Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

11/9/17

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Salah satu nilai yang gencar gencarnya di masukan dalam pendidikan oleh pemerintah saat ini adalah karakter. Sekolah diharapkan oleh pemerintah mampu menyelenggarakan pendidikan berbasis karakter atau yang disebut dengan pendidikan karakter.

Bahkan pendidikan karakter atau nilai karakter juga sering kita temui saat guru membuat RPP.


Data Google Trend Menunjukan Jumlah Pencarian Kata RPP Berkarakter

Dari data yang diperoleh dari google trend, dapat terlihat bahwa pencarian dengan kata kunci "rpp berkarakter" cukup banyak. Hal tersebut menunjukan bahwa banyak guru mencoba untuk mengetahui bagaimana atau seperti apa contoh rpp berkarakter.

Contoh RPP Berkarakter K13 revisi 2017


  


Pendidikan karakter nampaknya memang benar benar gencar di informasikan kepada para pendidik. Tujuannya jelas agar pendidik (guru) di sekolah dapat mengimplementasikan pendidikan berbasis karakter di sekolah.


Definisi Pendidikan Karakter

Apakah yang dimaksud dengan pendidikan karakter. Rupanya walau sudah banyak yang mencoba menerapkan pendidikan karakter dalam kelas, tidak semua sudah memahami pendidikan karakter secara utuh.

Berikut ini penjelasan tentang pendidikan karakter :

Pendidikan karakter berasal dari dua kata yaitu pendidikan dan karakter.

Pendidikan memiliki arti sebagaui proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan juga disebut sebagai media untuk pengubahan individu dari tau menjadi tidak tahu atau arena untuk belajar.

Sementara karakter berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Karakter ini lebih cendrung kepada sifat sifat, akhlak yang positif bukan yang netral apalagi negatif.

sehingga pendidikan karakter ini adalah pengajaran atau proses untuk membentuk sifat sifat yang positif.

untuk lebih jelasnya perhatikan pengertian pendidikan karakter menurut ahli.


Definisi pendidikan karakter

1. Depdiknas (2010)
Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik�.

Pengertian yang disampaikan oleh Depdiknas tersebut menekankan bahwa guru adalah seseorang yang berperan dalam tercapainya pendidikan karakter. Guru diharapkan mampu untuk membentuk karakter dari peserta didik. Oleh sebab itu guru harus bisa menunjukan atau memberikan teladan kepada peserta didik tentang karakter yang meliputi cara bersosialisasi, cara menyampaikan materi, cara berperilaku dan hal lainnya.

Pendidikan karakter memberikan kesempatan kepada individu untuk memiliki perilaku yang positif. Meski begitubkarakter seseorang tumbuh bersamaan dengan lingkungan sosial disekitarnya. Hal tersebut membuat lingkungan sekitar ikut berperan dalam membentuk karakter seseorang. Sehingga guru harus mengambil peran lebih lagi supaya karakter tersebut tidak tergerus oleh hal hal negatif.

2. Menurut Suyanto (2009)
Mengemukakan pendidikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara

3. T. Ramli (2003)
Menurutnya pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah untuk membentuk membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik.

4. Elkind (2004)
Pendidikan karakter ialah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.

5. Thomas Lickona
Menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai-nilai etika yang pokok.

6. Jhon W. Santrock
Pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung untuk pendidikan moral dengan memberi pelajaran kepada peserta didik tentang pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan perilaku tidak bermoral atau membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.

7. Menurut Kartajaya
Pendidikan karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individe tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.

8. Menurut Kamus Psikologi
Menurut kamus psikologi pendidikan karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. (Dali Gulo, 1982).


Dari berbagai macam pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : pejdidikan karakter adalah usaha atau pendekatan atau cara yang dilakukan guna memberikan ciri, pengetahuan dan identitas pada diri individu tertentu.

Pendidikan karakter disebut cara karena ini merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk membentuk ciri khas positif pada individu.


Bagaimanakah cara membentuknya?
Berikut ini pendapat para ahli tentang cara membentuk karakter individu.

Ridwan (2012:1) menjelaskan ada tiga hal pembentukan karakter yang perlu
diintegrasikan yaitu: �

1. Knowing the good, artinya anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan yang harus diambil dan mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Membentuk karakter anak tidak hanya sekedar tahu mengenai hal-hal yang baik, namun mereka harus dapat memahami kenapa perlu melakukan hal tersebut. �

2. Feeling the good, artinya anak mempunyai kecintaan terhadap kebajikan dan membenci perbuatan buruk. Konsep ini mencoba membangkitkan rasa cinta anak untuk melakukan perbuatan baik. Pada tahap ini anak dilatih untuk merasakan efek dari perbuatan baik yang dia lakukan. Sehingga jika kecintaan ini sudah tertanam maka hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa dari dalam diri anak untuk melakukan kebaikan dan mengurangi perbuatan negatif.�

3. Active the good, artinya anak mampu melakukan kebajikan dan terbiasa melakukannya. Pada tahap ini anak dilat untuk melakukan perbuatan baik sebab tanpa anak melakukan apa yang sudah diketahui atau dirasakan akan ada artinya (http://www.adzzikro.com)�


Tujuan Pendidikan Karakter

Apakah tujuan dari pendidikan karakter itu?
Coba perhatikan UU No. 20 Th 2003 Tentang Sisdiknas disebutkan bahwa tujuan nasional pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Akibat dari tujuan tersebut yaitu pendidikan harus mampu untuk membentuk manusia yanf memiliki ciri seperti tercantum dalam tujuan pendidikan di atas. Semua ciri individu yanf disebutkan di atas adalah sifat sifat positif yang mana dapat diperoleh salah satunya yaitu dengan menerapkan blpendidikan karakter (usaha yang dilakukan untuk membentuk individu yang berkarakter).

Sehingga secara sederhana kita dapat menyebutkan bahwa pendidikan karakter bertujuan untuk mencapai tujuan nasional pendidikan yaitu membentuk manusia yang bertaqwa, beriman, berakhlak, berilmu, berketerampilan, mulia, sehat, mandiri, dan kreatif.

Untuk lebih memperjelas karakter apa saja yang diharapkan muncul dalam suatu pendidikan. Maka pemerintah merinci dalam 18 karakter dalam pendidikan.


18 Karakter yg Harus Dimiliki oleh Siswa

1. Religius
Adalah sikap dan perilaku untuk berketuhanan, patuh menjalankan ajaran agama, menghormati atau toleran dengan agama lainnya, atau hidup rukun dengan penganut agama lainnya.

2. Jujur
Merupakan perilaku tidak suka berbohong, mengatakan sesuai dengan fakta, prilaku ini menjadikan orang lain percaya terhadap perkataan, tindakan dan pekerjaan.

3.Toleransi
Perilaku untuk saling menghargai perbedaan antara agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan dari orang lain yang berbeda dengan diri individu.

4. Disiplin 
Perilaku yang menunjukan adanya kepatuhan terhadap ketertiban dan aturan yang berlaku pada suatu lingkungan.

5. Kerja Keras
perilaku yang menunjukan keseriusan dalam mengerjakan setiap tugas yang dia hadapi. hal tersebut akan nampak dalam usaha nya yang ulet dan pantang menyerah.

6. Kreatif 
kemampuan berfikir untuk dapat memberikan ide ide baru dalam usaha untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

7. Mandiri 
sikap untuk tidak mudah bergantung terhadap orang lain. perilaku ini menunjukan adanya keinginan untuk menyelesaikan tugas tugasnya tanpa ada ketergantungan. 

8.Demokratis 
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar

10.Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya

11. Cinta Tanah Air 
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. 

13. Bersahabat/Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 

14.Cinta Damai 
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi

17. Peduli Sosial 
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung-jawab 
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.


Referensi :
http://jurnalmadi.blogspot.co.id/2012/06/tujuan-pendidikankarakter-adalah.html?m=1

http://www.spengetahuan.com/2016/03/6-pengertian-pendidikan-karakter-menurut-para-ahli.html

https://pndkarakter.wordpress.com/category/tujuan-dan-fungsi-pendidikan-karakter/


10/19/17

Model Pembelajaran TGT : Pengertian, Karakteristik, SIntaks, Kelebihan dan Kekurangan

Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

A. Pengertian Model Pembelajaran

 
Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Model Pembelajaran TGT (Berkelompok)
Joyce (dalam Trianto, 2007:5) menyatakan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas dengan menentukan perangkat-perangkat pembelajaran untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Joyce dan Weil (dalam Prastowo, 2013:69) menyatakan model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di dalam atau di luar kelas.

Pengertian Aktivitas Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian Aktivitas Belajar Siswa

  Aktivitas Belajar
Aktivitas Belajar
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, aktivitas belajar adalah kegiatan mengolah pengalaman data praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan, merefleksikan rangsangan, dan memecahkan masalah. Menurut Rusman (2013:388) menyatakan penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai ketrampilan belajar yaitu: (1) berkomunikasi lisan dan tertulis secara efektif; (2) berpikir logis, kritis, dan kreatif; (3) rasa ingin tahu; (4) penguasaan teknologi dan informasi; (5) pengembangan personal dan sosial; (6) belajar mandiri.

10/18/17

10 Cara Membentuk Kebiasaan Belajar yang Baik dan Kebiasaan Belajar yang tidak Baik

Pengertian Kebiasaan Belajar

Menurut Djaali(2014:128) mengemukakan bahwa pengertian kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Sedangkan menurut Slameto (2013:82), belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi kebiasaan. Menurut Burghardt dalam Syah (2009:120), kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang.

7 Prinsip-Prinsip Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar

Pengertian Belajar

Menurut Sudjana (2014:28), belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan menurut Slameto (2010:2) menyatakan bahwa, belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pendapat lain menurut Crow and Crow dalam Hamdani (2010:21) mengemukakan bahwa, belajar adalah upaya pemeroleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan, dan sikap baru.

10/17/17

Pengertian, Langkah-Langkah, Kelebihan dan Kekurangan Metode Field Trip (karya wisata)

Metode Field Trip (karya wisata)

Pengertian Metode Field Trip (karya wisata)

Metode Field Trip (karya wisata)
Metode Field Trip (karya wisata)

Model Pembelajaran Team Assisted Individualization : Pengertian, Langkah-Langkah dan Keuntungan serta Kelemahan

Model Pembelajaran

Berbagai cara telah dilakukan guru agar dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran. Menurut Rusman (2014:144) model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Menurut Dahlan (dalam Sutikno 2014:57) model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran ataupun setting lainnya.