10/7/17

Pengertian, Kegunaan, dan Langkah Mendeskripsikan Teori Penelitian Kuantitatif

Pengertian Teori

Apakah teori itu dan apa sih fungsi dari teori dalam sebuah penelitian?

Pada kesempatan kali ini karya tulis ku akan membahas tentang pengertian dari teori dan fungsi dari teori dalam penelitian khususnya penelitian kuantitatif.

 
Teori Penelitian Kuantitatif
Dalam melaksanakan penelitian kuantitatif, hal pertama yang dicari adalah menentukan masalah-masalah yang sudah diidentifikasi.

Setelah masalah dirumuskan maka Langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi, hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk melaksanakan penelitian.

Landasan teori ini perlu dicari agar penelitian ini memiliki dasar yang kokoh artinya penelitian ini memang berdasarkan dari teori bukan sebuah kegiatan yang disebut sebagai kegiatan coba-coba atau trial and error.

Adanya landasan teori ini juga menunjukkan karakteristik dari sebuah penelitian ilmiah untuk mendapatkan sumber-sumber data yang dicari

Berikut ini saya sajikan beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi dari teori

PENGERTIAN TEORI MENURUT PARA AHLI

William Wiersma (1986) dalam Sugiyono menyatakan bahwa Teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.

Cooper and Schinder (2003) dalam Sugiyono mengemukakan bahwa Teori adalah seperangkat konsep definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Sitirahayu Haditono (1999) dalam Sugiyono menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh arti yang penting bila iya lebih banyak dapat melukiskan menerangkan dan meramalkan gejala yang ada.

Terakhir Sugiyono (2009) menyimpulkan bahwa suatu Teori adalah suatu konseptualisasi yang umum, konseptualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya bila tidak dia bukan teori.
Dari pengertian-pengertian tersebut maka dapat kita pahami bahwa teori penting dalam sebuah penelitian. Teori akan menjelaskan gambaran-gambaran umum yang telah teruji keilmuannya secara sistematis.

Teori ini isinya adalah konsep, logika, penalaran, proposisi yang semuanya disusun secara sistematis yang digunakan untuk menjelaskan meramalkan dan pengendalian suatu gejala.

Kegunaan Teori dalam Penelitian

Kita ketahui bahwa teori adalah landasan dalam melaksanakan sebuah penelitian. Menurut Sugiyono (2009) teori berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian.

Jadi teori haruslah ada dalam setiap penelitian khususnya penelitian kuantitatif dimana teori harus sudah jelas.

Lebih lanjut Segiyono (2009) menjelaskan berkaitan dengan penelitian maka fungsi teori yaitu:
Untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruksi variabel yang akan diteliti
Untuk memprediksi dan memadu untuk menemukan fakta dalam artian yaitu untuk membantu seorang peneliti khususnya penelitian kuantitatif untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian karena hipotesis itu kan sebuah pernyataan yang sifatnya predictive atau sebuah prediksi.
Digunakan untuk mencandra dan membahas hasil penelitian sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya memecah kan masalah.

Penting untuk kita ketahui bersama secara sederhana ketika kita melakukan penelitian kita akan membutuhkan teori-teori ini sebagai acuan kita melaksanakan penelitian.

ILUSTRASI

Contoh Momo adalah seorang guru yang akan melakukan penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitiannya yaitu untuk menyelesaikan masalah tentang hasil belajar siswa kelas 5 di SD nya yang masih dibawah KKM.
 Selanjutnya dia ingin mencari solusi dari masalahnya tersebut maka Momo membaca teori-teori yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.Misalnya Dari hasil pencariannya dengan membaca refensi dari buku, jurnal, skripsi maka Momo mendapatkan teori tentang model pembelajaran think pair share.
Dari teori-teori yang dipelajari tentang think pair share, dia menemukan bahwa think pair share adalah model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan keaktifan siswa sehingga ikut meningkatkan hasil belajar siswa dari teori tersebut. Selanjutnya Momo merumuskan hipotesis yaitu model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hipotesis tersebut nantinya akan diuji kebenarannya dengan pengumpulan data dan analisis secara sistematis.

Ilustrasi contoh di atas menggambarkan bahwa teori memiliki peran penting yaitu untuk membantu peneliti dalam memprediksi atau membuat hipotesis. Tanpa adanya teori maka penelitian tidak dapat dikatakan sebagai penelitian yang ilmiah atau sistematis maka akan lebih bersifat coba-coba atau trial and error.

Dalam Membuat Proposal Atau Laporan Penelitian Peneliti Harus Mendeskripsikan Teori

Apakah yang dimaksud dengan deskripsi teori dalam penelitian baik proposal maupun laporan harus terdapat deskripsi teori.
Pendapat dari Sugiyono (2009) menyampaikan bahwa deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori dan bukan sekedar pendapat para akar atau penulis buku dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti.

Artinya bahwa deskripsi teori ditulis oleh peneliti untuk menjelaskan variabel-variabel dalam penelitiannya Hal ini penting untuk memperjelas ruang lingkup kedudukan dan prediksi hubungan antar variabel.

Deskripsi variabel yang dibuat oleh seorang peneliti juga dapat menjadi indicator, seberapa pahamkah peneliti tersebut terhadap variabel-variabel dalam penelitiannya.

Dalam mendeskripsikan teori peneliti tidak hanya menyalin pendapat para ahli, mengutip pendapat para ahli tentang definisi ini dan definisi itu. Lebih dari itu peneliti harus dapat menguraikan, memperjelas, apa yang dimaksud dari variabel-variabel dalam penelitiannya atau teori yang dideskripsikan.

Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti memperlihatkan dengan jelas bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. Maka penting untuk selalu memahami terlebih dahulu deskripsi teori dari penelitian yang akan dilaksanakan.

Untuk memperjelas Bagaimana cara mendeskripsikan teori dengan baik berikut ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut<

  1. tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya
  2. cari sumber-sumber bacaan baik dari buku kamus ensiklopedia jurnal ilmiah laporan penelitian skripsi tesis dan disertasi yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti
  3. lihat daftar isi setiap buku dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti. Untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian melihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel, sumber data, teknik pengumpulan data analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan 
  4. cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber lain dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan
  5. baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisis renungkan dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca. 
  6. deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri sumber-sumber bacaan yang dikutip apa yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori yang harus dicantumkan.

Jadi itu semua pembahasan konten ini tentang teori dalam penelitian jadi kita sudah menemukan Apa yang dimaksud dengan teori itu fungsi dari teori itu terus langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendeskripsikan teori.

Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca yang ingin lebih memahami tentang bagaimana sih cara mendeskripsikan sebuah teori.

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Jangan lupa untuk selalu share jika dirasa artikel atau konten ini bermanfaat untuk teman atau orang-orang lain
Silakan juga untuk dapat komentar tik dan saran pada kolom komentar di bawah ini


SUMBER
Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : ALFABETA


EmoticonEmoticon