Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

11/19/17

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 dalam Negeri

Ingin Mendapatkan Beasiswa S2 

Mendapatkan beasiswa adalah sebuah kebanggana.
Beasiswa selalu identik dengan orang-orang yang berprestasi.

Seseorang yang mendapatkan beasiswa dianggap sebagai sosok yang memiliki keterampilan dan kemampuan di atas yang lainnya. Ia adalah sosok-sosok terpilih yang memenuhi persyaratan sebagai penerima beasiswa.

11/17/17

Syarat Kuliah S2 di Luar Negeri : Tips Untuk Bisa Kuliah di Luar Negeri

Kamu ingin melanjutkan studi kamu di luar negeri?
Tentu banyak hal yang perlu kamu tau terlebih dahulu.
Termasuk syarat-syarat untuk bisa mendaftar dan masuk kuliah di universitas yang ada di luar negeri.

Belajar ke Luar Negeri
Belajar di luar negeri selalu menjadi idaman banyak orang. Selain karen kuliah di luar negri selau nampak lebih berkualitas ternyata ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan kamu untuk memilih sekolah di luar negeri, diantarana yaitu:

11/14/17

Syarat Sertifikasi Guru Terbaru Tahun 2017

Syarat Sertifikasi Tahun 2017

Pada pasal satu UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan yang pada intinya guru adalah sebuah profesi profesional. Sebagai guru profesional guru harus memiliki kemampuan dan kualifikasi sebagai guru profesional.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru sebagai guru profesional yaitu kemampuan pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Sementara kualifikasi pendidikan sebagai guru profesional yaitu lulusan sarjana (S1) atau diploma 4 (D-4).

Selain itu syarat sebagai guru profesional ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik. Berdasarkan amat UU tersebut maka dibuatlah program untuk memberikan sertifikat kepada guru yang disebut dengan program sertifikasi pendidik. Sertifikasi pendidik ini dilakukan pertama kali pada tahun 2007.

Pada tahun 2017 kini sertifikasi guru dilakukan. Ada beberapa persyaratan yang harus kita ketahui.


Syarat sertifikasi guru tahun 2017 (sumber : buku pedoman sertifikasi tahun 2017)

1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
2. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
4. Memiliki status sebagai guru tetap (GT) dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap. Bagi GT bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun terakhir berturut-turut pada yayasan yang sama dan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kementerian Hukum HAM.Sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK
pengangkatan sebagai guru honor tetap dengan gaji dari APBD dari pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/ Gubernur)
minimum 2 tahun terakhir berturut-turut.
5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 tahun terakhir (bagi guru yang linier kualifikasi akademik dengan bidang studi sertifikasi melampirkan SK terakhir).
6. Pada tanggal 1 Januari 2018 belum memasuki usia 60 tahun.
7. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015.
8. Sehat jasmani (jiwa dan raga) dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.


Selain syarat syarat di atas penting diketahui bahwa guru yang dapat mengikuti program PLPG tahun 2017 yaitu:
1. Diangkat sebelum 31 Desember 2005 yang telah memiliki kualifikasi S-1/D-IV yang terdaftar di DAPODIK dan AP2SG, memenuhi syarat administrasi, dan telah mengikuti UKG Tahun 2015�.

2. Diangkat sejak 31 Desember 2005 sampai 30 Desember 2015 yang terdaftar pada DAPODIK dan AP2SG serta memenuhi syarat administrasi dan syarat UKG dengan skor minimal 55. �

Demikian informasi tentang sertifikasi melalui program PLPG yang dilaksanakan pada tahun 2017.

Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.


Syarat Mendapatkan NUPTK Baru 2017/2018 bagi Guru PNS dan Non PNS



Lihat File
Download Syarat dan Mekanisme Mendapatkan PTK

NUPTK atau singkatan dari Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah adalah nomor induk bagi seorang guru dan tenaga kependidikan (GTK).

Nomor ini berfungsi sebagai nomor identitas yang resmi bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai identifikasi dalam mengikuti berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan.

NUPTK diberikan kepada guru guru baik itu guru PNS maupun guru Non PNS yang dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh surat Jendral GTK.


Contoh NUPTK

NUPTK ini memilik atau terdiri atas 16 digit angka yang memiliki sifat unik dan tetap. Artinya bahwa setiap guru tidak ada yang memiliki NUPTK sama. NUPTK bersifat tetap berarti NUPTK dari guru tidak akan berubah meskipun guru tersebut berpindah lokasi kerja (misal sekolah), mengalami perubahan status kepegawaian, dan perubahan data lainnya.


Mekanisme mendapatkan NUPTK

Cara mendapatkan NUPTK

Untuk mendapatkan NUPTK guru harus menginput data dan memastikan bahwa data yang di input sudah benar, lengkap dan valid sesuai dengan kondisi yang sebenarnya ke dalam dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas.

Data yang dinput tersebut selanjutnya akan di verifikasi dan validasi (verval) oleh pusat data dan statistik pendidikan dan kebudayan (Kemendikbud).

Bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum memiliki NUPTK maka akan diusulkan oleh sekolah Induk ke Dinas Kabupaten atau Kota melalui sistem aplikasi Verval GTK untuk diverivikasi oleh Dijen GTK.

Jika varivikasi dinyatakan lulus maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK untuk Guru tersebut.

Referensi : http://gtk.data.kemdikbud.go.id/Home/Definisi


Syarat Mendapatkan NUPTK bagi Guru PNS/CPNS
1. KTP
2. SK Pengangkatan PNS/CPNS asli bukan fotocopy
3. SK Penugasan
4. Ijazah SD
5. Ijazah SMP
6. Ijazah SMA
7. Ijazah S1

Syarat mendapatkan NUPTK bagi guru Non PNS
1. KTP
2. SK Bupati/Walikota/Gubernur
3. SK Tugas dari atasan langsung
4. Ijazah SD
5. Ijazah SMP
6. Ijazah SMA
7. Ijazah S1


Syarat secara lebih lengkap

Cara mendapatkan NUPTK Tahun 2017/2018
Berikut ini hal hal yang harus dilakukan:
1. Pastikan untuk melengkapi berkas-berkas syarat yang ada di atas. Jika sudah lengkap maka masuk ke situs resmi verbal PTK di http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id

2. Masukan username dan pasword login ke Dapodik yang sudah terdaftar pada SDM Kemendikbud

3. Pilih menu "NUPTK" dan pilih "calon penerima NUPTK" maka akan muncul nama nama guru yang akan dan dapat di daftarkan sebagai colon penerima NUPTK tahun 2017/2018.

4. Klik nama yang akan di daftarkan dan upload dokumen-dokumen yang telah disiapkan pada bagian kiri atas.

5. Sebelum meng-upload dokumen syarat penerima NUPTK pastikan dokumen tersebut sudah di scan dan diubah dalam format pdf.

6. Upload dokumen sesuai dengan nama nama file yang di syaratkan untuk di upload.

7. Terakhir pilih "upload dokumen" pada bagian bawah.

8. Selesai

Tunggu verivikasi dan validasi dari kabupaten. Jika hasil verval dari kabupaten disetujui maka besar kemungkinan NUPTK akan di peroleh oleh guru atau tenaga kependidikan.
 


11/11/17

3 Cara Promosi Sekolah dengan metode PKP untuk mendatangkan banyak siswa

Setiap sekolah pasti menginginkan memiliki jumlah peserta didik yang banyak. Kecuali sekolah yang tidak mau berkembang atau sudah super maju yang memiliki siswa berlebihan.

Alasan sekolah tersebut menginginkan memiliki jumlah peserta didik banyak yaitu meningkatkan kredibilitas dari kwalitas sekolah tersebut. Sekolah yang memiliki banyak siswa akan di pandang sebagai sekolah favorit yang memiliki kualitas bagus.

Selain itu banyaknya peserta didik dalam sekolah juga akan memberikan lebih banyak pemasukan, lebih banyak dana yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai macam program dari sekolah tersebut.

Meski begitu, pada kenyataannya tidak semua sekolah dapat untuk mendatangkan banyak peserta didik. Bahkan ada yang harus di tutup karena tidak memiliki peserta didik.

"Tidak memiliki peserta didik untuk sekolah, itu memprihatinkan"

Tidak adanya peserta didik nyatanya disebabkan oleh sekolah itu sendiri. Ada beberapa hal yang menyebabkan sekolah tersebut tidak diminati oleh peserta didik (calon peserta didik) diwakili oleh pandangan masyarakat.

1. menurunnya kualitas dari sekolah tersebut
2. persaingan yang ketat antar sekolah
3. tidak adanya pengenalan dan promosi sekolah tersebut.

Khusus pada nomor 3 nyatanya banyak sekolah yang berleha leha atau tidak berusaha untuk melakukannya.
Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta hendaknya berusaha untuk mendatangkan siswa ke sekolah (mendaftar).

"Jika sekolah tidak berusaha maka siswa tidak akan datang"

Oleh sebab itu penting untuk melakukan usaha mendatangkan siswa yaitu dengan metode promosi. Nyatanya tidak hanya perusahan komersial yang melakukan promosi. Karena lembaga sekolah juga memerlukan promosi untuk mendatangkan peserta didik.

Lalu seperti apakah metode promosi yang paling baik. Promosi yang baik adalah promosi yang dilakukan secara berkesinambungan dan terus menerus.

Promosi berkesinambungan dan terus menerus sangat berbeda dengan promosi yang momumental, promosi ini hanya dilakukan pada waktu waktu tertentu tanpa direncanakan. Bahkan ada sekolah yang melakukan promosi, promosi, dan prokosi secara terus mejerus selaka satu tahun. Namun hasilnya juga tidak maksimal. Hal itu karena tidak direncanakannya promosi tersebut.

Lalu bagaimanakah metode promosi yang tepat?

Pada konten atau artikel inilah penulis akan membahasnya, mengenai metode promosi yang tepat sasaran sehingga setiap promosi yang dilakukan terasa efektif dan efisien.

Metode promosi ini cocok untuk sekolah sekolah kecil yang memiliki jumlah siswa tidak terlalu besar dan cendrung memiliki data jumlah peserta didik yang menurun atau stagnan tidak meningkat di tiap penerimaan siswa baru pada tahunnya.

Metode Promosi PKP
Promosi dengan metode PKP

Metode PKP yaitu :
1. Petakan Target
2. Kenalkan Sekolah
3. Promosikan

Dalam melakukan promosi ada tahap tahap yang harus dilakukan. Metode PKP menjelaskan bahwa promosi yang tepat harus dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahapan pemetaan target, tahapan mengenalkan sekolah (mengenalkan sekolah bukan promosi) dan tahapan terakhir promosi sekolah.

Tahap 1 : Memetakan Target
Promosi yang dilakukan secara "serampangan" tidak akan efektif untuk menjaring banyak peserta didik. Walaupun promosi tersebut dilakukan secara terus menerus dan besar besaran.

Misalnya saja : produsen mobil mewah (Lamborgini) melakukan promosi besar besaran dengan mengadakan pameran mobil, pengiklanan di TV dan lainnya. Promosi tersebut dilakukan begitu gencar tapi, ketika yang melihat promosi tersebut adalah masyarakat yang tidak mampu untuk membeli mobil tersebut maka promosi tersebut akan terasa kurang efektif.

Kondisi serupa juga dapat terjadi dari promosi yang dilakukan sekolah tanpa penataan terlebih dahulu. Sekolah SD melakukan promosi kepada orang tua yang anaknya sudah berada di SMP. Jenis jenis promosi yang tidak melakukan tahapan pemetaan akan membuat hasil dari promosi tidak atau cendrung kurang efektif.

Pemetaan bertujuan untuk memperoleh data-data calon peserta didik yang potensial untuk menjadi siswa di sekolah kita.

Maka cari tau siapa dan berapa banyak calon siswa kita nanti. Sehingga kita dapat mengetahui target siswa yang potensial.  Target yang kita ketahui dapat menjadi landasan untuk menyusun desain promosi yang tepat sasaran.

Masalah yang sering di hadapi oleh sekolah yaitu sekolah hanya mempersiapkan siswa untuk tahun mendatang saja. Sekolah tidak mempersiapkan pendataan atau pemetaan siswa untuk tahun tahun selanjutnya misal 2-3 tahun kedepan.

Layaknya sekolah melakukan pemetaan untuk jangka panjang misal 5 tahun kedapan. Pemetaan dengan jangka waktu 5 tahun akan memberikan data yang lebih baik untuk dapat mendesain sebuah promosi yang berkelanjutan.

Pendataan tersebut akan terasa berat di lakukan (pendataan untuk 5 tahun kedapan). Tapi iti hanya dilakukan sekali setelah selesai maka di tahun tahun berikutnya sekolah hanya perlu mendata pada target tiap tahunnya dan seterusnya.

Dalam pemetaan maka yang harus dilakukan yaitu mencari data.
Pengorganisasian data dapat dilakukan dengan membuat kelompok-kelompok.

Untuk memperoleh calon siswa potensial, sekolah dapat membuat data kelompok seperti pada pendataan kelompok di bawah ini.

1. Kelompok saudara siswa yang saat ini aktif bersekolah di sekolah anda.

Buka data peserta didik di sekolah anda. Dapat dilihat di buku induk sekolah. Lihat siswa yang memiliki saudara yang berpotensi untuk melanjutkan di jenjang sekolah anda. Catat nama namsntersebut.

Nama nama tersebut merupakan nama nama yang sangag potensial untuk menjadi calon peserta didik di sekolah anda.

2. Kelompok siswa yang sedang belajar di sekolah target

Apakah sekolah target itu?
Jika sekolah kamu adalah SMP maka sekolah target kamu adalah SD. Jika sekolah kamu adalah SD maka sekolah target kamu adalah TK.

Jadi sekolah target ialah sekolah yang jenjangnya berada di bawah kita, dimana pada saat setelah siswa tersebut lulus kita berharap siswa tersebut masuk di sekolah kita.

Yang anda akan lakukan yaitu mendata sekolah sekolah target. Menuliskan dalam urutan skala prioritas.

Skala prioritas ini di urutkan berdasarkan
a. Asal sekolah siswa yang paling banyak disekolah anda saat ini.
b. Jarak sekolah (walau saat ini tidak terlalu berpengaruh).
c. Jumlah siswa dari sekolah target (dapat anda lihat di verval VD Kemendikbud untuk mengetahui data yang dimiliki sekolah pada data dapodik)
d. Pertimbangan teknis dan non teknis lainnya

Dengan data data tersebut, diharapkan kita memiliki gambaran berapa banyak calon peserta didik selama 5 tahun kedepan.
Data data tadi tidak 100% akan masuk semua di sekolah kita. Jadi kumpulkan data sebanyak mungkin. Dari tahun ke tahun kita akan mengetahui berapa presentase siswa yang masuk ke sekolah kita.

Jika kita dapatkan rata-rata siswa yang masuk adalah 50% dari data terkumpul. Maka kita dapat mengevaluasinya kembali. Mengapa dan bagaimana untuk meningkatkan penyerapan peserta didik baru.

Data data yang kita peroleh tadi, dapat kita manfaatkan untuk :
a. Memprediksi pada tahun berapa kita melakukan promosi secara normal, besar, atau besar besaran.
b. Memberikan data berapa tingkat keberhasilan dari promosi yang kita lakukan.
c. Mendapatkan gambaran siswa seperti apa yang memilih sekolah kita (dilihat dari prestasi, latar belakang atau alasan lainnya).

Tahap 2 : Kenalkan Sekolah
Setelah tahap pertama yaitu pemetaan dilakukan atau dengan kata lain sudah memiliki data data siswa yang potensial untuk menjadi calon peserta didik kita.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan pengenalan sekolah. Pengenalan sekolah bukan lah kegiatan promosi dan promosi dengan pengenalan sekolah itu berbeda.

Pada tahap ini tujuan yang ini sekolah kita capai yaitu membuat mereka (calon potensial peserta didik) mengenal kita secara lebih dekat.

Tahapan ini tidak tepat jika kita buru buru untuk mempromosikan dan mengajak mereka untuk segera masuk ke sekolah kita. Banyak sekolah gagal, karena pada tahapan pengenalan mereka menyelipkan kata kata promosi layaknya seorang pedagang. Padahal tujuan kita adalah mengenalkan. Ya sebatas mengenalkan.

Setiap orang tua sudah pintar

Terlalu banyak menyelipkan promosi pada kegiatan pengenalan akan menjadi bumeran.

Saat ini banyak orang tua yang mengenal sekolah, identitasnya, bangunannya, prestasinya hanya dari luarnya saja. Mereka belum mengenal seluk beluk sekolah secara mendalam. Maka padantahapan ini sekolah hendaknya dapat mengenalkan sekolah secara lebih dekat kepada orang tua atau siswa target.

Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan sekolah secara lebih dekat.
1. Membuat Event (kegiatan) di sekolah target.
Dalam membuat event di sekolah target upayakan event tersebut dapat menghadirkan orang tua siswa.

Buatlah kerjasama dengan sekolah target secara berkesinambungan dengan diskusi yang dapat menghasilkan "win win solution" sama sama untung.

Hadirkan siswa berprestasi dari sekolah anda. Ya potong penting disini ingin menunjukan bahwa siswa mereka bisa seperti siswa berprestasi tersebut.
Pass bagian ini walau bukan promosi akan dapat memberikan dampak yang siknifikan untuk mempengaruhi siswa dalam memandang bahwa sekolah anda dapat mendidik siswa menjadi anak yang berprestasi (tanpa promosi).

2. Door to door
Banyak yang mengatakan strategi ini kurang efektif. Mengenalkan siswa dengan door to door hanya akan memakan banyak tenaga dan waktu. Tentu itu tidak efektif, namun jika dilakukan dengan serampangan.

Ceritanya berbeda jika kita sudah memilih dan memilah calon target kita.
Kira dapat memilih untuk datang ke tokoh masyarakat sekitar dan mengajak beliau untuk berdiskusi tentang pendidikan. Meminta saran, dan hal lainnya untuk memajukan pendidikan.

Dengan begitu mereka akan menceritakan hasil diskusi kita dengan orang lain sehingga metode door to door dapat berkembang menjadi mouth to mouth istilahnya "dari mulut ke mulut"

3. Membuat situs atau website
Era digital membuat semuanya harus ikut berkembang. Banyak orang tua siswa saat ini yang memahami degital.

Memperkenalkan sekolah dengan menggunakan website akan meningkatkan kredibilatas dari sekolah tersebut.

Website juga menjadi sarana yang irit tapi efektif untuk mengenalkan dan memberikan informasi tentang sekolah kita. Asalkan website sekolah dikelola dengan profesional maka akan menjadi salah datu ujung tombak paking efektif dalam kegiatan mengenalkan sekolah.

Dalam website sekolah dapat menginformasikan kegiatan-kegiatan sekolah, media belajar siswa, dan berbagai macam informasi lainnya.

Sekolah dapat membuat website dengan domain sch.id dimana pembiyayan perawatan situs sekolah dapat diambil dari dana BOS.

Tahap 3 : Promosi
Setelah tahap 1 dan 2 dilakukan maka tahap selanjutnya yaitu melakukan promosi.

Beberapa metode dalam promosi yaitu:
1. Brosur
2. Banner
3. Spanduk
4. Presentasi ke sekolah
5. Video kegiatan
6. Penawaran beasiswa

Semua metode tersebut terbilang umum yang hampir setiap sekolah lakukan. Namun yang membedakan sekolah anda dan sekolah lainnya yaitu kamu telah melakukan pemetaan dan pengenalan terlebih dahulu.

Misal ada dua banner sekolah kamu dan sekolah lain.
Banner kamu di letakkan pada tempat yang masyarakatnya sudah mengenal sekolah anda secara mendalam, dibandingkan dengan sekolah lain yang baru orang lain kenal. Maka umumnya orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya akan lebih memilih sekolah anda karena sudah lebih di kenal.

Atau contoh lainnya misalnya kamu membagiakan brosur ke dua sekolah sekolah 1 kamu membagikan brosur pendaftaran ke sekolah yang menjadi sekolah target. Sementara sekolah 2 kamu membagikan pada sekolah yang bukan merupakan sekolah target kamu.

Maka umumnya hasilnya akan lebih banyak sekolah yg menjadi target kamu yang akan masuk ke sekolah kamu.

Oke contoh contoh di atas tentu masih dipengaruhi oleh berbagai macam faktor teknis dan non teknis lainnya. Tapi paling tidak sudah menggambarkan bahwa hasil dari promosi yang dilakukan dengan pemetaan akan berbeda dengan promosi serampangan.

Dalam promosi juga perlu diperhatikan, 6 hal yang perlu kamu sampaikan, yaitu:
a. Fasilitas unggulan sekolah
b. Prestasi akademik dan non akademik
c. Profil guru dan tenaga kependidikan
d. Program unggulan sekolah
e. Kultur / Lingkungan sekolah
f. Kreativitas dalam KBM

Demikian informasi tentang cara meningkatkan jumlah peserta didik atau metode dalam promosi untuk meningkatkan jumlah peserta didik.

Hasil dari promosi tentu berbeda beda. Karena kembali lagi juga untuk melihat kultur di masing masing tempat.

Maka silahkan disesuaikan dengan kondisi setempat. Metode itu juga lebih tepat diterapkan untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa sedikit.

Diluar hal hal diatas sangat penting untuk meningkatkan kualitas level sekolah itu sendiri. Berkaitan dengan fasilitas, program pembelajaran, dan kwalitas guru.

Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju.
Jangan lupa untuk share artikel ini ke sekolah anda jika di rasa artikel ini bermanfaat.

Terimakasih
Wassalamualaikum.wr.wb

Sumber :
http://www.panduanmengajar.com/2017/03/cara-promosi-sekolah-dengan-metode-pkp-untuk-mendatangkan-banyak-siswa-baru.html

11/6/17

Jadwal UNBK Tahun 2017/2018 untuk SMP, SMA, SMK

UNBK

UNBK atau ujian nasional berbasis komputer merupakan ujia. Nasional yang dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Informasi tentang UNBK wajib untuk diketahui oleh sekolah sekolahbyang berencana untuk melaksanakan UNBK ini. Sekolah harus mengetahui teknis, syarat, dan juga jadwal jadwal dari kegiatan UNBK ini.

UNBK akan dilaksanakan pada bulan april untuk SMA dan SMK sementara pada SMP akan dilaksanakan pada bulan Mei 2018.

Untuk lebih jelasnya silahkan perhatian penjadwalan berikut ini.


A. SIMULASI II UNBK

Batas Pendataan dan Penetapan Sekolah UNBK, 25 Januari 2018.
Batas Atur Server dan Sesi, 26 - 31 Januari 2018.
Penyiapan Data di Pusat, 11 - 8 Februari 2018.

Sinkronisasi
SMK : 9 - 10 Februari 2018
SMA : 16 - 17 Februari 2018
SMP : 23 24 Februari 2018

Simulasi Hari ke-1 dan Hari ke-2
SMK : 13 dan 14 Februari 2018SMA : 20 dan 21 Februari 2018MSMP : 27 dan 28 Februari 2018

B. SIMULASI 3 (GLADI BERSIH)
Batas Atur Server dan Sesi
SMA-SMK : 24 Februari 2018S
MP : 11 Maret 2018

Penyiapan Data di Pusat
SMA-SMK : 25 Februari - 2 Maret 2018
SMP : 12 - 16 Maret 2018

Sinkronisasi
SMK : 3 - 4 Maret 2018
SMA : 10 - 11 Maret 2018
SMP : 17 - 18 Maret 2018

Simulasi Hari ke-1 dan Hari ke-2
SMK : 6 dan 7 Maret 2018
SMA : 13 dan 14 Maret 2018
SMP : 20 - 21 Maret 2018

C. JADWAL TEKNIS (UNBK UTAMA)
Batas Atur Server dan Sesi
SMK : 12 Maret 2018
SMA : 19 Maret 2018
SMP : 16 April 2018

Sinkronisasi UNBK Utama
SMK : 30 Maret - 1 April 2018
SMA : 7 - 8 April 2018
SMP : 27 - 28 April 2018

UNBK Utama
SMK : 3 - 6 April 2018
SMA : 10 - 13 Arpil 2018
Paket C : 15,16,22,23 April 2018
SMP : 2,3,4,8 Mei 2018 atau 9,10,15,16 Mei 2018
Paket B : 13,14,20,21 Mei 2018

Batas Atur Server dan Data Susulan
SMA - SMK : 14 April 2018
SMP : 17 Mei 2018

Sinkronisasi Susulan
SMA-SMK : 16 April 2018SMP : 20 Mei 2018

UNBK Susulan
SMA - SMK : 17 - 18 April 2018
SMP : 22 - 23 Mei 2018

Catatan :

Untuk Propinsi Bali libur keagamaan tanggal 3-6 April 2018, sehingga UNBK SMK/MAK dilaksanakan pada tanggal 10-13 April 2018 bersamaan dengan UNBK SMA/MA.

Sedangkan untuk Propinsi NTT libur keagamaan tanggal 10-16 April 2018 sehingga UNBK SMA/MA dilaksanakan tanggal 3-6 April 2018 bersamaan dengan UNBK SMK.


Syarat Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer

Untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer sekolah harus melengkapi persyaratan yang sudah ditetapkan. Salah satunya yaitu melengkapi sarana dan prasarana yang mana setiap sekolah yang akan melakukan UN berbasis komputer harus memilik komputer dengan standar yang sudah di tetap kan sebagai syarat UNBK baik komputer PC server atau PC Client.


Berikut ini syarat lebih detail di jelas kan dari situs Kemendikbud :
1. Menyediakan petugas laboratorium komputer (proktor dan teknisi).
2. Menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut:
Server
PC/Tower/Desktop (bukan laptop)
Processor 4 core dan clock rate minimal 1.6 GHz (64 bit)
RAM 8 GB, DDR 3
Harddisk 250 GB
Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7 /Linux Ubuntu 14.04
LAN CARD (NIC) 2 unit support GigaByte
UPS (tahan 15 menit)
Jumlah server mengikuti rasio 1:40 (1 server maksimal untuk 40 client)
Cadangan 1 server.

Client
PC atau Laptop
Monitor minimal 11 inch
Processor minimal single core
RAM minimal 512 MB
Operating System: Windows XP/Windows 7/Windows 8/ LINUX / MAC / Chrome OS
Web Browser: Chrome/Mozilla Firefox/Xambro
Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)LAN Card
Jumlah client mengikuti rasio 1:3 (1 client untuk 3 peserta)
Cadangan minimal 10%.
Headset/earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)

3. Jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps

4. Jaringan area lokal (Local Area Network - LAN):
Switch 10/100/1000 Mbps dengan jumlah port sesuai dengan jumlah komputer pada setiap setiap server.
Setiap server harus memiliki switch sendiri (tidak digabung dengan server lain).


Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga dapat membantu.


11/2/17

11 Komponen Penggunaan Dana BOS Tahun 2017 Untuk SD/SDLB dan SMP

11 Komponen Penggunaan Dana BOS

BOS atau Bantuan Operasional Sekolah adalah salah satu program pembiayaan pemerintah yang menargetkan pengembangan sekolah. BOS membantu masyarakat untuk meringankan biaya sekolah atau pendidikan. biaya BOS dapat digunakan sebagai biaya operasional sekolah sehingga tidak terlalu membebankan biaya sekolah kepada masyarakat. Dengan BOS masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sekolah yang tinggi. Tidak boleh ada masyarakat yang mengeluh terhadap tingginya biaya sekolah.

Melalui dana BOS diharapkan tujuan pendidikan seperti yang telah di cantumkan dalam UUD dapat di raih.

Untuk meraih tujuan tersebut maka pengelolaan dana dari pemerintah hendaknya di kelola dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak di capai. Begitupun dana bos terdapat komponen komponen penggunaan dari dana tersebut yang perlu di perhatikan.

Hal tersebut berarti bahwa seorang kelapa sekolah atau Penanggung Jawab dana bos di sekolah harus memahami komponen apa saja yang dijadikan sebagai komponen penggunaan dana BOS khususnya untuk sd dan smp.

Berdasarkan Permendikbud no 26 tahun 2017 disebutkan bahwa terdapat 11 macam komponen penggunaan dana BOS.


Ketentuan penggunaan BOS pada SD dan SMP sebagai berikut:

1. PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN

a. Sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli mencakup pembelian buku teks pelajaran baru, mengganti buku yang rusak, dan/atau membeli kekurangan buku agar tercukupi rasio satu peserta didik satu buku untuk tiap mata pelajaran atau tema. Ketentuan pembelian/penyediaan buku dari BOS sebagai berikut:

1) SD (Sekolah Dasar)
a) Penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13)
(1) SD yang sudah melaksanakan K-13, maka buku yang harus dibeli merupakan buku untuk setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 semester II dan Kelas 2 dan Kelas 5 semester I.

(2) SD yang baru melaksanakan K-13, maka buku yang harus dibeli merupakan buku untuk setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 semester I.

(3) SD pelaksana K-13 sebagaimana dimaksud pada angka (1) dan (2), maka khusus Kelas 4 harus membeli buku untuk mata pelajaran Matematika, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(4) Buku teks yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(5) Buku yang dibeli oleh sekolah harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b) Penyelenggara Kurikulum 2006
(1)  Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.

(2) Buku teks pelajaran yang dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(3) Buku yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2) SMP
a) Penyelenggara K-13
(1) Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada kelas 8 dan kelas 9 sejumlah peserta didik, dan buku panduan guru untuk setiap mata pelajaran pada kelas 8 dan kelas 9 sejumlah guru mata pelajaran. Untuk kelas 7, jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.

(2) Bagi sekolah yang baru melaksanakan K-13 di tahun ini, buku yang harus dibeli merupakan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada kelas 7 sejumlah peserta didik dan buku panduan  guru untuk setiap mata pelajaran pada kelas 7 sejumlah guru mata pelajaran.

(3) Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(4) Buku teks pelajaran yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b) Penyelenggara Kurikulum 2006
(1) Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.  

(2) Buku teks pelajaran yang dibeli merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(3) Buku teks pelajaran yang dibeli ini harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b. Membeli buku bacaan, buku pengayaan, dan buku referensi untuk memenuhi SPM pendidikan dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur tentang Standar Pelayanan Minimal.

c. Langganan koran dan/atau majalah/publikasi berkala yang terkait dengan pendidikan, baik offline maupun online.

d. Pemeliharaan atau pembelian baru buku/koleksi perpustakaan apabila buku/koleksi yang lama sudah tidak dapat digunakan dan/atau kurang jumlahnya.

e. Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

f. Pengembangan database perpustakaan.

g. Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian baru apabila perabot yang lama sudah tidak dapat digunakan atau jumlahnya kurang.

h. Pemeliharaan dan/atau pembelian AC perpustakaan.



2. PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

a. Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain:
1) penggandaan formulir pendaftaran;
2) administrasi pendaftaran;
3) publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan lainnya);
4) biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
5) konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.

b. Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.


Kegiatan ekstrakulikuler


3. KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN EKSTRAKURIKULER

a. Membeli/mengganti alat peraga IPA yang diperlukan sekolah untuk memenuhi SPM pada SD.

b. Mendukung penyelenggaraan pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan pada SD.

c. Mendukung penyelenggaraan pembelajaran kontekstual pada SMP.

d. Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan budi pekerti, dan kegiatan program pelibatan keluarga di sekolah.

e. Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.

f. Pemantapan persiapan ujian.

g. Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, dan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kebutuhan sekolah lainnya.

h. Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan.

i. Pembiayaan lomba yang tidak dibiayai dari dana Pemerintah Pusat/pemerintah daerah, termasuk untuk biaya transportasi dan akomodasi peserta didik/guru dalam mengikuti lomba, dan biaya pendaftaran mengikuti lomba.

Keterangan:
Untuk pelaksanaan yang sifatnya kegiatan, maka biaya yang dapat dibayarkan dari BOS meliputi ATK atau penggandaan materi, biaya penyiapan tempat kegiatan, honor narasumber lokal sesuai standar biaya umum setempat, dan/atau transportasi/konsumsi panitia dan narasumber apabila diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Rapat evaluasi pembelajaran

4. KEGIATAN EVALUASI PEMBELAJARAN

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang dapat dibiayai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau ujian sekolah/nasional. Komponen pembiayaan dari kegiatan yang dapat dibayarkan terdiri atas:
a. fotokopi/penggandaan soal;
b. fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
c. biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah;
d. biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan evaluasi pembelajaran dan pemeriksaan hasil ujian di sekolah.


5. PENGELOLAAN SEKOLAH

a. Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.
b. Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta printer, CD, dan/atau flash disk).
c. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk peralatan dan/atau obat-obatan.
d. Pembelian minuman dan/atau makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah bagi guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.
e. Pengadaan suku cadang alat kantor.
f. Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.
g. Penggandaan laporan dan/atau surat-menyurat untuk keperluan sekolah.
h. Insentif bagi tim penyusun laporan BOS.
i. Biaya transportasi dalam rangka mengambil BOS di bank/ kantor pos.
j. Transportasi dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan provinsi.
k. Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan RKJM dan RKT, kecuali untuk pembayaran honor.
l. Biaya untuk mengembangkan dan/atau pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”.
m. Pendataan melalui aplikasi Dapodik, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Kegiatan pendataan Dapodik yang dapat dibiayai meliputi:
a) pemasukan data;
b) validasi;
c) updating; dan/atau
d) sinkronisasi data ke dalam aplikasi Dapodik, yang meliputi:
(1)  data profil sekolah;
(2)  data peserta didik;
(3)  data sarana dan prasarana; dan
(4)  data guru dan tenaga kependidikan.

2) Komponen pembiayaan kegiatan pendataan Dapodik meliputi:
a) penggandaan formulir Dapodik;
b) alat dan/atau bahan habis pakai pendukung kegiatan;
c) konsumsi dan/atau transportasi kegiatan pemasukan data, validasi, updating, dan sinkronisasi;
d) sewa internet (warnet) dan/atau biaya transportasi menuju warnet, apabila tahapan kegiatan pendataan tidak dapat dilakukan di sekolah karena permasalahan jaringan internet;
e) honor petugas pendataan Dapodik. Kebijakan pembayaran honor untuk petugas pendataan di sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut:

(1) kegiatan pendataan Dapodik diupayakan untuk dikerjakan oleh tenaga administrasi berkompeten yang sudah tersedia di sekolah, baik yang merupakan pegawai tetap maupun tenaga honorer, sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya tambahan untuk pembayaran honor bulanan;
(2) apabila tidak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten, sekolah dapat menugaskan petugas pendataan lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk honor rutin bulanan).

n. Pembelian peralatan/perlengkapan yang menunjang operasional rutin di sekolah, antara lain bel, sound system dan speaker untuk upacara, teralis jendela, dan/atau perlengkapan sejenis lainnya.
o. Khusus untuk sekolah yang berada pada daerah terpencil atau belum memiliki jaringan listrik, dapat membeli/sewa genset atau jenis lainnya yang lebih cocok misalnya panel surya, termasuk perlengkapan pendukungnya.
p. Penanggulangan dampak darurat bencana, khusus selama masa tanggap darurat, misalnya pembelian masker.
q. Khusus SMP yang menjadi induk dari SMP Terbuka, maka BOS dapat digunakan juga untuk:

1) supervisi oleh kepala sekolah;
2) supervisi oleh wakil kepala SMP Terbuka;
3) kegiatan tatap muka di sekolah induk oleh guru pembina yang disesuaikan dengan beban mengajarnya;
4) kegiatan pembimbingan di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) oleh guru pamong;
5) kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas tata usaha (1 orang);
6) pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri.

Keterangan:
1) penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan BOS untuk SMPT/TKB Mandiri adalah Kepala SMP induk;  
2) besaran biaya disesuaikan dengan standar biaya umum setempat atau ketentuan peraturan perundang-undangan.


Rapat Guru

6. PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, SERTA PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH

a. Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Bagi sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut.

b. Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan/atau akomodasi apabila seminar diadakan di luar sekolah.

c. Mengadakan workshop/lokakarya untuk peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi fotokopi, konsumsi guru peserta workshop/lokakarya yang diadakan di sekolah, dan/atau biaya narasumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum daerah.

BOS tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah atau sumber lainnya.


7. LANGGANAN DAYA DAN JASA

a. Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.
b. Pemasangan instalasi baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.  
c. Biaya langganan internet dengan cara pasca bayar atau prabayar, baik dengan fixed modem maupun mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket/voucher sebesar Rp. 250.000/bulan. Adapun biaya langganan internet melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.



8. PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

a. Pengecatan, perbaikan atap bocor, dan/atau perbaikan pintu dan/atau jendela.
b. Perbaikan mebeler, termasuk pembelian mebeler di kelas untuk peserta didik/guru jika mebeler yang ada di kelas sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan.
c. Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan/atau jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan/atau jamban/WC peserta didik berfungsi dengan baik.
d. Perbaikan saluran pembuangan dan/atau saluran air hujan.
e. Perbaikan lantai dan/atau perawatan fasilitas sekolah lainnya.

Untuk seluruh pembiayaan di atas dapat dikeluarkan pembayaran upah tukang dan bahan, transportasi, dan/atau konsumsi.



9. PEMBAYARAN HONOR

a. Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
b. Tenaga administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah termasuk melakukan tugas sebagai petugas pendataan Dapodik), termasuk tenaga administrasi BOS untuk SD.
c. Pegawai perpustakaan.
d. Penjaga sekolah.
e. Petugas satpam.
f.  Petugas kebersihan.

Keterangan:
a. Batas maksimum penggunaan BOS untuk membayar honor bulanan guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan honorer di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sebesar 15% (lima belas persen) dari total BOS yang diterima, sementara di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat maksimal 50% (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima;
b. guru memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV;
c. bukan merupakan guru yang baru direkrut setelah proses pengalihan kewenangan; dan
d. guru honor pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam huruf a wajib mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah dengan memperhatikan analisis kebutuhan guru dan menyampaikan tembusan penugasan dimaksud kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


11. BIAYA LAINNYA

Apabila seluruh komponen sebagaimana dimaksud pada angka 1-10 telah terpenuhi pembiayaannya dan masih terdapat kelebihan BOS, maka BOS dapat digunakan untuk keperluan lainnya, dimana penggunaan dana ini harus diputuskan melalui rapat bersama dengan dewan guru dan Komite Sekolah. Pembiayaan yang dapat dibiayai antara lain:

a. peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat;
b. membangun jamban/WC beserta sanitasinya dan/atau kantin sehat, bagi SD/SDLB yang belum memiliki prasarana tersebut;
c. mesin ketik untuk kebutuhan kantor. 


Referensi :
Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017
http://www.dadangjsn.com/2017/08/permendikbud-nomor-26-tahun-2017.html?m=1