Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Sudjana, Naana dan Rivai, Ahmad. 2013. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset

1 komentar so far

Assalamualaikum mas. Saya punya tugas karya tulis ilmiah dan saya berniat memasukkan tulisan mas ke karya tulis saya dengan mencamtumkan daftar pustaka website mas. Namun, saya tidak melihat adanya nama penulis dari artikel ini. Mohon kesediaan mas memberikan informasi nama dari penulis artikel ini agar saya dapat memasukkannya di daftar pustaka karya tulis ilmiah saya. Sekian dan terima kasih.


EmoticonEmoticon