Showing posts with label BELAJAR. Show all posts
Showing posts with label BELAJAR. Show all posts

10/19/17

Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian Aktivitas Belajar Siswa

  Aktivitas Belajar
Aktivitas Belajar
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, aktivitas belajar adalah kegiatan mengolah pengalaman data praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan, merefleksikan rangsangan, dan memecahkan masalah. Menurut Rusman (2013:388) menyatakan penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai ketrampilan belajar yaitu: (1) berkomunikasi lisan dan tertulis secara efektif; (2) berpikir logis, kritis, dan kreatif; (3) rasa ingin tahu; (4) penguasaan teknologi dan informasi; (5) pengembangan personal dan sosial; (6) belajar mandiri.

10/16/17

Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa

Hasil Belajar, Jenis Hasil Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
A. Pengertian Hasil Belajar
Pengertian Hasil Belajar

Kemampuan yang dimiliki siswa berbeda-beda setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Bloom (dalam Suprijono 2013:6) hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kemampuan kognitif terdiri dari knowledge (pengetahuan, ingatan); comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh); application (menerapakan); analysis (menguraikan, menentukan hubungan); synthesis (mengorganisasikan, merencanakan); dan evaluating (menilai). Kemampuan afektif terdiri dari receiving (sikap menerima); responding (memberikan respon), valuing (nilai); organization (organisasi); characterization (karakterisasi. Kemampuan psikomotorik meliputi initiatory, pre-rountie, dan rountinized.

Pengertian Hakikat Belajar Menurut Para Ahli dan Hakekat Pembelajaran Menurut Para Ahli

A. Hakikat Belajar
Hakikat Belajar
Manusia memiliki kemampuan untuk selalu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Kemampuan manusia semakin bertambah dengan banyaknya pengalaman yang didapat. Belajar merupakan proses di mana manusia mencari pengalaman untuk terus bertahan hidup. Menurut Burton (1984) dalam Siregar (2014: 4), “belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya”. Gagne dan Berliner (1983: 252) dalam Rifa’i (2011: 82) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya sebagai hasil dari pengalaman.

10/7/17

Teori Belajar Behaviorisme Skinner dan Penerapannya Dalam Pembelajaran di Kelas

Belajar menurut pandangan Skinner.
Jadi skinner berpandangan bahwa belajar adalah sebuah perilaku. Skinner berpendapat seseorang yang belajar akan memiliki Respon yang lebih baik, sebaliknya jika seseorang tidak belajar maka responnya akan menurun.

9/30/17

Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli Beserta Sumber Daftar Pustaka

Karyatulisku.com - Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli Beserta Sumber Daftar Pustaka


Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas konten yang sangat penting yaitu pengertian aktivitas belajar. Selain pengertian aktivitas belajar. Pembaca juga akan menemukan penjelasan tentang jenis-jenis aktivitas belajar serta aspek yang mempengaruhi belajar siswa/anak.

Sebelum kita mulai membahas materi ini, saya memohon kepada pembaca untuk dapat klik shere via FB, Google + dan Twitter (di bawah postingan ini/artikel ini)


Serta jangan lupa untuk memberikan komentar-komentar berupa kritik dan saran dari artikel ini. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, maka kalian bisa tanya melalui kolom komentar atau hubungi penulis langsung via kontak Instagram yang ada di footer contact.



Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli
Pengertian Aktivitas Belajar


Pengertian Aktivitas Belajar


Apakah aktivitas belajar itu?


Aktivitas belajar berasal dari dua kata yaitu aktivitas dan belajar.
Kita akan mencoba untuk menguraikan satu per satu kata terlebih dahulu:

Aktivitas menurut KBBI Kemendikbud (online) mempunyai arti kegiatan, kegiatan atau kerja yang dilaksanakan dalam tiap-tiap bagian perusahaan.

Semenetara para ahli juga mendefinisikan aktifitas, dianataranya:

Anton M. Mulyono yang menjelaskan bahwa aktivitas ialah kegiatan atau keaktivan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik merupakan suatu aktivitas.

Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani.

Dari penjelasan beberapa referensi diatas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas adalah kegiatan seseorang yang dilakukan baik secara jasmati maupun rohani atau kegiatan fisik atau nonfisik.


Apakah belajar itu?

Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli
Aktivitas Belajar 

Dari KBBI Kemendikbud (Online) Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Pengertian keduanya belajar adalah berlatih dan pengertian ketiga menyebutkan bahwa belajar merupakan berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Skiner dikutip dari Karyatulisku menjelaskan bahwa belajar adalah suatu perilaku pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik.

Slameto (2010) dikutip dari Karyatulisku menjelasakan bahwa belajar adalah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh stau pengetahuan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamannya sendiri sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Howard L. Kingkey, belajar adalah proses dimana perilaku disebabkan atau diubah melalui proses atau latihan.

Dari pengertian-pengertian belajar yang dijelaskan di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, yang berlangsung melalui interaksi atau latihan di dalam lingkungannya.



Jadi apakah aktivitas belajar?


Sebelum kita membaca definisi tentang aktivitas belajar menurut para ahli, kita harus memahami bahwa dalam pembelajaran yang efektif, guru harus bisa menyediakan aktivitas belajar yang dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif mencari tau pengetahuannya.

Artinya bahwa dalam pembelajaran siswa harus memperoleh atau mendapatkan kesempatan keaktifan belajar. Siswa tidak hanya duduk diam, mendengarkan kemudian mengerjakan soal. Lebih dari itu siswa harus mendapatkan kesempatan untuk belajar secara aktif.

Seperti definisi tentang belajar yang mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh interaksi atar individu dengan individu lainnya. Maka interaksi tersebut adalah aktivitas. Dalam konteks belajar maka siswa harus memperoleh interaksi baik interaksi dengan guru maupun interaksis sesama siswa.

Beberpa ahli menjelaskaan pengertian aktivitas. Berikut ini penjelasannya.

1. Sadirman (2006:100) 
Aktivitas belajar merupakan aktivitas yang bersifat fisik maupun mental.

2. Hamalik (2009 : 179)  
Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Dari pembahasan tentang definisi aktivitas sendiri, belajar sendiri dan aktivitas belajar menurut para ahli maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan proses kegiatan individu baik fisik atau non-fisik yang dilakukan guan mendpatkan perubahan ke arah yang lebih baik (memperoleh pengetahuan dan pengalaman).

Selanjutnya Rusman (2015-27) menyebutkan ciri-ciri aktivitas yang termasuk belajar ada 4 yaitu:

Ciri-ciri aktivitas belajar


  1. terjadi secraa sadar
  2. bersifat fungsional
  3. positif dan aktif
  4. tidak bersifat sementara
  5. bertujuan dan terarah
  6. mencakup seluruh aspek tingkah laku.


Berdasarkan ciri-ciri terebut, selanjutnya Rusman membedakan aktivitas belajar menjadi beberapa jenis. Menurut Rusman ada 9 jenis aktivitas belajar yaitu:

Jenis-jenis Aktivitas Belajar


1. Belajar Arti Kata
Belajar arti kata yakni menangkap arti kata yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Hal ini karena terkadang anak-anak mengetahui sebuah kata namun tidak mengetahui maknanya. Misal ada anak yang pernah mendengar kata sapi. Suatu ketika saat dia ditanya sapi itu seperti apa ya? anak tidak bisa menjawab karena tidak mengetahui sapi itu seperti apa.

2. Belajar Kognitif
Belajar kognitif adalah proses bagaimana menghayati. mengorganisasi dan mengulang informasi tentang suatu masalah, peristiwa, objek serta upaya untuk menghadirkan kembali hal trsebut melaui tanggapan, gagasan, atau lambang dlaam bentuk kata-kata atau kalimat. Belajar kognitif ini erat hubungannya dengan maslaah mental. 

Contoh pembelajaran kognitif yaitu : Siswa diminta menceritakan pengalaman liburannya di akhir pekan kemarin, anak menceritakan bahwa liburan kemarin dia pergi ke rumah nenek di desa. Di desa dia melihat pemantang sawah yang luas yang di tumbuhi oleh padi-padi yang indah dan seterusnya.

3. Belajar Menghafal
Menghafal adalah mengingat.  belajar menghafal adalah proses untuk mengingat informasi yang sebelumnya telah disimpan. Jadi proses menghafal ada proses menyimpan, dan proses mengingat.Ciri dari proses menghafal yaitu adanya pesan yang tersimpan di dalam otak.

4. Belajar Teoritis
Belajar teoritis adalah belajar untuk menyusun kerangka fikiran yang mampu menjelasakan fenomena ataupun maslah tertentu. Belajar teoritis memungkinkan siswa untuk belajar menyusun kerangka dalam memecahkan masalah. ANak atau siswa akan mempelajari bagaimana merumusakan masalah, mengumpulkan data menganalisisnya dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.

5. Belajar Konsep
Belajar konsep adalah adalah belajar untuk merumuskan suatu hal melalui proses mental tentang benda, cambang, dan hal-hal lainnya. Merumuskan konsep sama halnya dengan merumuskan pengertian. Artinya belajar konsep adalah memahami hal secara menyeluruh di dalamnya pengertian, termasuk juga ciri-ciri.
Contoh belajar memahami konsep adalah siswa dapat menjelaskaan pengertian dan ciri-ciri hewan herbivora, karnivora dan omnivora.

6. Belajar Kaidah
Belajar kaidah adalah proses belajar untuk menghubungkan dua konsep atau lebih sehingga terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keterangan.

7. Belajar Berpikir
Belajar berfikir adalah aktivitas kognitif yang dilakukan secara mental untuk memecahkan masalah melalui proses yang abstrak. Proses berfikir ini hampir sama dengan belajar teoritis, seseorang belajar untuk memecahkan masalah, hanya saja jika pada belajar teoritis seseorang belajar memecahkan masalah dengan mengumpulkan data melalaui pengamatan. PAda proses belajar berfikir seseorang dihadapkan pada proses berfikir untuk menyelesaikan masalah tanpa harus melakukan pengamatan dan pengumpulan data.

8. Belajar Keterampilan Motorik
Belajar keterampilan motorik adalah belajar untuk melakukan serangkaian gerakan gerak secara terpadu. Gerak motorik adalah gerakan yang melibatkan otot, urat dan sendi. Belajar motorik artinya proses berulang-ulang untuk mempelajari gerakan untuk melakukan hal tertentu melalui kegiatan fisik.

9. Belajar Estetis
Belajar estetis atau estetika adalah proses belajar untuk mencipta melalui penghayatan yang berdasarkan nilai-nilai seni.


Aktivitas Belajar
Aktivitas Belajar

Sementara menurut Paul B. Diedrich (Sadirman, 2006 : 101) menjelaskan bahwa aktivitas belajar siswa dapat digolongkan menjadi 7, yaitu:

  1. Visual activities, kegiatan belajar yang tergolong kegiatan aktivitas visual dianataranya membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan.
  2. Oral activities, proses kegiatannya seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, dan mengeluarkan pendapat.
  3. Listening activities, kegiatannya seperti mendengarkan percakapan, mendengarkan pidato, dan diskusi.
  4. Writing activities, kegiatan pembelajaran menulis seperti, menulis cerita, karangan, atau juga menyalin.
  5. Motor activities, proses kegiatan pembelajarannya seperti melakukan percobaan, membuat kontruksi, model mereparasi, bermain, berkebung dan berternak.
  6. Mental activities, misalnya mengingat, menanggapi, memecahkan soal, dan menganalisis
  7. Emotional activities, misalnya menaruh minat, bosan, gembira, bersemangat, berani, dan lain sebagainya.


Aspek yang Menumbuhkan Aktivitas Belajar

Dalam proses pembelajaran, ada hal-hal yang dapat menimbulkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut selanjutnya disebut sebagai aspek yang menumbuhkan aktivitas belajar. Martisnis Yamin (2007: 84) menyebutkan terdapat 9 aspek yang dapat menumbuhkan aktivitas belajar yaitu:
  1. Memberikan motivasi pada siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
  3. Mengingatkan kompetensi prasyarat.
  4. Memberikan topik atau permasalahan sebagai stimulus siswa untuk berpikir terkait dengan materi yang akan dipelajari.
  5. Memberikan petunjuk kepada siswa cara mempelajarinya
  6. Memunculkan aktivitas dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  7. Pemberikan umpan balik (feed back).
  8. Memantau pengetahuan siswa dengan memberikan tes.
  9. Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan di akhir pelajaran. 


Cara -cara tersebut merupakan cara yang dilakukan oleh guru sebagai fsilitator untuk meningkatkan aktivitas anak/siswa dalam belajar. Guru dalam hal tersebut memgang peran yang sangat penting. 

Demikian pembahasan mengenai moti



Sumber :

Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori Praktik dan Penilaian. Grafindo: Jakarta

A.M, Sardiman2006. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Oemar Hamalik. (2009). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. 

http://www.karyatulisku.com/2017/09/24-pengertian-belajar-menurut-para-ahli.html

9/29/17

Pengertian Pembelajaran, Prinsip Pembelajaran dan Komponen Pembelajaran

Karyatulisku.com - Pada kesempatan kali ini, kami akan sajikan konten artikel tentang definisi / pengertian pembelajaran. DIlanjutkan dengan pembahasan tetang tujuan dari belajar serta dilengkapi oleh pembahasan pada komponen-komponen belajar. 
Definisi Pembelajaran
Definisi Pembelajaran


Apakah belajar itu?

Sebelum kita masuk kepembahasan utama tentang pembelajaran. Kita mesti tahu terlebih dahulu pengertian dari belajar itu sendiri. 

Dikutip dari karyatulisku, Dimyati dan Mudjiyono menyampaikan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan mental pada diri siswa.

DIkutip dari karyatulisku. Barton menjelasakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku dari diri individu berkat adanya interaksi antar individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungannya

Dari kedua pendapat para ahli kita dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan mental individu yang disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungan atau individu lainnya.

Seseorang dikatakan sudah belajar jika adanya perubahan tingkah laku pada dirinya, namun tidak semua perubahan tingkah laku disebut sebagai hasil belajar. Ada beberapa ciri-ciri dari hasil belajar.
Ciri-ciri belajar dianataranya adalah:

  1. Perubahan yang terjadi pada individu disadari
  2. Hasil dari perubahan tersebut bersifat fungsional
  3. Perubahan bersifat positif
  4. Perubahan berupa sesuatu yang terus menerus ada (bukan sementara)
  5. Perubahan yang terjadi memiliki tujuan
  6. Perubahan meliputi seluruh aspek
Penjelasan di atas merupkan penjelasan singkat tentang belajar dan ciri-cirinya. Untuk lebih memhami tentang belajar dan ciri-ciri belajar silahkan baca pada artikel berikut:
  1. Ciri-Ciri Belajar dan hasil Belajar Menurut Para Ahli
  2. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
Sekarang kita akan masuk ke pembahasan inti kita yaitu tentang pembelajarn

Apakah Pengertian Pembelajaran?


DIkutip dari KBBI Kemendikbud (Online) pengertian pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan untuk menjadikan orang atau makluk hidup belajar.

Sementara dikutip dari wikipedia dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Kedua penjelasan di atas menjelasakan bahwa pembelajaran adalah sebuah proses menjadikan seseorang belajar. Hanya saja pada penjelasan yang dikutip dari wikipedia di jelaskan detail bahwa belajar merupakan prose interaksi antara siswa, guri, sumber belajar pada suatau lingkungan belajar.
Hal tersebut berati pembelajaran adalah proses guru memberikan/membantu siswa untuk menemukan pengetahuannya atau belajar.

Beberapa ahli lainnya juga menjelaskan definisi dari belajar, diantaranya yaitu:

Rusman (2015) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu sistem yang teridir dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Komponen tersebut meliputi tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Ke empat komponen tersebut harus diperhatikan agar menciptakan pembelajaran di kelas yang jauh lebih efektif dan efisian.


Warsita (2008: 85) dalam Rusman menjelasakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik.

UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas pasal 1 Ayat 20 menjelaskaan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (ini sama dengan apa yang saya kutip di wikipedia)

Duluan mana ya yang buat? anatara wikipedia atau UU Tahun 2003 itu?
Siapa yang tau silahkan comment di kolom komentar.

Dari penjelasan di atas maka dapat kita peroleh beberapa pola interaksi dalam pembelajaran.
Pola-pola interaksi dalam pembelajaran yang dapat terjadi yaitu:
  1. Interaksi anatar pendidik dengan peserta didik atau siswa
  2. Interaksi anatara peserta didik dengan peserta didik lainnya (antar siswa)
  3. Interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar
  4. Interaksi anatar peserta didik dengan lingkungan belajar.

Rusman (2015-22) menyampaikan bahwa pembelajaran merupakan proses dasar dari pendidikan.
Pendapat dari Rusman tersebut menekankan bahwa pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk di perhatikan. Pembelajaran adalah dasar kualitas sistem pendidikan suatu negara. Ibarat bangunan maka pembelajaran adalah pondasinya jika, bangunan di bangun dengan pondasi yang kurang berkualitas maka tidaklah mungkin mempunya bangunan berkualita.

Pembelajaran adalah dasar untuk kualitas pendidikan yang bermutu tinggi.

Oleh sebab itu perlu peningkatan kualitas pembelajaran. Perlu memahami apa itu pembelajaran, tujuan dan komponen-komponen belajar. Bagaimana pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, guru harus memahami hal itu semua.

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan murid. Interaksi yang berlangsung dapat interaksi secara langsung (tatap muka) atau interaksi tidak langsung (melalui media).

Proses interaksi tersebut bagi guru dapat dibebut sebagai kegiatan mengajar. 

Meskipun begitu interaksi yang terjalin antara guru dan murid tidak boleh satu arah. Interaksi antara guru dan murid harus bersifat dua arah. Guru dapat menyampaikan sesuatu hal, begitupun siswa. Guru harus memili pandangan bahwa siswa datang dari berbagai latar belakang, siswa sudah memiliki bekal dan kemampuan sehingga peran guru bukan hanya sebagai transfer of knowladge (pemindahan pengetahuan) melainkan juga sebagai pembimbing, pengembang, pengelola, dan pembantu siswa dalam menemukan pengetahuan (memeperoleh secara mandiri pengetaguannya)

Definisi Mengajar 

Rusman (2015-23) menjelasakan bahwa secara sederhana mengajar dapat diartikan sebagai interaksi anatara siswa dengan guru. 

Sanjaya (2007:101) dalam Rusman menjelasakan bahwa mengajar dalam konteks standar pendidikan tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi juga dimaknai sebagai proses mengatur lingkungan pelajaran.

Definisi yang disampaikan oleh Sanjaya menekankan bahwa mengajar adalah mengatur segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran dalam hal ini semua hal tersebut adalah komponen pembelajaran. (siswa, Media, Metode, Model, Evaluasi Pembelajaran, Lingkungan Kelas, dsb).

Sementara menurut Howard, Alvin W dalam Slameto (Rusman : 2015) "mengajar adalah suatau aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing, seseorang untuk mendapatkan , mengubah atau mendpatkan skill, attitud (sikap), ideals (cita-cita), apretiation, dan knowladge.

Definisi yang disampaikan oleh Howar dan Alvin  ini menekankan bahwa mengajar adalah menolong siswa agar tercapai kemampuan-memampuan yang diharapkan. Kemampuan-kemampuan tersebut adalah skill (motorik), attitude (sikap/afektif), cita-cita, dan knowladge (pengetahuan) juga disebut kemampuan kognitif. Mengajar artinya tidak fokus pada pengetahuan siswa saja, tetapi guru harus mampu untuk mengembangkan secara menyeluruh termasuk 3 ranah penting tersebut yaitu afektif, psikomotorik dan kognitif.

Dari keseluruhan definisi di atas maka dapat kita peroleh kesimpulan tentang mengajar yaitu kegiatan yang dilakukan guru untuk memfasilitasi siswa memperoleh kemampuan afektif, psikomotorik dan kognitif.


Dalam melaksanakan proses pembelajaran guru harus bekerja dengan profesional, apa lagi pekerjaan guru dalam mengajar sudah disebut sebagai sebuah profesi yang mana tingkatnya sudah sama seperti profesi-profesi lain semacam dokter, pengacara, dll. 

Profesionalitas guru dituntut dalam setiap pekerjaan yang diembannya termasuk melaksanakan proses pembelajaran. Ada beberapa prinsip yang perlu dipegang guru dalam pembelajaran. Berikut ini adalah prinsip-prinsipnya.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Prinsip-prinsip pembelajaran

Seperti sampaikan oleh gagne (1977) dikutip dari wikipedia, Gagne menjelaskan bahwa terdapat tujuh (7) prinsip yang harus dipegang, yaitu:

1) Perhatian dan Motivasi
Perhatian adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Seorang guru harus dapat memberikan perhatian kepada setiap siswanya. Perhatian dapat membuat siswa belajar dengan maksimal dan semangat. Perhatian guru dapat membuat siswa merasa nyaman, dia akan rela mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru. Hal tersebut tidak lepas karena siswa merasa bahwa setiap tugas yang diberikan oleh guru adalah untuk kepentingan dirinya. Seperti perhatian yang selalu diberikan oleh gurunya.

Motivasi itu ada dua yaitu motivasi dari dalam diri siswa (interen) dan motivasi dari luar diri siswa (exteren). Setiap guru harus bisa meunculkan motivasi-motivasi belajar siswa baik yang dari dalam maupun dari luar. Motivasi dapat muncul dari dalam diri siswa bila siswa emahami kepentingan yang akan dia peroleh dalam melaksanakan suatu hal. Motivasi eksteren dapat diberikan oleh guru untuk selalu mensuport setiap hal positif yang dilakukan siswa.

2) Keaktifan
Menurut pandangan psikologi anak dilahirkan untuk menjadi aktif. Hal itu dibuktikan dengan gerakan anak ketika dilahirkan untuk pertama kali di Bumi (dunia ini) iya akan terus bergerak dan itu adalah filosofi bahwa anak dilahirkan untuk aktif.

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus memberikan kesempatan siswa untuk aktif mencari pengetahuannya sendiri. Banyak para ahli mengatakan bahwa guru adalah fasilitator dari murid atau seseorang yang memfasilitasi siswa untuk mencari sendiri pengetahuannya.

Pengetahuan tidak di transfer melainkan diperoleh secara aktif oleh siswa. Sehingga guru harus benar-benar memegan prinsip keaktifan  ini.

3) Keterlibatan Langsung / Pengalaman
Pembelajaran yang dilaksanakan guru baik di dalam kelas maupun di lar kelas, harus memperhatikan keterlibatan siswa. Bukan hanya satu dua siswa seluruh siswa harus terlibat dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar akan memberikan pengalaman kepada siswa. Beberapa ahli mengatakan bahwa esensi dari proses belajar adalah pengalaman. Siswa dikatakan belajar jika memperoleh pengalaman dari interaksinya dengan lingkungan.

4) Pengulangan
Dari wikipedia disebutkan bahwa yang metari prinsip pengulangan ini adalah teori psikologi daya. Teori belajar daya menilai bahwa pembelajaran adalah proses untuk mengamati, menangkap, mengingat, mengkhayal, berfikir, dan sebagainya. Teori ini beranggapan dengan mengadakan daya yaitu untuk melakukan pengulangan maka kemampuan (hasil belajar) akan meningkat. Penerapannya dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru yaitu jika guru mengajar (siswa mencari tau) suatu hal dan itu dilakukan hanya sekali, mungkin hasilnya tidak akan maksimal. Hal tersebut akan berkembang jika dilakukan pengulangan misal 3-6 kali yang akan membuat hasil dari belajarnya lebih baik.

5) Tantangan
Prose pembelajaran di kelas membutuhkan tantangan. Konsep ini muncul berdasarkan teori medan/lapangan (field theory) yang dikemukakan oleh Kurt Lewin. Teori ini beranggapan bahwa belajar adalah situasi yang dihadapi siswa untuk mencapai sesuatu. Hal ini diibaratkan seperti dalam medan perang untuk mencapai tujuan (merebut kemenangan). Dalam mencapai tujuan siswa akan menemukan hambatan, dan hambatan tersebut harus diatasi. Jika hambatan itu sudah berhasil diselesaikan maka siswa akan mencapai tujuan hal itu berarti siswa juga telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. 

Untuk penerapan dalam proses pembelajaran di kelas, artinya guru harus bisa menjelaskan kepada siswa bahwa setiap belajar pasti akan ada hambatan dan tantangan. Siswa harus bisa mengtasinya itulah makna belajar untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

6) Balikan dan Penguatan
Dasar dari prinsip ini adalah Hukum Thondrik tentang stimulus dan respon. Siswa akan belajar lebih baik jika dia berbuat baik dan mendapatkan reward atau hadiah, sementara jika melakukan kesalahan maka siswa harus mendapatkan hukuman agar tidak diulangi lagi. Hukaman disini adalah hukuman yang mendidik.

7) Perbedaan Individual
Setiap siswa yang ada di kelas atau di sekolah adalah anak yang lahir engan berbagai latar blakang. Mereka punya kemmapuan dan potensi yang berbeda. Contoh sederhananya adalah gaya belajar. Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini perlu di pahami oleh guru. Karena tidak dapat memberlakukan satu anak sama dengan anak lainnya. Definisi adail bukan memperlakuukan semuanya secra sama, melainkan memperlakukan sesuai dengan hak dan kewajibannya.


Seperti sudah dijelaskan tenatang definisi pembelajaran di atas. Dalam pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling bertinteraaksi.

Setiap komponen dalam pembelajaran saling terkait satu dengan yang lainnya. Hal ini karena komponen pembelajaran adalah sebuah sistem. 

Seperti komputer, jika salah satu komponen pada komputer rusak atau tidak berjalan dengan baik. Maka hal itu akan membuat sistem komputer terganggu.

Begitupun dalam proses pembelajaran. JIka terdapat satu saja, komponen yang rusak atau tidak berjalan semestinya maka sistem pembelajaran juga akan terganggu. Oleh sebab itu penting untuk mengerti, memahami dan melaksanakan sistem ini dalam pembelajaran.

Berikut ini komponen-komponen pembelajaran, yang wajib di ketahui dan diimplementasikan dalam proses belajar mengajar.
Komponen Pembelajaran
Komponen Pembelajaran

Komponen Pembelajaran

1) Tujuan
Komponen pembelajaran yang pertama adalah tujuan. Tujuan adlah arah kemana suatu kegiatan akan berakhir. Tujuan balapan adalah finis, setiap pembalap mengetahui jalannya menuju finish. Dlaam pembelajaran hal pertama yang harus ditentukan adalah tujuan. HAl inilah yang akan menuntun kemana pembelajaran akan dibawa. Sumber belajar apa, strategi seperti apa, medianya bagaimana, dan bagaimana cara mengevaluasinya. Maka penting untuk merumuskan tujuan terlebih dahulu.

Dalam pembelajaran tujuan dibuat sebelum pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dibuat di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajan) Tujuan disesuaikan berdasarkan SI dan KD / SK dan KD.

2) Peseta Didik
Komponen pembelajaran yang kedua adalah peserta didik. Peserta didik adalah siswa/beberapa individu atau individu yang belajar. Ada keinginan untuk mencari tau. Peserta didik adalah komponen utama dalam pembelajaran karena dalam proses pembelajaran peserta didiklah orang yang akan di didik. Individu yang sebelumnya tidak tau menjadi tau. Atau terjadi perubahan secara holistik (menyeluruh)

3) Pendidik
Komponen pembelajaran selanjutnya adalah pendidik. Pendidik adalah guru. yaitu seseorang yang memfasilitasi, membimbing, mendorong siswa untuk belajar.
Dalam pembelajaran pendidik memiliki peran yang sangat penting sebagai pengajar. Sebagai pengajar guru harus mampu untuk memfasilitasi siswanya memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang dirancang pendidik/guru.

4) Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran berkaitan erat dengan pendekatan apa yang tepat untuk pembelajaran dengan tujuan seperti ini atau seperti itu. Strategi merupakan cara yang pilih guru untuk menyampaikan informasi dan kegiatan yang mendukung untuk terselesaikannya tujuan.

5) Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk mempermudah penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Media pembelajaran adlaah salah satu komponen yang perlu diperhatikan guru. Pengaruh media pembelajaran sangat penting karena dengan media pembelajaran infomrasi yang sulit ditangkap siswa akan menjadi mudah melalui media. 


6) Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran merupakan alat ukur atau indikator untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.


Demikian pembahasan materi kita tentang pembelajaran, prinsip pembelajaran dan komponen pembelajaran. Seoga apa yang telah di tuliskan di artikel ini mmeberikan manfaat kepada pembaca.


Sumber :
Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori Praktik dan Penilaian
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran





9/28/17

Pengertian Gaya Belajar Visual, Auditif dan Kinestatik Lengkap Beserta CIri-Ciri dan Strategi

KaryaTulisku.Com - Apakah yang dimaksud dengan belajar? Belajar adalah perubahan tingkah laku kearah yang positif hal tersebut terjadi dengan adanya niat atau sengaja yang merupakan hasil dari interaksi individu dengan individu atau individu dengan lingkungan.

Untuk definisi belajar lebih lanjut bisa baca : 24 pengertian belajar menurut para ahli

Setiap anak di sekolah, di rumah di lingkungan bermain dengan teman sebaya, dan di masyarakat mereka selalu belajar. Anak aan belajar apa saja, melalu melihat, mendengar, ataupun melakukan sesuatu.

Taukah kamu? setiap anak punya cara belajar yang berbeda-beda.

Ada anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan cara melihat.Ada anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan mendengar dan ada juga anak yang lebih mudah mempelajari sesuatu dengan melakukan.

Cara anak belajar yang berbeda-beda tersebut selanjutnya dipelajari oleh seorang guru dengan sebutan gaya belajar.

Apakah gaya belajar itu?

Berikut ini pengertian gaya belajar menurut beberapa ahli:

  1. Dikutip dari e-journal.com Deporter dan Hernacki (2011) menjelaskan bahwa gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana seseorang meyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.
  2. Dikutip dari wawasanpendidikan.com Nasution menjelasakan bahwa gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan memecahkan soal.
  3. Dikutip dari wawasanpendidikan.com Adi W. Gunawan menjelasakan bahwa gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi.
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah sebuah cara yang lebih sering kita gunakan (mempermudah) kita dalam menangkap informasi (pengetahuan), mengatur dan mengolah serta memecahkan masalah.

Jadi pada dasarnya gaya belajar adalah cara yang khas, dimana gaya belajar satu individu dengan individu lainnya itu berbeda. Hal tersebut penting dipelajari oleh guru dan calon guru.


Guru wajib mengetahui gaya belajar siswa - Dengan mengetahui gaya belajar masing-masing siswa guru bisa menggunakan metode yang tepat untuk memeperoleh hasil belajar yang jauh lebih baik, efektif dan efisien. Hal tersebut dapat berbanding terbalik jika seorang guru tidak memahami dan tidak mengerti gaya belajar siswanya. Bisa-bisa itu akan membuat siswanya tidak memahami materi pelajaran yang dismapaikan guru.


Hail penelitian juga menunjukan bahwa dengan mengetahui gaya belajar anak dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Seperti hasil penelitian dengan judul pengaruh gaya belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas 10 di SMA N 8 Pontianak. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa gaya belajar mempengaruhi hasil belajar secara signifikan yaitu mencapai 24%. Klik Artikel

Untuk menggambarkan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa, perhatikan contoh ilustrasi berikut ini.

Contoh :
Siswa X sebenarnya lebih mudah mempelajari hal melalui melihat, namun guru dari siswa X tidak mengetahuinya. Ia tetap mengajar siswa X hanya dengan menerangkan, dan si siswa X dipaksa untuk mendengarkan saja. Akibat dari hal tersebut si siswa X ini tidak memahami materi. Guru yang juga tidak mengerti tentang gaya belajar si X hanya mencab si X sebagai murid yang kurang cepat menerima materi. 


Kesalahan semacam itu dapat terhindarkan jika seorang guru benar-benar memahami gaya belajar dan bisa menerapkannya dalam memilih metode belajar yang tepat sesuai dengan ciri-ciri gaya belajar anak.


Tipe-Tipe Gaya Belajar Anak

Ada beberapa gaya belajar anak yang perlu dicermati oleh guru. Gaya belajar tersebut adalah gaya belajar visual, gaya belajar audio, dan gaya belajar kinestetik. Guru harus benar-benar paham. Karena setiap atau masing-masing gaya belajar tersebut memiliki penekanan-penekanan masing-masing.

Seperti : 
Gaya belajar visual lebih menekankan belajar dengan melihat.
Gaya belajar auditif lebih menekannkan belajar dengan mendengar.
Gaya belajar kinestetik lebih menekankan belajar dengan melakukan.

1. Gaya Belajar Visual (Visual Learner)

Menurut Rusman (2015-42) gaya belajar visual adalah gaya belajar dimana gagasan, konsep, data dan informasi lainnya di kemas dalam bentuk gambar. 
Siswa dengan gaya belajar visual memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap pembelajaran yang menyajikan gambar-gambar dimana dia dapat melihat secara langsung. Gaya belajar seperti ini lebih mengedepankan alat indra mata untuk menangkap informasi yang disajikan. 

Bagaimana pembelajaran yang menjadi ciri untuk anak dengan gaya belajar visual?
Untuk anak dengan gaya belajar visual, guru akan lebih banyak menggunakan media-media atau gambar pada wihtboard. Hal itu berguna untuk memberikan kesempatan kepada siswa melihat apa yang mereka pelajar. Lebih lanjut ekspresi guru dan bahasa tubuh guru juga sangat penting untuk membuat mereka lebih mudah memahami masud dan tujuan. 

Ada beberapa ciri-ciri anak yang memiliki gaya belajar verbal, dianataranya: (dikutip dari http://minartirahayu.blogspot.co.id)

Ciri-Ciri Anak dengan gaya Belajar Visual
  1. Bicara agak cepat
  2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  3. Tidak mudah terganggu oleh keributan
  4. Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  5. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  6. Pembaca cepat dan tekun
  7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  8. Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  9. Lebih suka musik dari pada seni
  10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya 


Strategi apa yang paling tepat untuk mengajar anak dengan gaya belajar visual?

Strategi belajar anak dengan gaya belajar visual
  1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  6. Gunakan media-media pembelajaran yang memberikan visualisasi pada siswa.
  7. Gunakan gerakan mimik muka dan bahasa tubuh yang ekspresif.


2. Gaya Belajar Auditif (Auditory Learner)



Gaya belajar aufitif adalah gaya belajar dimana anak lebih mudah menangkap infomrasi atau pengetahuan melalui cara mendengar (alat indra telinga). Anak dengan gaya belajar auditif lebih menyukai pembelajaran dengan metode atau model mendengarkan (diskusi, tanya jawab, ceramah, dll).

Anak dengan gaya belajar auditif akan lebih cepat mencerna makna yang disampaikan guru melalui simbol-simbol verbal,intonasi, jeda, kecepatan biacara dan segala hal yang berkaitan dengan pendengaran. Anak seperti ini biasanya dapat menghafal teks dengan lebih cepat lewat membaca dengan keras dan mendengarkan audio. 

Untuk lebih jelas memahami anak dengan gaya belajar auditif perhatikan ciri-ciri berikut ini. (dikutip dari http://minartirahayu.blogspot.co.id)



Ciri-CIri Anak Dengan Gaya Belajar Auditif
  1. Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  2. Penampilan rapi
  3. Mudah terganggu oleh keributan
  4. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  6. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  7. Biasanya ia pembicara yang fasih
  8. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  9. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  10. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  11. Berbicara dalam irama yang terpola
  12. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara




Startegi apa yang paling tepat untuk mengajar anak dengan gaya belajar auditif?

Strategi Mengajar Anak dengan Gaya Belajar Auditif

  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
  6. Berikan anak kesempatan untuk presentasi


3. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik yaitu belajar dengan cara melakukan, menyentuh, merasa, bergerak dan mengalami. Anak dengan gaya belajar kinestetik akan lebih bersemangat untuk melakukan sesuatu. Jadi anak seperti ini akan lebih mudah menangkap infomrasi melakui belajar dengan melakukan secara langsung. Contohnya praktik. 

Anak dengan gaya belajar kinestetik akan sulit untuk disuruh diam, jadi bapak ibu guru. Kalau melihat anak yang sulit diam, ada kemungkinan dia kelebihan energi atau anak tersebut memiliki gaya kinestetik. 

Untuk memahami lebih banyak tentang anak kinestetik ada beberapa ciri-ciri yang perlu diketahui, dianataranya yaitu:
Ciri-Ciri anak dengan gaya belajar Kinestetik

  1. Lirikan mata ke bawah bila berbicara
  2. Berbicara lebih lambat
  3. Sulit untuk duduk diam berjam-jam
  4. Menyentuh segala sesuatu yang dia sukai termasuk saat belajar
  5. Mengerjakan sesuatu sambil menggerakkan tanggannya, COntohnya: saat guru menerangkan dia tetap mendengarkan namun tangganya sambil menggambar.
  6. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
  7. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, simbol dan lambang
  8. MEnyukai praktek dan percobaan
  9. Menyukai permainan dan aktifitas
  10. Tidak terlalu mudah terganggu dengan keributan
  11. MEnghafal dengan cara berjalan dan melihat
  12. Menggunakan jari sebagai petunjuk untuk membaca
  13. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

Lalu strategi apa yang tepat untuk mengajarkan anak dengan gaya belajar kinestatik?

Startegi belajar untuk anak dengan gaya belajar kinetetik:
  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam
  2. Ajak anak untuk belajar sambil eksplorasi lingkungannya
  3. Ijinkan anak untuk mengunyah permen karet saat belajar
  4. Gunakan warna terang untuk menghightlight hal-hal penting dalam bacaan
  5. Ijinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik/



Sumber

Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori Praktik dan Penilaian
http://www.e-jurnal.com/2013/09/pengertian-gaya-belajar.html
http://minartirahayu.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-gaya-belajar-berbagai-macam.html
http://www.wawasanpendidikan.com/2014/09/Pengertian-Gaya-Belajar-Siswa-Menurut-Ahli.html
http://belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar/