10/18/17

7 Prinsip-Prinsip Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar

Pengertian Belajar

Menurut Sudjana (2014:28), belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan menurut Slameto (2010:2) menyatakan bahwa, belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pendapat lain menurut Crow and Crow dalam Hamdani (2010:21) mengemukakan bahwa, belajar adalah upaya pemeroleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan, dan sikap baru.


Menurut pendapat dari Syah (2009:63), belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Majid (2009:225) mengemukakan bahwa, belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar.Sedangkan menurut Hamalik (dalam Hamdani, 2011:20) menyatakan bahwa belajar tidak hanya mempelajari mata pelajaran, tetapi juga penyusunan, kebiasaan, persepsi, kesenangan atau minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan lain, dan cita-cita. Dalam hal ini berarti kebiasaan merupakan salah satu komponen dalam belajar.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses yang dapat menghasilkan perubahan pada setiap individu dimana perubahan itu berbentuk dari perilaku. Perubahan yang terjadi pada setiap individu diperoleh dari hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan seseorang terjadi secara bertahap, tidak langsung dapat dilihat setelah proses belajar namun dapat dilihat pada kesempatan yang akan datang pula. Perubahan tersebut tidak hanya bertambahnya ilmu pengetahuan, namun juga berwujud keterampilan, kecakapan, sikap, tingkah laku, pola pikir, kepribadian dan lain-lain.

Prinsip-prinsip Belajar

7 Prinsip-Prinsip Belajar
7 Prinsip-Prinsip Belajar

Proses belajar memang kompleks, tetapi dapat dapat juga dianalisa dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau azas-azas belajar. Hal ini perlu diketahui agar memiliki pedoman belajar secara efisien. Menurut Dimyati (2009:42)prinsip-prinsip belajar itu adalah sebagai berikut:
1. Perhatian dan motivasi
Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Tanpa adanya perhatian tidak mungkin akan terjadi sebuah proses belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Di samping perhatian, motivasi juga mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang, tanpa adanya motivasi seseorang tidak dapat melakukan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, dengan perhatian dan motivasi maka siswa akan melakukan proses belajar atau membiasakan diri dengan belajar dengan baik, sehingga ia dapat memperoleh hasil yang ia inginkan.

2. Keaktifan
Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan, dan kegiatan psikis yang lain.

3. Keterlibatan langsung/berpengalaman
Belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa, belajar merupakan proses mengamali, dan belajar tiak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Menurut Edgar Dale dalam Dimyati (2009:45), “belajar yang baik adalah belajar melalui pengalaman langsung”. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Namun demikian, perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa.

4. Pengulangan
Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang, dan juga apabila daya-daya tersebut dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan maka akan menjadi sempurna. Selain itu dengan adanya pengulangan maka akan membentuk respons yang benar dan akan dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan. Contonya pada saat belajar tidak hanya membaca akan tetapi mengerjakan soal-soal latihan, mengulang materi yang belum dipahami, dan lain-lain.

5. Tantangan
Tantangan yang dihadapi alam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha mencari dan menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi tersebut. Contoh dari prinsip tantangan inii yaitu, melakukan eksperimen, melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri, atau mencari tahu pemecahan suatu masalah.

6. Balikan dan penguatan
Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang akan dilakukan, dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil, yang sekaligus merupakan penguatan bagi dirinya sendiri. Seorang siswa belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan. Hal ini timbul karena kesadaran adanya kebutuhan untuk memperoleh balikan dan sekaligus penguatan bagi setiap kegiatan yang dilakukan. Untuk memperoleh balikan penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan di antaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban, menerima kenyataan terhadap skor/nilai yang dicapai, atau menerima teguran dari guru/orang tua karena hasil belajar yang jelek.

7. Perbedaan individual
Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain, akan membantu siswa menentukan cara belajar dan sarana belajar bagi dirinya sendiri. Contohnya pada saat siswa menentukan tempat duduk dikelas, menyusun jadwal belajar, dan lain-lain.

Berdasarkan pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa prinsip belajar meliputi perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, serta perbedaan individual.

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang memengaruhi belajar dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal). Hal ini dapat diuraikan sebagaimana disebutkan oleh Djaali (2014: 99), sebagai berikut.
1. Faktor dari dalam diri (internal)
a. Kesehatan
Faktor kesehatan dapat memengaruhi belajar seseorang. Apabila orang tersebut sedang sakit, maka akan mengakibatkan tidak ada motivasi belajar dalam diri seseorang. Hal ini juga berdampak pada psikologis, karena dalam tubuh yang kurang sehat maka akan mengalami gangguan pula pada pikiran.

b. Inteligensi
Inteligensi dan bakat merupakan faktor yang sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Seseorang yang mempunyai inteligensi dan bakat yang tinggi dapat memberikan pengaruh terhadap hidupnya.

c. Minat dan motivasi
Minat dan motivasi juga faktor penting dalam belajar. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan dasar untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi merupakan dorongan dari dalam maupun luar diri seseorang, umumnya motivasi itu timbul karena adanya keinginan yang besar untuk mencapai sesuatu.

d. Cara belajar
Teknik merupakan cara yang dilakukan seseorang dalam melakukan kegiatan belajar. Cara belajar meliputi bagaimana bentuk catatan yang dipelajari dan pengaturan waktu belajar, tempat serta fasilitas belajar lainnya. Cara belajar yang baik akan tercipta kebiasaan yang baik dan dapat meningkatkan hasil belajar yang baik pula.

2. Faktor dari luar diri (eksternal)
a. Keluarga
Situasi  keluarga  sangat   berpengaruh   terhadap   keberhasilan   anak dalam keluarga. Pendidikan, status ekonomi, rumah kediaman, persentase hubungan dengan orang tua, perkataan, dan bimbingan orantua, mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak.

b. Sekolah, tempat, gedung sekolah, kualitas guru, perangkat instrument pendidikan, lingkungan sekolah, dan rasio guru dan murid per kelas, mempengaruhi kegiatan belajar siswa.

c. Masyarakat
Apabila di sekitar tempat tinggal keadaan masyarakat terdiri atas orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar.

d. Lingkungan sekitar, bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas, dan iklim dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar, sebaliknya tempat-tempat dengan iklim yang sejuk, dapat menunjang proses belajar.

Sedangkan Purwanto (2010:102), mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua macam, antara lain faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual dan faktor yang ada di luar individu yang kita sebut faktor sosial. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri atau faktor individual meliputi kematangan/pertumbuhan, kecerdasan/intelejensi, latihan dan ulangan, motivasi, sifat-sifat pribadi seseorang. Faktor yang kedua adalah faktor yang ada di luar individu yang kita sebut faktor sosial meliputi, keadaan keluarga, guru dan cara mengajar, alat-alat pelajaran, motivasi sosial, lingkungan dan kesempatan.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas adapun faktor yang mempengaruhi belajar yaitu, faktor intern dan faktor ekstern. Kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh yang kuat dalam proses belajar. jika faktir-faktor yang mempengaruhi tersebut mendukung proses belajar (pengaruh positif) maka hasil belajar yang akan dicapai siswa akan maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Dimyati, Mujiyono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djaali. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Setia Pustaka.
Purwanto, Ngalim. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana. 2014. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: rajawali Pers.


EmoticonEmoticon