10/19/17

Model Pembelajaran TGT : Pengertian, Karakteristik, SIntaks, Kelebihan dan Kekurangan

Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

A. Pengertian Model Pembelajaran

 
Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Joyce (dalam Trianto, 2007:5) menyatakan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas dengan menentukan perangkat-perangkat pembelajaran untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Joyce dan Weil (dalam Prastowo, 2013:69) menyatakan model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di dalam atau di luar kelas.


Suprijono (2009:46) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam me-rencanakan pembelajaran di kelas atau tutorial. Arends (dalam Suprijono, 2012:46) menyatakan bahwa model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap, dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Model pembelajaran memungkinkan guru membantu siswa mendapatkan informasi, ide, ketrampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran berfungsi pula sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu pola yang dipilih guru sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Apabila dalam proses pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran yang inovatif maka proses pembelajaran akan berlangsung secara efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

B. Pengertian Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

Slavin (2015:163) mendefinisikan TGT merupakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka. 

Shoimin (2014:203) menyatakan TGT adalah model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.

Rusman (2014:224) mendefinisikan TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Teams Games Tournament (TGT) adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang berisi turnamen akademik dengan melibatkan aktivitas seluruh siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda.

C. Karakteristik Model Pembelajaran TGT

Karakteristik Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Shoimin (2014:203) menyatakan bahwa karakteristik-karakteristik pada model pembelajarn TGT termuat dalam lima komponen utama, yaitu:
1. Penyajian Kelas
Awal pembelajaran, guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas, siswa harus benar-benar memerhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

2. Kelompok (teams)
Kelompok biasanya terdiri atas 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin, dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

3. Games
Games terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakn game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnament
Turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnmen. Tiga siswa tertinggi prestasinya

5. Team Recognize (penghargaan kelompok)
Guru mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing tim akan mendapat hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.

D. Sintaks Model Pembelajaran TGT

Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Sintaks Pembelajaran Model Pembelajaran Teams Games Tournament Shoimin (2014:205-207) menyatakan langkah-langkah pembelajaran pada model pembelajaran TGT, yaitu sebagai berikut:

1. Class Presentation
Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran, pokok materi, dan penjelasan singkat LKS dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Siswa harus benar-benar memahami materi untuk membantu mereka dalam kerja kelompok maupun game.

2. Teams
Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota antara 4 sampai 5 orang berdasarkan kriteria kemampuan dari ulangan harian, jenis kelamin, etnik, dan ras. Kelompok ini bertugas mempelajari lembar kerja. Kegiatannya berupa mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan kesalahan.

3. Games
Dimainkan pada meja turnamen oleh 3 orang siswa yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan untuk turnamen atau lomba mingguan.

4. Tournament
Dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan LKS. Siswa dibagi ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga peserta didik tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga peserta didik selanjutnya pada meja II, dan seterusnya.

6. Team Recognition
Guru mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing kelompok akan mendapat hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Kelompok yang mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 50 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 50-40 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 40 ke bawah. Hal ini dapat menyenangkan para peserta didik atas prestasi yang telah mereka buat.

E. Kelebihan Model Pembelajaran TGT


Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran TGT
Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran TGT
Kelebihan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Shoimin (2014:207) menjelaskan kelebihan dari model TGT, yaitu:

  1. Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi siswa yang berkemampuan lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan penting dalam kelompoknya.
  2. Model pembelajaran TGT, akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota keompoknya.
  3. Model pembelajaran TGT, membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Karena dalam pembelajaran ini, guru menyajikan sebuah penghargaan pada siswa atau kelompok terbaik.
  4. Model  pembelajaran  ini,  membuat  siswa  menjadi  lebih  senang  dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa turnamen.


F. Kekurangan Model Pembelajaran TGT

Shoimin (2014:208)    menjelaskan kekurangan dari model pembelajaran Teams Games Tournament, yaitu:
  1. Membutuhkan waktu yang lama
  2. Guru dituntut untuk pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model pembelajaran ini
  3. Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan. Misalnya, membuat soal untuk setiap meja turnamen, dan guru harus tahu urutan akademis siswa dari yang tertinggi hingga terendah.


Berdasarkan beberapa kekurangan dari model Teams Games Tournament tersebut dapat diminimalisir dengan cara guru benar-benar memaksimalkan waktu belajar yang tersedia semaksimal mungkin, pembelajaran menggunakan model TGT ini digunakan pada mata pelajaran PKn materi Globalisasi karena materinya luas dapat dibuat menjadi games dan tournament sehingga siswa mudah menerima pelajaran tersebut, dan guru sebagai wali kelas sudah mengetahui kemampuan akademis siswanya dengan baik.


Dari beberapa kelebihan model pembelajaran Teams Games Tournament tersebut, dapat disimpulkan bahwa model tersebut baik untuk diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Globalisasi untuk meningkatkan semangat dan kerjasama antar siswa sehingga materi pelajaran akan mudah diterima atau dimengerti.

Referensi
Prastowo, Andi. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Yogyakarta : Diva Press Suprijono, Agus. 2015. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Slavin, Robert E. 2015. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.


EmoticonEmoticon