10/17/17

Pengertian, Langkah-Langkah, Kelebihan dan Kekurangan Metode Field Trip (karya wisata)

Metode Field Trip (karya wisata)

Pengertian Metode Field Trip (karya wisata)

Metode Field Trip (karya wisata)
Metode Field Trip (karya wisata)



Metode field trip atau karya wisata merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan, di mana siswa diharuskan belajar di luar kelas atau outdoor. Bukan sekedar keluar kelas lalu belajar, namun dalam field trip siswa diajak untuk melihat dan mengamati objek yang dipelajari secara langsung. Wang dan Carlson (2011) mengemukakan bahwa “A field trip is a common strategy used by educators to bring out-of-scool learning experrience into schools”. Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa field trip adalah suatu strategi umum yang digunakan oleh pendidik untuk membawa pengalaman belajar yang ada di luar sekolah ke dalam sekolah. Rusyan dalam Abimanyu (2008: 7.6) menambahkan bahwa walaupun karya wisata banyak unsur nonakademisnya, tetapi tujuan pendidikan dapat pula tercapai terutama mengenai wawasan dan pengalaman tentang dunia luar seperti tempat yang memiliki situs bersejarah, musium, peternakan atau pertanian (agro wisata) dan sebagainya. Tempat pelaksanaan field trip tidak harus tempat yang jauh, ketika tempat tersebut memiliki objek dan sumber informasi yang lengkap terkait materi pelajaran, tempat tersebut dapat digunakan sebagai field trip.

Field trip bukan sekedar kegiatan rekreasi semata, melainkan belajar dengan melihat objek secara langsung untuk mempertegas gambaran yang didapat siswa ketika di kelas. Batic (2011: 79) menjelaskan bahwa “Education field trip enable pupils to gain new experience and make them more aware of the world in which they live”. Penjelasan tersebut mengandung arti bahwa field trip dalam bidang pendidikan memungkinkan para siswa untuk memperoleh pengalaman baru dan membuat mereka lebih sadar akan dunia di mana mereka hidup. Pelaksanaan field trip memberikan pengalaman unik pada siswa dengan menampilkan meteri pelajaran secara nyata. Field trip menuntut guru untuk dapat merancang kegiatan pembelajaran secara jelas dan menyenangkan. Anitah (2009: 5.30) supaya field trip berjalan dengan optimal, guru harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Mampu mengidentifikasi objek karya wisata yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Mampu membuat perencanaan dan panduan siswa.
  3. Mampu mempersiapkan bahan dan alat dalam karya wisata.
  4. Mampu mengontrol, memfasilitasi dan membimbing aktivitas siswa selama kegiatan.
  5. Mampu menilai karya wisata.


Langkah-Langkah Pembelajaran Metode Field Trip (karya wisata)

Metode Field Trip (karya wisata)
Metode Field Trip (karya wisata)

Ada beberapa langkah-langkah yang  harus dilakukan guru dalam menerapkan  metode  field  trip  pada  pembelajaran.  Abimanyu  (2008:  7.8-7.8) menyebutkan langkah-langkah tersebut yaitu:
  1. Kegiatan Persiapan meliputi: merumuskan tujuan pembelajaran; menyiapkan meteri pelajaran yang sesuai silabus/kurikulum; melakukan studi awal ke lokasi sasaran karya wisata dan menyiapkan skenario pelaksanaan karya wisata.
  2. Kegiatan Pelaksanaan Karya Wisata Kegiatan pelaksanaan field trip meliputi kegiatan pembukaan, inti dan penutup.


Kegiatan pembukaan dilakukan di sekolah sebelum berangkat ke lokasi karya wisata atau dapat dilakukan di lokasi karya wisata sebelum turun ke lapangan. Kegiatan ini meliputi: mengingatkan kembali pelajaran yang pernah diberikan melalui pertanyaan apersepsi; memotivasi siswa dengan membuat kaitan materi pelajaran yang akan dipelajari dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat; mengemukakan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai pelajaran tersebut selama karya wisata dan mengemukakan tata tertib selama karya wisata.

Kegiatan inti, kegiatan yang dilakukan oleh siswa saat berada di tempat yang dikunjungi. Kegiatan ini meliputi: melakukan observasi terhadap objek sasaran belajar; mewawancarai nara sumber dan mencatat informasi yang disampaikan secara lisan oleh nara sumber; mengumpulkan leaflet booklet yang ada; sesuai dengan skenario yang disiapkan guru dapat juga diselenggarakan seminar atau diskusi dengan nara sumber.

Kegiatan penutup, kegiatan mengakhiri karya wisata ini dapat dilakukan ketika masih berada di lokasi karya wisata atau setelah kembali ke sekolah, kegiatannya meliputi: menyuruh siswa melaporkan hasil karya wisata dan membuat rangkuman; melakukan evaluasi proses dan hasil karya wisata; merupakan tindak lanjut berupa tugas yang sifatnya memperkaya hasil karya wisata.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Field Trip (karya wisata) 

Abimanyu (2008: 7.7) menambahkan ada beberapa keunggulan dan kekurangan dalam menerapkan metode field trip, keunggulan dan kelemahan tersebut yaitu:
1. Keunggulan Feild Trip
Keunggulan metode field trip yaitu: siswa dapat belajar langsung di lapangan sehingga pengetahuan yang diperoleh nyata, hidup, bermakna dan komprehensif; siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan tentang materi yang dipelajari dengan melihat, mendengar, mencoba dan membuktikan sendiri secara langsung; motivasi dan minat belajar siswa tinggi; guru diperingan tugasnya dalam menyampaikan materi pelajaran, karena materi disampaikan oleh nara sumber atau observasi langsung oleh siswa sendiri; siswa aktif belajar melalui observasi, wawancara, percobaan, menggolong-golongkan dan sebagainya.
2. Kelemahan Field Trip
Kelemahan metode field trip yaitu: memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak; memerlukan waktu yang cukup lama; memerlukan biaya yang relatif tinggi; memerlukan pengawasan yang ketat agar siswa fokus terhadap tugasnya; serta laporan hasil karya wisata biasanya diserahkan tiidak tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu, Soli, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Batic, Janja. 2011. The Field Trip as Part of Spatial (Architectural) Design Art Classes. Online. Tersedia di www.dlib.si.pdf [accessed 21/04/2015]

Wang, Hui-hui dan Stephan P.Carlson. 2011. Factors that Influence Student’s Satisfaction in an Environmental Field Day Experience. International Electronic Journal of Environmental Education, Vol. 1, Issue 2. Online. Tersedia di http://www.iejeegreen.com/index.php/iejeegreen/article/view Article/23 [diakses 21/04/2015]


EmoticonEmoticon