12/11/17

20+ Contoh Latar Belakang Skripsi (Pendidikan, Ekonomi, Psikologi, Sejarah dan Kesehatan)

Karyatulisku.com

Apakah latar belakang itu?
Setiap kali membuat tugas, mulai dari membuat tugas makalah, membuat tugas laporan hingga pada saat menjadi mahasiswa tahap akhir kita diminta untuk menyusun skripsi, kita dihadapka pada persoalan untuk membuat latar belakang.

Latar belakang seoal-olah selalu ada dalam setiap kegiatan penulisan. Lalu apa seseungguhnya latar belakang itu dan mengapa kita selalu berkutat dengan penulisan latar belakang, sebelum melanjutkan untuk menulis sebuah karya tulis?.

Pengertian Latar Belakang


Dikutip dari wikipedia, dijelaskan bahwa latar belakang adalah dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Artinya melalui latar belakang penulis menyampaikan atau menjelaskan apa yang akan dijelaskan dalam tulisan tersebut. Dalam hal ini jika membuat skripsi maka latar belakang pada skripsi menjelaskan kepada pembaca apa yang akan di bahas dalam skripsi tersebut.

Sementara lebih sederhana saya akan mengatakan bahwa latar belakang adalah alasan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca tentang apa yang melatar belakangi penulis memilih untuk membuat tulisan ini.

Di dalam sekripsi latar belakang berarti alasan yang melatar belakangi penulis hingga memilih judul penelitian hingga menyusun penelitian tersebut.
Pada latar belakang penulis menulisakan mulai dari harapan, dilanjutkan dengan masalah, solusi hingga landasan yang melandasi seorang penulis memilih solusi tersebut.



Langkah-Langkah Menyusun Latar Belakang

Untuk menyusun latar belakang, ada beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan.Berikut ini cara untuk membuat latar belakang:

  1. Menemukan Masalah di lingkungan anda (jangan Langsung Buat Judul). Dalam membuat skripsi, karya ilmiah atau melakukan penelitian hal yang dicari pertama kali bukanlah JUDUL. Yup..sering kali, banyak mahasiswa yang ketika diminta untuk membuat skripsi langsung pusing dengan menentukan JUDUL terlebih dahulu. Ya seperti saya dulu,. Jadi ketika kita membuat Skripsi kemudian kita membuat judul terlebih dahulu, maka yang sulit adalah menemukan masalah yang ada, membuat latar belakangnya, menemukan data awalnya. Akan bagus jika kita mau mencari data yang sesuai dengan judul kita, lah kalau tidak mau hehehe CELAKA di akhir episode nanti. Maka sangat penting untuk mengikuti alur yang sudah ada yaitu dengan menemukan masalah. Masalah adalah kondisi yang tidak di harapkan. Sementara pendapat lain lebih jelas mengungkapkan bahwa masalah dalam penelitian adalah terjadinya ketimpangan antara harapan dan kondisi yang ada. Misal dalam kelas di harapkan rata-rata nilai siswa di kelas 5 di atas KKM pada mata pelajaran matematika, tapi pada keadaanya ternaya nilai rata-rata siswa di kelas di bawah KKM. Maka itu dapat di sebut sebagai masalah.
  2. Mencari data pendukung. Setelah kamu menemukan masalah yang kamu cari maka langkah selanjutnya yaitu menemuka data-data pendukung yang menunjukan bahwa terjadi masalah di kelas kamu. Data-data pendukung tersebut dapat berupa, hasil nilai siswa atau juga hasil wawancara dan mungkin hasil observasi pengamatan di kelas. Alangkah baiknya data seperti hasil nilai siswa dan hasil wawancara dengan wali kelas di masukan di sini. Karena akan memperkuat argument kmau yang menunjukan masalah yang sedang terjadi di kelas.
  3. Mencari Solusi dari Masalah yang telah di tentukan. Namamnya juga penelitian, tujuannya yaitu menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang telah ada, atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika ada masalah maka langkah selanjutnya yaitu mencari solusi dari masalah tersebut. Setelah kita menemukan masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka selanjutnya kita di hadapkan untuk mencari solusi. SOlusi yang kita berikan harus berlandaskan oleh teori-teori yang sudah ada. An akan lebih kuat biasanya jika di dukung oleh penelitian-penelitian terdahulu. Maka untuk mencari solusi, carilah referensi teori-teori tentang metode, model, atau media yang dapat mengaatasi masalah pembelajaran yang sebelumnya telah di temukan.
  4. Menyimpulkan sebagai hipotesis sementara bahwa Solusi yang diberikan dapat mengatasi masalah. Langkah terakhir setelah kamu menuliskan masalah, mencantumkan data-data pendukung, dan menentukan solusi yang di dukung oleh teori-teori serta penelitian terdahulu adalah menuliskan kesimpulan. Kesimpulan di latar belakang adalah kesimpulan yang melandasai kamu melakukan penelitian ini. Seperti contoh berikut “Berdasarkan penjelasan di atas maka dari itu peneliti memilih untuk meneliti pengaruh dari metode make a match pada pembelajaran matematika kelas 5 SD batur semarang”.(Klik for more)

Contoh Latara Belakang

Contoh Latar Belakang Skripsi Pendidikan


Contoh 1 

Judul :Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Kompleks Menggunakan Model Project Based Learning Dengan Media Video Pada Siswa Kelas X-2 Sma Taruna Nusantara Magelang.
Nama : Gunawan (UNNES : 2016)

LATAR BELAKANG
Keterampilan berbahasa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi  empat keterampilan, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara,  keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Salah satu dari beberapa  keterampilan berbahasa Indonesia yaitu keterampilan menulis. Keterampilan ini  merupakan keterampilan yang tidak lagi dipahami hanya sekadar proses pengungkapan gagasan atau cara berkomunikasi dalam bentuk tulisan, keterampilan menulis telah menjadi gaya dalam mengaktualisasikan diri,
mengekspresikan diri, dan sarana untuk berkreasi. Di sekolah, keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu menulis dan menghasilkan suatu karya dalam bentuk tulisan.

Abidin (2014:185) mengatakan, menulis merupakan kegiatan menjalin komunikasi tidak langsung dengan pembaca melalui penggunaan media tulisan yang dihasilkan. Jadi menulis dapat didefinisikan sebagai sesuatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat, penulis sebagai penyampai pesan (penulis), pesan atau isi tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan. Di samping itu, Suparno (2008:2) menjelasakan, menulis ialah proses menyusun dan menyatukan pendapat dalam bentuk tertulis. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis sebagai aktivitas berbahasa tidak lepas dari kegiatan berbahasa yang lainnya. Apa yang diperoleh melalui menyimak, membaca, dan berbicara akan memberikan masukan yang berharga untuk kegiatan menulis.

Dalam kurikulum 2013, pada jenjang pendidikan SMA kelas X, terdapat Kompetensi Inti (KI) mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi Inti tersebut dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 4.2, yaitu memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
negosiasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang dibuat, baik secara lisan maupun tulisan. Kompetensi ini menjadi objek kajian penelitian khususnya menulis teks prosedur kompleks. Berdasarkan observasi pada saat praktik pengalaman lapangan (PPL), keterampilan siswa dalam menulis masih sangat terbatas, terlebih lagi saat menulis teks prsedur kompleks, siswa masih merasa kesulitan pada saat menulis teks prosedur kompleks sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X SMA Taruna Nusantara, peneliti menemukan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis teks prosedur kompleks, khususnya siswa kelas X-2 SMA Taruna Nusantara. Terbukti dari 32 siswa, hanya 21 siswa yang mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan skor 75. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks belum optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya minat menulis siswa masih kurang, model
pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang memberikan kesempatan pada siswa dalam mengembangkan potensi, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif, dan siswa cenderung belum menggunakan kemampuannya secara maksimal. Keadaan ini mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. 

Pada kurikulum 2013, pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan santifik dan pendekatan berbasis teks. Siswa diharapkan mampu menyimpulkan sendiri tentang materi yang telah disampaikan oleh guru berdasarkan pemodelan teks. Salah satu model yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan santifik dan pendekatan berbasis teks yaitu model pembelajaran berbasis proyek atau project based learning. Fathurrohman (2015:118)
menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh siswa dapat berupa proyek perseorangan atau kelompok, dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaboratif, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek dilakukan secara kolaboratif, inovatif, unik, dan berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan siswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari metode instruksional yang berpusat pada siswa. 

Model project based learning sebagai pengganti penggunaan suatu model pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered (berpusat pada guru) yang cenderung membuat siswa lebih pasif dibandingkan dengan guru. Hal tersebut mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi rendah sehingga kinerja ilmiah mereka pun menurun. Oleh karena itu, model pembalajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman nyata.
Pembelajaran berbasis proyek dilakukan secara sistematik yang mengikutsertakan siswa dalam pembelajaran sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui investigasi dalam perancangan produk. 

Selain penggunaan model pembelajaran, penggunaan media pembelajaran juga sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Fakta di lapangan menunjukan bahwa guru masih kurang dalam menggunakan media pada proses pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran dapat membangkitkan semangat belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran sangat membantu keefektifan proses pembelajaran, penyampaian pesan, dan isi pembelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan tepercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.

Salah satu media yang dapat digunakan oleh guru pada pembelajaran keterampilan menulis teks prosedur kompleks yaitu video. Video merupakan mediayang masuk dalam ketegori media audio visual. Dale (dalam Arsyad, 2013:27) mengemukakan bahwa bahan-bahan atau media audio visual dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. 

Penggunaan media video digunakan karena video lebih efisien dan juga membuat hasil belajar lebih bermakna bagi kemampuan siswa, terutama dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Siswa dimudahkan dalam menulis teks prosedur kompleks dengan adanya video. 

Video yang ditayangkan yaitu video aplikatif, yang bisa diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari siswa di sekolah, terutama dalam lingkungan SMA Taruna Nusantara. Video tersebut yaitu video tentang cara mudah dalam memahami materi pelajaran dan video cara mengatasi rasa kantuk pada saat pelajaran. Topik video tersebut dipilih berdasarkan masalah yang ada di lapangan khususnya kelas X-2. SMA Taruna Nusantara yang merupakan boarding school (sekolah dengan sistem asrama) yang menerapkan fullday school (sehari penuh belajar), yang menuntut para siswa untuk melakukan banyak kegiatan, baik kegiatan akademik maupun non-akademik. Hal tersebut berpengaruh pada kondisi siswa pada saat
mengikuti kegiatan pembelajaran.  


Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti berharap mampu meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur kompleks pada siswa kelas X-2 SMA Taruna Nusantara dengan menggunakan model project based learning atau model pembelajaran berbasis proyek dengan media video.  


Contoh Latar Belakang Skripsi EKONOMI AKUNTANSI

Judul : AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL (STUDI KASUS PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2009-2012)
Penulis : Bayu Setyanto Ribowo (UNNES)

Contoh 2

Peningkatan aktivitas pada sektor industri real estate dan property dapat dijadikan petunjuk mulai membaiknya atau bangkitnya kembali kegiatanekonomi. Dengan kata lain, kegiatan di sektor industri real estate dan propertydapat dijadikan indikator seberapa aktifnya kegiatan ekonomi secara umum yangsedang berlangsung. Namun demikian, perkembangan industri sektor real estate dan property perlu dicermati secara hati-hati karena dapat memberikan dampak pada dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, industri sektor real estate dan property dapat menjadi pendorong bagi kegiatan ekonomi karena meningkatnya kegiatan di bidang sektor real estate dan property bisa mendorong naiknya berbagai kegiatan di bidang sektor lain yang terkait. Namun di sisi lain, perkembangan industri sektor real estate dan property yang berlebihan dapat pula menimbulkan dampak negatif pada perekonomian.

Dampak positif yang muncul disebabkan oleh industri sektor real estate dan property bisa memiliki efek berlipatganda (multiplier effect), yaitu dapat mendorong serangkaian aktivitas sektor ekonomi lain. Seluruh kegiatan ekonomi baik dalam bidang barang ataupun jasa pada dasarnya membutuhkan produk properti sebagai salah satu faktor produksi. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur yang memerlukan adanya produk properti sebagai tempat atau sarana melakukan kegiatan produksi. Demikian pula kegiatan jasa keuangan, perdagangan, perkebunan, maupun pertanian akan selalu membutuhkan produk properti sebagai sarana kegiatannya. Secara umum dapat dinyatakan bahwa
kebutuhan akan produk properti akan terus meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi.

Sektor industri real estate dan property merupakan sektor dengan karakteristik yang sulit untuk diprediksi dan beresiko tinggi. Sulit diprediksi disini berarti, pasang surut sektor industri real estate dan property memiliki kesenjangan yang besar, yaitu pada saat terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, industri real estate dan property mengalami kenaikan dan cenderung melebihi target yang diperkirakan. Namun sebaliknya pada saat pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, maka secara cepat sektor real estate dan property akan mengalami penurunan yang cukup spesifik.

Industri sektor real estate dan property dapat dikatakan mengandung risiko yang tinggi, hal ini disebabkan dari pembiayaan atau sumber dana sektor real estate dan property pada umunya berasal dari kredit perbankan, sedangkan sektor real estate dan property beroperasi dengan menggunakan aktiva tetap berupa tanah dan bangunan. Meskipun tanah dan bangunan dapat digunakan untuk melunasi utang, akan tetapi untuk dapat dikonversikan kedalam bentuk kas memerlukan waktu yang tidak singkat, sehingga para pengembang (developer) tidak dapat melunasi utangnya pada waktu yang sudah ditentukan.

Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat yang bermula berasal dari krisis kredit perumahan (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara global. Hal ini dapat dilihat dari kemerosotan yang tajampada bursa saham dunia sejak awal tahun 2008. Merosotnya bursa saham dunia mengakibatkan pasar modal dalam negeri mengalami pelemahan bahkan investor domestik juga turut terkena dampak, harga saham perusahaan-perusahaan go public di Indonesia menurun. Krisis global juga berdampak terhadap perekonomian Indonesia, tidak hanya pada melemahnya nilai tukar rupiah, tetapi juga pada sektor-sektor lainnya seperti sektor perbankan dan sektor real estate dan property. 

Sektor real estate dan property merupakan salah satu sektor yang secara signifikan berpengaruh oleh krisis global ini. Dimana perbankan memberhentikan sementara pemberian kredit untuk sektor real estate dan property sehingga pengembang (developer) mengalami kesulitan dalam sumber pendanaan. Tingginya suku bunga bank juga mengakibatkan penjualan di sektor ini menurun, karena semakin tinggi suku bunga kredit yang harus dibebankan terhadap para konsumen. Fenomena ini secara tidak langsung akan berdampak pada kebijakan pendanaan yang akan diambil perusahaan.

Masalah kebijakan pendanaan menjadi tombak dalam dunia bisnis dan perekonomian. Bahkan untuk keluar dari krisis ekonomi ini, sektor riil harus selalu digerakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Banyak hambatan yang dialami oleh dunia usaha, dan salah satunya adalah masalah pendanaan. Salah satu keputusan penting yang dihadapi manajer, terutama manajer keuangan dalam kaitannya dengan kelangsungan operasi perusahaan adalah keputusan pendanaan atau keputusan struktur modal.

Apabila perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan modalnya semakin meningkat sedang dana yang dimiliki terbatas, maka perusahaan tidak ada pilihan lain selain menggunakan dana yang berasal dari luar yaitu baik dalam bentuk hutang maupun dengan mengeluarkan saham baru untuk memenuhi kebutuhan modalnya. Dengan kata lain, perusahaan melakukan pendanaan dengan hutang (debt financing).

Teori struktur modal menjelaskan apakah terdapat pengaruh perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan, kalau keputusan investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Seandainya perusahaan mengganti sebagian modal sendiri dengan hutang (atau sebaliknya) apakah harga saham akan berubah, apabila perusahaan tidak merubah keputusan-keputusan keuangan lainnya. Dengan kata lain, kalau perubahan struktur modal tidak merubah nilai perusahaan, berarti bahwa tidak ada struktur modal yang terbaik. Semua struktur modal adalah baik. Tetapi kalau dengan merubah struktur modal ternyata nilai perusahaan berubah, maka akan diperoleh struktur modal yang terbaik. Struktur modal yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham adalah struktur modal yang terbaik (Husnan dan Pudjiastuti, 2012:263).


Tujuan dari teori struktur modal memberikan landasan berpikir untuk mengetahui struktur modal yang optimal. Suatu struktur modal dikatakan optimal apabila dengan tingkat resiko tertentu dapat memberikan nilai perusahaan yang maksimal. Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemiliki atau pemegang saham (Brigham dan Houston, 2006:19). Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan indikator nilai perusahaan (Husnan dan pudjiastuti, 2012:7).

Proporsi antara total debt (total hutang) dan total shareholder’s equity (total modal sendiri) atau Debt Equity Ratio (DER) disebut struktur modal. Total debt merupakan total liabilities (total utang jangka panjang maupun utang jangka pendek), sedangkan total shareholder’s equity merupakan total modal sendiri (total modal saham yang disetor dan laba yang ditahan) yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan komposisi dari total hutang terhadap total ekuitas. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar dibanding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). (Ang,1997 dalam Werdiniarti, 2007).

Berdasarkan data laporan keuangan perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI selama tahun 2007-2008 dengan DER lebih dari 1 dan DER kurang dari 1. Hal tersebut menggambarkan fenomena DER perusahaan yang dapat dijadikan data penelitian ini mengenai kondisi yang sebenarnya. Adapun perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2007-2008 dengan DER lebih dari 1 dan DER kurang dari 1 tersebut dalam tabel berikut:

Berdasarkan Tabel 1 diatas menggambarkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 20 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih besardari 1 dan 16 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih kecil dari 1. Hal ini menunjukkan pada tahun 2007 mayoritas perusahaan mempunyai proporsi hutang lebih besar daripada modal perusahaan sendiri. Sedangkan pada tahun 2008 terdapat 15 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih besar dari 1 dan 22 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih kecil dari 1. Dengan demikian pada tahun 2008 mayoritas perusahaan mempunyai tingkat DER lebih kecil dari 1, artinya perusahaan mempunyai proporsi modal lebih besar daripada hutangnya.


Fenomena ini berarti bertentangan dengan teori trade off yang menyimpulkan tentang penggunaan leverage, yaitu perusahaan yang memiliki tangible asset dan marketable assets seperti real estate seharusnya dapat menggunakan hutang yang lebih besar daripada perusahaan yang memiliki nilai terutama dari intangible assets seperti patent dan goodwill. Hal ini disebabkan karena intangible assets lebih mudah untuk kehilangan nilai apabila terjadi financial distress, dibandingkan standart assets dan tangible assets. (Kaaro, 2000 dalam Wediniarti, 2007)

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal menjadi hal yang penting sebagai dasar pertimbangan keputusan struktur modal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan struktur modal perusahaan secara umum adalah stabilitas penjualan, struktur aktiva, leverage operasi, tingkat pertumbuhan, profitabilitas, pajak, pengendalian, sikap manajemen, sikap pemberi pinjaman dan agen pemberi peringkat, kondisi pasar, kondisi internal perusahaan, dan fleksibilitas keuangan (Brigham dan Houston, 2006:42). Dalam penelitian ini akan menggunakan faktor yang mempengaruhi struktur modal antara lain, risiko bisnis (business risk), non-debt tax shield, profitabilitas, kepemilikan institusional (institutional ownership), ukuran perusahaan.

Risiko bisnis dalam artian berdiri sendiri adalah suatu fungsi dari ketidakpastian yang inheren di dalam proyeksi pengembalian atas modal yang diinvestasikan di dalam suatu perusahaan (Brigham dan Houston,2006:9). Penelitian Werdiniarti (2007), Furi dan Saifudin (2012) menemukan adanya pengaruh secara signifikan risiko bisnis terhadap struktur modal. Sedangkan Baral (2004) menemukan bahwa risiko bisnis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal. 

De Angelo dan Masulis, 1980 (Weston dan Copeland, 1996:43) menyatakan bahwa perlindungan pajak perusahaan mencakup kredit pajak investasi dan depresiasi. Jadi, dalam melakukan efisiensi penghitungan pajak selain dengan membebankan biaya bunga hutang, perusahaan dapat memanfaatkan keuntungan/perlindungan pajak melalui fasilitas perpajakan yang diberikan oleh pemerintah melalui depresiasi atau disebut dengan non-debt tax shield. Penelitian Hossain dan Ali (2008) menemukan adanya pengaruh signifikan non-debt tax shield terhadap struktur modal. Sedangkan Margaretha dan Ramadhan (2010) menemukan bahwa non-debt tax shield tidak berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal.

Profitabilitas adalah kemampuan dalam memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri (Sartono, 1998:130). Penelitian Mardinawati (2010) menemukan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal. Sedangkan Furi dan Saifudin (2012)
menemukan hasil bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap struktur modal.

Kepemilikan Institusional merupakan bentuk kepemilikan saham suatu perusahaan oleh satu atau lebih institusi (lembaga). Kepemillikan institusional dapat berperan dalam memonitoring perilaku manajer, sehingga managerial opportunism lebih rendah, yang akan mengurangi konflik agensi. Dengan tingkat pengawasan yang tinggi, akan menurunkan biaya monitoring serta perusahaan akan lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan (Mardinawati, 2010). Penelitian Werdiniarti (2007) menemukan bahwa kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal. Sedangkan Mardinawati (2010) menemukan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal.

Ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya suatu aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Penelitian Mardinawati (2010) menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Sedangkan Sumani dan Rachmawati (2012) menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal.

Dengan adanya fenomena dan perbedaan hasil penelitian-penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal mendorong untuk dilakukannya penelitian kembali dengan mengaplikasikannya pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2009-2012. Berdasarkan latar belakang di atas maka judul penelitian ini adalah “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal (Studi Kasus Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2009-2012)”.


Contoh Selanjutnya (UPDATE)
Next Post (UPDATE)