12/9/17

Memahami Perbedaan dari Pengertian Valid, Validitas, dan Validasi Data

Penelitian  adalah proses untuk menemukan informasi yang dilakukan dengan metode penelitian. Sementara metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah.

Cara ilmiah adalah cara yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan yang dilakukan dengan memegang prinsip rasional, empirik dan sistematis.


Artinya :
Rasional - sebuah penelitian memegang prinsip rasional jika kegiatan yang dilakukan dalam penelitian. Dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal dan dapat diterima okeh akan sehat manusia pada umumnya.



Empiris - empiris memiliki arti bahwa cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indra.

Sitematik - proses penyusunan laporan penelitian. Menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Valid, Validitas dan Validasi
Selanjutnya dalam penelitian untuk menemukan informasi-informasi atau pengetahuan baru. Maka diperlukan sebuah aktifitas yang disebut dengan pengumpulan data. Pengumpulan data adalah aktifitas mengalikan pencarian pada hal hal atau sesuatu secara empirik (teramati/dapat dilihat).

Pada bagian pengumpulan data ini ada hal yang sangat penting yang pada kesempatan kali ini kita akan bahas yaitu Valid tidaknya data.

Apakah maksudnya, jadi pada saat mengumpulkan data, tidak semua data itu dapat menjamin bahwa data tersebut mewakili apa yang kamu teliti.

Misalnya :
Seorang peneliti melakukan pengamatan pada masyarakat kecamatan Y, ia pujya tujuan untuk menilai apakah masyarakat kec Y masih memegang erat budaya kedaerahan seperti upacara-upacara adat setempat.

di kecamatan tersebut ada 5.000 penduduk. Penduduknya terdiri dari penduduk pendatang 20% dan 80% penduduk asli. Pada saat mengambil data peneliti mengambil data hanya pada penduduk pendatang maka data yang di ambil oleh peneliti adalah data yang tidak valid atau tingkat ke validtannya rendah.

Lalu apakah Valid itu?

Saya akan jelaskan dengan bahasa yang mudah saja. Bahwa valid adalah kondisi ketika instrumen sudah teruji ketepatannya untuk mengukur data atau nilai pada penelitian tersebut.

Contoh :
Timbangan berat badan untuk menilai berat
Meteran untuk menilai panjang atau tinggi.

Itulah yang dikatakan tepat.

Dalam sebuah penelitian instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data juga terlebih dahulu harus di test. Apalagi jika instrumen tersebut baru di buat oleh peneliti. Harus di cek dulu apakah bisa untuk mengukur data seperti yang di inginkan.

Jika bisa mengukur data sesuai dengan data yabg di harapkan dengan kata lain sudah tepat maka instrumen tersebut di katakan valid.


kalau Validitas?

Apakah validitas itu?

Sedangkan validitas itu sendiri yaitu tingkat kepercayaan terhadap valid tidaknya suatu instrumen.

Sebenarnya sama antara valid dan validitas hanya pada penggunaan bahasanya saja.

Terakhir adalah validasi
Validasi adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk menguji suatu instrumen apakah instrumen tersebut sudah tepat atau belum untuk mengumpulkan data.


Jadi dari penjelasan di atas semua. Maka:
Validasi merupakan aktifitas pengujiannya. sementara valid dab validitas adalah hasil dari aktifitas pengujian terhadap kevalidtan dari suatu instrumen.

Jenis Validitas
Dalam validitas instrumen dikenal dua macam validitas. Yaitu validitas internal dan validitas eksternal.

1. Validitas Internal
Menurut Sugiyono "penelitian dinyatakan mempunyai validitas internal apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari program atau pendekatan penelitian yang digunakan, dan bukan dari cara lain yang bukan sistematis". Lebih lanjut Sugiyono menyampaikan bahwa penelitian yang memiliki validitas internal adalah penelitian yang secara metodologi dilakukan dengan benar.

2. Validitas eksternal
Masih dari buku Sugiyono disebutkan bahwa hasil penelitian dinyatakan memiliki hasil validitas eksternal jika dapat di aplikasikan pada dunia nyata yang menyerupai tempat yang diteliti.

Dari kedua penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa untuk validitas internal berkaitan dengan bagaimana hasil penelitian tersebut diperoleh apakah sudah tepat dilakukan sesuai cara ilmiah atau belum. Sedangkan validitas eksternal melihat apakah hasil penelitian tersebut sesuai jika diterapkan pada kehidupan yang menyerupai kondisi daerah di teliti.

Fungsi Validasi (Validitas Instrumen)

Kenapa kita harus melakukan validasi terhadap instrumen penelitian kita? Apa fungsinya?

Seorang peneliti sebelum mencari data atau mengumpulkan data mereka membuat instrumen baru atau menggunakan instrumen yang telah ada. Instrumen tersebut selanjutnya di validasi atau dengan kata lain di test apakah sudah tepat untuk mengukur data yang hendak di kumpulkan.

Sebuah instrumen yang sudah di validasi dan dengan kata lain valid, membuat data yang dikumpulkan dengan instrumen tersebut dapat dipercaya.

Sedangkan jika instrumen tidak valid, akan membuat adanya keraguan terhadap dats yang dikumpulkan. Maka dari itu fungsi dari validasi yaitu menentukan valid tidaknya suatu instrumen pengumpulan data. Sementara validnya instrumen berfungsi untuk membuat data yang dikumpulkan menjadi data yang dapat di percaya.

Instrumen Pengukur
Penting
Memiliki instrumen yang valid tidak serta merta membuat data yang terkumpul adalah data yang valid. Hal ini karena juga akan dipengaruhi dengan bagaimana instrumen tersebut digunakan

Jika peneliti salah atau keliru dalam menggunakan instrumen yang sudah valid tersebut. Maka dapat terjadi salah pads pengumpulan datanya

Kok bisa?

Misalnya :
Timbangan adalah media atau alat yang sudah terukur atau valid untuk mengukur berat badan. Namun jika peneliti salah dalam mengambil data misalnya tidak tepat membaca berat badannya maka dapat terjadi salah dalam pengumpulan data.

Oleh sebab itu perlu juga memperhatikan cara pemakaian instrumen tersebut. Peneliti harus mempelajari bagaimana menggunakan instrumen penelitian.