12/15/17

Contoh Kerangka Berpikir Ilmiah dan Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Berpikir

Karyatulisku - Contoh Kerangka berpikir dan langkah-langkah membuatnya

Download Aplikasi CAT 2018 Terbaru

Penelitian adalah kegiatan untuk mencari pengetahuan yang dilakukan dengan metode penelitian. Sementara metode penelitian adalah cara yang dilakukan oleh peneliti untuk menemukan pengetahuan yang dilakukan dengan cara ilmiah. Suatu proses dikatakan ilmiah jika suatu kegiatan pencarian pengetahuan memiliki ciri-ciri rasional, empiris, dan sistemati.

Baca Juga :
20+ Contoh Latar Belakang Skripsi (Pendidikan, Ekonomi, Psikologi, Sejarah dan Kesehatan) 
100+ Contoh Rumusan Masalah Proposal Penelitian (Rumusan Masalah Deskriptif, Komparatif dan Asosiatif)

Apakah arti dari rasional, empiris dan sistematis itu?

  1. Rasional artinya bahwa kegiatan yang dilakukan dalam penelitian masih masuk akal. 
  2. Empiris memiliki arti bahwa cara yang dilakukan untuk memperoleh data-data atau informasi dapat ditangkap dengan panca indra. Dengan kata lain juga dapat diamati. Terlihat dan nampak.
  3. Sistematis artinya bahwa sebuah pengetahuan yang diperoleh dengan langkah-langkah tertentu yang logis. 

Dalam melakukan penelitian, peneliti harus melakukannya dengan langkah-langkah yang sistematis. Ada urutan tertentu yang harus dipahami oleh peneliti.

Mulai dari menentukan masalah, mencari solusi, menentukan variabel, dan menghubungkan anatar variabel satu dengan variabel lainnya. Harus dilakukan dengan benar.

Pada penelitian, ada hal yang begitu menentukan jalannya suatu penelitian. Hal tersebut adalah kerangka berfikir.

Apakah kerangka berpikir itu?

DEFINISI KERANGKA BERpIKIR

Kerangka berpikir adalah model (gamabar) berupa konsep tentang hubungan antara variabel satu dengan berbagai faktor lainnya.

Arti dari definisi di atas bahwa kerangka berfikir merukan gambaran tentang konsep bagaimana suatu variabel memiliki hubungan dengan variabel lainnya. Bagaimana faktor-faktor dalam penelitian tersebut dapat saling berhubungan.

Kerangka berfikir juga landasan bagi seorang peneliti untuk menentukan hipotesis.
Bagaimana kerangka berfikir bisa menentukan hipotesis?

Dalam kerangka berpikir yang baik, akan dijelaskan pertautan antara variabel yang akan diteliti. Jadi jika ada dua variabel dalam penelitian misalnya variabel dependen dan independen. maka kerangka berfikir menjelaskan bagaimana hubungan kedua variabel tersebut disertai teori-teori yang mendukung.

Contoh kerangka Berfikir
Contoh kerangka Berpikir

Contoh : Pengaruh media pembelajaran X terhadap hasil belajar siswa Y pada mata pelajaran matematika materi S.

Pada contoh tersebut terdapat variabel dependen dan independen. variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi dalam hal ini adalah hasil belajar sebagai variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen yaitu media X.

Pada kerangka berfikir peneliti harus bisa menggambarkan konsep hubungan antara kedua variabel tersebut. bagaimana bisa peneliti memiliki "fikiran" bahwa hasil belajar siswa akan meningkat jika diberikan perlakuan penggunaan media X. Konsep tersebut nanti akan didukung oleh teori-teori yang mendukungnya.

Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Berpikir

Sebelum kita masuk untuk melihat bagaimana contoh dari kerangka berfikir. Maka akan lebih baik jika kita terlebih dahulu memahami bagaimana cara membuat kerangka berfikir. Untuk itu perhatikan terlebih dahulu gambar berikut ini.


Berdasarkan gambar di atas maka, dapat diketahui bahwa langkah-langkah untuk menyusun sebuah kerangka berfikir yaitu:

Baca Juga :
Memahami Perbedaan dari Pengertian Valid, Validitas, dan Validasi Data 
Contoh Proposal PTK SD Kelas 4 : Peningkatan Hasil Belajar Matematika dg Pendekatan Matematika Realistic

1. Menetapkan variabel yang Detail
Langkah awal yang harus dilakukan oleh peneliti untuk membuat kerangka berfikir yaitu menentukan variabel secara detail. Jadi untuk mendapatkan teori apa saja yang nanti akan dicari guna mendukung terbentuknya kerangka berfikir yang jelas. Peneliti harus menentukan variabel terlebih dahulu.

Caranya yaitu perhatikan judul yang telah kamu buat, di dalam judul tersebut tentukan variabel-variabel di dalamnya. Apakah hanya ada satu variabel atau lebih dari satu. Tuliskan semua variabel yang kamu temukan.

Dari situ maka peneliti akan menemukan jumlah variabel dan nama dari variabelnya. Dari variabel tersebut menjadi titik tolak dalam pengembangan teori.

2. Bacalah Buku dan Hasil-Hasil Penelitian
Ini adlaah langkah yang umum dalam setiap mempelajari suatu hal. begitupun dalam penelitian kita harus membelaki diri kita dengan berbagai pengetahuan yang relevan dengan penelitian kita. Sehingga langkah selanjutnya setelah menentukan variabel yaitu membaca buku-buku yang relevan dengan penelitian (variabel).

Bacaan-bacaan tersebut dapat kita peroleh dari buku teks, buku online, ensiklopedia, jurnal, dan hasil-hasil penelitian seperti skripsi, tessis, dan disertasi.

3. Memberikan Penjelasan Teori-Teori yang ada pada kerangka berfikir
Pada tahap satu, kita sudah menentukan variabel-variabel secara detail. Dari variabel tersebut ditentukan pula teori-teori yang mendukung varibel tersebut. Berdasarkan hal tersebut pada tahap ketiga peneliti diminta untuk menjelaskan teori-teori yang ada pada kerangka berfikir.
Memberikan penjelasan secara deduktif mengenai hubungan antarvariabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif meliputi tiga hal yaitu: 

  1. Tahap penelaahan konsep (conceptioning), yaitu tahapan menyusun konsepsi-konsepsi (mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah dinyatakan benar). 
  2. Tahap pertimbangan atau putusan (judgement), yaitu tahapan penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen). 
  3. Tahapan penyimpulan (reasoning), yaitu pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku pula bagi hal-hal yang khusus

4. Memberikan argumen teoritis mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. 
Argumen teoritis dalam kerangka pemikiran merupakan sebuah upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah. Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis memerlukan kajian teoretis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal ini dilakukan sebagai petunjuk atau arah bagi pelaksanaan penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, oleh karena argumen teoritis sebagai upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah, maka hasil dari argumen teoritis ini adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Sehingga pada akhirnya produk dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah (hipotesis).

5. Merumuskan model penelitian.
Model adalah konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi kerangka teoretis yang diragakan dalam bentuk diagram dan atau persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya menyatakan hipotesis penelitian. Sebagai suatu kontruksi kerangka pemikiran, suatu model akan menampilkan: (a) jumlah variabel yang diteliti, (b) prediksi tentang pola hubungan antar variabel, (c) dekomposisi hubungan antar variabel, dan (d) jumlah parameter yang diestimasi.


Contoh kerangka Berfikir Dalam Penelitian

Judul Penelitian :

Kerangka Berfikir

Penggunaan media pembelajaran quipper school di SMP Negeri 4 Semarang digunakan untuk membantu guru dan siswa melakukan pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Aplikasi E-learning ini membantu siswa dalam mengakses materi, soal bahkan ujian sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh guru, berikut merupakan alur kerangka berfikir dari teori yang ditetapkan oleh peneliti.

Gambar Kerangka Berfikir


Quipper school adalah media yang memberikan konten-konten pembelajaran dalam mendukung proses kegiatan belajar-mengajar. Dari skema di atas, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh serta kendala yang dihadapi siswa dalam penggunaan media pembelajaran quipper school. Tentunya penggunaan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui
menu yang tersedia.

Media pembelajaran quipper school merupakan salah satu cara untuk melihat hasil belajar siswa dimana guru dituntut untuk menggunakan media quipper school dalam setiap proses belajar-mengajar serta memberitahukan kepada siswa manfaat dari penggunaan media tersebut. Selain teori yang ada dibuku, quipper school menyediakan materi dari berbagai jenjang SMP dan SMA. Hal ini dapat memudahkan guru maupun siswa, dimana guru bisa memberikan tugas melalui soal yang ada di aplikasi kemudian jawaban dan hasil akan secara otomatis muncul tanpa dinilai secara manual. Kegiatan ini mempermudah proses pembelajaran serta melatih siswa mengenal teknologi baru dan pengetahuan yang didapat untuk meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut mendorong semua pihak khususnya peneliti untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran quipper school untuk meningkatkan hasil belajar.



Sumber:
Sugiyono. 2007. metode Penelitian dan Pengembangan Research and Development. Bandung: Alfabeta