10/23/17

Model Pembelajaran Cooperative Script Pembahasan Lengkap dengan Daftar Pustaka

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran berkelompok. Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat beajar secara berkelompok, mereka membentuk kelompok kecil dengan jumlah siswa 4-5 orang yang memiliki kemampuan dan latar yang heterogen.
Seperti diungkapkan oleh Rusman (2014: 202-203) pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang  dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.

Pada hakekatnya cooperative learning sama dengan kerja kelompok. Oleh karena itu, banyak guru yang mengatakan tidak ada sesuatu yang aneh dalam cooperative learning karena mereka beranggapan telah biasa melakukan pembelajaran kooperatif dalam  bentuk belajar kelompok.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat difokuskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang memerlukan kerjasama antar siswa dan mereka saling ketergantungan satu dengan yang lainnya dalam upaya untuk mencapai atau menyelesaikan tugas. Keberhasilan pembelajaran dengan model kooperatif tergantung pada keberhasilan individu dalam kelompoknya.

Model Pembelajaran Cooperative Script
Model Pembelajaran Cooperative Script

Kelebihan Model Kooperatif
Setiap model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran memiliki kelebihannya masing-masing, termasuk kooperatif ini. Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa kelebihan, seperti dijelaskan oleh Thobroni (2012: 291-292) kelebihan dari model kooperatif adalah
  1. Jika dilihat dari aspek siswa, keunggulan pembelajaran kooperatif adalah memberi peluang kepada siswa agar mengemukakan dan membahas suatu pandangan, pengalaman yang diperoleh siswa belajar secara bekerja sama  dalam merumuskan ke arah satu pandangan kelompok. 
  2. Siswa dimungkinkan dapat meraih keberhasilan dalam belajar, melatih siswa untuk memiliki keterampilan, baik keterampilan berpikir (thinking skill) maupun keterampilan sosial (social skill). 
  3. Siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar karena didorong dan didukung dari rekan sebaya. 
  4. Siswa menghasilkan peningkatan kemampuan akademik, kemampuan berpikir kritis. 
  5. Siswa yang bersama-sama bekerja dalam kelompok akan menimbulkan persahabatan yang akrab yang terbentuk di kalangan siswa. 
  6. Saling ketergantungan yang positif, adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu, siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas, suasana yang rileks dan menyenangkan, terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru. 
Melihat dari penjelasan tentang kelebihan dari model pembelajaran kooperatif. Maka akan sangat berguna bila model ini dapat diterapkan pada situasi-situasi yang tepat. pada pembelajaran yang membutuhkan kerjasama antara siswa sehingga tumbuh pemahaman pengetahuan yang mengakar.

Model pembelajaran kooperatif ada banyak, salah satunya yaitu modep pembelajaran Cooperative Script.

Model Pembelajaran Cooperative Script

Pengertian Model Pembelajaran Cooperative Script

Model pembelajaran Cooperative Script merupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berfikir secara sistematis dan berkonsentrasi pada pembelajaran. Pembelajaran dengan model ini memungkinkan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri melalui kerjasama dengan kelompok. Siswa menemukan ide, informasi, dan pengetahuan dari apa yang di jelaskan oleh guru.
Seperti diungkapkan oleh Miftahul Huda (2013)  Cooperative script juga memungkinkan siswa untuk menemukan ide - ide pokok dari gagasan besar yang disampaikan oleh guru.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Cooperative Script

Setiap model pembelajaran memiliki sintaks (langkah-langkah) dalam penerapannya. Begitupun model pembelajaran Cooperative Script. Aris Shohimin (2014) menyampaikan bahwa ada 6 langkah dalam model pembelajaran cooperative script yaitu:
  1. Guru membagi peserta didik untuk berpasangan
  2. Guru membagi wacana/materi untuk dibaca dan dibuat ringkasannya. 
  3. Guru dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapada yang berperan sebagai pendengar. 
  4. Sesuai kesepakatan, Pembicara membacakan ringkasannnya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok kedalam ringkasannya.  Sedangkan peserta didik yang lain berperan : a) Menyimak/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap ; b) Membantu mengingat, menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan dengan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Dan lakukan kembali kegiatan seperti diatas ( langkah kegiatan 4) 
  6. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan materi pelajaran.

Kelebihan Model Pembelajaran Cooperative Script

Seperti model kooperatif model cooperative script juga memiliki kelebihan, Huda (2013) menyampaikan bahwa ada 7 kelebihan model pembelajaran cooperative script yang dapat diperoleh oleh guru yang menerapkan model pembelajaran ini, yaitu:
  1. Dapat menumbuhka ide -ide atau gagasan baru, daya berpikir kritis, sertamengembangkan jiwa keberanian dalam menyampaikan hal-hal baru yang diyakini benar; 
  2. Mengajarkan siswa untuk percaya pada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berpikir, mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain; 
  3. Mendorong siswa untuk berlatih memecakan masalah dengan mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan ide siswa dengan ide temannya; 
  4. Membantu siswa beajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar serta menerima perbedaan yang ada; 
  5. Memotivasi siswa yang kurang pandai agar bisa mengungkapkan pemikirannya; 
  6. Memudahkan siswa berdiskusi dan berinteraksi sosial;  
  7. Meningkatkan kemampuan berfikir kreatif. 
Daftar Pustaka

Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme  Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Arruzz Media.
Thobroni, Mohammad dan Arif Mustofa. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzzmedia.


EmoticonEmoticon