Showing posts with label Metode Kuantitatif. Show all posts
Showing posts with label Metode Kuantitatif. Show all posts

10/7/17

Pengertian, Kegunaan, dan Langkah Mendeskripsikan Teori Penelitian Kuantitatif

Pengertian Teori

Apakah teori itu dan apa sih fungsi dari teori dalam sebuah penelitian?

Pada kesempatan kali ini karya tulis ku akan membahas tentang pengertian dari teori dan fungsi dari teori dalam penelitian khususnya penelitian kuantitatif.

Cara Membuat Judul Penelitian Kuantitatif yang Baik dan Benar (Contoh Judul Penelitian Kuantitatif)

Sebelum kita masuk untuk membahas bagaimana cara membuat judul penelitian kuantitatif.
Tentu kita harus paham dulu apa itu penelitian kuantitatif.

9/13/17

Contoh Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian : Cara membuat Tujuan dan Manfaat Penelitian yang baik dan Benar

Setelah selesai membuat konten tentang cara membuat latar belakang yang baik :

Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Proposal Pada Skripsi dan Juga Cara membuat Rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi
Cara Membuat Tujuan Penelitian

Saya punya keinginan untuk melanjutkan tulisan saya dengan topik bahasan cara membuat penelitian ilmiah khususnya berkaitan dengan Skripsi Bidang Pendidikan sampai selesai.


Dengan di temani alunan musik klasik dan kopi hangat di pagi hari, saya semakin bersemangat untuk menulis ini dan itu. Selain menjadi bahan belajar bagi saya, saya juga senang berbagi dengan sahabat semua. 


Kali ini saya akan melanjutkan pada salah satu bagian yang tidak kalah penting pada saat menyusun sebuah karya ilmiah penelitian yaitu membuat Tujuan Penelitian 


Bagaimanakah cara membuat tujuan penelitian yang tepat?


Pertanyaan ini biasanya muncul ketika sahabat sudah selesai untuk membuat rumusan masalah.


Pada artikel sebelumnya saya telah menuliskan cara membuat latar belakang, dan cara membuat rumusan masalah. Jika belum membaca bagian itu saya sarankan kepada sahabat untuk membacanya terlebih dahulu:


Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Proposal Pada Skripsi  

Cara membuat Rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi


Pengertian Tujuan Penelitian

Sebelum kita memulai untuk membuat dan memberikan contoh-contoh dari tujuan penelitian. Saya akan coba untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan Tujuan Penelitian itu sendiri. Jadi tujuan penelitian adalah kalimat yang menunjukan indikasi kearah mana penelitian dilakukan atau data data serta informasi apa yang akan di capai dari penelitian itu. Bentuk kalimat dari tujuan penelitian adalah sebuah pernyataan yang konkrit. Jadi bukan kalimat tanya. Kalau kalmiat tamnya itu sama kayak rumusan masalah oke.

Perlu diketahui bahwa tujuan penelitian ini ada tiga macam bentuknya. Penelitian biasanya bertujuan untuk menemukan ilmu yang baru, mengembangkan pengetahuan yang sudah ada dan yang terakhir yaitu  menguji pengetahuan yang ada. 

Sementara beberapa ahli mengatakan bahwa Tujuan penelitian itu dapat dibedakan menjadi;

  1. Eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang belum pernah ada.
  2. Verifikatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori yang sudah ada. Sehingga ditemukan suatu hasil penelitian yang dapat menggugurkan atau memperkuat pengetahuan atau teori yang suadh ada.
  3. Development atau pengembangan yaitu penelitian yang memiliki tujuan untuk mengembangkan penwlitian yang sudah ada.


Ada juga yang membagi tujuan penelitian menjadi umum dan khusus, jadi ada dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, berikut penejelasannya:

Tujuan Umum adalah tujuan penelitian secara keseluruan dari yang ingin dicapai dalam penelitian itu sendiri.
Tujuan Khusus adalah tujuan yang lebih spesifik. Biasanya menggunakan kata-kata operasional sehingga lebih jelas untuk dicapai. Tujuan khusus biasanya juga menjadi penjabaran dari tujuan umum.


Meskipun begitu dalam sebuah penelitian atau penulisan karya tulis ilmiah, tidak harus ada tujuan umum dan tujuan khsus. Jika tujuan umum yang dibuat sudah spesifik maka tidap perlu kita membuat tujuan khususnya. Begitupun sebaliknya jika kita sudah membuat tujuan yang spesifik amaka tidak perlu membuat tujuan umum. Cukup menuliskan dengan tujuan penelitian saja.


Lalu bagaimana cara menuliskan tujuan penelitian.

Cara membuat tujuan penelitian



  1. Untuk membuat tujuan penelitian kita harus kembali melihat rumusah masalah
  2. Mencari kata operasional yang tepat untuk menjawab rumusan masalah yang ada (contoh kata operasional: Mengidentifikasi, Mendeskripsikan,Mengukur, Menganalisi, Membandingkan, dll)
Baca Juga :100+ Contoh Rumusan Masalah Proposal Penelitian (Rumusan Masalah Deskriptif, Komparatif dan Asosiatif)

Contoh 1
Rumusan Masalah : Adakan kesamaan cara mengajar antara guru senior dengan guru baru?

Tujuan Penelitian adalah : Membandingkan cara mengajar guru senior dan guru baru


Contoh 2
Rumusan masalah : Adakah hubungan antara panjang rambut dengan keterampilan membaca siswa? 

Tujuan Penelitiannya adalah : Menidentifikasi hubungan antara panjang rambut dengan keterampilan membaca siswa

Contoh 3
Rumusan masalah : Adakah pengaruh metode pembelajaran Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa?

Tujuan Penelitian : Mendeskripsikan pengaruh metode pembelajaran Role Playing terhadap hasil belajar siswa.

Contoh 4
Rumusan Masalah : Seberapa besar pengaruh rungan kelas yang nyaman terhadap motivasi belajar siswa?
Tujuan Penelitian : Mengukur pengaruh rungan kelas yang nyaman terhadap motivasi belajar siswa?


Jadi itu sedikit pembahasan tentang cara membuat tujuan penelitian, dan aku juga sudah berikan beberapa contoh tujuan penelitian yang di kembangkan dari rumusan masalah yang sudah aku buat di artikel sebelumnya. Jadi mudah sekali bukan, kalau kita sudah bsia membuat rumusan masalahnya tinggal mencari kata operasional yang tepat saja.

Setelah kita bisa membuat tujuan penelitian hal lainnya yang harus kita buat adalah manfaat penelitian. apa itu manfaat penelitian?

Manfaat penelitian ini berisikan uraian manfaat yang dihasilkan dari di laksanakannya penelitian itu. Jadi tinggal kita fikirkan saja,kira-kira manfaat apa yang dapat kita peroleh jika kita melakukan penelitian tersebut. 

Kemudian yang perlu kita ketahu bahwa manfaat penelitian itu dapat kita bagi menjadi dua yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis

Apa beda manfaat penelitian secara teoritis dan manfaat secara praktis?
Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Manfat teoritis ini berlatar dari tujuan penelitian varifikatif, untuk mengecek teori yang sudah ada. Apakah akan memperkuat atau menggugurkan teori tersebut. Manfaat teoritis ini muncul berlatarkan ketidak puasaan atau keraguan terhadap teori yang sudah ada sehingga dilakukan penyelidikan kembali secara empiris.


Manfaat Praktis

Sementara manfaat praktis adalah manfaat yang berguna untuk memecahkan masalah praktis. Jadi misalnnya ada masalah njilai siswa yang rendah maka manfaat praktisnya dalah meningkatkan nilai siswa. 

Biasanya manfaat praktis tidak hanya untuk satu subjekm bisa berguna untuk lebih dari satu. Misalnya manfaat untuk siswa, manfaat untuk guru, manfaat untuk sekolah, dll.
Jadi kalau kamu pikir penelitian kamu memberikan manfaat untuk banyak subjek, maka tuliskan saja semuanya. Jangan ragu.


Contoh Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini dapat menjadi landasan dalam pengembangan media pembelajaran atau penerapan media pembelajaran secara lebih lanjut. Selain itu juga menjadi sebuah nilai tambah khasanah pengetahuan ilmiah dalam bidang pendidikan di Indonesia.


Manfaat Praktis


  1. Bagi siswa, hasil penelitian diharapkan dapat  meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD negri jomblang 01 Kota Semarang 2015/2016 dengan penerapan media.
  2. Bagi guru, penerapan media papan lempar dalam pembelajaran dapat memfasilitasi siswa dalam belajar dan mempelajari materi dengan mudah dan bermakna.
  3. Bagi sekolah, hasil dari penelitian penerapan media papan lempar ini memberikan referensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Serta sekolah dapat mendukung guru untuk menciptakan media yang lebih bervariasi lagi.
  4. Bagi peneliti, peneliti mampu menerapkan media yang sesuai dalam materi pembelajaran tertentu. Serta peneliti mempunyai pengetahuan dan wawasan mengenai materi dan media pembelajaran yang sesuai.

Oke sahabat, demikian konten materi pembahasan tujuan dan manfaat penelitian, semoga memberikan informasi yang membantu ya, 3 jam lebih saya nulis artikel ini. 

Jangan lupa berikan kritik dan saran lewat kolom koment di bawah ya. Apapun itu tolong komen. Oke makasih, untuk konten selanjutnya.

9/12/17

Cara membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi

Apa si yang dimaksud dengan rumusan masalah?
Apakah sama antara masalah dan rumusan masalah?
Kalau rumusan masalah yang bagus seperti apa?
Cara membuat rumusan masalah yang baik bagaimana?

Tiga pertanyaan tersebut biasanya merupakan pertanyaan susulan yang sering di tanyakan. Termasuk saya dulu. Ya saya selalu bertanya kepada dosen saya bagaimana cara membuat rumusan maslaah yang baik dan benar. Istilahnya Tepat

Baca Juga :100+ Contoh Rumusan Masalah Proposal Penelitian (Rumusan Masalah Deskriptif, Komparatif dan Asosiatif)


Cara membuat rumusan masalah yang baik dan benar
Cara membuat rumusan masalah yang baik

Apakah Rumusan Masalah Itu?
Dosen saya pernah mengatakan pada saya bahwa walau rumusan masalah diperoleh dari masalah, namun rumusan masalah jelas berbeda dengan masalah. Maka seperti yang kita sudah ketahu masalah adalah adanya kesenjangan antara kondisi yang di harapkan dengan kondisi yang ada. Bentuknya adalah sebuah penyataan yang menunjukan adanya sebuah masalah. Sementara rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban. Jadi dari segi bentuk bahasa sudah beda bukan. Masalah bentuknya pernyataan yang menunjukan adanya sebuah masalah, sementara rumusan masalah berbentu pertanaan yang membutuhkan jawaban.

Meskipun begitu perlu diingat bahwa anatara masalah dan rumusan masalah memiliki keterikatan. Hal itu karena setiap rumusan masalah didasarkan oleh masalah yang ada. Jadi sebelum bisa membuat rumusan masalah harus bisa membuat masalah(menemukan masalah dalam penelitian) dulu ya

Beberapa ahli juga menjelaskan definisi dan pengertian RUmusan MAsalah,

Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

Menurut Sugiyono, rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data, bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi.
Pariata Westra menjelasakan bahwa rumusan masalah adalah “Suatu masalah yang terjadi apabila seseorang berusaha mencoba suatu tujuan atau percobaannya yang pertama untuk mencapai tujuan itu hingga berhasil.”
Sutrisno Hadi mendefinisikan rumusan maasalah sebagai “ kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa”.

Dari situ maka sudah jelas bukan, intinya rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang di peroleh atau didasarkan pada masalah yang ada.

Lalu seperti apakah rumusan maslaah yang baik

Beberapa teman saya pernah mengatakan kepada saya, bahwa yang dimaksud dengan RUmusan maslaah yang baik adalah rumusan maslah yang jelas, berbentuk kalimat tanya, dan juga fokus untuk mencapai tujuan.

Jadi begini, Cara membuat rumusan masalah:

  1. Tentukan masalah dari penelitian kita, Contoh : Prestasi belajar siswa kelas 4 SD N Sendangmulyo Boyolali rendah
  2. Tentukan solusi, Contoh : Menerapkan model pembelajaran TPS (Think Pair Shere)
  3. Bukan kalimat tanya antara masalah dan solusi yang memiliki hubungan sebab akibat, Contoh: Adakah pengaruh siknifikan model pembelajaran TPS terhadap prestasi belajar siswa kelas 4 SD N Sendangmulyo Boyolali?
  4. Selesai 

Lebih lanjut agar memberikan pemahaman lebih mendalam tentang rumusan masalah yang baik, perhatikan beberapa kriteria rumusan masalah yang baik berikut ini:

  1. Rumusan masalah harus di tulis atau dirumuskan dengan jelas
  2. Rumusan masalah di tulis dalam bentuk kalimat tanya dengan alternatif tindakan yang dilakukan
  3. Rumusan masalah harus mengandung unsur pertanyaan yang dapat diuji secara empiris
  4. Rumusan masalah harus mengandung deskripsi tentang kenyataan dan keadaan yang diinginkan
  5. Rumusan masalah harus disusun dalam bahasa yang jelas dan singat, istilahnya padat berisi.
  6. Cakupan dari rumusan maslaah juga harus jelas.
  7. Pertanyaan dalam rumusan masalah harus memungkinkan untuk di jawab dengan metode ilmiah.

Lalu adalagi yang perlu diketahu pada saat menyusun rumusan masalah, yaitu batasan batasannya. 

Batasan penyusunan rumusan masalah adalah
  1. Rumusan masalah harus spesifik pada variabel varial yang diteliti
  2. Menggunakan Argumen yang masuk akal artinya dalam pembatasan harus rasional sesuai dengan logika
  3. Rumusan masalah ditentukan atau ditetapkan pada variabel yang tepat.

Lebih lanjut agar kita bisa membuat rumusan masalah yang baik pada proposal atau skripsi perlu di ketahui bahwa, rumusan maslah itu ada berbagai macam bentuknya. Dari buku yang di tulis oleh Prof. Dr. Sugiyono ada 3 bentuk umum rumusan masalah yaitu:

1. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah pada penelitian ini biasanya tidak mencari tau hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Variabelnya itu hanya satu dan berdiri sendiri. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan. 
Contoh Rumusan masalah deskriptif:
  • Seberapa baik kinerja kepala sekolah?
  • Bagaimanakah sikap orang tua terhadap pemberlakuan fulldayschool?
  • Sebearapa tinggi efektifitas pembelajaran fulldayschool?
  • Seberapa tinggi tingkat kepuasan orang tua murid terhadap komunikasi sekolah?

2. Rumusan Masalah komparatif
Rumusan masalah komparatif ini membandingkan antara satu variabel atau lebih terhadap sampel yang berbeda dan pada waktu yang juga berbeda. Pada intinya penelitian ini mencoba untuk membandingkan variabel 1 jika diberlakukan terhadap dua sampel yang berbeda. Sehingga dapat diketahui pengaruhnya.
Contoh Rumusan Masalah Komparatif:
  • Adakah perbedaan produktifitas kinerja anatara guru PNS Sertifikasi, PNS non Setitifkasi dan honorer? (Satu Variabel 3 Sampel)
  • Adakan kesamaan cara mengajar antara guru senior dengan guru baru? (1 variabel 2 sampel)
  • Adakah perbedaan gaya belajar dan hasil belajar anatar siswa mampu dan siswa kurang mampu? (2 variabel dan 2 sampel)
  • Adakah perbedaan prestasi belajar sekolah negeri dan sekolah swasta?
3. Rumusan Masalah Assosiatif
Rumusan masalah assosiatif adalah rumusan masalah yang berusaha untuk menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. JAdi penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Ingin mengetahu pengaruh dari adanya hubungan atau perlakuan antara variabel 1 dan variabel lainnya. Menurut Sugiyono ada 3 macam bentuk dari rumusan masalah assosiatuf ini; dianataranya hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif atau timbal balik.
Untuk definisi dari ketiga bentuk silahkan cari sendiri ya di Internet banyak hehe

Saya akan langsung berikan beberapa contoh dari Rumusan masalah Assosiatif
  • Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah? (Hubungan Simetris)
  • Adakah hubungan antara panjang rambut dengan keterampilan membaca siswa? (hubungan simetris)
  • Adakah pengaruh sistem pembelajaran Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa? (hubungan Kausal)
  • Seberapa besar pengaruh rungan kelas yang nyaman terhadap motivasi belajar siswa? (hubungan kausal)

Jadi teman-teman rumusan masalah bukanlah hal yang terlalu sulit untuk di buat bukan, Beberapa informasi yang tadi sudah saya jelaskan semoga dapat menambahkan wawasan dari teman-teman tentang cara menulis rumusan masalah. Mungkin ada beberapa yang gak jelas ya, Jika memang ada dan saya yakin ada beberapa kalimat yang sulit di pahami maka tinggalkanlah ambil sekiranya informasi yang mudah untuk di pahami dan langsung kerjakan apa yang ingin kamu kerjakan yaitu membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsimu.

Ingat skripsi adalah pekerjaan panjang, bukan kepintaran atau kecerdasan yang menentukan cepat lambat kamu menyelesaikannya, melainkan kegigihan dan ketekunan hehe.  JAdi jangan tunggu lama-lama langsung kebut dan kerjakan.

Ohh iya jangan lupa, kalau masih bingung tentang cara membuat latar belakang silahkan baca-baca postingan saya sebelumnya. Insyallah sudah di jelaskan dengan sangat jelas.


Demikian informasi tentang cara membuat rumusan masalah yang baik dpada proposal skripsi. Terimaksih sudah mau berkunjung ke Blog saya, Jika anda merasa bahwa artikel ini bermanfaat jangan lupa untuk Shaere ya. 

Lebih lanjut saya juga menerima kritikan atas setiap artikel yang sudah saya tulis. Berikan kritik dan saran melalui kolom komentar di bawah ini

BACA JUGA

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi

Contoh Kata Pengantar dalam Makalah, Laporan Praktikum, Penelitian dan Skripsi

Cara Membuat Daftar Isi Manual dan Otomatis Pada Ms. Word Lengkap Dengan Contoh Daftar Isi

Cara Membuat Judul Penelitian Kuantitatif yang Baik dan Benar (Contoh Judul Penelitian Kuantitatif)

Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal, Surat Kabar dan Makalah

Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi (Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif dan Hipotesis Asosiatif)

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif : Wawancara, Angket, dan Observasi 100% LENGKAP

Cara membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Langkah-Langkah menghitung Validitas Soal Pilihan Ganda Dengan Excel

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Cara Membuat Judul Karya ilmiah, Proposal, Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, penelitian, atau KTI

9/11/17

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Dalam membuat Tugas Akhir atau Skripsi, memang tidak mudah. Perlu konsistensi untuk menyelesaikan tugas yang kadang membuat mahasiswa betah berlama-lama menjadi mahasiswa abadi di kampus.

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi 


Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Skripsi
Langkah-Langkah Membuat Latar Belakang Skripsi


Hal tidak berbeda pernah saya alami dulu, ketika harus 6 bulan lebih lama dari 4 tahun target saya untuk menyelesaikan kuliah saya di salah satu Universitas Swasta yang ada di kota Semarang. Alasan klasik yaitu malas memulai, minim pengetahuan menjadi hal yang membuat saya jauh lebih lama dari teman-teman yang lulus tepat 4 tahun. 

Dalam menyusun Skripsi salah satu halangan yang paling sulit untuk saya kerjakan adalah membuat proposal, dimana di dalam proposal skripsi kita harus menyusun latar belakang yang melandasi kita melakukan penelitian yang selanjutnya menjadi bahan skripsi kita. 

Namun kini saya sudah sedikit paham loo, Jadi mungkin Artikel ini dapat membantu teman-teman yang mungkin juga lagi kesulitan seperti saya dulu, tentang cara untuk membuat Latar Belakang Skripsi. 

Dalam Artikel ini saya akan menjelaskan secara runtut langkah-langkah membuat latar belakang skripsi disertai dengan contohnya sekaligus. Jadi teman-teman yang ingin membuat latar belakang skripsi sudah tepat untuk mengikuti tmembaca dan memahami tulisan saya ini.

Langkah-langkah membuat latar belakang proposal skripsi.


  1. Menemukan Masalah di lingkungan anda (jangan Langsung Buat Judul). Dalam membuat skripsi, karya ilmiah atau melakukan penelitian hal yang dicari pertama kali bukanlah JUDUL. Yup..sering kali, banyak mahasiswa yang ketika diminta untuk membuat skripsi langsung pusing dengan menentukan JUDUL terlebih dahulu. Ya seperti saya dulu,. Jadi ketika kita membuat Skripsi kemudian kita membuat judul terlebih dahulu, maka yang sulit adalah menemukan masalah yang ada, membuat latar belakangnya, menemukan data awalnya. Akan bagus jika kita mau mencari data yang sesuai dengan judul kita, lah kalau tidak mau hehehe CELAKA di akhir episode nanti. Maka sangat penting untuk mengikuti alur yang sudah ada yaitu dengan menemukan masalah. Masalah adalah kondisi yang tidak di harapkan. Sementara pendapat lain lebih jelas mengungkapkan bahwa masalah dalam penelitian adalah terjadinya ketimpangan antara harapan dan kondisi yang ada. Misal dalam kelas di harapkan rata-rata nilai siswa di kelas 5 di atas KKM pada mata pelajaran matematika, tapi pada keadaanya ternaya nilai rata-rata siswa di kelas di bawah KKM. Maka itu dapat di sebut sebagai masalah.
  2. Mencari data pendukung. Setelah kamu menemukan masalah yang kamu cari maka langkah selanjutnya yaitu menemuka data-data pendukung yang menunjukan bahwa terjadi masalah di kelas kamu. Data-data pendukung tersebut dapat berupa, hasil nilai siswa atau juga hasil wawancara dan mungkin hasil observasi pengamatan di kelas. Alangkah baiknya data seperti hasil nilai siswa dan hasil wawancara dengan wali kelas di masukan di sini. Karena akan memperkuat argument kmau yang menunjukan masalah yang sedang terjadi di kelas.
  3. Mencari Solusi dari Masalah yang telah di tentukan. Namamnya juga penelitian, tujuannya yaitu menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang telah ada, atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika ada masalah maka langkah selanjutnya yaitu mencari solusi dari masalah tersebut. Setelah kita menemukan masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka selanjutnya kita di hadapkan untuk mencari solusi. SOlusi yang kita berikan harus berlandaskan oleh teori-teori yang sudah ada. An akan lebih kuat biasanya jika di dukung oleh penelitian-penelitian terdahulu. Maka untuk mencari solusi, carilah referensi teori-teori tentang metode, model, atau media yang dapat mengaatasi masalah pembelajaran yang sebelumnya telah di temukan.
  4. Menyimpulkan sebagai hipotesis sementara bahwa Solusi yang diberikan dapat mengatasi masalah. Langkah terakhir setelah kamu menuliskan masalah, mencantumkan data-data pendukung, dan menentukan solusi yang di dukung oleh teori-teori serta penelitian terdahulu adalah menuliskan kesimpulan. Kesimpulan di latar belakang adalah kesimpulan yang melandasai kamu melakukan penelitian ini. Seperti contoh berikut “Berdasarkan penjelasan di atas maka dari itu peneliti memilih untuk meneliti pengaruh dari metode make a match pada pembelajaran matematika kelas 5 SD batur semarang”.


Baca Juga: 

Dalam membuat latar belakang sebenarnya hanya ada dua kata kunci umum yaitu, ada masalah dan di carikan solusi. Yang membuat banyak dan panjang latar belakang adalah data-data pendukungnya. Mulai dari Landasan Yuridis, Landasan Empiris, Landasan Teoritis, dan Penelitian Terdahulu.

  1. Landasan Yuridis adalah landasan yang isinya tentang Peraturan atau UU yang mendukung, seperti UU tentang system pendidikan nasional dan masih banyak aturan lainnya.
  2. Landasan Empiris adalah landasan yang berisi data-data nyata yang ada di lapangan, seperti data nilai siswa, data usia siswa, data latar belakang keluarga siswa, hasil wawancara, hasil pengamatan dan lain sebagainya.
  3. Landasan Teoritis adalah landasan yang isinya teori-teori yang mendukung argument yang kamu berikan. Ya speeti pendapat ahli tentang pengertian suatu hal, atau solusi suatu hal. Yang ini yang penting ambilnya dari buku, gitu aja.
  4. Terakhir yaitu penelitian terdahulu, merupakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan sekiranya cocok dan dapat mendukung argument kamu tentang solusi yang kamu tawarkan. Carilah pada jurnal-jurnal tertentu. Di Internet juga banyak hasil jurnal penelitian.


Setelah kamu memahami tentang langkah-langkah untuk membuat latar belakang, maka langkah terpenting adalah segera kerjakan sesuai langkah-langkah yang sudah saya tuliskan. Ingat jangan malas, karena sesungguhnya yang membuat kita lama atau sulit untuk menyelesaikan skripsi kita adalah kemalasan itu hehe, pengalaman saya si begitu.

Untuk lebih memudahkan kawan-kawan dalam membuat Latar belakang, berikut ini sudah saya siapkan contoh latar belakang yang memuat keseluruhan langkah-langkah tersebut.

Contoh Latar Belakang Proposal Skripsi

Contoh Latar Belakang Skripsi
Contoh Laatar Belakang Skripsi 

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang berupaya meningkatkan sumber daya manusia. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan kecerdasakan sumber daya manusia. Hal tersebut juga tidak lepas usaha untuk dapat bersaing di era globalisasi. Upaya mencerdaskan manusia Indonesia dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan.  Upaya mencerdaskan manusia Indonesia, juga telah jelas dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, pasal 3 yang menyebutkan bahwa.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Sisdiknas No 20 tahun 2003).
Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta menceradaskan kehidupan bangsa adalah pendidikan nasional. Oleh sebab itu pendidikan nasional harus mempunyai kualitas yang baik, sehingga mampu untuk mencapai fungsi dan tujuan dari pendidikan di Indonesia. Sementara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 juga menyebutkan bahwa:
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokkratis dan bertanggung jawab.
Undang-Undang tersebut juga dengan jelas menyampaikan bahwa yang menjadi tujuan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik. Peserta didik disini adalah siswa yang ada di sekolah dan potensi yang dimaksut adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
Mengingat pada fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional tersebut maka jelas bahwa diharapkan melalui pendidikan nasional sumber daya manusia indonesia menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Artinya kita akan melihat manusia indonesia yang berintelektual, manusia Indonesia yang berkarakter dan dapat berprestasi untuk bersaing di dunia.
Namun dewasa ini pendidikan di Indoenesia berada pada tingkat yang rendah. Dikutip DetikNews.com (2014) disebutkan bahwa hasil survei dari PISA (Program for International Student Assesment) tahun 2012 memperlihatkan bahwa negara Indonesia berada diperingkat rendah. Negara yang paling rendah dalam peringkat ini adalah Peru dan Indonesia. Lebih lanjut dikutip dari MetrotvNews.com (2013) disampaikan bahwa tingkat membaca pelajar Indonesia menempati urutan ke-61 dari 65 negara anggota PISA. Indonesia hanya mengumpulkan skor membaca 396 poin. Untuk literasi matematika, pelajar Indonesia berada di peringkat 64 dengan skor 375. Adapun skor literasi sains berada di peringkat 64 dengan skor 382. Sedangkan dikutip dari Kompas.com (2012) disebutkan bahwa hasil research dari Firma Pendidikan Pearson sistem pendidikan Indoensia berada di posisi terbaFwah bersama Meksiko dan Brazil. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masihlah rendah dan jauh dibandingkan dengan negara-negara lain.
Kondisi tersebut jelas menunjukan bahawa terjadinya ketimpangan yaitu anatar harapan dengan kenyataan. Harapan dari adanya pendidikan nasional yaitu mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia, sehingga dapat bersaing di era global dengan negara-negara lain. Namun kondisi yang terjadi adalah sebaliknya, pendidikan nasional belum mampu secara maksimal mengembangkan manusia indonesia yang mampu bersaing di era global. Ketimpangan tersebut menjadikan adanya masalah yaitu kualitas pendidikan nasilan yang masih kurang.
Kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh suasana kondusif dalam proses belajar. Suasana kondusif sangat mempengaruhi kondisi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Menurut Rianto (2007:1), tingkat keberhasilan pembelajaran amat ditentukan oleh kondisi yang terbangun selama pembelajaran. Kondisi pembelajaran yang semakin kondusif, maka tingkat keberhasilan peserta didik dalam belajarnya akan semakin tinggi dan sebaliknya. Lebih lanjut kondusifitas proses belajar di kelas juga dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengajar. Kemapuan guru dalam memfasilitasi perserta didik dalam belajar meliputi kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran, menggali kemampuan siswa dan mengembangkan potensi dari siswa.
Oleh sebab itu untuk menginkatkan kualitas dari pendidikan nasional dapat dilakukan oleh guru dengan meningkatkan kemampuannya dalam memfasilitasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Menurut Rusman (2015: 21) “pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya”. Komponen-komponen yang saling berhubungan dalam pembelajaran yaitu tujuan, materi, media dan strategi pembelajaran. Maka dengan kemampuan guru mengorganisir pembelajaran dengan baik, dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Namun, kondisi yang terjadi di sekolah, tidak sepenuhnya terjadi seperti yang diharapkan yaitu terjadinya proses pembelajaran yang terorganisir dengan baik. Sebaliknya yang terjadi adalah kurang optimalnya proses belajar mengajar yang terdapat di sekolah.  Dari pengamatan yang dilakukan oleh penulis pada proses belajar siswa di kelas IV SD  Jomblang 01 Kota Semarang  ditemukan kondisi-kondisi sebagaimana berikut yaitu, kurangnya minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa kesulitan untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru serta hasil belajar siswa, dimana sebanyak 22 anak tidak mampu untuk mencapai nilai KKM pelajaran matematika.
Sementara dari hasil wawancara dengan guru kelas yaitu Ibu Anjar S.Pd menyampaikan bahwa konsentrasi belajar siswa memang tidak lama, konsentrasi maksimal siswa hanya mencapai 10-15 menit dalam awal proses pembelajaran selebihnya kurang optimal. Siswa juga kurang antusias dalam belajar sehingga kurang mampu memahami materi.
Kondisi-kondisi yang terjadi di sekolah tersebut adalah kelemahan dalam proses pembelajaran yang perlu segera diatasi. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan minat siswa dalam belajar. Untuk itu penggunaan media pembelajaran dapat membantu untuk mengatasi minat siswa dan konsentrasi siswa dalam proses belajar. Lebih lanjut penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan oleh Hamalik (1986) dalam Arsyad (2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. pendapat dari Hamalik tersebut menjalaskan bahwa untuk menginkatkan.
Penjelasan diatas menjelaskan bahwa media mampu untuk membangkitkan keinginan dan minat serta motivasi dan menrangsang siswa dalam belajar. Maka dengan begitu utnuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan media ini dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Arsyad (2013: 3) “media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau electronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Pengertian dari Arsyad menekankan media adalah alat yang digunakan untuk menyusun kembali informasi visual atau verbal yang memudahkan siswa menerima pesan. Media menjadi alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang disampaikan oleh guru.
Mengingat kembali pada permasalahan dalam proses pembelajaran dan mengingat bahwa media mampu untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, maka penulis hendak meneliti pengaruh dari penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar. media yang hendak penulis teliti dalam hal ini adalah media papan lempar.
Media papan lempar terbuat dari  bahan kayu dan bergambarkan poin-poin, bisa berbentuk kotak atau bulat. Pemanfaatan media papan lempar dilakukan dengan siswa melemparkan mata jarum atau anak panah ke arah papan lemparyang bergambarkan poin soal yang akan dijawab oleh siswa itu sendiri. Dengan media ini diharapkan memberikan manfaat kepada proses pembelajaran yang meningkatkan keaktifan siswa, memotivasi siswa, meningkatkan fokus dari siswa serta yang terakhir yaitu meningkatkan hasil belajar dari siswa.

Atas dasar pembahasan di atas maka penulis mencoba untuk mengetahui keefektifan penerapan media papan lempar terhadap hasil belajar siswa. yang kemudian menjadi bahwan analsisi skripsi dengan judul “Penerapan Media Papan Lempar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negri Jomblang 01 Kota Semarang Tahun 2015/2016”