Showing posts with label Penelitian Kualitatif. Show all posts
Showing posts with label Penelitian Kualitatif. Show all posts

10/1/17

Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal, Surat Kabar dan Makalah

Karyatulisku.com - Daftar pustaka berasal dari dua kata, yaitu kata Daftar yang memiliki arti catatan dan pustaka yang berarti kitab atau buku. Dari dua kata tersebut maka, daftar pustaka ialah catatan dari buku atau kitab.
Contoh Daftar Pustaka
Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sebuah catatan yang ditulis diakhir bagian karya ilmiah yang mencantumkan semisal nama pengarang, tahun terbit, judul buku, kota diterbitkannya buku dan nama penerbit (dari buku yang menjadi rujukan)

Daftar pustaka ditulis oleh seseorang yang menulis karya tulis ilmiah. Digunakan untuk menyebutkan buku-buku yang menjadi referensi atau rujukan penulis karya ilmiah.

Jadi setiap kita mengutip teori, pernyataan, pengertian, data, grafik dan lain sebagainya yang bersumber dari buku atau koran, makalah, majalah, intenet atau sumberlainnya. Kita wajib untuk menuliskannya dalam daftar pustaka. Meskipun hanya satu klimat yang  kita rujuk, atau bahkan satu paragraf. Kita harus meuliskan dalam daftar pustaka.

Dalam menulis sebuah daftar pustaka biasanya kita akan menuliskannya, pada halaman tersendiri di akhir karya tulis kita.

Pada halaman terakhir tersebut kita menuliskan judul 'Daftar Pustaka' kemudian dibawahnya ditulis daftar pustaka dari referensi buku atau sumber lain yang kita gunakan.
Seperti berikut ini.
Contoh Daftar Pustaka Buku
Contoh Daftar Pustaka Buku

Bagaimana Cara Menulis Daftar Pustaka?

Perhatikan Hal-Hal Penting Ini

Dalam membuat daftar pustaka biasanya terdapat format aturan baku. Namun aturan-aturan tersebut tidaklah mengikat. Beberapa aturan yang ada dalam penulisan daftar pustaka dianataranya yaitu:

  1. Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad, jadi diurutkan mulai dari abjad A-Z. 
  2. Dalam menyusun daftar pustaka, tidak perlu ditambahkan nomor urut 1, 2, atau 3 dan juga huruf. Cukup langsung dituliskan daftar pustaka masing-masing buku.
  3. Jarak untuk penulisan antar daftar pustaka satu buku dengan buku lainnya menggunakan "ENTER"
  4. Judul pada daftar pustaka dibuat italic (miring)
Bagian Judul DIbuat Italic/Miring
Bagian Judul DIbuat Italic/Miring



Perhatikan Urutan Penulisan Daftar Pustaka

Dalam penulisan daftar pustaka, kita harus menuliskan komponen daftar pustaka dengan urut. Urutan penulisan daftar pustaka, umumnya terdiri dari 5 komponen, namun juga terkadang ada yang lebih. Pada dasarnya terdiri atas

  1. Nama Pengarang
  2. Tahun Terbit
  3. Judul Penelitian
  4. Kota Pnerbitan Buku
  5. Nama Penerbit
Perhatikan Aturan Penulisan Daftar Pustaka


Pada saat kita akan menulis daftar pustaka, kita sudah harus tau bagaimana menulis nama pengarang, bagaimana menulis nama pengarang jika ada dua atau lebih, bagaimana jika nama pengarangnya memeiliki gelar, dan sebagainya. Untuk itu penulisan daftar pustaka harus memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut:

1. Cara menuliskan nama pengarang buku

  • Tuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, diikuti oleh nama depan atau bisa menulis inisial nama depan, dan jika namanya terdiri dari 3 kata. Maka dituliskan nama belakang, diikuti inisial nama depan dan inisial nama tengah.
  • Jika terdapat dua penulis, pisahkan kedua nama penulis tersebut dengan tanda "&" (dan).
  • Jika terdapat lebih dari dua nama penulis, maka tuliskan nama pengarang awalnya saja, dan dilanjutkan dengan menuliskan "dkk".
  • Atau jika terdapat lebih dari dua nama penulis, kita juga dapat  memisahkan nama-nama penulis tersebut dengan tanda koma, kecuali dua nama belakang pisahkan dengan tanda "&".
Contoh :
  • Hidayat, Taufik.
  • Hidayat, T & Fauzi, A.
  • Hidayat, T, dkk.
  • Hidayat, T, Fauzi, A, & Yariz, C.

2. Cara menuliskan Tahun Terbit
  • Tahun terbit ditulis setelah nama penulis buku (setelah tanda titik)
  • Tahun terbit dituliskan dalam bentuk bilangan angka (diakhiri tanda titik)
  • Ada juga pedoman yang menyampaikan bahwa tahun ditulis didalam tanda kurung
Contoh :
  • Hidayat, Taufik. 2017.
  • Hidyata, Taufik. (2017). 

3. Cara Menulis Judul Buku

  • Judul ditulis miring
  • Hanya huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dalam bentuk huruf kapital (besar), kecuali kata sambung.
  • Jika pada judul terdapat sub judul, maka pisahkan dengan tanda titik dua ":"
Contoh
  • Hidayat, Taufik. 2017. Perkembangan Anak : Belajar Memahami Karateristik dan Jiwa Anak
4. Cara Menuliskan Tempat dan Penerbit
  • Nama tempat penerbit dituliskan lebih dahulu diikuti nama penerbit
  • Tempat penerbit dan nama penerbit dipisahkan dengan tanda titik dua ":"
Contoh
  • Hidayat, Taufik. 2017. Perkembangan Anak : Belajar Memahami Karateristik dan Jiwa Anak. Semarang : Semarang Post
Jadi itulah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam membuat atau menyusun daftar pustaka.

Referensi daftar pustaka dapat kita peroleh dari berbagai macam sumber.

Kita dapat memperoleh referensi dari buku, majalah, buletin, jurnal, surat kabar, artiel internet, dan kamus. 

Cara penulisan daftar putaka pada setiap referensi tersebut berbeda-beda, meskipun tata cara penulisannya tidak jauh beda dengan apa yang sudah dijelaskan di atas. 

Maka untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh-contoh berikut ini!

Contoh Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka Buku
Contoh Daftar Pustaka Buku

A. Daftar Pustaka Buku

Cara menulis daftar pustaka buku yaitu dengan memperhatikan komponen-komponen daftar pustaka terlebih dahulu. Dalam menulis daftar pustaka buku, komponen yang harus ada pada daftar pustaka tersebut adalah

  1. Nama pengarang (ditulis terbalik, perhatikan cara menulisnya pada penjelasan di atas)
  2. Tahun Terbit
  3. Judul Buku (ditulis dengan miring)
  4. Lokasi Terbit
  5. Nama Penerbit

1. Contoh daftar pustaka buku satu pengarang

  • Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rinika Cipta.
  • Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Depok: PT Rajagrafindo Persada
  • Daryanto. 2013. Media Pembelajaran Perannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: GAVA MEDIA

2. Contoh daftar pustaka buku, penulisan dengan dua, tiga atau lebih pengarang

  • Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. 2011. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset
  • Hidayat, Taufik, dkk. Pendidikan Mental dan Spiritual. Semarang : Sinar Baru Algensindo Offset

3. Contoh daftar pustaka buku, penulisan daftar putaka tanpa pengarang

  • Kemendikbud. 1995. Budaya Belajar Sekolah Indonesia. Jakarta: Jakarta Reader

4. Contoh daftar pustaka buku terjemahan, saduran atau suntingan

  • Huda, Alam. 2016. Sejarah Dunia Kelam. Demak: Demakindo


B. Penulisan Daftar Pustaka Dari Majalah
Dalam menuliskan daftar pustaka majalah, komponen yang harus ada di dalam daftar pustaka adalah

  1. Nama Penulis
  2. Tahun
  3. Judul "Artikel"
  4. Nama Majalah
  5. Nomor Edisi
  6. Tanggal Penerbitan
Contoh daftar pustaka majalah:
  • Hidayat, Taufik. 2017. Mutu Tim Mahesajenar. Suara PSIS. Edisi IX. (18 Oktober 2017)


C. Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Buletin
Komponen penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buletin dan jurnal yaitu sama, dimana komponen-komponennya  terdiri dari:

  1. Nama penulis
  2. Tahun 
  3. Judul Artikel
  4. Nama Buletin
  5. Nomor Edisi/Volume
  6. Halaman
Contoh daftar pustaka jurnal dan buletin
  • Mikael, Jonas. 2018. Upaya Meningkatkan Pendapatan Perkapita Suatu Negara. Prisma. Vol 1 :20-25.
  • Dodi, Iswanto. 2017. Benang Merah Kematian Munir. Jakpos. Vol 21: 2-7.


D. Penulisan Daftar Pustaka dari Surat Kabar atau Koran
Saat menulis daftar pustaka pada surat kabar, komponen-komponen yang harus ada adalah:

  1. Nama Penulis
  2. Tahun
  3. Judul Artikel
  4. Nama Surat Kabar
  5. Tanggal Terbit
  6. Halaman
Contoh daftar pustaka koran
  • Bona, Ndaru. 2013. Terkuaknya Skandal PSSI Sepak Bola Gajah. SUARA MERDEKO. 25 Januari. Hal. 20 
  • Nona, Fara. 2015. Bisingnya Kota Semarang. TRIBUN JATI. 12 Oktober. Hal 13.


F. Penulisan Daftar Pustaka Artikel Internet
Komponen yang harus ada dalam penulisan daftar pustaka yang bersumber dari internet atau artikel internet yaitu:
  1. Nama Penulis
  2. Tahun
  3. Judul Artikel
  4. Diambil dari mana (alamat urlnya)
  5. Tanggal Pengambilan Referensi
Contoh daftar pustaka dari internet
  • Hidayat, Taufik. 2017. Pengertian Variabel dan Contohnya. Diambil dari http://www.karyatulisku.com/2017/10/pengertian-variabel-dan-contohnya.html. (1 Oktober 2017)
  • Usman, Hasan. 2017. Media Belajar Terbaik. www.karyatulisku.com/meida-belajar-terbaik.html. Diakses pada 1 Oktober 2017.
G. Daftar Pustaka Skripsi
Bagaimanakah cara penulisan daftar pustaka dari skripsi. Sebenarnya sama saja dengan yang lainnya. Perhatikan kompnen berikut ini:
  1. Nama Penulis
  2. Tahun
  3. Judul Skripsi (Ditulis Miring)
  4. Nama Prodi
  5. Nama Fakultas
  6. Nama Universitas
Contoh penulisan daftar pustaka dari skripsi
  • Hidayat, Taufik. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran E-Comic Integratif. PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI SEmarang.

Demikian Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal dan Sumber Lainnya.

Semoga dapat membantu pembaca untuk lebih memahami cara membuat daftar pustaka.

Sumber :

https://id.wikihow.com/Menulis-Daftar-Pustaka-dari-Artikel-Koran

https://kbbi.web.id/daftar-pustaka

http://www.rumpunnektar.com/2013/09/pedoman-penulisan-daftar-pustaka-yang.html

http://www.muslimedianews.com/2016/02/cara-penulisan-dan-contoh-daftar.html

BACA JUGA

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi

Contoh Kata Pengantar dalam Makalah, Laporan Praktikum, Penelitian dan Skripsi

Cara Membuat Daftar Isi Manual dan Otomatis Pada Ms. Word Lengkap Dengan Contoh Daftar Isi

Cara Membuat Judul Penelitian Kuantitatif yang Baik dan Benar (Contoh Judul Penelitian Kuantitatif)

Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal, Surat Kabar dan Makalah

Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi (Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif dan Hipotesis Asosiatif)

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif : Wawancara, Angket, dan Observasi 100% LENGKAP

Cara membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Langkah-Langkah menghitung Validitas Soal Pilihan Ganda Dengan Excel

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Cara Membuat Judul Karya ilmiah, Proposal, Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, penelitian, atau KTI


Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

PENGERTIAN VARIABEL DAN CONTOHNYA

Variabel merupakan objek atau fokus dalam penelitian. Kurang lebih itulah yang kita dapatkan jika kita mencari definisi dari variabel pada wikipedia (1 Oktober 2017).

Variabel adalah sesuatu yang dapat berubah; faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan (KBBI Kemendikbud Online)

Jadi variable itu sebenarnya apa?
Untuk lebih mudah dicerna dan dipahami, saya akan mengatakan bahwa variabel itu pada dasarnya adalah apa (hal-hal) yang dicari/diamati/diteliti dalam penelitian.

Hampir sama seperti yang dituliskan pada KBBI, Variabel juga dapat disebut sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diselidiki dalam penelitian.

Jika penjelasan diatas dirasa masih belum jelas, perhatikan penjelasan pengertian variabel menurut para ahli.
Pengertian Variabel
Pengertian Variabel


Pengertian Variabel Menurut Para Ahli

Sugiyono (2009 : 38) menjelaskan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.

Hatch dan Farhady (1982) dalam Sugiyono menyampaikan bahwa secara teoritis definisi dari variabel adalah atribut seseorang, atau objek yang mempunyai 'variasi' antara satu orang dengan lainnya atau satu objek dengan objek lainnya.

Yang dimaksud atribut disini misalnya adalah tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, kedisiplinan, motiv, dll. (atribut untuk seseorang). Sementara berat, ukuran, bentuk, warna, (merupakan atribut objek).

Kerlingger (1973) dikutip oleh Sugiyono menyatakan bahwa variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari.

Soegeng (2007) menjelaskan bahwa variabel adalah hal yang diselidiki dalam penelitian.

Dari pengertian-pengertian diatas, sejatinya kita dapat menyimpulkan bahwa variabel adalah suatu atribut atau nilai dari seseorang atau objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk diselediki dalam penelitian.

Agar kita lebih paham dengan variabel, perhatikan contoh dibawah ini

Contoh Variabel

variabel adalah atribut atau sifat yang memiliki variasi
  1. kata 'badan' (bukan variabel), sementara 'tinggi badan' (variabel) hal ini karena berat badan satu orang dengan orang lainnya berbeda (memiliki variasi)
  2. kata 'kecerdasan' (bukan variabel, namun 'tingkat kecerdasan' (variabel).
  3. kata 'siswa' (bukan variabel) namun 'motivasi siswa' (variabel)
variabel adalah sifat yang akan dipelajari
  1. apresiasi
  2. penghasilan
  3. pendidikan
  4. status sosial
  5. jenis kelami
  6. golongan gaji
  7. produktivitas kerja
Dari kedua contoh diatas maka yang dikatan dengan variabel adalah nilai yang memiliki variasi.
Jelas bukan, jika masih belum jelas. Maka silahkan lanjutkan membaca sampai bawah.

Jenis-jenis variabel

Ada beberapa jenis variabel dalam sebuah penelitian. Untuk memudahkan kita memahami kita akan golongkan jenis variabel kedalam 2 golongan yaitu, jenis variabel berdasarkan fungsinya dan jenis variabel berdasarkan klasifikasi variabelnya.

1. Berdasarkan fungsi dan penerapannya

Berdasarkan fungsinya ada 4 jenis variabel, variabel tersebut adalah variabel bebas, variabel tergantung, variabel kontrol dan variabel moderat

a. Variabel Bebas (Variabel Independen)
Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab-perubahannya atau timbulnya variabel dependent.

Dalam penelitian variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent, variabel pengaruh, variabel perlakuan, variabel treatment dan variabel risiko.
Dinamakan sedemikian rupa karena variabel ini adalah variabel yang bebas (ia tidak dipengaruhi variabel lain) sebaliknya disebut sebagai variabel pengaruh karena variabel ini mempengaruhi variabel lainnya.

Contoh :

1) Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar
Variabel bebas adalah : motivasi belajar, hal tersebut karena motivasi belajar adalah variabel yang kan mempengaruhi hasil belajar.

2) Pengaruh sholat jumat dengan kegantengan lelaki
Variabel bebas adalah : Sholat Jum'at, hal ini karena sholat jumat merupakan variabel yang akan diteliti apakah mempengaruhi kegantengan lelaki.


b. Variabel Tergantung (Variabel Dependen)
Variabel dependen ini adalah kebalikannya dari variabel independen. Jika variabel indipenden adalah variabel yang mempengaruhi, maka variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi.

Variabel dependen sering juga disebut sebagai variabel hasil, akibat, ataunjuga variabel tanggapan dan juga variabel jawaban. Selain disebut seperti itu variabel tergantung juga populer dengan variabel terikat.

Menurut Sugiyono (2009) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena variabel ini dipengaruhi dan terikat oleh variabel bebas.

Contoh :

1) Komitmen Kerja (Variabel Bebas/Independen) ⇾ Produktivitas Kerja (Variabel Terikat /Tergantung /Dependen)

2) Pemberian PR (Variabel Bebas) ⇾ hasil Belajar Siswa (Variabel Terikat)

c. Variabel Moderator
Menurut Sugiyono (2009) Variabel Moderator merupakan variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemaha) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.
untuk lebih memperjelas pemahaman tentang variabel moderator perhatikan contoh berikut.

Contoh

1) Hubungan suami dan itri akan semakin kuat bila memiliki anak, dan akan semaikin renggang bila pihak ketiga mencampuri.

'anak' adalah variabel moderator yang memperkuat
'pihak ketiga' adalah variabel moderator yang memperlemah

2) Hubungan semangat belajar dan hasil belajar siswa akan meningkat jika guru mampu menciptakan iklim kelas yang meyenangkan, namun akan menuruh jika guru tidak mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan.

'guru mampu menciptakan iklim yang menyenangkan' adalah variabel moderator yang memperkuat
'guru tidak mampu menciptakan ikli, yang menyenangkan adalah variabel moderator yang memperlemah.

d. Variabel Kontrol
Variabel kontrol juga disebut sebagai variabel kendali. Menurut Sugeng (2007) disebut sebagai variabel kendali karena variebl kontrol adalah variabel yang perlu dikontrol, dipertahankan tetap, atau diacak sedemikian rupa sehingga pengaruh mereka dinetralisir, dikeluarkan atau disamakan bagi semua kondisi.

Contoh :
Seorang peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri.
atau : Perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri
Maka diperlukan variabel kontrol seperti : usia, kelas siswa, pada materi belajar apa, hal ini untuk mempermudah menentukan perbedaanya dan berfokus pada hasil belajar saja.

2.  Berdasarkan klasifikasi variabelnya

Pengklasifikasian kedua adalah mengklasifikasikan jenis variable berdasarkan bentuk isi materi. Variabel ini ada 4 jenis yaitu variabel nominal, ordinal, interval dan variabel ratio. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

a. Variabel Nominal
Variabel nominal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan proses penggolongan yang bersifat deskrit (saling pilah). Jadi variabel ini digunakan untuk membedakan bentuk data-data individual kedalam bentuk kategori.

Contoh Variabel Nominal
Jenis kelamin (pria dan wanita), jenis pekerjaan (pekerjaan kasar dan pekerkaan halus), status pernikahan (kawin dan beluum kawin), jenis buku perpustakaan, nama benua untuk negara, dsb.

b. Variabel Ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan jenjang, urutan atau ranking. Jadi sebenarnya variabel ordinal itu sama dengan variabel nominal, yaitu mengkategorikan data data individual. Hanya saja pada variabel ordinal datanya dapat diurutkan datanya.

Contoh Variabel Ordinal
1) Urutan Kelompok Kota dengan kepadatan tertinggi (Kelompok Kota di Provinsi Jawa Tengah Nomor 1, Kelompok Kota Propinsi DKI Jakarta Nomor 2, dan seterusnya.

2) Rangking Kelompok Siswa Kelas 6 SD (Kelompok C ranking 1, Kelompok B rangking 2, Kelompok D rangking 3, Kelompok A ranking 4)
dll.

c. Variabel Interval
Variabel interval yaitu variabel yang tersusun dalam bentuk Interval. Interval yaitu kelompok bertingkat dengan jarak tertentu. Sementara menurut Nadira variabel interval adalah variabel yang digunakan untuk mengurutkan data, hanya saja pada interval variabel, beda satu data dengan data selanjutnya sama dan memiliki arti/bisa di ukur (meaningfull).

Lebih lanjut Nadira menyampaikan bangwa angka (o) tidak dapat mewakili angka tersebut. Maksudnya bahwa angka nol bukan berarti nilainya 0.

Contoh Variabel Interval
1) Nilai belajar siswa "x" bukan berarti nilai "x" siswa siswa tidak bisa matematika sama sekali
2) Suhu udara mencapai '0 drajat' bilai '0 drajat' bukan berarti tidak ada suhu sama sekali. Melainkan masih tetap aa suhu udaranya.


d. Variabel Ratio
Variabel ratio adalah variabel dalam bentuk mirip dengan variabel interval (memiliki data interval), yang membedakan adalah bahwa pada variabel Ratio dia memiliki data nol mutlak. Artinya bahwa nilai 0 berati 0 mutlak.

Contoh :
1) Populasi di Desa Doreng adalah '0' maka di desa tersebut benar-benar '0' mutlak atau tidak ada populasi sama sekali.

Contoh Variabel Dalam Penelitian

1. Contoh Hubungan Variabel Independen, Dependen dan Moderator
Contoh di bawah ini adalah contoh bahwa perilaku suami mempengaruhi perilaku istri.Perilaku istri juga dipengaruhi jumlah anak. Jumlah anak berperan sebagai variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan perilaku suami terhadap perilaku istri. Lihat gamabr di bawah ini.

Sementara pada contoh lain, menjelaskan bahwa motivasi kerja mempengaruhi produktivitas kerja. Namun hubungan keduanya juga dipengaruhi oleh pimpinan. Hubungan akan meningkat jika pimpinan mampu untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif sebalaiknya pimpinan juga dapat memperlemah hubungan keduanya jika pimpinan tidak mampu mewujudkan suasana kerja yang kondusif.
2. Contoh Hubungan Variabel Independen, Dependen dan Kontrol
Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan keterampilan berpidato dari dua sekolah yaitu SD Swasta dan SD Negeri. Maka sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti harus menentukan variabel kontrol terlebih dahulu agar data anatara SD Negeri dan Swasta adlaah data yang sama. Seperti menentukan kelas siswa yang sama,tempat pengambilan data yang diusahakan smaa atau mirip, naskah pidato yang sama, dll.


Demikian penjelasan kita tentang Variabel dan COntohnya semoga membantu para pembaca untuk lebih memahami tentang variabel dalam penelitian. Jika ada pertanyaan silahkan tuangkan pertanyaan teman-teman dlaam kolom komentar di bawah ini.


SUMBER :
Sugeng, A.Y. 2007. Dasar-Dasar Penelitian. IKIP PGRI Semarang PRESS : Semarang
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Alfabeta : Bandung
https://nadiar.id/empat-variabel-statistik-nominal-ordinal-interval-dan-ratio/

9/29/17

100 Contoh Judul Penelitian Kualitatif PGSD Berkualitas! dan Cara Membuat Judul Penelitian

KaryaTulisku.com Judul dalam penelitian kualitatif disusun berdasarkan masalah.
Hanya saja masalah pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif berbeda Baca : Cara membuat rumusan masalah.

Apa beda masalah pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif?

Masalah Penelitian Kuantitatif - Pada penelitian kuantitatif masalah dibuat dengan spesifik dan masalah tersebut adalah landasan kita melakukan penelititan dari awal sampai akhir. (masalah tidak ganti).

Maslaah Penelitian Kualitatif - Pada penelitian kualitatif akan terjadi tiga kemungkinan terhadap "masalah" pada saat melaksanakan penelitian. Yaitu

1) Masalah tetap - artinya bahwa masalah yang di buat pada awal (proposal) tidak mengalami perubahan sampai penelitian di lakukan. Hal ini membuat judul penelitian antara proposal dan skripsi tidak berbeda (tetap)

2) Masalah berkembang - Masalah pada proposal, setelah dibawa peneliti ke lapangan ternyata mengalami perluasan atau lebih dalam. Hal ini membuat adanya perkembangan atau sedikit perubahan pada maslah. Perubahan yangsedikit pada masalah ini membuat adanya perubahan pada judul. Namun judul tidak berubah terlalu  banyak.

3) Masalah Berubah Total - Masalah yang dibawa peneliti ketika memasuki lapangan ternyata berubah total. Hal ini membuat judul proposal tidak lagi sama dengan judul penelitian (skripsi) karena ada perubahan total.


Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa karena masalah pada penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan holistik. Maka judul pada penelitian kualitatif yang dirumuskan pada proposal masih dapat berubah (sementara). Kondisi lapangan akan mempengaruhi apakah judul tersebut akan tetap, berkembang atau diganti.

Menurut Sugiyono (2010-212) Judul pada penelitian kualitatif tentu saja  tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomone dalam situasi sosial yang luas dan mendalam serta menemukan hipotesis dan teori. 

Bagaimana cara membuat judul Penelitian?

Judul penelitian harus berpatokan pada masalah.
Jadi urutan untuk membuat judul yaitu:

  1. Topik
  2. Masalah
  3. Identitifkasi Maslaah
  4. Batasan Masalah 
  5. Judul

Menentukan Topik
Menentukan topik adalah hal pertama yang harus dilakukan oleh peneliti. Peneliti harus fokus mencari topik apa yang akan dia kaji.
Ada bnayak topik di lingkung pendidikan SD misal : Motivasi belajar, media pembelajaran, lingkungan kelas, lingkungan sekolah, profesionalitas guru, perangkat pembelajaran, dll.


Menentukan Masalah
Setelah menentukan topik, maka amati melalui kegiatan observasi atau dengan wawancara studi kasus.  Baca : Teknik Pengumpulan Data Dari hasil engamatan nanti peneliti harus bisa menemukan masalah. Tapi kalau memang tidak ada maslaah, tidak perlu untuk mengada-ada membuat masalah. Masalah adalah ketimpangan antara harapan dengan kondisi yang ada di lapangan. Misal harapannya media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi anak ternyata setelah guru menggunakan media pembelajaran motivasi anak untuk belajar tidak meningkat, malah rame saat belajar di kelas.

.
Mengidentitifikasi Masalah
Sebenarnya sama dengan menentukan masalah, hanya saja pada identitikasi masalah peneliti menuliskan masalah-masalah dengan terperinci.
Misal :
1) Menurunnya konsentrasi siswa dalam belajar
2) Pengaruh profesionalitas guru dalam mengajar di kelas terhadap rasa hormat siswa kepada guru
3) Kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak

Batasan Masalah
Adalah upaya untuk membatasi ruang lingkung masalah yang terlalu luas. Dalam hal ini penulis harus membuat batasan-batasan masalah pada penelitian yang dituliskan pada penegasan istilah. Lihat contoh di bawah!

Menuliskan Judul
Ada yang bilang kalau judul itu harus panjang dan spesifik, ada yang bilang bahwa judul harus penek dan hlistik. Ya semuanya boleh digunakan. Namun untuk penelitian kualitatif, judul lebih baik di buat dengan singkat dan holistik (menyeluruh) dan di lanjutkna dengan pembuatan batasan masalah.

Judl penelitian yang panjang dan lengkap biasanya meliputi aspek berikut ini : (1) sifat dan jenis penelitian; (2) objek yang diteliti; (3) subjek penelitian; (4) lokasi/daerah penelitian; dan (5) tahun/waktu terjadinya peristiwa.

Jika peneliti menuliskan judul pendek dan singat, maka peneliti harus memberikan penegasan istilah judul dan batasan masalah.

Contoh :
Judul " Kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum 2013"

Pada contoh judul di atas, jika kita cermati hanya ada satu variabel yaitu penerapan kurikulum 2013. Namun untuk menerapkan kurikulum 2013 ada beberapa dimensi yang harus diamati. dan dimensi-dimensi tersebut harus di tulis dalam pembatasan istilah.
Dimensi kurikulum 2013

Untuk lebih memperjelas contoh judul penelitian kualitatif, perhatikan contoh-contoh di bawah ini!

Contoh Judul Penelitian Kualitatif Jurusan PGSD

  1. Analisis berbagai faktor penyebab siswa berangkat pagi
  2. Analisis faktor yang mempengaruhi sekolah berbudaya
  3. Analisis nilai karakter yang terkandung pada buku cerita  anak “….”
  4. Analisis nilai karakter yang terkandung pada lagu anak “…..”
  5. Analisis nilai motivasi yang terkandung pada buku cerita anak “….”
  6. Analisis nilai-nilai budaya di lingkungan sekolah
  7. Analisis nilai-nilai positif dalam lagu-lagu kebangsaan
  8. Analisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu manajemen sekolah
  9. Analisis perkembangan anak usia sekolah dasar
  10. Analisis rasa hormat siswa SD terhadpa guru yang tidak professional
  11. Analisis sikap siswa SD terhadap guru yang tidak professional
  12. Analisis waktu belajar siswa berprestasi
  13. Analisis peran satpam dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman
  14. Analsiis berbagai faktor penyebab siswa berangkat terlambat
  15. Cara belajar siswa berprestasi
  16. Cara belajar siswa dengan nilai di bawah KKM
  17. Cara belajar siswa SD dalam menghadapi Ujian Nasional
  18. Cara belajar siswa SD dengan motivasi belajar tinggi
  19. Ciri-ciri belajar siswa dengan kemampuan mengingat tinggi
  20. Dampak sertifikasi terhadap peningkatan kualitas mengajar guru
  21. Evaluasi penerapan pembelajaran kurikulum 2013
  22. Evaluasi proses pembelajaran dengan metode ceramah
  23. Evaluasi proses pembelajaran dengan metode diskusi
  24. Gaya belajar siswa dengan kemampuan menghafal tinggi
  25. Hubungan guru satu dengan guru lainnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
  26. Hubungan kepala sekolah dengan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan
  27. Hubungan orang tua dengan wali kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar anak
  28. Hubungan siswa dengan guru dalam menciptakan situasi yang kondusif di sekolah
  29. Identitikasi tingkat kenakalan siswa SD
  30. Karakteristik siswa dengan gaya belajar visual
  31. Kebiasaan belajar pada siswa dengan nilai dibawah KKM
  32. Kebiasaan belajar pada siswa ranking 1
  33. Kebiasaan membaca siswa sekolah dasar
  34. Kesenjangan taraf kehidupan guru PNS dan guru Honorer
  35. Kesulitan siswa dalam belajar matematika
  36. Kesulitan siswa dalam menghafal
  37. Kesulitan siswa SD dalam belajar IPA
  38. Kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian
  39. Kompetensi guru dalam menulis penelitian tindakan kelas
  40. Komptensi guru dalam bersaing dengan pendidikan global
  41. Komptensi guru dalam membuat karya tulis ilmiah
  42. Komptensi guru dalam merencanakan proses pembelajaran
  43. Kriteria profesionalisme guru SD
  44. Makna sertifikasi bagi guru Honorer
  45. Makna sertifikasi bagi guru PNS
  46. Makna upacara hari-hari kebangsaan bagi guru
  47. Makna upacara hari-hari nasional bagi siswa
  48. Membangun iklim lingkungan sekolah yang berbudaya
  49. Membangun iklim lingkungan sekolah yang santun
  50. Menelusuri latar belakang siswa dengan motivasi tinggi
  51. Menelusuri pola belajar siswa dengan motivasi tinggi
  52. Mengapa siswa tidak termotivasi oleh cara guru kelas 1 SD “….” Mengjaar?
  53. Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi motivasi belajar siswa
  54. Mengidentitikasi hal-hal yang mempengaruhi siswa dapat nilai di bawah KKM
  55. Mengidentitikasi hal-hal yang menyebabkan siswa rajin berangkat sekolah
  56. Mengidentitikasi menejemen keungan sekolah
  57. Mengidentitikasi menejemen pengelolaan kelas
  58. Mengidentitikasi rasa ingin tau siswa SD terhadap materi pelajaran
  59. Mengidentitikasi tingkat kejujuran siswa SD
  60. Mengidentitikasi tingkat ketekunan siswa SD
  61. Metode pembelajaran yang paling baik diterapkan pada jam akhir pembelajaran
  62. Metode pembelajaran yang paling tepat guna meningkatkan motivasi siswa
  63. Metode pembelajaran yang tepat di terapkan pada siswa dengan gaya belajar visual
  64. Minat siswa terhadap exstrakulikuler sepak bola
  65. Minat siswa terhadap kegiatan bola volley
  66. Minat siswa terhadap kegiatan kepramukaan
  67. Model pembelajaran yang efektif direapkan pada siswa kelas 1
  68. Organisasi sekolah yang efektif dan efisien untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman
  69. Pemahaman guru terhadap gaya belajar siswa
  70. Pemahaman guru terhadap latar belakang siswa
  71. Pengaruh sertifikasi terhadap hasil belajar siswa
  72. Penilaian terhadap motivasi siswa di kelas 1
  73. Pentingnya guru memahami gaya belajar anak
  74. Pentingnya perencanaan pembelajaran terhadap hasil belajar anak
  75. Pentinya motivasi siswa terhadap hasil belajar
  76. Peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa untuk belajar mandiri
  77. Peran kepala sekolah dalam meningkatkan budaya tertib di sekolah
  78. Peran orang tua terhadap peningkatan kualitas belajar anak
  79. Peran wali kelas dalam meningkatkan hasil belajar anak
  80. Peran wali murid terhadap hasil belajar siswa
  81. Perbandingan kualitas mengajar guru PNS dan Honorer
  82. Persepsi guru terhadap kejujuran siswa
  83. Persepsi guru terhadap perilaku siswa yang datang terlambat
  84. Persepsi guru terhadap perilaku siswa yang mencontek
  85. Persepsi guru terhadap potongan rambut siswa
  86. Persepsi siswa terhadap gaya berpakaian guru
  87. Persepsi siswa terhadap guru yang menggunakan sandal saat mengajar
  88. Persepsi siswa terhadap guru yang merokok
  89. Pesan dalam upacara peringatan hari kemerdekaan yang ditangkap siswa
  90. Pola mengajar guru berusia diatas 50 tahun
  91. Pola mengajar guru dengan tunjangan sertifikasi
  92. Pola mengjar guru honorer dan guru PNS
  93. Profesionalitas guru SD dalam menjalankan tugas mengajar
  94. Profesionalitas kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah
  95. Sikap siswa SD terhadap guru professional
  96. Startegi guru dalam membentuk karakter siswa
  97. Startegi guru dalam meningkatkan kemampuan mengingat siswa
  98. Strategi belajar siswa dengan nilai rangking 1-10
  99. Strategi guru dalam memahami gaya belajar anak
  100. Strategi guru honorer dalam menyesuaikan taraf hidup




Demikian 100 contoh judul penelitian kualitatif.

Meskipun belum 100% sempurna, paling tidak dapat memberikan referensi dan gambaran kepada pemca untuk membuat dan menyusun penelitian kualitatif.

Penelitian kualitatif lebih mementingkan makan dan kualitas dari hasil penelitian. Mari lakukan penelitian kualitatif untuk pendidikan yang lebih baik.


BACA JUGA

120+ Contoh Skripsi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah Kualitatif dan Kuantitatif Terbaru 100% LINK WORK!! 
[SPSS] Cara Menggunakan SPSS untuk Mengolah Data Statistika
5+ Cara Download Jurnal Internasional dengan GRATIS di Sciencedirect, Library Genesis, dan SCI-HUB Contoh Proposal PTK SD Kelas 4 : Peningkatan Hasil Belajar Matematika dg Pendekatan Matematika Realistic
Contoh Proposal Skripsi Kuantitatif Pendidikan : Pengaruh Model pembelajaran Jig Saw dan STAD Terhadap Hasil Belajar
Contoh Penelitian TIndakan Kelas PAUD : Peningkatan Keterampilan Bicara Anak Usia 3-4 Tahun
Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Patung
Download Kumpulan Contoh Skripsi Penelitian dan Pengembangan (R&D) Jurusan PGSD
Contoh Judul Skripsi Kualitatif PGSD Tahun 2016 (Download Filenya Dengan Sekali KLIK)
Download Contoh PTK SD Lengkap Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 MUDAH DOWNLOAD 1 x KLIK!!
Download 101 Contoh Skripsi Penelitian Kuantitatif (PDF) PGSD Dengan Sekali KLIK!!!
Download Contoh Skripsi Pendidikan PGSD Lengkap FIle PDF Sekali KLIK
100 Contoh Judul Penelitian Kualitatif PGSD Berkualitas! dan Cara Membuat Judul Penelitian
CONTOH PROPOSAL SKRIPSI KUANTITATIF PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH