11/18/17

4 Komponen Pengembangan Kurikulum yang Harus Guru Ketahui

Seorang pendidik atau disebut sebagai guru memiliki pedoman dalam melaksanakan tugasnya mengajar yaitu kurikulum.

Pengertian dari kurikulum yang sangat luas, kemudian membuat banyak dari bapak atau ibu guru kebingungan dengan apa sejatinya kurikulum itu.

Ketidak tauan kepada kurikulum membuat banyak dari bapak/ibu guru tidak mengaplikasikan kurikulum dengan sedemikian rupa (baik). Pemerintah dalam hal ini pemangku kebijakan dalam penyusunan kurikulum juga harus bertanggung jawab karena pemerintah sering melakukan perubahan kurikulum yang membuat guru kebingungan dengan adanya perubahan kurikulum tersebut.
Perlu adanya sosialisasi dalam bentuk pelatihan atau workshop yang berkesinambungan untuk mengajarkan tentang kurikulum itu sendiri. Selain itu juga perlu adanya keinginan secara pribadi dari setiap guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami dan dapat menerapkan kurikulum yang sudah disusun oleh pemerintah.


Kurikulum bagi guru sama seperti UUD bagi Pemerintah dan DPR dalam mengatur peraturan-peraturan di negeri ini, hal dimana peraturan yang dibuat di dasarkan oleh UUD. Begitupun guru dalam melaksanakan pembelajaran harus berpedoman pada kurikulum.

Sejatinya kurikulum berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua kata yaitu curir dan curere. Curir memiliki arti sebagai pelari, sedangkan curere memiliki arti sebagai tempat berpacu. Dari situ kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus di tempuh pelari untuk mencapai finis. Sedangkan dari bahasa latin kurikulum diartikan sebagai lapangan pertandingan yaitu tempat arena peserta untuk mencapai finis.

Dari kedua pengertian tersebut maka dalam dunia pendidikan di Indonesia kurikulum diartikan sebagai arena bagi peserta didik untuk mencapai tujuan belajarnya.

Lebih sepesifik kurikulum juga dapat di artikan sebagai :
1. Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran yang ditujukan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.
2. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dilingkungan sekolah.
3. Kurikulum adalah rencana belajar siswa.

Sedangkan dari menurut UU No. 2 Th 1989 disebutkan bahwa kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta cara yabg digunakannya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.


KURIKULUM BAGI GURU
Jika pengertian pengertian diatas terlalu luas dan masih sulit di pahami. Maka perhatikan pengertian kurikulum dari sudut pandang guru.

Jika kita di hadapkan pada kata "kurikulum" maka akukanlah beberapa pertanyaan ini:
1. Tujuan apa yang hendak di capai
2. Pengalaman apa yang harus diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut?
3. Bagaimana pengalaman belajar itu di organisasi kan?
4. Bagaimana meengvaluasi keberhasilan dari tujuan tersebut.

Kurikulum harus dapat menjawab pertanyaan pertanyaan di atas. Oleh sebab itu komponen pada kurikulum harus memuat ; 1) tujuan, 2) isi, 3) metode dan 4) evaluasi

Sehingga bagi guru jika di tanyakan apakah itu kurikulum maka jawabannya adalah sebuah perangkat yang berisikan tujuan dari peneiddikan, isi dari materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dan alat untuk mengevaluasi tercapainya pembelajaran.

Itulah pengertian dari kurikulum yang hendaknya guru ketahui.




KOMPONEN KURIKULUM

Menilik hal tersebut maka sejatinya sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan ciri ciri yang dimiliki oleh sekolah tersebut.

Bagaimana cara mengembangkannya?
Seperti yang sudah di jelaskan pada pengertian kurikulum dari sudut pandang guru. Maka kurikulum memiliki 4 komponen, yaitu :
1. Tujuan yaitu arah yang hendak di capai dari pelaksanaan pendidikan.
2. Isi kurikulum yaitu pengalaman belajar apa saja yang harusnya diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan yang sudah di canangkan.
3. Metode yaitu cara yang digunakan untuk mengorganisasikan/mengnyampaikam isi kurikulum untuk tercapainya tujuan pembelajaran.
4. Evaluasi yaitu cara yang digunakan untuk melihat atau menentukan keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum. Apakah sasaran sudah tercapai atau belum tercapai.

MENGEMBANGKAN KURIKULUM
Dengan melihat komponen-komponen diatas maka guru bersama sama dengan rekan guru lainnya dapat berdiskusi untuk mengembangkan kurikulum sekolah.
1. Menentukan Tujuan, tujuan di buat sekolah sebagai hasil analisis terhadap kebutuhan dan harapan. Tujuan selanjutnya dibuat sekolah dalam bentuk visi dan misi.

2. Menentukan Isi, merupakan menentukan materi yang akan diberikan kepada murid selama mengikuti proses pembelajaran.

3. Merumusakan kegiatan pembelajaran, hal ini berkaitan dengan menentukan metode pembelajaran apa yang akan dilaksanakan dan keseluruhan hal hal apa saja yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

4. Menentukan cara untuk melakukan evaluasi.


FUNGSi KURIKULUM
Berdasarkan hal hal yang sudah di jelaskan di atas maka kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Kurikulum memiliki fungsi preventif (pencegahan) yaitu menghindarkan guru untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum.

2. Kurikulum memiliki fungsi korektif yaitu sebagai pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pembelajar yang menyimpang dari yang sudah di tuliskan dalam kurikulum.

3. Kurikulum memiliki fungsi konstruktif yaitu memberikan arahan kepada guru tentang arah pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran yang benar.


PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Dalam melakukan pengembangan kurikulum ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dan harus diperhatikan. Prinsip tersebut terdiri dari 6 prinsip yaitu:

1. Relevansi
Prinsip relevansi memiliki arti bahwa pengembangan kurikulum harus di susun berdasarkan kesesuaian terhadap tuntutan kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kita selalu menemukan kurikulum yang terus berubah seiring dengan perubahan terhadap perkembangan kehidupan yanf begitu cepat. Itu bertujuan agar pendidikan kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.

2. Efektifitas
Prinsip ini dapat diartikan bahwa pengembangan kurikulum harus memperhatikan pada efektifitas dalam mencapai tujuan kurikulum. Ini memengaruhi bagaimana suatu tujuan dapat dicapai dengan cara yang lebih efektif.

3. Efisiensi
Prinsip efisiensi lebih berfokus kepada perbandingan terhadapan tenaga, waktu, dana dan sarana yang dipakai dengan hasil yang akan diperoleh. Maka dari itu sebisa mungkin kurikulum yang disusun harus dapat memberikan efisiensi terhadap komponen diatas (tenaga, waktu, dana dan sarana) tetapi juga mampu mencapai hasil yang sudah ditetapkan.

4. Kontinunitas
Prinsip kontinunitas atau berkelanjutan artinya kurikulum dari berbagai tingkatan seperti tingkatan kelas, tingkatan pendidikan disusun berkesinambungan. pembelajaran yang ada si kelas 2 SD merupakan kelanjutan dari materi yang sudah di sajikan di kelas 1 SD. Begitupun pembelajaran di SMP merupakan kelanjutan dari pembelajaran yang sudah disampaikan di bangku Sekolah Dasar.

5. Fleksibilitas
Prinsik fleksibilitas memungkinkan penyelrngaran pembelajaran berjalan secara fleksibel. Artinya selain terdapat program untuk semua anak (peserta didik), juga terdapat program-program pilihan yang dapat dipilih oleh anak.

6. Integritas
Prinsip integritas artinya program program yang telah disusun hendaknya dapat saling berhubungan dalam rangka mencapai pembentukan kepribadian yang terpadu.


FUNGSi KURIKULUM
Berdasarkan hal hal yang sudah di jelaskan di atas maka kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Kurikulum memiliki fungsi preventif (pencegahan) yaitu menghindarkan guru untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum.

2. Kurikulum memiliki fungsi korektif yaitu sebagai pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pembelajar yang menyimpang dari yang sudah di tuliskan dalam kurikulum.

3. Kurikulum memiliki fungsi konstruktif yaitu memberikan arahan kepada guru tentang arah pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran yang benar.


1 komentar so far

terimah kasih dapat mengkopi materi ini semoga berberqah


EmoticonEmoticon