12/11/17

Kenapa Anak Susah Makan? Ini 14 Penyebab Anak Susah Makan Menurut Para Ahli

Kenapa anak menolak makan?

Saya mengerti setiap orang tua akan merasa cemas jika tiba-tiba anak menolak untuk makan. Anak mulai malas untuk makan, Dia jadi makan lebih sedikit dibandingkan dengan porsi makan seblumnya. Dia menolak makanan yang sudah orang tua sediakan.


Jika hal tersebut terjadi pada anak anda, maka anda harus mengetahui apa yang menyebabkan anak menjadi malas untuk makan.


Kegiatan Makan Anak

Makan adalah sebuah kegiatan untuk memasukkan makanan ke dalam perut melalui mulut. makanan yang di makan seseorang akan memberikan energi kepada orang tersebut untuk dapat beraktifitas. Selain itu makan akan memicu pertumbuhan dan perkembangan dari seseorang khususnya anak.

Anak yang masih kecil akan membutuhkan banyak asupan makanan sehingga dia dapat berkembangan dengan baik.  Meski begitu banyak disini bukan berarti berlebihan, namun ideal tepat seseuai dengan porsi usia dan aktifitas anak. Memberikan makanan kepada anak secara berlebihan bukanlah hal yang baik. Anak gemuk (berlebihan/obesitas)? tentu tidak baik, hal tersebut akan menghambat aktifitas anak. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang tepat bagi anak. 

Persoalan yang sering terjadi

Persoalan yang sering terjadi pada anak tentang kegiatan makannya adalah:
1. Menolak Makan
2. Hanya Memilih Makanan Tertentu
3. Hanya Mau Makan Makanan Cepat Saji
4. Menolak Makan Setelah Kemarin Banyak Makan
5. Makan Satu Jenis Makanan Saja
6. Menolak Makanan Faforit Secara TIba-TIba

20 Penyebab Anak Susah Makan

1. Pertumbahan Anak Mengalami Perlambatan
Ketika anak mulai masuk pada usia atau usia tiga tahun, pertumbuhan anak akan mengalami perlambatan secara alami. Perlambatan tersebut akan mempengaruhi nafsu makan mereka dan tidak akan sama dengan nafsu makan mereka pada usia sebelumnya. Pada usia tersebut maka anak akan mulai memilih-milih makanan. Ini adalah hal yang wajar.

Hal tersebutlah alasan mengapa mereka tidak mau makan. Hal ini berlaku untuk anak-anak di usia sekolah juga. DImana pada usia tersebut nafsu makan mereka tidak stabil terkadang memiliki nafsu makan yang tinggi dan terkadang kurang.

2. Mereka adalah anak yang rewel untuk makan
Pada satu sisi kita tidak dapat berbuat banyak, karena beberapa anak memiliki sikap yang mudah rewel saat makan. Beberapa abak bali melalui fase ini dengan baik, namun yang lainnya harus memilih-milih makanan untuk dia makan. Sehingga jika itu tidak terpenuhi oleh mereka mereka akan menolak makanan yang ibu sajikan.

Untuk itu pahamilah, bahwa fase pilih-pilih tersebut tidaklah berlangsung selamanya, jangan memberikan tekanan untuk makan apa yang tidak mau mereka makan. Biarkan mereka makan sesuai selera apa yang ia inginkan. (Solusinya) Sediakan hidangan yang bergizi, jika mereka ingin makan silahkan makan, jika tidak biarkan mereka untuk menahan rasa lapar mereka, maka dalam beberapa waktu mereka tidak akan bisa menahan rasa lapar mereka dan mengambil makanan apapun yang telah disediakan.

3. Anak mengalami tekanan
Hal lain yang dapat membuat anak malas untuk makan yaitu mereka merasa di tekan. Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang di dorong untuk mencicipi makanan yang tidak mereka sukai anak cendrung untuk menolak untuk makan.  Oleh sebab itu jika anak yang berada pada fase pilih-pilih makanan mendapat tekanan untuk makan apa yang tidak mereka inginkan. Mereka akan memilih untuk menutup mulutnya.

4. Mengikuti sikap orang tua yang "menolak makanan"
Penyebab lainnya yang membuat anak menolak makanan adalah mengikuti mereka (orang tua). Kita sering mengajak anak kita makan bersama-sama. Namun pada saat kita makan, terkadang kita mengeluh terhadap makanan yang kita makan misal "saya tidak suka wortel ini atau makanan ini terlalu asin".

Anak adalah peniru yang handal, mereka lebih mudah mengingat seseuatu dari apa yang mereka lihat, dibandingkan mendapat nasehat, mereka lebih mengingat apa yang mereka lihat. Mereka akan mencontohnya. Itulah alasan mengapa anak sering kali menolak makanan.

5. Tidak mengolah makanan dengan menarik (Terlalu Sederhana)
Sering kali ibu terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka di kantor, ketika mereka pulang ke rumah mereka tidak membuat menu makanan yang menarik selera makan keluarga. Penampilan adalah salah satu yang dapat menarik anak. Penelitian menunjukan bahwa anak cendrung memilih makanan dengan tampilan yang menarik (warna mempengaruhi) dibandingkan makanan dengan tampilan biasa.

Ketika seorang ibu menyajikan makanan yang menarik, hal tersebut cendrung meningkatkan rasa ingin tau anak. Mereka ingin sekali mencicipi makanan yang indah tersebut. Namun sebaliknya jika makanan di sajikan dengan tampilan yang kusam, maka nafsu makan mereka bisa hilang. Bahkan hal ini juga terjadi pada orang dewasa.

6. Membiarkan anak makan makanan ringan sebelum makanan utama
Memakan biskuit, permen, minum susu, dan jajanan ringan lainnya sebelum dia makan makanan utama akan menyebabkan mereka malas untuk makan. Anak yang sudah makan makanan ringan atau jajan menyebabkan energinya tercukupi kembali, sehingga mereka akan cendrung memilih untuk melakukan atau melanjutkan aktifitas lainnya kembali.

Sebagai contoh ketika anak sedang bermain bersama teman-temannya. Kemudian sebelum jam makan siang dia sudah jajan berbagai makanana ringan. Hal tersebut membuat dia tidak begitu merasa lapar. Sehingga ketika masuk jam makan, dan ibu memanggil dia menolak dan memilih untu melanjutkan permainannya.

7. Anak memiliki alergi makanan
Beberpa anak tidak akan makan dengan baik ketika memiliki alergi makanan. Dan beberpa anak memang memiliki alergi makanan. Alergi makanan membuat orang tua harus memilihkan beberapa makanan yang tepat untuknya. Dan terkadang hanya ada sedikit makanan yang tepat untuk anak. Akibatnya anak harus makan pada makanan yang sama sterus menerus. Kondisi tersebut dapat membuat anak menjadi bosan terhadap makanan tersebut.

8. Anak memiliki indra perasa yang sangat sensitif

Anak yang memiliki indra perasa sensitif akan merasakan rasa makanan jauh lebih tajam dari orang biasa. Jika makanan yang kita sajikan mungkinbagi kita tidak terlalu asin, bisa jadi makanan tersebut sangat asin bagi anak-naka. Kondisi tersebut membuat anak harus menolak makanan tersebut karena merasa tidak enak.

Oleh kerena itu memahami makanan yang tepat buat anak adalah hal yang penting, berkomunikasi mengapa dia menolak makan juga hal utama, karena jika kita mengatahui bahwa anak memiliki indra perasa yang sensitif kita harus menyajikan makanan yang sesuai dengan diri mereka.

9. Anak sesnsitif pada tekstur makanan
Selain sensitif terhadap rasa, ada juga anak yang sensitif terhadap tekstur makanan. Bisa jadi anak anda tidak menyukai makanan yang lembek, atau makanan yang basah, atau makanan yang kering. Hal tersebut dapat menyebabkan anak menolak makanan.

10. Anak anda sedang menyukai makanan "Favoritnya"
Saat anak anda masuk ke dunia sekolah, dia akan menemukan berbagai macam makanan atau jajanan yang beraneka ragam jenisnya. Suatu ketika mereka akan mencintai salah satu makanan tersebut dengan berlebihan sehingga menyebutnya sebagai makanan foaforit. Ketika anak memiliki makanan faforit seperti soto, nasi goreng, terkadang mereka akan menolak makanan lainnya dengan alsan tidak ingin.

11. Anak anda sedang ingin menurunkan berat badan mereka
Ini sering terjadi pada kasus remaja, ketika melihat bahwa teman mereka dapat menurunkan berat badannya dengan cara melewatkan makan. Maka mereka akan melakukan hal yang sama. Anak akan melewatkan makan ketika mereka ingin menurunkan berat badan dari mereka.

Kondisi tersebut bisa dibilang aman, namun juga dapat berbahaya, memeberikan pengertian kepada anak tentang cara menurunkan berat badan yang sehat adalah solusinya.

12. Anak anda memiliki terlalu banyak aktifitas yang mereka sukai
Saat anak sedang asik menonton acara kartun yang mereka sukai, mereka cendrung menolak perintah ibu untuk makan. Ya mereka tidak ingin diganggu pada saat itu. Untuk mengatasinya maka ibu harus pandai-pandai merayu anak untuk makan, menyajikan makanan faforit atau menemani dia makan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengalihkan perhatiannya dari televisi.

Begitupun jika mereka memiliki aktifitas lainnya seperti: bermain video game, bermain dengan teman, mengerjakan tugas yang mereka suka.

13. Anak anda terlalu lelah untuk makan
Beberapa anak sekolah memiliki aktifitas yang padat disekolahnya. Hal itu membuat dia sangat lelah saat sampai di rumah. Karena terlalu lelah dia memilih untuk langsung beristirahat dan melewatkan waktu makannya. Hal tersebut tentu mengkawatirkan bagi para orang tua, mereka cemas kalau anaknya tidak makan itu akan membuat dia sakit.

Namun, kabar gembiranya orang tua tidak perlu terlalu kawatir tentang hal itu. Karena pada umumnya anak memiliki kemampuan untuk mengatur pola makannya. Ketika dia tidak makan dan lapar, dia akan menambah amakannya saat dia makan atau mengisinya dengan makanan-makanan kecil.

14. Anak anda sedang sakit
Anak yang sakit nafsu makannya akan berkurang. Jadi ketika anak anda sakit, adalah hal yang lumrah melihat mereka memiliki nafsu makan yang rendah. Mereka akan cendrung memilih makanan-makanan tertentu karena pada saat sakit, indra perasa mereka juga mengalami gangguan. Oleh sebab itu orang tua harus dapat menyajikan makanan-makanan yang tepat pada saat anak sakit, sehingga anak dapat memakan makanann yang tepat.