11/13/17

8 Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dikuasai Guru Lengkap!!

Keterampilan Dasar Mengajar Guru

Dalam proses pembelajaran guru memegang peran yang sangat penting.
Beberapa pendapat mengakatan guru merupakan kunci kesuksesan dari proses pembelajaran.

8 keterampilan dasar mengajar
8 keterampilan dasar mengajar



Hal tersebut tentu tepat karena guru yang mengatur setiap kegiatan di kelas. Seperti memfasilitasi siswa untuk belajar, menentukan materi, media, model, sampai dengan evalusi pembelajaran.
Semua dilakukan oleg guru.

Oleh sebab itu untuk dapat meningkatkan kwalitas dari pendidikan yang ada di Indonesia dibutuhkan guru yang profesional. Guru profesional mampu untuk memberikan fasilitas pembelajaran yang baik kepada siswa, sehingga siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi pada dirinya.

Ada sebuah pendapat yang menjelaskan bahwa mengajar adalah proses meneruskan atau menyampaikan pengetahuan dari guru kepada siswa. Dampak dari pendapat tersebut yaitu guru melaksanakan pembelajaran tanpa memberikan peran aktif kepada siswa untuk mengembangkan potensi dirinya. Guru menyampaikan informasi dan pengetahuan secara terus menerus, sementara siswa berposisi sebagai penerima informasi. Pembelajaran semacam itu juga disebut sebagai pembelajaran 1 arah.

Pendapat tersebut kini mulai ditinggalkan. Pembelajaran merupakan proses yang komplek. Pembelajaran dinilai sebagai penggunaan sejumlah keterampilan yang terintegratif (menyatu) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan siswa untuk belajar.

Menurut Helmiyati (2013: 43) terdapat 4 keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh guru.
8 keterampilan dasar mengajar

8 keterampilan dasar mengajar tersebut adalah:

  1. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
  2. keterampilan menjelaskan pembelajaran
  3. keterampilan bertanya
  4. keterampilan mengadakan variasi
  5. keterampilan memberikan penguatan
  6. keterampilan mengelola kelas
  7. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
  8. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan
untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini


A. Keterampilan Membuka dan Menutup Pembelajaran

Keterampilan Membuka Pembelajaran
Pada proses pembelajaran hal pertama yang dilakukan guru ketika masuk di dalam kelas adalah "membuka pembelajaran". Oleh sebab itu komponen dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah keterampilan membuka pembelajaran.

Aktivitas yang dilakukan oleh guru di awal pembelajaran akan sangat menentukan jalannya proses pebelajaran. Jika dilakukan dengan baik maka proses pembelajaran selanjutnya (kemungkinan) besar harapan juga akan berjalan dengan baik. Namun jika dalam proses pembukaan pembelajaran tidak berjalan dengan baikmaka dapat mengakibatkan kegagalan terhadap proses pembelajaran. Bahkan rencana pembelajaran yang sudah direncanakan dengan baik dapat tidak sesuai (menjadi tidak berguna).

Maka dari itu penting bagi guru untuk menguasai keterampilan membuka pembelajaran.

Tujuan dari keterampilan membuka pembelajaran yaitu:
  1. Guru dapat mempersiapkan mental, fisik, psikis dan emosional dari siswa.
  2. Guru dapat memusatkan perhatian siswa pada kegiatan pembelajaran.
  3. Guru dapat menarik minat siswa pada materi pelajaran.
  4. Guru dapat menciptakan suasana yang menyenankan.
Cara yang dilakukan dalam membuka pembelajaran yaitu

1. Memfokuskan perhatian dan membangkitkan minat siswa.
Ketika anak masuk ke kelas, yang ada di dalam fikiran siswa tidak 100% pada proses pembelajaran di kelas. Misalnya beberapa anak masih memikirkan betapa menyenangkannya saat bermain dengan temannya tadi, ataumemikirkan beta lezatnya bekal sarapan yang dibawa oleh sang bunda, dan berbagai macam fikiran yang menghiasi otak otak siswa kita ini.

Maka sebelum memulai pembelajaran guru harus memfokuskan perhatian siswa terlebih dahulu, dengan cara:

  • Mengaitkan materi dengan berita-berita akutual (terkini) khususnya yang berkaitan dengan dunia siswa kita.
  • Menyamipaikan cerita pendek yang relevan dengan materi pembelajaran yang telah dan akan di pelajari.
  • MEnggunakan alat bantu berupa media seperti gambar, model skema, video, alat peraga dan tentu harus relevan dengan pembelajaran.
  • Memvariasikan gaya dalam mengajar seperti penguasaan kelas dengan berpindah posisi saat menyampaikan pembelajaran, seperti di depan, di tengah atau di belakang kelas.
  • Menyinggung tugas-tugas yang telah diberikan atau yang dimiliki oleh siswa.
  • Mengadkan persoalan berupa pertanyaan-pertanyaan yang hendaknya berkaitan dengan persoalan atau aktivitas dari siswa.
2. Menimbulkan motivasi
Dalam kegiatan pembukaan guru juga harus dapat menimbulkan motivasi siswa, motivasi siswa tersebut dapat ditimbulkan melalui cara-cara sebagai berikut:
  • Memberikan sikap kehangatan dan antusias kepada siswa, seperti sikap ramah, antusias, bersahabat, hangat dan penuh keakraban.
  • Menumbuhkan rasa ingin tau yang dapat sistimulus dengan cara bercerita yang menarik, memperlihatkan gambar, menunjukan sebuah barang, dll.
  • Mengemukakan ide yang bertentangan. Ide ide yang bertentangan maksudnya adalah sebuah pendapat yang tidak sesuai dengan apa yang dipahami siswa yang bertujuan untuk memicu respon siswa, seperti: "saya fikir banjir di kota jakarta bukan karena sampah" pernyataan tersebut akan memicu respon siswa dan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mencari tau.
3. Memberi Acuan
Memberikan acuan adalah memberikan gambaran singkat tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dalam pembelajaran. Acuan acuan yang dapat diberikan seperti:
  • Menjelaskan tujuan pembelajaran
  • Menyampaikan garis besar pembelajaran seperi kegiatan apa yang akan dilakukan berkelompok, berdiskusi, presentasi.
4. Mengaitkan pembelajaran yang telah di pelajari dengan materi yang akan di pelajari.
Pada setiap materi pelajaran yang baru, kita juga mengenal materi prasyarat atau materi yang harus dikuasai oleh siswa sebelum ia menginjak pada pembelajaran di materi yang baru. Materi prasayarat tersebut di ulangi untuk disampaikan secara rinkas dan dikaitkan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari.  Untuk itu guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut"
  • Mengajukan pertanyaan tentang materi terdahulu yang berkaitan dengan materi saat ini (materi pra syarat)
  • Membandingkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.
Keterampilan Menutup pembelajaran
Menutup pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri proses pembelajaran. Kegiatan menutup pembelajaran tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran (mau pulang) saja. tetapi pada setiap akhir penggalan penggalan pembelajaran, misal istirahat.

Menutup pembelajaran menjadi kegaiat yang penting, karena pada tahap ini guru dapat melakukan kroscek, pengutan atas materi yang telah siswa pelajari. Untuk membuat kegitan pembelajaran yang baik, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu:

1. Meninjau kembali
Pada kegiatan meninjau kembali, hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru yaitu:
  • Meminta siswa untuk merangkum insti poko pembelajaran baik secara tulis atau dilakukan secara lisan.
2. Mengevalusi
Mengevalusi adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana siswa memahami materi yang telah ia pelajari. Evalusi dapat dilakukan dalam bentuk:
  • Mendemonstrasikan ketterampilan
  • Mengaplikasikan ide baru
  • Mengekspresikan pendapat
  • Pemberian soal-soal


B. Keterampilan Menjelaskan

Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Menjadi sia-sia jika penguasaan materi yang dimiliki oleh guru tidak diiuti oleh kemampuan dalam menjelaskan. Oleh karena itu seorang guru juga harus mampu untuk menjelaskan. 

Menjelaskan merupakan penyajian informasi yang dilakukan secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukan adanya hubungan antara sesuatu hal. Keterampilan menjelaskan ditunjukan dengan keterampilan dalam menyampaikan informasi secara terencana, disajikan dengan benar dan memiliki urutan yang tepat.

Mengapa guru harus menguasai keterampilan menjelaskan? Berikut ini alasannya
  • Pada umumnya interaksi lisan di dalam kelaas di dominasi oleh guru, sehingga dengan menguasai keterampilan menjelaskan guru dapat membimbing jalannya proses belajar di kelas dengan baik.
  • Sebagaian besar kegiatan guru adalah informasi sehingga dibutuhkan kegiatan pembicaraan
Tujuan dari dimilikinya keterampilan menjelaskan bagi guru yaitu:
  • Untuk membimbing siswa dalam menggali, meneukan dan memahami informasi pada materi pelajaran.
  • Untuk memperoleh umpan balik dari pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari siswa.
  • Melibatkan siswa untuk berfikir dan memecahkan masalah
  • Mendorong siswa untuk berfikir secara logis dan sistematis.
Dalam keterampian menjelasakan ada pokok bahasan penting yang menjadi dasar atau prinsip. Guru harus memperhatikan prinsip-prinsip dalam menjelaskan. Menurut Mulyasa (2007: 80)ada 5 prinsip dalam menjelaskan, adalah sebagai berikut:
  1. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah maupun diakhir pembelajaran.
  2. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.
  3. Penjelasan dapat dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
  4. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
  5. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik
Selain perinsip diatas, dalam melaksanakan keterampilan mengajar guru harus memperhatikan urutan-urutannya atau disebut dengan langkah-langkah menjelaskan. Langkah tersebut terdiri atas 5 tahapan yaitu:
  1. Menyampaikan informasi : dalam hal ini yang dimaksud menyampaikan informasi yaitu menyampaikan atau memberitau peserta didik tentang definisi-definisi tentang materi dalam pembelajaran.
  2. Menerangkan : adalah tahap dimana guru menjelaskan istilah-istilah asing yang belum dipahami oleh siswa.
  3. Menjelaskan : pada tahap ketiga yang dimaksud menjelaskan disini adalah memberikan penjelasan untuk menunjukan "mengapa" "bagaimana" tujuannya untuk menemukan pola pola hubungan antara informasi dalam pembelajaran.
  4. Pemberian contoh : tujuannya yaitu untuk membuat siswa yakin terhadap informasi yang telah ia terima atau pelajari.
  5. Latihan : menempatkan siswa untuk dapat berlatih menemukan sebab akibat dari informasi yang telah ia pelajari.
Menurut Sudirwo (2002: 107-108) untuk dapat menjelaskan dengan baik, maka seorang guru harus memperhatikan petunjuk dalam keterampilan menjelaskan. Seperti berikut ini:
  1. Mempergunakan bahasa yang jelas, baik kata-kata, ungka­pan maupun volume suaranya.
  2. Suara harus kedengaran sampai kelas bagian belakang.
  3. Suara bervariasi, kadang­-kadang tinggi, kadang-kadang rendah sesuai dengan nada yang sedang diterangkan.
  4. Hindari kata-kata yang tidak perlu; dan tidak memiliki arti sama sekali misalnya : e…, em…, apa ini…, apa itu….
  5. Hindari kata “mungkin” yang salah pemakaian misalnya harusnya pasti tetapi selalu dikatakan mungkin. Sehingga apa yang diterangkan karena segala sesuatu selalu memakai kata “mungkin” maka yang diperoleh oleh siswa adalah bukan ke­pastian tetapi kemungkinan.
  6. Istilah-istilah asing dan baru harus diterangkan secara tuntas, sehingga tidak mengakibatkan adanya verbalisme di kalangan siswa.
  7. Berbahasalah secara baik dan benar.
  8. Telitilah pemahaman siswa terhadap penjelasan guru, sudah jelas atau belum. Kalau belum jelas ulangilah hal-hal yang belum dipahami;
  9. Berilah contoh yang nyata sesuai dengan kehidupan sehari­ hari;
  10. Penjelasan dapat diberikan secara deduktif maupun induktif dan kaitkanlah dengan generalisasi;
  11. Sebaiknya mempergunakan multi media untuk pokok bahasan tertentu;
  12. Jelaskanlah dengan bagan untuk menjelaskan hubungan dan hirarki;
  13. Terimalah umpan balik dari siswa terhadap pelajaran guru;
  14. Berilah kesempatan siswa memberikan contoh sesuai dengan pengalamannya masing-masing.
  15. Berilah penekanan pada bagian tertentu dari materi yang sedang dijelaskan dengan isyarat lisan. Misalnya “Yang terpenting adalah”, “Perhatikan baik-baik konsep ini”, atau “Perhatikan, yang ini agak sukar”.


C. Keterampilan Bertanya


Keterampilan Bertanya
Keterampilan Bertanya
Pertanyaan dapat menjadikan orang lain tertarik dengan apa yang kita katakan. Pertanyaan nyatanya menjadi alat komunikasi yang ampuh antara guru dan siswa. Maka dari itu seorang guru harus pandai untuk menyusun sebuah pertanyaan.

Tujuan dari dikuasainya keterampilan bertanya yaitu:

  1. membangkitkan minat dan rasa ingin tau siswa
  2. Membangkitkan motivasi serta dorongan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Memusatkan perhatian siswa pada pokok masalah
  4. Mengaktifkan dan membuat siswa produktif dalam kegiatan pembelajaran.
  5. Menjajaki hal hal baik yang sudah atau belum diketahui oleh siswa.
  6. Mendiaknosi masalah siswa dalam belajar
  7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi informasi
  8. Mengevalusai atau mengukur hasil belajar
  9. Memberikan kesempatan siswa untuk mengulang materi
  10. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis.

Bertanya adalah mengajukan sebuah pertanyaan untuk mendapatkan jawaban. Bertanya saja memang mudah, bahkan anak kecilpun sering bertanya. Dalam proses pembelajaran khususnya sebagai seorang guru bertanya memerlukan teknik agar tujuan dari pertanyaan yang disampaikan dapat tercapai tepat sasaran. Teknik bertanya dapat menjadi pondasi awal untuk menjadikan siswa belajar secara aktif. Lalu apa sajakah teknik yang perlu diketahui oleh guru dalam bertanya, sebagai berikut:

  1. Membuat pertanyaan yang jelas dan langsung ditujukan kepada semua siswa, kemudian memberikan waktu seluruh siswa untuk berfikr secukupnya untuk menjawab soal
  2. Mencegah jawaban yang tidak sesuai dengan soal
  3. Mempersilahkan siswa untuk menjawab
  4. Memotivasi siswa untuk mendengarkan jawaban.

Komponen yang perlu diperhatikan pada keterampilan bertanya dasar
  1. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat
  2. Memberikan acuan
  3. Pemusataan ke arah jawaban yang diminta
  4. Pemindahan giliran menjawab
  5. Penyebaran pertanyaan
  6. Pemberian waktu berfikir
  7. Pemberian tuntunan

D. Keterampilan Memberi Penguatan

Penguatan merupakan segala respon yang diberikan oleh guru kepada siswa dalam segala bentuk baik itu verbal maupun tingkah laku dalamrangka untuk mendorong atu mengkoreksi setiap sikap dan perbuatan yang ditampilkan oleh siswa.

Jadi tujuan dari penguatan adalah :
  1. Meningkatkan perhatian dari siswa : Dengan memberikan pengutan kepada siswa, hal tersebut akan membuat siswa merasa diperhatikan. Dengan seiring berjalannya waktu jika penguatan dilakukan secara kontinu (berkelanjutan) akan membuat siswa juga meningkatkan perhatian kepada pembelajaran dari guru.
  2. Membangkitkan dan memilihara motivasi belajara : Pengutan nyatanya akan memberikan motivasi siswa untuk belajar. Hal ini karena siswa mendapatkan perhatian dari guru, jika salah siswa akan mendapatkan koreksi jika benar ia akan mendapatkan dorongan. 
  3. Memudakan siswa untuk belajar : Penguatan dapat memberikan siswa kemudahan untuk belajar, hal ini karena mereka merasa nyaman mendapatkan perhatian dari guru.
  4. Meminimalisir tingkah laku negatif dan membina tingkah laku positif siswa : Ketika siswa salah diberikan penguatan yang bertujuan agar siswa tidak mengulangi kesalah itu lagi, sebaliknya jika siswa sudah membuat suatu hal yang benar maka penguatan positif dapat mendorong siswa untuk membina tingkah laku terseut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat memberikan penguatan
Pada dasarnya penguatan merupakan sebuah tindakan untuk memberikan respon kepada setiap tingkah laku dari siswa. Pengutan harus diperhatikan dengan baik, memberikan pengutan yang salah dapat membuat perkembangan siswa menjadi terganggu. Maka dari itu ada hal hal yang perlu diperhatikan pada saat memberikan penguatan, diataranya yaitu:
  1. Hindari memberikan komentar negatif ketika siswa tidak bisa : jangan di hina, dibentak, atau dimarahi secara berlebihan.
  2. Berikan kehangatan dalam penguatan.
  3. Penguatan dilaksanakan dengan kesungguhan atau serius
  4. Bermakna
  5. Melakukan variasi dalam memberikan penguatan : verbal/ucapan, gerak atau bahasa tubuh/
Jenis Penguatan
1. Penguatan Verbal
Penguatan verbal adalah penguatan yang disampaikan melalui kata-kata atau secara lisan. Penguatan verbal dapat diutrakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya. misalnya : 
  • itu bagus, 
  • aku setuju dengamu, 
  • aku tidak menyangka kamu bisa melakukannya
  • apakah itu kamu yang melakukannya luar biasa
  • kmau adalah murid yang cerdas
  • itu hal yang menakjubkan untuk anak seusiamu
  • aku tidak percaya kamu melakukannya sendiri, itu hal yang hebat.
  • dll
2. Penguatan non Verbal
Penguatan ini meliputi:
  • Penguatan berupa gerak mimik, seperti senyuman, acungan jempol, kerutan wajah,tatapan mata yang tajam, dll.
  • Penguatan dengan cara menekati
  • Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan, seperti: saat siswa bisa mengerjakan suatu tugas lebih dahulu dari teman temannya, dia bisa diminta untuk mengajari teman lainnya (make it fun).
  • Penguatan berupa simbol, seperti : menggunakan bintang, kartu bergambar, dll.
  • Penguatan tak penuh, seperti : ketika mendapati siswa menjawab soal dan beberapa jawabannya sebagaian salah guru tidak boleh menyalahkan "iya kamu salah" tetapi dapat menggantinya dengan "iya jawaban kamu sudah baik, tetapi kamu dapat menyempurnakannya lebih baik lagi".

E. Keterampilan Membimbing kelompok Kecil

Pembelajaran saat ini cendrung memberikan siswa untuk berperan aktif encari informasi secara mandiri. Maka dari itu pembelajaran si setting untuk memberikan kesempatan siswindaria untuk berkelompok. 

Seorang guru harus mampu untuk membimbing siswa berkelompok dengan baik. Begitupun dalam kelompok kecil. Dalam proses pembelajaran dengan pembentukan kelompok kecil guru harus dapat membina siswa untuk berdiskusi dan berbagi informasi di dalam kelompoknya. 

Meski terdengar sepele nyatanya banyak guru kurang mampu untuk melakukannya. Akibatnya yaitu di dalam kelompok ada siswa aktif, biasa saja dan bahkan ada yan tidak mau ikut kerjasama. Anak tersebut menjadi patun dan beban dalam kelompok tersebut.

Hal tersebut harus di hindari, maka keterampilan mengelola kelompok kecil perlu dikuasai oleh seorang guru. 
Berikut ini adalah kompnen yang harus diperhatikan guru dalam membimbing kelompok kecil
  1. Memusatkan perhatian siswa pada satu jutuan dan satu topik diskusi. Untuk memusatkan tujuan tersebut guru dapat melakukannya dengan cara : menyampaikan tujuan dalam diskusi, menyampaikan masalah yang akan di bahas, mencatat aspek-aspek yang mengganggu jalannya diskusi.
  2. Menganalisis pendapat dari siswa. Analisis terhadap jawaban atau pendapat siswa apakah setiap pendapat yang diutarakan sudah berlandasakan sumber pengetahuan yang tepat dan memiliki landasan.
  3. Meluruskan alur berfikir siswa. 
  4. Memberikan kesmpatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi.
  5. Menutup diskusi. Dapat dilakukan dengan membuat rangkuman hasil diskusi. 
Sementara hal-hal yang perlu dihindarkan dalam diskusi kelompok kecil yaitu:
  1. Guru mendominasi diskusi
  2. Membiarkan siswa memonopoli diskusi
  3. Membiarkan penyimpangan diskusi
  4. Membiarkan siswa tidak bertanya
  5. Tidak memperjelas dan mendukung alur berfikir siswa yang salah
  6. gagal mengakhiri diskusi secara efektif.


F. Keterampilan Mengelola Kelas

Keterampilan Mengelola Kelas
Keterampilan Mengelola Kelas
Guru adalah yang bertanggung jawab terhadap kelas. baik tidaknya kelas, lancar tidaknya kelas, itu tergantung dari guru. Pengelolaan kelas adalah salah satu keterampilan yang harus guru miliki. Keterampilan pengelolaan kelas adalah dasar sebagai seorang guru. Guru dituntut untuk mampu mengoptimalkan kondisi belajar di kelas dan mengembalikan seperti semula jika dirasa ada gangguan dalam pembelajaran.

Pengelolaan kelas adalah kegiatan untuk menciptakan, mengembalikan dan mempertahankan kondisi optimal bagi terjadinya proses pembelajaran di dalam kelas.
Sebagai contoh pengelolaan kelas adalah:
  • Menghentikan tindakan siswa yang tidak baik dan mengundang kegaduhan di dalam kelas.
  • Pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas.
  • Penetapan atran kelas yang efektif dan efisien.
Tujuan dari pengelolaan
  1. Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang berhenti karena tidak tahu akan tugas yang diberikan padanya
  2. Setiap anak harus melakukan pekerjaan tanpa mrmbuang waktu, artinya tiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
keterampilan pengelolaan kelas untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dapat dilakukan dengan cara: 
  • Menunjukan sikap tanggap. Misalnya membuat siswa merasa bahwa guru hadir bersama mereka dan tau apa yang mereka perbuat. Cara ini dilakukan dengan cara memandang kelas secara seksama, gerak mendekati, memberikan pertanyaan, dan memberikan reaksi pada serian gangguan dan kekacauan.
  • Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
  • Menegur : Teguran yang efektif harus memperhatikan : 1) jelas, tegas, dan menuju pada siswa yang menggangu, 2) menghindari peringatan yang kasar, 3) menghindari ocehan yang berkepanjangan.
  • Memberikan penguatan


G. Keterampilan Mengadakan variasi


Keterampilan dasar mengajar selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kemampuan keterampilan untuk melakukan variasi.  Melakukan variasi yang dimaksud disini yaitu melakukan variasi dalam mengajar.

Kebosanan dan kejenuhan pasti melanda siswa anda jika, setiap anda mengajar anda hanya menggunakan cara mengajar yang itu itu saja.  Di tambah lagi jika performa guru yang masih kuran serta sarana kelas tidak mendukung maka pembelajaran di dalam kelas menjadi pembelajaran yang paling tidak di sukai. Akibatnya jika siswa sendiri tidak nyaman dan tidak menyukai kegiatan pembelajaran akan sulit bagi mereka untuk menyerap setiap informasi materi belajar.

Namun dengan bervariasinya pembelajaran dapat membuat siswa lebih nyaman, mereka tidak lagi bosan dengan kegiatan pembelajaran yang sebelumnya dilakukan dengan metode atau cara itu itu saja.

Tujuan dari diadakannya variasi pembelajaran yaitu

  1. Meningkatkan perhatian siswa
  2. Melayani kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda
  3. Menumbuhkan minat siswa untuk belajar
  4. Menghilangkan kebosanan siswa
Sementara manfaat yang dapat diperoleh dari variasi pembelajaran yaitu:
  1. Siswa memiliki perhatian yang tinggi pada pembelajaran.
  2. Partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat.
  3. Tumbuhnya sikap sikap positif siswa di dalam proses belajar.
  4. Siswa mendapatkan wadah belajar sesuai dengan cara belajar mereka.


Bentuk-bentuk variasi mengajar guru diantaranya:
1. Variasi dalam gaya mengajar

  • variasi suara : variasi suara merupakan perubahan pada suara, seperti keras menjadi lembut, tinggi menjadi rendah, cepat menjadi lambat, gembira menjadi sedih, dan penekanan kata pada bagian-bagian tertentu.
  • pemustan perhatian siswa : Memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting, dapat dilakukan oleh guru. Misalnya :  "perhatian ini", "ini penting untuk kalian semua ketahui", "menunjuk arah bagiann yang penting", dll.
  • kesenyapan atau kebisuan guru : diam secara tiba-tiba dari guru merupakan salah satu alat yang baik untuk meminta perhatian dari siswa. Perubahan keadaan dari yang sebelumnya berbicara menjadi senyap, berkesibukan menjadi diam dapat menarik perhatian siswa.
  • Melakukan kontak pandang dengan siswa : jika guru sedang berbicara dengan siswa, hendaknya pandangan juga menyapu ke seluruh kelas dan siswa. Hal ini memperlihatkan adanya hubungan intim antara guru dengan seluruh siswa. Kontak mata dapat digunakan untuk menyampaikan infromasi atau mengetahui pemahaman siswa.
  • Gerak badan mimik : variasi ini adalah variasi dalam ekspresi wajah guru, gerak kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya dapat digunakans ebagai sarana komunikasi. Gunakan berbagai macam variasi ini untuk menyampaikan pesan kepada siswa.
  • Pegantian posisi guru di dalam kelas : perubahan posisi guru ini dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa (kelas). Ada kalanya guru berada di depan kelas, di tengaah atau di belakang. Guru hendaknya menguasai kelas, tidak kikuk hanya berada di depan kelas (depan meja guru, depan papan tulis, dan bolak balik).


2. Variasi guru dengan siswa
Variasi komunikasi guru dengan siswa sangat beragam, seperti : kegiatan yang didominasi guru, kegiatan tanya jawab, kegiatan presentasi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak menyampaikan, kegiatan diskusi. Interaksi dengan siswa harus bervariasi supaya tidak menimbulkan kejenuhan.

3. Variasi media atau alat alat pembelajaran
Penggunaan media atau alat yang bervariasi dapat membuat siswa selalu antusias dengan pembelajaran yang disajikan oleh guru. Meski begitu guru harus memperhatikan aspek aspek cara belajar siswanya. Ini penting karena setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda beda. Guru harus mampu untuk memfasilitasi setiap anak untuk belajar dengan potensinya msing-masing.


H. Keterampilan Mengajar Perorangan dan Kelompok Kecil

Keterampilan ini adalah keterampilan guru dalam memfasilitasi siswanya untuk belajar baik secara individu maupun berkelompok. Karena pembelajaran di dalam kelas tidak melulu berkelompok maka guru juga harus mampu untuk mengelola pembelajaran secara individu.

Pembelajaran dengan perorangan dan kelompok kecil memungkinkan guru untuk memberikan perhatian kepada siswa dan terjalinnya hubungan yang lebih akrab antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa.

Perlu diketahui beberapa materi pelajaran ada yang baik jjika dilaksanakan pembelajaran berkelompok, namun ada kalanya materi pembelajaran yang lebih cocok dengan pembelajaran peroranan. Oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan untuk mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Ciri-Ciri dari pembelajaran perorangan dan kelompok kecil adalah
  1. Hubungan yang akrab antara personal (guru dengan siswa, siswa ke guru dan siswa dengan siswa lainnya).
  2. Siswa melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan cara, minat, dan kecepatan masing-masing.
  3. Guru melakukan bimbingan terhadap siswa sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  4. Siswa sejak awal pembelajaran dilibatkan dalam menentukan tujuan, materi yang akan dipelajari maupun proses pembelajaran yang harus dilakukannya.


Komponen keterampilan yang harus dikuasai
  1. Mengidentifikasi topik pembelajaran: harus diingat setiap topik materi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dalam hal ini ada topik materi yang efektif dengan model pembelajaran secara klasikal dan ada pula yang lebih efektif dengan pendekatan kelompok kecil dan perorangan.
  2. Pengorganisasian, yaitu dituntut keterampilan mengorganisasikan setiap unsur/komponen pembelajaran siswa, sumber materi, waktu, media yang dibutuhkan, pendekatan dan metode yang akan digunakan serta sistem evaluasi.
  3. Memberikan kulminasi, yaitu setiap kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan perorangan, harus diakhiri dengan kegiatan kulminasi misalnya dalam bentuk membuat rangkuman, pemantapan, laporan, dsb.
  4. Mengenal secara personal, yaitu guru untuk dapat mengajar melalui pendekatan perorangan debgan efektif, harus mengenal pribadi, karakteristik siswa secara umum dan lebih baik secara lebih mendalam.
  5. Mengembangkan bahan belajar mandiri, yaitu untuk melayani kebutuhan belajar secara perorangan guru harus terampil mengembangkan bahan pembelajaran untuk individual. Seperti dengan bahan belajar mandiri, paket-paket pembelajaran, dsb yang memungkinkan siswa dapat belajar sesuai dengan caranya masing-masing.



REFERENSI
Mulyasa, Enco. (2007). Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudirwo, Daeng. (2002). Kurikulum dan Pembelajaran dalam Rangka Otonomi Daerah. Bandung: CV Andira.