Showing posts with label Keguruan. Show all posts
Showing posts with label Keguruan. Show all posts

12/13/17

Kriteria Guru Profesional dan Guru Teladan Lengkap (UPDATE)

Apakah guru itu?

Guru adalah sebuah profesi?

Setujukah dengan sebutan guru adalah sebuah profesi. Sementara profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan profesionalitas di dalamnya. Hanya orang berkompeten yang dapat melaksanakan pekerjaan tersebut. Artinya bahwa tidak sembarangan orang dapat jadi guru.

11/27/17

30 Langkah Cara Membuat Hiasan Dinding dari Kertas Karton, Buku, Kertas Kado dan Origami

Dalam postingan kali ini. Saya akan berbagi 30 langkah untuk membuat sebuah hiasan dinding.

11/21/17

10 Contoh Ruang Kelas TK Islam Terbaik

Ruangan kelas di TK atau PAUD adalah ruangan kelas yang selalu indah.

Ruangan di kelas itu memang di desain untuk menjadi ruang yang menarik bagi anak-anak. Maklum anak-anak usia di bawah 7th adalah yang menjadi siswa.

10 Contoh Hiasan Kelas SD yang Akan Membuat Kelasmu Lebih Cantik


Sebagai guru menciptakan kelas yang indah adalah kegiatan prioritas yang harus saya lakukan.

Kelas adalah tempat utama seorang peserta didik belajar. Meski anak dapat belajar di luar kelas seperti lapangan, taman, pasar, dan teman-tempat lainnya. Namun menurut saya 90% kegiatan pembelajaran masih lebih sering dilakukan di dalam kelas.

11/20/17

Cara Menghias Kelas yang Unik dan 8 Contoh Dekorasi Kelas yang Unik

Saya adalah seorang guru SD. Setiap hari saya mengajar murid dengan penuh semangat. Saya sangat mencintai mereka seperti saya mencintai keluarga saya. Saya sudah menganggap mereka adalah anak-anak saya. Saya harus bisa membantu menggali potensi masing masing dari anak. Membawanya untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cemerlang.

22 Dekorasi Kelas yang Menarik : Membuat Pintu Kelas yang Cantik

Sekolah dasar adalah sekolah yang memerlukan kreatifitas. Guru di sekolah dasar dituntut untuk kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas.

Sebagai guru nyatanya tidak cuman pembelajaran saja yang harus kreatif. Manajemen kelas termasuk di dalamnya bagaimana mendekorasi ruangan kelas yang nyaman dan menarik bagi siswa merupakan tugas guru juga.

11/18/17

4 Komponen Pengembangan Kurikulum yang Harus Guru Ketahui

Seorang pendidik atau disebut sebagai guru memiliki pedoman dalam melaksanakan tugasnya mengajar yaitu kurikulum.

Pengertian dari kurikulum yang sangat luas, kemudian membuat banyak dari bapak atau ibu guru kebingungan dengan apa sejatinya kurikulum itu.

Ketidak tauan kepada kurikulum membuat banyak dari bapak/ibu guru tidak mengaplikasikan kurikulum dengan sedemikian rupa (baik). Pemerintah dalam hal ini pemangku kebijakan dalam penyusunan kurikulum juga harus bertanggung jawab karena pemerintah sering melakukan perubahan kurikulum yang membuat guru kebingungan dengan adanya perubahan kurikulum tersebut.
Perlu adanya sosialisasi dalam bentuk pelatihan atau workshop yang berkesinambungan untuk mengajarkan tentang kurikulum itu sendiri. Selain itu juga perlu adanya keinginan secara pribadi dari setiap guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami dan dapat menerapkan kurikulum yang sudah disusun oleh pemerintah.


Kurikulum bagi guru sama seperti UUD bagi Pemerintah dan DPR dalam mengatur peraturan-peraturan di negeri ini, hal dimana peraturan yang dibuat di dasarkan oleh UUD. Begitupun guru dalam melaksanakan pembelajaran harus berpedoman pada kurikulum.

Sejatinya kurikulum berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua kata yaitu curir dan curere. Curir memiliki arti sebagai pelari, sedangkan curere memiliki arti sebagai tempat berpacu. Dari situ kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus di tempuh pelari untuk mencapai finis. Sedangkan dari bahasa latin kurikulum diartikan sebagai lapangan pertandingan yaitu tempat arena peserta untuk mencapai finis.

Dari kedua pengertian tersebut maka dalam dunia pendidikan di Indonesia kurikulum diartikan sebagai arena bagi peserta didik untuk mencapai tujuan belajarnya.

Lebih sepesifik kurikulum juga dapat di artikan sebagai :
1. Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran yang ditujukan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.
2. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dilingkungan sekolah.
3. Kurikulum adalah rencana belajar siswa.

Sedangkan dari menurut UU No. 2 Th 1989 disebutkan bahwa kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta cara yabg digunakannya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.


KURIKULUM BAGI GURU
Jika pengertian pengertian diatas terlalu luas dan masih sulit di pahami. Maka perhatikan pengertian kurikulum dari sudut pandang guru.

Jika kita di hadapkan pada kata "kurikulum" maka akukanlah beberapa pertanyaan ini:
1. Tujuan apa yang hendak di capai
2. Pengalaman apa yang harus diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut?
3. Bagaimana pengalaman belajar itu di organisasi kan?
4. Bagaimana meengvaluasi keberhasilan dari tujuan tersebut.

Kurikulum harus dapat menjawab pertanyaan pertanyaan di atas. Oleh sebab itu komponen pada kurikulum harus memuat ; 1) tujuan, 2) isi, 3) metode dan 4) evaluasi

Sehingga bagi guru jika di tanyakan apakah itu kurikulum maka jawabannya adalah sebuah perangkat yang berisikan tujuan dari peneiddikan, isi dari materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dan alat untuk mengevaluasi tercapainya pembelajaran.

Itulah pengertian dari kurikulum yang hendaknya guru ketahui.




KOMPONEN KURIKULUM

Menilik hal tersebut maka sejatinya sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan ciri ciri yang dimiliki oleh sekolah tersebut.

Bagaimana cara mengembangkannya?
Seperti yang sudah di jelaskan pada pengertian kurikulum dari sudut pandang guru. Maka kurikulum memiliki 4 komponen, yaitu :
1. Tujuan yaitu arah yang hendak di capai dari pelaksanaan pendidikan.
2. Isi kurikulum yaitu pengalaman belajar apa saja yang harusnya diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan yang sudah di canangkan.
3. Metode yaitu cara yang digunakan untuk mengorganisasikan/mengnyampaikam isi kurikulum untuk tercapainya tujuan pembelajaran.
4. Evaluasi yaitu cara yang digunakan untuk melihat atau menentukan keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum. Apakah sasaran sudah tercapai atau belum tercapai.

MENGEMBANGKAN KURIKULUM
Dengan melihat komponen-komponen diatas maka guru bersama sama dengan rekan guru lainnya dapat berdiskusi untuk mengembangkan kurikulum sekolah.
1. Menentukan Tujuan, tujuan di buat sekolah sebagai hasil analisis terhadap kebutuhan dan harapan. Tujuan selanjutnya dibuat sekolah dalam bentuk visi dan misi.

2. Menentukan Isi, merupakan menentukan materi yang akan diberikan kepada murid selama mengikuti proses pembelajaran.

3. Merumusakan kegiatan pembelajaran, hal ini berkaitan dengan menentukan metode pembelajaran apa yang akan dilaksanakan dan keseluruhan hal hal apa saja yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

4. Menentukan cara untuk melakukan evaluasi.


FUNGSi KURIKULUM
Berdasarkan hal hal yang sudah di jelaskan di atas maka kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Kurikulum memiliki fungsi preventif (pencegahan) yaitu menghindarkan guru untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum.

2. Kurikulum memiliki fungsi korektif yaitu sebagai pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pembelajar yang menyimpang dari yang sudah di tuliskan dalam kurikulum.

3. Kurikulum memiliki fungsi konstruktif yaitu memberikan arahan kepada guru tentang arah pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran yang benar.


PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Dalam melakukan pengembangan kurikulum ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dan harus diperhatikan. Prinsip tersebut terdiri dari 6 prinsip yaitu:

1. Relevansi
Prinsip relevansi memiliki arti bahwa pengembangan kurikulum harus di susun berdasarkan kesesuaian terhadap tuntutan kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kita selalu menemukan kurikulum yang terus berubah seiring dengan perubahan terhadap perkembangan kehidupan yanf begitu cepat. Itu bertujuan agar pendidikan kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.

2. Efektifitas
Prinsip ini dapat diartikan bahwa pengembangan kurikulum harus memperhatikan pada efektifitas dalam mencapai tujuan kurikulum. Ini memengaruhi bagaimana suatu tujuan dapat dicapai dengan cara yang lebih efektif.

3. Efisiensi
Prinsip efisiensi lebih berfokus kepada perbandingan terhadapan tenaga, waktu, dana dan sarana yang dipakai dengan hasil yang akan diperoleh. Maka dari itu sebisa mungkin kurikulum yang disusun harus dapat memberikan efisiensi terhadap komponen diatas (tenaga, waktu, dana dan sarana) tetapi juga mampu mencapai hasil yang sudah ditetapkan.

4. Kontinunitas
Prinsip kontinunitas atau berkelanjutan artinya kurikulum dari berbagai tingkatan seperti tingkatan kelas, tingkatan pendidikan disusun berkesinambungan. pembelajaran yang ada si kelas 2 SD merupakan kelanjutan dari materi yang sudah di sajikan di kelas 1 SD. Begitupun pembelajaran di SMP merupakan kelanjutan dari pembelajaran yang sudah disampaikan di bangku Sekolah Dasar.

5. Fleksibilitas
Prinsik fleksibilitas memungkinkan penyelrngaran pembelajaran berjalan secara fleksibel. Artinya selain terdapat program untuk semua anak (peserta didik), juga terdapat program-program pilihan yang dapat dipilih oleh anak.

6. Integritas
Prinsip integritas artinya program program yang telah disusun hendaknya dapat saling berhubungan dalam rangka mencapai pembentukan kepribadian yang terpadu.


FUNGSi KURIKULUM
Berdasarkan hal hal yang sudah di jelaskan di atas maka kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Kurikulum memiliki fungsi preventif (pencegahan) yaitu menghindarkan guru untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum.

2. Kurikulum memiliki fungsi korektif yaitu sebagai pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pembelajar yang menyimpang dari yang sudah di tuliskan dalam kurikulum.

3. Kurikulum memiliki fungsi konstruktif yaitu memberikan arahan kepada guru tentang arah pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran yang benar.


11/16/17

Cara Supaya Cepat Pintar Tanpa Belajar "Lakukan Ini"


Kamu tidak ingin belajar, tapi kamu Inging tambah pintar? Itu terdengar Konyol.

11/14/17

Syarat Sertifikasi Guru Terbaru Tahun 2017

Syarat Sertifikasi Tahun 2017

Pada pasal satu UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan yang pada intinya guru adalah sebuah profesi profesional. Sebagai guru profesional guru harus memiliki kemampuan dan kualifikasi sebagai guru profesional.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru sebagai guru profesional yaitu kemampuan pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Sementara kualifikasi pendidikan sebagai guru profesional yaitu lulusan sarjana (S1) atau diploma 4 (D-4).

Selain itu syarat sebagai guru profesional ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik. Berdasarkan amat UU tersebut maka dibuatlah program untuk memberikan sertifikat kepada guru yang disebut dengan program sertifikasi pendidik. Sertifikasi pendidik ini dilakukan pertama kali pada tahun 2007.

Pada tahun 2017 kini sertifikasi guru dilakukan. Ada beberapa persyaratan yang harus kita ketahui.


Syarat sertifikasi guru tahun 2017 (sumber : buku pedoman sertifikasi tahun 2017)

1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
2. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
4. Memiliki status sebagai guru tetap (GT) dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap. Bagi GT bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun terakhir berturut-turut pada yayasan yang sama dan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kementerian Hukum HAM.Sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK
pengangkatan sebagai guru honor tetap dengan gaji dari APBD dari pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/ Gubernur)
minimum 2 tahun terakhir berturut-turut.
5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 tahun terakhir (bagi guru yang linier kualifikasi akademik dengan bidang studi sertifikasi melampirkan SK terakhir).
6. Pada tanggal 1 Januari 2018 belum memasuki usia 60 tahun.
7. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015.
8. Sehat jasmani (jiwa dan raga) dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.


Selain syarat syarat di atas penting diketahui bahwa guru yang dapat mengikuti program PLPG tahun 2017 yaitu:
1. Diangkat sebelum 31 Desember 2005 yang telah memiliki kualifikasi S-1/D-IV yang terdaftar di DAPODIK dan AP2SG, memenuhi syarat administrasi, dan telah mengikuti UKG Tahun 2015�.

2. Diangkat sejak 31 Desember 2005 sampai 30 Desember 2015 yang terdaftar pada DAPODIK dan AP2SG serta memenuhi syarat administrasi dan syarat UKG dengan skor minimal 55. �

Demikian informasi tentang sertifikasi melalui program PLPG yang dilaksanakan pada tahun 2017.

Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.


Syarat Mendapatkan NUPTK Baru 2017/2018 bagi Guru PNS dan Non PNS



Lihat File
Download Syarat dan Mekanisme Mendapatkan PTK

NUPTK atau singkatan dari Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah adalah nomor induk bagi seorang guru dan tenaga kependidikan (GTK).

Nomor ini berfungsi sebagai nomor identitas yang resmi bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai identifikasi dalam mengikuti berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan.

NUPTK diberikan kepada guru guru baik itu guru PNS maupun guru Non PNS yang dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh surat Jendral GTK.


Contoh NUPTK

NUPTK ini memilik atau terdiri atas 16 digit angka yang memiliki sifat unik dan tetap. Artinya bahwa setiap guru tidak ada yang memiliki NUPTK sama. NUPTK bersifat tetap berarti NUPTK dari guru tidak akan berubah meskipun guru tersebut berpindah lokasi kerja (misal sekolah), mengalami perubahan status kepegawaian, dan perubahan data lainnya.


Mekanisme mendapatkan NUPTK

Cara mendapatkan NUPTK

Untuk mendapatkan NUPTK guru harus menginput data dan memastikan bahwa data yang di input sudah benar, lengkap dan valid sesuai dengan kondisi yang sebenarnya ke dalam dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas.

Data yang dinput tersebut selanjutnya akan di verifikasi dan validasi (verval) oleh pusat data dan statistik pendidikan dan kebudayan (Kemendikbud).

Bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum memiliki NUPTK maka akan diusulkan oleh sekolah Induk ke Dinas Kabupaten atau Kota melalui sistem aplikasi Verval GTK untuk diverivikasi oleh Dijen GTK.

Jika varivikasi dinyatakan lulus maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK untuk Guru tersebut.

Referensi : http://gtk.data.kemdikbud.go.id/Home/Definisi


Syarat Mendapatkan NUPTK bagi Guru PNS/CPNS
1. KTP
2. SK Pengangkatan PNS/CPNS asli bukan fotocopy
3. SK Penugasan
4. Ijazah SD
5. Ijazah SMP
6. Ijazah SMA
7. Ijazah S1

Syarat mendapatkan NUPTK bagi guru Non PNS
1. KTP
2. SK Bupati/Walikota/Gubernur
3. SK Tugas dari atasan langsung
4. Ijazah SD
5. Ijazah SMP
6. Ijazah SMA
7. Ijazah S1


Syarat secara lebih lengkap

Cara mendapatkan NUPTK Tahun 2017/2018
Berikut ini hal hal yang harus dilakukan:
1. Pastikan untuk melengkapi berkas-berkas syarat yang ada di atas. Jika sudah lengkap maka masuk ke situs resmi verbal PTK di http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id

2. Masukan username dan pasword login ke Dapodik yang sudah terdaftar pada SDM Kemendikbud

3. Pilih menu "NUPTK" dan pilih "calon penerima NUPTK" maka akan muncul nama nama guru yang akan dan dapat di daftarkan sebagai colon penerima NUPTK tahun 2017/2018.

4. Klik nama yang akan di daftarkan dan upload dokumen-dokumen yang telah disiapkan pada bagian kiri atas.

5. Sebelum meng-upload dokumen syarat penerima NUPTK pastikan dokumen tersebut sudah di scan dan diubah dalam format pdf.

6. Upload dokumen sesuai dengan nama nama file yang di syaratkan untuk di upload.

7. Terakhir pilih "upload dokumen" pada bagian bawah.

8. Selesai

Tunggu verivikasi dan validasi dari kabupaten. Jika hasil verval dari kabupaten disetujui maka besar kemungkinan NUPTK akan di peroleh oleh guru atau tenaga kependidikan.
 


Cara mengingat lebih mudah : Menyimpan 90% informasi dari apa yang dipelajari

Cara mudah mengingat

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana kamu dapat menyimpan 90% dari apa yang kamu pelajari.

Apakah kamu berharap belajar lebih cepat?

Setiap orang tentu ingin belajar lebih cepat. Menghabiskan lebih sedikit waktu dan memperoleh banyak pengetahuan dan kemampuan. Tidak perduli belajar matematika, fisika, biologi, bahasa asing, keterampilan bermain bola basket dan apapun itu. Kita ingin bisa belajar lebih cepat.

But . . . .? 😪

Pada kenyataannya kita menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari hal hal tertentu.

Kurang efektif, kurang efisien. Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk belajar sesuatu.
Tapi itu wajar, itulah manusia.

Saya akan menganalogikan bagaimana manusia belajar.


"seperti air dan ember"

Anda diminta untuk mengisi ari pada ember hingga penuh. Mengisi ember untuk menjadi penuh itu mudah jika ember tersebut tidak berlobang. Jika air sudah sampai pada batas atas ember maka air sudah dapat dikatakan penuh.

Namun jika ember yang digunakan untuk mengisi air berlubang maka akan ada ekstra kesulitan yang diperoleh.


Dalam belajar nyatanya kita sering kali menjadi ember yang berlubang. Berbagai macam informasi yang kita pelajari nyatanya hanya sebagian kecil yang dapat disimpan dalam otak kita. Sementara sebagian lainnya kembali keluar dan terlupakan.

Analogi diatas sepertinya terdengar aneh dan cendrung negatif. Tapi itulah manusia, itulah otak kita yang di desain tidak untuk menyimpan setiap informasi, fakta pengetahuan, dan pengalaman.


Jadi Bagaimana Cara Menyimpan 90% dari yang kamu pelajari?

Sebuah hasil penelitian pengembangan d yang di terbitkan oleh NTL Institut di Bethel - Maine menjelaskan cara manusia belajar dalam sebuah bentuk piramida belajar.

Hasil penelitian ini secara tegas menjelaskan bagaimana manusia mengingat hal hal yang ia pelajari.
Di dalam disebutkan bahwa manusia akan memperoleh :
5% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan mendengarkan ceramah, nasehat seperti ceramah dosen di kampus.

10% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan cara membaca seperti membaca buku, artikel, jurnal dan lain sebagainya.

20% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan cara audio-visual atau mendengar dan melihat. Seperti menonton tayangan videp.

30% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan cara melihat demonstrasi.

50% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan cara berdiskusi.

75% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan melakukan.

90% dari apa yang ia pelajari, jika ia belajar dengan mengajari yang lainnya. Itu berarti dia menerapkan apa yang sebelumnya telah ia pelajari dan mengajarkannya kepada yang lainnya.


Piramida di atas menunjukan bagaimana prosentase hasil belajar yang akan kita serap dengan menggunakan metode pembelajaran tertentu.

Jadi sejauh ini, cara belajar seperti apakah yang sudah kamu lakukan?

Mendengarkan ceramah, membaca buku, menonton video, diskusi, melakukan secara langsung atau mengajarkan apa yang telah kamu pelajari?

Inti dari informasi di atas adalah kamu akan membutuhkan waktu yang lebih lama dengan energi yang lebih besar untuk mempelajari sesuatu jika kamu belajar dengan cara cara yang pasif.

Akan menjadi lebih mudah jika kamu belajar dengan menggunakan metode "delivery" menyampaikan, melakukan, seperti diskusi, praktik dan memberitahukan kembali. Akan mendorong otak untuk lebih banyak menyimpan apa yang telah kamu pelajari.

Jadi cara untuk menyimpan 90% dari apa yang kita pelajari adalah . . .Ya ajarkan apa yang telah kamu pelajari miliki pada orang lain.

Itu berarti :
1. Jika kamu ingin mahir berbicara bahasa asing misal inggris, akan lebih baik belajar dengan praktik langsung dengan pembicara asli dibandingkan menonton video youtube.

2. Jika kamu ingin belajar membentuk tubuh akan lebih baik berlatih secara langsung dibandingkan membaca artikel cara membentuk tubuh.

3. Jika kamu ingin belajar mencinti maka lebih baik kami . . . . (bagian ini saya tidak tau jawabannya)


Demikian artikel tentang bagaimana dapat menyimpang 90% informasi dari apa yang kita pelajari.

Semoga dapat membantu pembeca dalam mempelajari sesuatu hal dengan lebih mudah.

Don't forget to always share our articles if you think these importent and give benefit to other.

Thank you


11/13/17

11 Tips Manajemen Perilaku Siswa di Dalam Kelas

11 Tips Mengatur Perilaku Siswa

Tingkah laku siswa adalah tantangan yang harus di hadapi oleh setiap guru baru.

Guru baru akan menghadapi berbagai macam tingkah laku dari siswa di depannya. Beberapa siswa tampil dengan sikap manis, ada juga yang manja, dan sebagian membuat sikap sikap yang dapat menjengkelkan bagi seorang guru baru. Dalam 1 tahun pertama seorang guru baru akan mencoba untuk menemukan cara terbaik dalam mengatur pola perilaku dari siswanya. Melalui discovery (mencoba menemukan), trial and error, serta diskusi dengan guru guru senior guru dapat menemukan secara bertahap cara untuk mengatur perilaku siswa.

Jadi bagi guru baru sembari menunggu utuk menemukan ide ide yang tepat untuk digunakan sebagai cara mengatur perilaku siswa. Saya akan bagikan beberapa tips yang mungkin sesuai dan dapat digunakan untuk mengatur perilaku anak didik anda. Tips ini bertujuan untuk membantu guru baru dalam menemukan cara mengatur perilaku siswa.

Ada 10 tips untuk mengelola kelas, berikut ini penjelasannya.


Lakulan pemanasan

1. Melakukan aktifitas fisik diawal pembelajaran

Nyatanya aktifitas fisik tidak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan saja. Melakukan aktfitas gerak dapat meningkatkan mental siswa dalam belajar di kelas.

Aktifitas fisik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya yaitu dengan mengambil beberapa musik di youtube, kemudian nyalakan di dalam kelas dan akak siswa menari bersama-sama. Dengan musik itu anak anak dipandu guru dapat melakukan berapa seperti perenggangan tubuh atau pemanasan.


Jangan sampai dikontrol siswa

2. Jangan biarkan siswa mengkontrol mu
Jika siswa melakukan hal hal yang diluar kendali. Jangan sampai kamu terpancing dari apa yang mereka lakukan seperti kamu memperlihatkan emosi mu di depan mereka. Itu berarti mereka berhasil mengkontrol perilakumu.

Ambil nafas dalam-dalam dan berikan kesempatan otak untuk berfikir dengan logika yang tepat. Sekarang coba lihat dirimu sendiri, ketika kamu melihat seorang guru yang marah marah tak terkendali kepada muridnya, nasihat apa yang akan kamu berikan kepada guru tersebut?


Berikan Hadiah

3. Memberikan Hadiah
Tunjukan kepada mereka bahwa kamu peduli dan kamu merupakan guru yang hangat. Memberikan hadiah untuk setiap perilaku baik atau prestasi dari siswa merupakan tindakan yang dapat membuat siswa merasa di hargai atas hasil kerjanya.

Perasaan dihargai oleh guru, membuat siswa juga akan menghargai kepada gurunya. Hadih seperti apa yang dapat diberikan kepada siswa. Sejatinya apapun hadiahnya tidak masalah kembali pada kemampuan guru memberikan hadiah. Hadiah juga tidak melulu berupa barang, dapat berupa kegiatan seperti : siswa mendapatkan hadiah menjadi pemimpin kelas selama 1 minggu dimana siswa dapat memimpin siswa lain membuat program program kelas.

Untuk membuat pemberian hadiah menarik. Guru dapat dengan kreatif membuat kota yang berisi berbagai macam tulisan hadiah. Kemudian dengan acak siswa akan mengambil bentuk bentuk hadiah yang sudah dipersiapkan.

Learning atau belajar menjadi menyenangkan.


Berbicara dengan Tenang

4. Berbicara dengan tenang
Ketika kamu menemui siswa yang berbicara dengan keras-keras dan mengganggu kelas. Maka kamu harus menghadapinya dengan tenang. Berbicaralah kepada dia dengan lembut. Bisikan kata bahwa kamu ingin dia mendengarmu.

Itu lebih baik dari pada kamu secara kasar menghentikan dia berbicara. Ingat kamu adalah guru yang akan di contoh. Ketika kamu menghormati muridmu, muridmu akan menghormati kamu juga.


5. Kotak Surat Perasaan
Meskipun kamu adalah seorang guru yang hangat, yang dicintai oleh setiap murid. Bukan berarti kamu tidak pernah sama sekali membuat kesalahan, bukan berarti kamu tidak pernah membuat mereka kecewa.

Ketika kekecewaan tersebut tidak segera di atasi maka akan berdampak tidak baik. Namun masalahnya sering siswa tidak mau atau malu untuk menyampaikan rasa kecewanya terhadap guru sehingga guru tidak tau solusi apa yang harus diberikan.

Kotak surat perasaan dapat menjadi salah satu ide terbaik untuk mengumpulkan perasaan siswa.

Idenya yaitu setiap 1 minggu sekali siswa menuliskan perasaannya dalam selembar kertas yang dimasukkan dalam kotak perasaan. Guru dapat membaca surat surat tersebut dan menemukan masalah jika memang ada.


6. Pengulangan
Pengulangan . . . pengulangan . . . pengulangan . . . dan pengulangan.
Ketika kamu menemui siswa kamu tidak mendengarkan apa yang kamu sampaikan maka lakukanlah pengulangan dan pengulangan sampai dia menyadari bahwa ada yang salah dengan kelas ini.


Tulis Hapus Tulis Hapus

7. Tulis dan Hapus . . Tulis dan Hapus
Ketika kamu menemukan bahwa muridmu berbicara dengan keras di dalam kelas. Dan itu mengganggu ruangan belar di kelas.

Kamu dapat memperoleh perhatian mereka dengan melakukan tindakan tulis dan hapus (write and erase).

Bagaimana melakukannya?
Ketika siswamu berbicara tanpa terkontrol pindah lah menuju papan tulis, kemudian tuliskan kata pengunjuk yang ingin kamu sampaikan seperti "kerjakan" hapus, "soal" hapus, "matematika"  hapus, "halaman" hapus, "12" hapus.

Dengan begitu mereka akan berhenti berbicara melihat kearah guru, menebak kode apa yang disampaikan guru. Dan berikan hadiah kepada anak anak yang mengetahui apa instruksi yang kamu berikan.


8. Menghentikan Otak
Jika kamu merasa bahwa muridmu mulai kehilangan fokus dalam belajar. Bisa jadi kamu membutuhkan penghentian kinerja otak sementara (relaksasi).

"Stop to learn" berhenti belajar dan lakukan relaksasi untuk beberapa saat. Bisa dengan mendengarkan musik atau diskusi ringan. Aktifitas ini merupakan aktifitas yang sempurna untuk membuat anak kembali bersemangat dalam belajar.


Daftar Perilaku

9. Membuat Daftar Perilaku yang Diharapkan Dari Siswa.
Dafta perilaku siswa yang diharapkan dan di tempelkan dalam bentuk poster di kelas adalah alat yanf efektif untuk mengenalkan perilaku yang di idamkan.

Ajak anak anak untuk menemukan perilaku yang diharapkan hadir di dalam kelas. Ajak mereka untuk membuat posternya dan ajak mereka untuk menempel dan terakhir mengimplementasikan sikap sikap apa yang telah mereka buat.


10. Keep Calm
Tidak perduli apapun yang terjadi. Sangat penting untuk membuat mereka merasa nyaman belajar di lingkungannya.

Buat mereka merasa aman belajar. Karena mereka berada di kelaa bersama orang dewasa yang mampu mengatasi masalah apapun dalam situasi apapun.

11. Tidak Berbohong
Ini penting untuk menjaga kredibilatasmu sebagai seorang guru. Suatu ketika kamu mengatakan "jika ada anak berbicara saat saya sedang menjelaskan, maka anak itu harus keluar kelas" dan kemudian ada anak yang berbicara dan kamu tidak mengeluarkannya dari kelas. Maka itu buruk untuk kredibilitas mu dimata mereka.


Thats all is our tips to teachers. I hope these can help teacher to manage their class be better. Make you had authority in your class.

Thanks u very much for all your read. And the last please share these article if yoi think its good.


Terakhir kamu dapat melihat hasil penelitian tentang cara untuk "mengatur" perilaku kelas dengan klik lini di bawah ini.
 download hasil penelitian "behavior management" 


8 Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dikuasai Guru Lengkap!!

Keterampilan Dasar Mengajar Guru

Dalam proses pembelajaran guru memegang peran yang sangat penting.
Beberapa pendapat mengakatan guru merupakan kunci kesuksesan dari proses pembelajaran.

8 keterampilan dasar mengajar
8 keterampilan dasar mengajar