8/27/18

Struktur Cara Menulis Angka dan Bilangan sesuai PUEBI

Struktur Cara Menulis Angka dan Bilangan sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Angka dan Bilangan

Pengertian Angka dan Bilangan


Di dunia matematika pasti kita aka selalu menemukan angka dan bilangan. Dalam penggunaan sehari-harinya kita sering menganggap angka dan bilangan adalah dua hal yang sama. Namun kenyataannya, kedua hal tersebut (angka dan bilangan) merupakan dua entitas yang berbeda, baik pada pengertian, fungsi dan penggunaan yang berbeda pula.

Angka adalah tanda atau lambing yang digunakan untuk menyatakan suatu bilangan. Contohnya, bilangan lima dapat dilambangkan menggunakan angka Hindu-Arab "5" (sistem angka berbasis 10), "101" (sistem angka biner), maupun menggunakan angka Romawi 'V'. Sedangkan bilangan adalah suatu unsur matematika yang digunakan untuk melakukan pengukuran dan pencacahan.

Silsilah Macam-macam Bilangan


Silsilah Macam-macam Bilangan

Jenis Jenis Bilangan

Bilangan Nol
Bilangan nol adalah bilangan yang hanya terdiri dari bilangan nol, tanpa ada bilangan lainnya.
Contoh : {0}

Bilangan  Asli
Bilangan asli terdiri dari bilangan positif yang dimulai dari bilangan 1 (satu) hingga seterusnya.
Contoh : {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, …, …, ….}

Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan nol, bilangan bulat positif, dan bilangan bulat negatif.
Contoh : {…., -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, ….}

Bilangan Prima
Bilangan prima terdiri dari bilangan yang tidak bisa dibagi oleh bilangan apapun selain bilangan itu sendiri dan bilangan 1 (satu).
Contoh : {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 39, 43, ….}

Bilangan Cacah
Bilangan cacah terdiri dari bilangan nol dan bilangan yang bernilai positif.
Contoh : {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, ….}
 

Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan terdiri dari bilangan yang dinyatakan atau ditulis dengan bentuk a/b, dimana a dan b adalah bilangan bulat, sedangkan b/=0 (tidak samadengan 0). Bilangan a disebut pembilang dan bilangan b disebut penyebut.
Contoh : {½, ¼, ?, ?, ?, ?, ….}

Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat yang dinyatakan dalam bentuk pecahan a/b, dan b?0.
Contoh : {½, ¼, ….}

Bilangan Irrasional
Bilangan irrasional adalah bilangan yang bukan termasuk kedalam bilangan rasional atau bilangan yang tidak bisa dinyatakan dalam bentuk pecahan.
Contoh : {?2, ?3, ?5, ?7, ….}

Bilangan Real
Bilangan real terdiri dari gabungan bilangan rasional dan irrasional.
Contoh : {½, ¼, ?2, ?3, ?5, ?7, ….}

Bilangan Positif
Bilangan positif terdiri dari bilangan yang bernilai positif selain bilangan nol.
Contoh : {¼, ½, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, ….}

Bilangan Negatif
Bilangan negatif terdiri dari bilangan selain nol yang bernilai negatif.
Contoh : {-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, -10, -11, -12, ….}

Bilangan Ganjil
Bilangan ganjil adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat yang tidak habis jika dibagi dengan angka 2, atau dapat dinyatakan dengan rumus 2n-1.
Contoh : {-9, -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, ….}

Bilangan Genap
Bilangan genap adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat yang habis jika dibagi dengan angka 2.
Contoh : {-8, -6, -4, -2, 2, 4, 6, 8, 10, 12, ….}

Bilangan Komposit
Bilangan komposit terdiri dari bilangan yang tidak termasuk kedalam bilangan prima dan bilangan asli yang nilainya lebih besar dari 1 (satu).
Contoh : {2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, ….}

Bilangan  Riil
Bilangan riil terdiri dari bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal (berkoma).
Contoh : {½, ¼, ?3, ?5, ?7, log 10, ….}

Bilangan Imajiner
Bilangan imajiner terdiri dari bilangan yang dituliskan dengan satuan imajiner (i) yang merupakan lambang bilangan baru.
Contoh : {i, 2i, 3i, 4i, 5i, 6i, 7i, 8i, 9i, ….}

Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks terdiri dari bilangan yang dapat dinyatakan dengan  rumus (a+bi), dimana a adalah bilangan riil sedangkan bi adalah bilangan imajiner.
Contoh : {2-3i, 3-4i, 4-5i, 5-6i, ….}

Bilangan Romawi
Bilangan romawi merupakan sistem bilangan yang berasal dari bangsa romawi kuno, yang penulisannya menggunakan huruf latin untuk menyatakan angka.
Contoh : {I=1, II=2, III=3, IV=4, V=5, VI=6, VII=7, VIII=8, IX=9, X=10, …}

Bilangan Kuadrat
Bilangan kuadrat terdiri dari bilangan-bilangan yang merupakan hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri sebanyak 2 kali, dimana bilangan kuadrat ini disimbolkan dengan angka 2. (x2).
Contoh : {22, 32, 42, 52, 62, 72, 82, 92, 102, ….}

Angka dan Bilangan
Angka Arab atau angka Romawi lazim dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.

Angka Arab    : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka romawi    : I, II, III, IV, V , VI, VII, VIII, IX , X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000).

Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian.
Contoh:

  • Jojo bermain bulu tangkis pada Asian Games sampai tiga kali.
  • Setiap hari jalan Taman Siswa dilalui lebih dari dua juta kendaraan bermotor.
  • Diantara 40 anggota mahasiswa, 36 orang hadir, dan 4 tidak hadir.
  • Kendaraan yang digunakan untuk angkutan umum di Semarang terdiri dari 40 bus, 150 minibus, dan 450 sedan.
Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
Contoh:

  • Dua puluh mahasiswa unnes lolos PIMNAS di Universitas Indonesia
  • Tiga pemenang PIMNAS itu diundang ke stasiun televisi nasional.
  • Enam belas atlet Indonesia meraih emas pada Asian Games Jakarta Palembang.

Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah.
Contoh:

  • Formasi PPAK UNNES diikuti oleh 5690 orang peserta.
  • Di perpustakaan itu tersimpan 250 buku pemograman.
  • Mata kuliah Bahasa Indonesia rombel 98 dilaksanakan dihari rabu.

Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulus sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca.
Contoh:

  • Daerah gempa Lombok mendapatkan bantuan 10 triliun rupiah dari pemerintah pusat.
  • StartUp baru itu mendapat dana pinjaman 300 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.
  • Proyek Jalan Trans Papua memperlukan biaya 550 miliar rupiah.

Angka dipakai untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu serta (b) nilai uang.
Contoh:

  • 0,5 sentimeter
  • 7 kilogram
  • 12 liter
  • 1 jam 30 menit
  • Rp50.000,00
  • US$9,5
  • ¥200

Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jalan, rumah, aparteen atau kamar.
Contoh:

  • Jalan Margasatwa No. 10A
  • Hotel Citra Land, kamar 212
  • Gedung Hanoman, Lantai III, Ruang 121

Angka dipaai untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.
Contoh:

  • BAB IX, Pasal 2, halaman 212
  • Surah Al-Baqoroh: 7
  • Markus 16: 15-16

Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut
Bilangan Utuh
Contoh:

  • Delapan belas        (18)
  • Lima puluh        (50)
  • Sepuluh ribu        (10.000)
Bilangan Pecahan
Contoh:

  • setengah atau seperdua    (1/2)
  • tiga dua-pertiga        (3 2/2)
  • tujuh persen        (7%)

Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.
Contoh:

  • Abad XX
  • Abad ke-20
  • Abad kedua puluh
  • Semester III
  • Semester Ke-3
  • Semester Ketiga

Penulisan angka yang mendapatkan akhiran -an dilakukan dengan cara berikut.
Contoh:

  • Sepuluh lembar uang 100.000-an    (sepuluh lembar uang seratus ribuan)
  • Uang 50.000-an            (uang lima puluh ribuan)
  • Tahun 2000-an            (tahun dua ribuan)

Penulisan bilangan dengan angka dan huruf sekaligus dilakukan dalam peraturan perundang-undangan, akta, dan kuitansi.
Contoh:

  • Telah diterima uang sebanyak Rp.250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran seinar nasional.
  • Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaram hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Penulisan bilangan yang dilambangkan dengan angka dan diikuti huruf dilakukan seperti berikut.
Contoh:

  • Bukti pembelian barang seharga Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggung jawaban.
  • Saya lampirkan tanda terima uang muka sebesar Rp.6.000.000,00 (enam juta rupiah).
  • Tertanda dalam pembayaran dengan cek senilai Rp2.650.000,00 (dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).

Bilangan yang digunakan sebagai unsur nama geografi ditulis dengan huruf.
Contoh:

  • Kepaladua
  • Simpanglima
  • Tigaraksa