10/7/17

Teori Belajar Behaviorisme Skinner dan Penerapannya Dalam Pembelajaran di Kelas

Belajar menurut pandangan Skinner.
Jadi skinner berpandangan bahwa belajar adalah sebuah perilaku. Skinner berpendapat seseorang yang belajar akan memiliki Respon yang lebih baik, sebaliknya jika seseorang tidak belajar maka responnya akan menurun.


Menurut Skinner dalam belajar akan ditemukan beberapa hal sebagai berikut:
  1. kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar 
  2. respon pembelajar 
  3. konsekuensi yang bersifat menguatkan respon tersebut pemerkuat terjadi pada stimulus yang menguatkan konsekuensi tersebut hal ini yang nanti menjadi konsep stimulus dan respon.
Guru dapat menyusun program pembelajaran yang berlandaskan teori Skinner. Program pembelajaran tersebut memiliki karakteristik stimulus dan respon.
Teori Belajar Skinner dan Penerapannya didalam pembelajaran
Teori Belajar Skinner dan Penerapannya didalam pembelajaran

Jadi pembelajaran dengan landasan teori Skinner memperhatikan dua hal yang penting yaitu pemilihan stimulus dan penguatan.

Menurut Dimyati dan Mudjiyono ada 4 langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penerapan pembelajaran di kelas,
  1. guru mempelajari keadaan kelas artinya guru mencari dan menemukan dengan cara mengamati perilaku perilaku siswa yang positif atau perilaku yang negatif perilaku-perilaku tersebut selanjutnya diberikan perlakuan untuk perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif akan diperlemah atau dikurangi.
  2. membuat daftar penguat positif Artinya bahwa guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa perilaku yang kena hukuman dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat
  3. memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari jenis penguatnya empat membuat program pembelajaran program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki penguatan waktu mempelajari perilaku dan evaluasi dalam melaksanakan program pembelajaran guru mencatat perilaku dan penguat yang berhasil dan tidak berhasil ketidakberhasilan tersebut menjadi catatan penting bagi modifikasi perilaku selanjutnya

Selanjutnya saya akan berikan beberapa contoh penguatan yang dapat diterapkan di dalam proses pembelajaran.
Ada beberapa bentuk penguatan yang perlu kita ketahui yaitu penguatan verbal dan penguatan non verbal penguatan verbal adalah penguatan dalam bentuk lisan atau ucapan, sebaliknya penguatan non verbal adalah penguatan berupa tindakan atau non lisan.

1. Penguatan Verbal 

Salah satu bentuk penguatan yang dapat dilakukan guru untuk memotivasi siswa agar lebih baik dalam belajarnya dapat dilakukan dengan penguatan verbal.

Penguatan verbal itu adalah penguatan yang dilakukan lewat ucapan atau lisan Jadi segala kata-kata yang dilontarkan guru untuk menanggapi setiap perilaku yang dilakukan siswa itu.

Beberapa contoh yang dapat digunakan dalam penguatan verbal yaitu:

Guru bertanya "siapa yang tahu hewan yang memiliki ciri-ciri dapat memutuskan ekornya?" siswa menjawab "itu hewan cicak Pak guru". Guru balik memberikan penguatan "Iya benar sekali jawaban kamu sungguh tepat hewan tersebut adalah hewan cicak"

Contoh kata-kata lainnya:
  • Jawabanmu Sungguh lengkap 
  • itu luar biasa 
  • Aku tidak menyangka kamu mampu melakukannya 
  • kamu murid yang cerdas 
  • aku bangga padamu 
  • Aku tidak pernah berpikir kamu dapat melakukannya
  • kamu mau lakukan tugas yang hebat
  • kamu sungguh profesional
  • Aku jarang menemukan siswa sepertimu
  • kamu mengingatkanku pada sosok jenius 
  • benar-benar luar biasa pekerjaanmu itu 
  • kamu membuatku kagum 
  • hebat Dudi 
  • Mari kita bertepuk 
  • tangan teman-temanmu bangga padamu 
  • Kamu layak mendapatkan apresiasi 
  • Kamulah juaranya 
  • kamu sudah bekerja keras 
  • kamu berlatih dengan keras 
  • kamu menjawabnya dengan baik 
  • wow lengkap sekali jawabanmu 
  • tepat sekali 
  • kamu memang pintar

2. Penguatan non verbal 
Jadi penguatan non verbal adalah penguatan yang dilakukan atau disampaikan dengan menggunakan lisan. Ssebaliknya penguatan non verbal adalah penguatan yang diberikan guru kepada muridnya tidak berbentuk ucapan melainkan berbentuk gerak mimik ekspresi simbol dan lain-lain:

Ada beberapa bentuk penguatan non verbal yang dapat diberikan guru kepada muridnya diantaranya adalah 

a. Mimik dan Gerak Badan - 
Jadi komunikasi akan berjalan dengan baik apabila dua orang atau lebih berinteraksi saling berhadapan. 

Selama interaksi tersebut dipertahankan dengan mimik muka atau wajah tidak cemberut dan tampilan-tampilan lain yang yang simpati atau selama proses pembelajaran interaksi guru dan siswa sangat baik. 

Maka pembelajaran akan berjalan dengan baik pula.
contoh 
Penguatan mimik dapat dilakukan dengan cara memberikan senyuman, anggukan, kelingan mengisyaratkan rasa takjub, dengan tanggapan siswa mengangkat kedua alis, acungan jempol, dan lain-lain. 

Ya tentu nanti masih ada cara-cara mimik mimik ekspresi lain yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jadi guru harus pintar pintar untuk membaca kondisi lapangan sehingga dapat menemukan variasi penguatan non verbal mimik dan gerak badan yang paling pas. 

b. Mendekati 
Mendekati dapat menjadi penguatan non verbal. 
Misalnya begini di dalam kelas kita melihat bahwa ada anak yang saat ulangan dia mengerjakan dengan fokus dia bisa mengerjakan dengan cepat dan hasilnya bagus. 

Sebagai wujud penguatan verbal guru dapat bilang "nak kamu luar biasa" tapi karena guru tidak mau memberikan penguatan verbal, maka guru dapat menggantinya dengan menggunakan penguatan non verbal yaitu dengan cara mendekati siswa.

Hal itu dapat membuat siswa merasa nyaman lebih bersemangat dan lebih diperhatikan guru.
Tapi ingat mendekati disini bukan sekedar mendekati dalam arti yang berdekatan secara fisik saja. Tetapi digabung dengan bentuk penguatan yang lain contohnya di tepuk pundaknya sehingga tidak terkesan hambar atau dingin.

c. Sentuhan 
Kontak fisik atau sentuhan sering diberikan guru untuk menunjukkan suatu kebanggaan seorang guru kepada siswanya. Menepuk pundak dengan dua tangan yang dilakukan guru dapat mengekspresikan bahwa guru menghargai, respect, bangga kepada siswa tersebut.

Misalnya 
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa, 
Untuk menjawab soal tersebut siswa harus maju ke depan kelas dan mengerjakannya di papan tulis.
Setelah selesai mengerjakan siswa tersebut ternyata berhasil mengerjakan dengan jawaban yang tepat. 
Melihat kemampuan tersebut guru itu bangga, selanjutnya dia menyentuh pundak siswanya sambil tersenyum dan menepuk tepuk pundaknya yang dapat mengartikan atau diisyaratkan sebagai kebanggaan terhadap siswa tersebut di depan teman-temannya.

d. Memberikan kegiatan yang menyenangkan di hati siswa

penguatan non verbal lainnya dapat dilakukan guru dengan menciptakan kegiatan-kegiatan motorik yang disenangi oleh siswa. 

Maksudnya bagaimana? harus dipahami terlebih dahulu bahwa guru yang baik itu biasanya cenderung untuk mengenal semua karakter dari siswanya. Guru berusaha tahu seperti apa hal-hal yang disenangi oleh siswa sehingga apabila diberikan tugas mereka senang untuk melakukannya.

Berkaitan dengan penguatan di dalam pembelajaran fisik, Guru juga harus mampu untuk memilih aktivitas yang membuat siswa senang. Aktivitas yang dipilih oleh Guru harus mampu membuat siswa senang.

contoh dari penguatan ini misalnya 
  • Memperagakan sesuatu di depan kelas 
  • mengerjakan latihan berbentuk teka-teki silang 
  • melakukan study tour 
  • memberikan program proyek dan banyak lagi aktivitas yang dapat divariasikan 
Tentu bentuk kegiatan ini kembali lagi harus disesuaikan dengan kesenangan siswa dalam belajar.
khususnya motoriknya 

e. simbol atau benda 

Bentuk lain penguatan non verbal adalah simbol atau pemberian hadiah yang berbentuk benda. misalnya guru memberikan pensil untuk siswa yang dapat menjawab pertanyaan dari guru, atau mungkin memberikan permen atau memberikan benda-benda lainnya yang dapat membuat Siswa lebih termotivasi untuk mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

Oh ya, penting untuk diketahui akan jauh lebih baik penguatan simbol atau benda yang diberikan oleh guru adalah benda-benda yang bermanfaat untuk edukasi siswa tersebut.

f. penguatan tak penuh 

Pada penguatan ini siswa menyampaikan pendapat yang kurang benar atau tidak benar atau dengan kata lain siswa salah menjawab pertanyaan yang diberikan guru.

Guru bisa memberikan penguatan dengan tidak langsung menyalahkan jawaban siswa secara kasar, tapi memberikan penguatan tidak penuh.

Misalnya begini guru bertanya "coba berikan contoh hewan yang termasuk dalam golongan hewan omnivora?" 

kemudian siswa menjawab "harimau pak guru".

ketika mendapati jawaban siswa yang salah guru tidak langsung menanggapi dengan jawaban yang kasar. Guru dapat menggantinya dengan penguatan tidak penuh seperti "jawabanmu sudah baik tapi ingat hewan omnivora adalah hewan pemakan tumbuhan dan daging sementara harimau hanya memakan daging artinya harimau bukan tergolong hewan omnivora"

Prinsip penggunaan penguatan 

Jadi agar penguatan yang diberikan oleh guru itu tepat sasaran. Maka pemberian penguatan dalam proses pembelajaran harus memperhatikan beberapa prinsip, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. hangat dan antusias 
  2. kebermaknaan 
  3. menghindari respon negatif 
  4. pemberian penguatan dengan segera 
  5. variasi bentuk penguatan



Demikian pembahasan kita tentang teori belajar Skinner Teori ini menekankan bahwa belajar dapat diperkuat maknanya dengan memberikan stimulus dan respon terima kasih atas perhatiannya Jangan lupa untuk share artikel ini dan comment semoga Memberikan manfaat kepada para pembaca


EmoticonEmoticon