Showing posts with label Penelitian Kuantitatif. Show all posts
Showing posts with label Penelitian Kuantitatif. Show all posts

10/15/17

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi


Kata orang membuat skripsi itu susah.

Maksudnya adalah mereka bingung bagaimana membuat skripsi.
Mereka tidak tau, harus mulai dari mana untuk membuat skripsi.

10/1/17

Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

PENGERTIAN VARIABEL DAN CONTOHNYA

Variabel merupakan objek atau fokus dalam penelitian. Kurang lebih itulah yang kita dapatkan jika kita mencari definisi dari variabel pada wikipedia (1 Oktober 2017).

Variabel adalah sesuatu yang dapat berubah; faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan (KBBI Kemendikbud Online)

Jadi variable itu sebenarnya apa?
Untuk lebih mudah dicerna dan dipahami, saya akan mengatakan bahwa variabel itu pada dasarnya adalah apa (hal-hal) yang dicari/diamati/diteliti dalam penelitian.

Hampir sama seperti yang dituliskan pada KBBI, Variabel juga dapat disebut sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diselidiki dalam penelitian.

Jika penjelasan diatas dirasa masih belum jelas, perhatikan penjelasan pengertian variabel menurut para ahli.
Pengertian Variabel
Pengertian Variabel


Pengertian Variabel Menurut Para Ahli

Sugiyono (2009 : 38) menjelaskan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.

Hatch dan Farhady (1982) dalam Sugiyono menyampaikan bahwa secara teoritis definisi dari variabel adalah atribut seseorang, atau objek yang mempunyai 'variasi' antara satu orang dengan lainnya atau satu objek dengan objek lainnya.

Yang dimaksud atribut disini misalnya adalah tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, kedisiplinan, motiv, dll. (atribut untuk seseorang). Sementara berat, ukuran, bentuk, warna, (merupakan atribut objek).

Kerlingger (1973) dikutip oleh Sugiyono menyatakan bahwa variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari.

Soegeng (2007) menjelaskan bahwa variabel adalah hal yang diselidiki dalam penelitian.

Dari pengertian-pengertian diatas, sejatinya kita dapat menyimpulkan bahwa variabel adalah suatu atribut atau nilai dari seseorang atau objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk diselediki dalam penelitian.

Agar kita lebih paham dengan variabel, perhatikan contoh dibawah ini

Contoh Variabel

variabel adalah atribut atau sifat yang memiliki variasi
  1. kata 'badan' (bukan variabel), sementara 'tinggi badan' (variabel) hal ini karena berat badan satu orang dengan orang lainnya berbeda (memiliki variasi)
  2. kata 'kecerdasan' (bukan variabel, namun 'tingkat kecerdasan' (variabel).
  3. kata 'siswa' (bukan variabel) namun 'motivasi siswa' (variabel)
variabel adalah sifat yang akan dipelajari
  1. apresiasi
  2. penghasilan
  3. pendidikan
  4. status sosial
  5. jenis kelami
  6. golongan gaji
  7. produktivitas kerja
Dari kedua contoh diatas maka yang dikatan dengan variabel adalah nilai yang memiliki variasi.
Jelas bukan, jika masih belum jelas. Maka silahkan lanjutkan membaca sampai bawah.

Jenis-jenis variabel

Ada beberapa jenis variabel dalam sebuah penelitian. Untuk memudahkan kita memahami kita akan golongkan jenis variabel kedalam 2 golongan yaitu, jenis variabel berdasarkan fungsinya dan jenis variabel berdasarkan klasifikasi variabelnya.

1. Berdasarkan fungsi dan penerapannya

Berdasarkan fungsinya ada 4 jenis variabel, variabel tersebut adalah variabel bebas, variabel tergantung, variabel kontrol dan variabel moderat

a. Variabel Bebas (Variabel Independen)
Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab-perubahannya atau timbulnya variabel dependent.

Dalam penelitian variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent, variabel pengaruh, variabel perlakuan, variabel treatment dan variabel risiko.
Dinamakan sedemikian rupa karena variabel ini adalah variabel yang bebas (ia tidak dipengaruhi variabel lain) sebaliknya disebut sebagai variabel pengaruh karena variabel ini mempengaruhi variabel lainnya.

Contoh :

1) Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar
Variabel bebas adalah : motivasi belajar, hal tersebut karena motivasi belajar adalah variabel yang kan mempengaruhi hasil belajar.

2) Pengaruh sholat jumat dengan kegantengan lelaki
Variabel bebas adalah : Sholat Jum'at, hal ini karena sholat jumat merupakan variabel yang akan diteliti apakah mempengaruhi kegantengan lelaki.


b. Variabel Tergantung (Variabel Dependen)
Variabel dependen ini adalah kebalikannya dari variabel independen. Jika variabel indipenden adalah variabel yang mempengaruhi, maka variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi.

Variabel dependen sering juga disebut sebagai variabel hasil, akibat, ataunjuga variabel tanggapan dan juga variabel jawaban. Selain disebut seperti itu variabel tergantung juga populer dengan variabel terikat.

Menurut Sugiyono (2009) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena variabel ini dipengaruhi dan terikat oleh variabel bebas.

Contoh :

1) Komitmen Kerja (Variabel Bebas/Independen) ⇾ Produktivitas Kerja (Variabel Terikat /Tergantung /Dependen)

2) Pemberian PR (Variabel Bebas) ⇾ hasil Belajar Siswa (Variabel Terikat)

c. Variabel Moderator
Menurut Sugiyono (2009) Variabel Moderator merupakan variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemaha) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.
untuk lebih memperjelas pemahaman tentang variabel moderator perhatikan contoh berikut.

Contoh

1) Hubungan suami dan itri akan semakin kuat bila memiliki anak, dan akan semaikin renggang bila pihak ketiga mencampuri.

'anak' adalah variabel moderator yang memperkuat
'pihak ketiga' adalah variabel moderator yang memperlemah

2) Hubungan semangat belajar dan hasil belajar siswa akan meningkat jika guru mampu menciptakan iklim kelas yang meyenangkan, namun akan menuruh jika guru tidak mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan.

'guru mampu menciptakan iklim yang menyenangkan' adalah variabel moderator yang memperkuat
'guru tidak mampu menciptakan ikli, yang menyenangkan adalah variabel moderator yang memperlemah.

d. Variabel Kontrol
Variabel kontrol juga disebut sebagai variabel kendali. Menurut Sugeng (2007) disebut sebagai variabel kendali karena variebl kontrol adalah variabel yang perlu dikontrol, dipertahankan tetap, atau diacak sedemikian rupa sehingga pengaruh mereka dinetralisir, dikeluarkan atau disamakan bagi semua kondisi.

Contoh :
Seorang peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri.
atau : Perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri
Maka diperlukan variabel kontrol seperti : usia, kelas siswa, pada materi belajar apa, hal ini untuk mempermudah menentukan perbedaanya dan berfokus pada hasil belajar saja.

2.  Berdasarkan klasifikasi variabelnya

Pengklasifikasian kedua adalah mengklasifikasikan jenis variable berdasarkan bentuk isi materi. Variabel ini ada 4 jenis yaitu variabel nominal, ordinal, interval dan variabel ratio. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

a. Variabel Nominal
Variabel nominal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan proses penggolongan yang bersifat deskrit (saling pilah). Jadi variabel ini digunakan untuk membedakan bentuk data-data individual kedalam bentuk kategori.

Contoh Variabel Nominal
Jenis kelamin (pria dan wanita), jenis pekerjaan (pekerjaan kasar dan pekerkaan halus), status pernikahan (kawin dan beluum kawin), jenis buku perpustakaan, nama benua untuk negara, dsb.

b. Variabel Ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan jenjang, urutan atau ranking. Jadi sebenarnya variabel ordinal itu sama dengan variabel nominal, yaitu mengkategorikan data data individual. Hanya saja pada variabel ordinal datanya dapat diurutkan datanya.

Contoh Variabel Ordinal
1) Urutan Kelompok Kota dengan kepadatan tertinggi (Kelompok Kota di Provinsi Jawa Tengah Nomor 1, Kelompok Kota Propinsi DKI Jakarta Nomor 2, dan seterusnya.

2) Rangking Kelompok Siswa Kelas 6 SD (Kelompok C ranking 1, Kelompok B rangking 2, Kelompok D rangking 3, Kelompok A ranking 4)
dll.

c. Variabel Interval
Variabel interval yaitu variabel yang tersusun dalam bentuk Interval. Interval yaitu kelompok bertingkat dengan jarak tertentu. Sementara menurut Nadira variabel interval adalah variabel yang digunakan untuk mengurutkan data, hanya saja pada interval variabel, beda satu data dengan data selanjutnya sama dan memiliki arti/bisa di ukur (meaningfull).

Lebih lanjut Nadira menyampaikan bangwa angka (o) tidak dapat mewakili angka tersebut. Maksudnya bahwa angka nol bukan berarti nilainya 0.

Contoh Variabel Interval
1) Nilai belajar siswa "x" bukan berarti nilai "x" siswa siswa tidak bisa matematika sama sekali
2) Suhu udara mencapai '0 drajat' bilai '0 drajat' bukan berarti tidak ada suhu sama sekali. Melainkan masih tetap aa suhu udaranya.


d. Variabel Ratio
Variabel ratio adalah variabel dalam bentuk mirip dengan variabel interval (memiliki data interval), yang membedakan adalah bahwa pada variabel Ratio dia memiliki data nol mutlak. Artinya bahwa nilai 0 berati 0 mutlak.

Contoh :
1) Populasi di Desa Doreng adalah '0' maka di desa tersebut benar-benar '0' mutlak atau tidak ada populasi sama sekali.

Contoh Variabel Dalam Penelitian

1. Contoh Hubungan Variabel Independen, Dependen dan Moderator
Contoh di bawah ini adalah contoh bahwa perilaku suami mempengaruhi perilaku istri.Perilaku istri juga dipengaruhi jumlah anak. Jumlah anak berperan sebagai variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan perilaku suami terhadap perilaku istri. Lihat gamabr di bawah ini.

Sementara pada contoh lain, menjelaskan bahwa motivasi kerja mempengaruhi produktivitas kerja. Namun hubungan keduanya juga dipengaruhi oleh pimpinan. Hubungan akan meningkat jika pimpinan mampu untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif sebalaiknya pimpinan juga dapat memperlemah hubungan keduanya jika pimpinan tidak mampu mewujudkan suasana kerja yang kondusif.
2. Contoh Hubungan Variabel Independen, Dependen dan Kontrol
Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan keterampilan berpidato dari dua sekolah yaitu SD Swasta dan SD Negeri. Maka sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti harus menentukan variabel kontrol terlebih dahulu agar data anatara SD Negeri dan Swasta adlaah data yang sama. Seperti menentukan kelas siswa yang sama,tempat pengambilan data yang diusahakan smaa atau mirip, naskah pidato yang sama, dll.


Demikian penjelasan kita tentang Variabel dan COntohnya semoga membantu para pembaca untuk lebih memahami tentang variabel dalam penelitian. Jika ada pertanyaan silahkan tuangkan pertanyaan teman-teman dlaam kolom komentar di bawah ini.


SUMBER :
Sugeng, A.Y. 2007. Dasar-Dasar Penelitian. IKIP PGRI Semarang PRESS : Semarang
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Alfabeta : Bandung
https://nadiar.id/empat-variabel-statistik-nominal-ordinal-interval-dan-ratio/

9/26/17

(UPDATE 2018) Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi (Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif dan Hipotesis Asosiatif)

KaryaTulisku.com - Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah dibuat dalam penelitian. Jawaban ini masih dikatakan sebagai jawaban sementara karena jawabannya baru diperoleh dari dasar-dasar teoritis.

Hipotesis dibuat berdasarkan teori yang relevan. Hipotesis selanjutnya harus dibuktikan terlebih dahulu dengan cara pengumpulan data. dan kemudian dianalisis untuk menemukan jawaban sesungguhnya.



Contoh Hipotesis
Contoh Hipotesis




hipotesis = jawaban sementara


Penelitian yang menggunakan hipotesis adalah penelitian kuantitatif. Sementara pada penelitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis, melainkan diharapkan dapat menemukan hipotesis yang selanjutnya dapat diuji dengan metode kuantitatif.




Ada juga dari teman-teman yang sering bertanya, tentang hipotesis statistik, apakah hipotesisi statistik itu sama dengan hipotesis penelitian pada umumnbya?



"Jadi kalau kita lihat hipotesis maka sebenarnya sama, mereka sama-sama merupakan jawaban sementara. Bedanya yaitu hipotesis statistika itu digunakan jika penelitian menggunakan sample. Sebeliknya jika tidak ada sample maka hipotesisnya tidak perlu menggunakan hipotesis statistika"

Bentuk-Bentuk Hipotesis


Dalam membuat hipotesisi tentu kita akan menyesuaikan dengan rumusan masalah yang telah dibuat.

Jika dilihat dari tingkat explansinya maka rumusan masalah dapat dinagi menjadi tiga yaitu rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif, dan rumusan masalah asosiatif.

Hal tersebut membuat hipotesisi memiliki tiga jenis, ketiga jenis dari hipotesis penelitian ini yaitu; hipotesis deskripsti, hipotesis komparatif dan hipotesis asosiatif.


Hipotesis Deskripstif adalah jawaban sementara untuk rumusan masalah deskriptif

Hipotesis Komparatif adalah jawaban sementara untuk rumusan masalah komparatif
Hipotesis asositif adalah jawaban sementara untuk hipotesis asosiatif.

Dari penjelasan diatas maka untuk membuat suatu hipotesis harus memperhatikan bentuk dari rumusan masalah.



1) Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara untuk rumusan masalah deskriptif, yaitu berkaitan dengan variabel mandiri. Hipotesis juga dapt didefinisikan sebagai dugaan tentang suatu nilai variabel mandiri. 

Artinya penelitian ini biasanya hanya ada 1 variabel dan tidak terikat dengan variabel lainnya. Hipotesis ini tidak membuat perbandingan atau hubungan dengan variabel lain.



yang dimaksud dengan variabel 1 adalah tidak adanya perbandingan atau hubungan antara variabel dalam hipotesis ini.

Contoh 1
Saya akan tuliskan contoh mulai dari rumusan masalah:

Rumusan Masalah

Seberapa tinggi semangat kerja kariyawan di PT. X?

Hipotesis -

Berikut ini adalah contoh hipotesis yang dapat pembaca pilih satu dari tiga hipotesis di bawah ini. 

1) Semangat kerja kariyawan di PT X = 75% dari kriteria ideal yang ditetapkan

2) Semangat kerja kariyawan di PT X paling sedikit 60% dari kriteria ideal yang ditetapkan.
3) Semangat kerja keriyawan di PT X paling banyak 60% dari kriteria yang ditetapkan.

Hipotesis yang kita tulis dalam penelitian kita hanya 1, tiga hipotesis yang ditulis diatas hanya sebagai alternatif. Kita bisa memilih salah satu tentu yang paling sesuai dengan teori yang ada. 


Hipotesis Alternatif  dapat kita tulis:

1) Semangat kerja kariyawan di PT X = 75%
2) Semangat kerja kariyawan di PT X > 75%
3) Semangat kerja kariyawan di PT X <75%

Kita juga dapat membuat hipotesis statistiknya jika dalam penelitian kita menggunakan sample.


Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik kita gunakan jika kita menggunakan sampel dalam penelitian kita.

1) Ho: p = 75%
    Ha: p  ≠ 75%

2) Ho: p ≳ 75%

    Ha: p  < 75%

3) Ho: p ≤  75%

    Ha: p  > 75%

p = hipotesis berbentuk prosentase


Keterangan :
Ho = Hipotesis Nol
Ha = Hipotesis Alternatif

Dalam perumusan hipotesis, maka hipotesis nol (ho) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan. Hal tersebut membuat jika salah satu hipotesis di tolak, maka hipotesis lainnya diterima.  Kondisi tersebut membuat keputusan yang dibuat dalam penelitian menjadi tegas. Yaitu kalau Ho ditolak maka Ha diterima ataupun sebaliknya.

Untuk lebih memperjelas kembali tentang Hipotesis Deskriptif perhatikan contoh di bawah ini.

Hipotesis Deskripsi
"suatu bimbingan les mengatakan bahwa 80% siswa yang lulus dari bimbingan les tersebut lolos ke universitas negeri"

Maka Hipotesis statistiknya dapat ditulis:
Ho: p ≤  80%
Ha: p  > 80%


Baca Juga :
20 Contoh Rumusan Masalah Deskriptif dan Hipotesisnya
100+ Contoh Rumusan Masalah Proposal Penelitian (Rumusan Masalah Deskriptif, Komparatif dan Asosiatif)

Hipotesis s
2) Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah hipotesisi yang digunakan untuk membandingkan pengaruh dari satu variabel terhadap dua subjek yang berbeda. Jadi variabelnya satu di gunakan pada subjek (populasi/sampel) yang berbeda, dan pada waktunya gberbeda.


Contoh 1


Rumusan Masalah - Bagaimanakah produktifitas kinerja guru di SD X jika dibandingkan dengan kinerja guru di SD Y


Hipotesis Nol



  1. Ho : Tidak ada perbedaan kinerja guru di SD X dengan guru di SD Y; atau terdapat kesamaan kinerja antara guru di SD X dan Guru di SD Y.
  2. Ho : Kinerja guru di SD X lebih baik atau sama dengan guru di SD Y
  3. Ho : Kinerja guru di SD X lebih buruk atau sama dengan guru di SD Y

Hipotesis Alternatif
  1. Ha : Kinerja guru di SD X lebih baik (atau lebih buru dari guru di SD Y
  2. Ha : Kinerja guru di SD  X lebih buruk dari pada (<) guru di SD Y
  3. Ha : Kinerja guru di SD X lebih baik dari pada (>) guru di SD Y

Hipotesis Statistik



1)  Ho : µ1 = µ2
     Ha : µ1 ≠ µ2

2)  Ho : µ1 ≥ µ2
     Ha : µ1 < µ2

3)  Ha : µ1  ≤ µ2
     Ho : µ1 > µ2


µ1 : Rata-rata (populas) kinerja guru di SD X
µ2 : Rata-rata (populasi)kinerja guru di SD Y


3) Hipotesis Komparatif

Hipotesisi asosiatif adalah jawaban sementara untuk rumusan masalah pertanyaan yang berbentuk asosiatif. Bentuk asosiatif yang dimaksud adalah ada pertanyaan tentang hubungan dua variabel atau lebih.

Contoh :

Rumusan Masalah -
Adakah hubungan yang siknifikan antara tinggi badan pelayan toko dengan jumlah barang yang terjual?

Hipotesis Penelitian

Terdapat hubungan yang positif dan siknifikan antara tinggi badan pelayan toko dengan jumlah barang yang terjual.

Hipotesis Statistik


Ho: p = 0, 0 beratarti tidak ada hubungan. (jika hasilnya p = 0, maka tidak terdapat hubungan anatara tinggi pelayan toko dengan jumlah barang yang terjual).


Ha: p  ≠ 0, "jika p tidak sama dengan 0, maka p bisa lebih besar atau kurang dari 0. dan dapat didefinisikan bahwa terdapat hubungan yang siknifikan antara tinggi badan pelayan toko dengan jumlah barang yang terjual"


p = nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotiskan.



Demikian contoh hipotesis penelitian skripsi yang dapat di berikan.
Keseluruhan dari artikel ini, mengutip dari buku Prof. DR. Sugiyono

Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta


BACA JUGA

Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar : Panduan Lengkap Menyusun Skripsi

Contoh Kata Pengantar dalam Makalah, Laporan Praktikum, Penelitian dan Skripsi

Cara Membuat Daftar Isi Manual dan Otomatis Pada Ms. Word Lengkap Dengan Contoh Daftar Isi

Cara Membuat Judul Penelitian Kuantitatif yang Baik dan Benar (Contoh Judul Penelitian Kuantitatif)

Contoh Daftar Pustaka Buku, Skripsi, Internet, Jurnal, Surat Kabar dan Makalah

Pengertian Variabel dan Contohnya : Variabel Bebas, Terikat, Moderator, dan Kontrol

Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi (Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif dan Hipotesis Asosiatif)

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif : Wawancara, Angket, dan Observasi 100% LENGKAP

Cara membuat rumusan masalah yang baik pada proposal skripsi

Langkah-Langkah dan Contoh Membuat Latar Belakang Proposal Skripsi

Langkah-Langkah menghitung Validitas Soal Pilihan Ganda Dengan Excel

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Cara Membuat Judul Karya ilmiah, Proposal, Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, penelitian, atau KTI


Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif : Wawancara, Angket, dan Observasi 100% LENGKAP

KaryaTulisku.com - Kualitas dari penelitian akan tergantung oleh dua hal, yaitu instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipercaya atau kredibel. Maka instrumen penelitian harus Valid dan Reable, Sementara peneliti juga harus menggunakan teknik pengumpulan data yang tepat.

Instrumen harus melewati Valiiditas dan Reliabilitas- Untuk membuat instrumen penelitian menjadi valid dan reable maka instrumen penelitian harus melewati proses validitas dan realibitas.

Peneliti Wajib MEnggunakan Teknik Penelitian yang Tepat - Sementara untuk membuat teknik pengumpulan data menjadi tepat, maka peneliti harus benar-benar tau, data apa yang akan diperoleh dan dengan teknik apa peneliti dapat memperoleh data tersebut.

Oleh sebab itu menjadi sangat penting bagi peneliti mengetahui teknik-teknik pengumpulan data penelitian kuantitatif. Artikel ini akan menjelaskan kepada pembaca tetang:
1.     Definisi Teknik Pengumpulan Data
2.     Tujuan Pengumpulan Data
3.     Jenis -Jenis Teknik Pengumpulan Data
Sebelum membaca, saya minta tolong untuk dapat Shere and Comment Pada Artikel ini. Karena dengan Comment kalian akan semakin meningkatkan semangat karyatulisku untuk menulis artikel-artikel yang bermanfaat untuk pembaca.


TERIMAKASIH
Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif
Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif


DEFINISI TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dikutip dari Pastiguna teknik pengumpulan data merupakan metode atau cara yang dapat digunakan peneliti dalam pengumpulan data.

Sementara menurut Jhonshon & Cristensen (200: 126) dikutip dari kumpulanmakalah menjelaskan bahwa metode pengumpulan data merupakan teknik untuk mendapatkan data untuk dianalisi dalam suatu penelitian.

Oke dari kedua penjelasan tersebut kita dapat menemukan hal yang sama, dimana keduanya menekankan bahwa teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data. 

Mengumpulkan data tidak mudah, jika kita salah memilik teknik mengumpulkan data maka salah pula data yang di ambil. Sehingga akan mengurangi nilai dari hasil penelitian itu sendiri.

TUJUAN DARI PENGUMPULAN DATA

Penelitian Membutuhkan DataSebuah penelitian adalah proses untuk mencari tahu, membuktikan dan mengembangkan suatu pengetahuan. Untuk mendapatkan kebenaran dari kegiatan mencari tau maka dalam penelitian dibutuhkan data-data.

Data diperoleh Dengan Mengumpulkan Data - Tujuan dari pengumpulan data adalah utnuk menemukan data-data yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Data tersebut sebagai sumber untuk kemudian dianalisis dan diseimpulkan menjadi pengetahuan baru.
Tujuan Pengumpulan Data
Tujuan Pengumpulan Data


TEKNIK PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF

3 Teknik Pengumpulan Data -  Dilihat dari segi caranya maka teknik pengumpulan data kuantitatif dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
  1. Wawancara
  2. Angket
  3. Observasi
Berikut ini Penjelasannya

1. Wawancara

Wawancara juga disebut sebagai interview. Menurut Emzir (2010) dikutip dari Pastiguna menjelaskan bahwa  wawancara merupakan  teknik penelitian dengan menggunakan komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi melalui tanya jawab atas peneliti dengan informan.

Teknik wawancara umumnya digunakan pada penelitian kualitatif. Karena dengan metode pengumpulan data ini peneliti dapat memperoleh informasi yang mendalam.

Meskipun begitu teknik penelitian wawancara juga dapat digunakan pada penelitian kuantitatif. Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa penelitian ini dapat digunakan (pada penelitian kuantitatif) jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan masalah yang harus diteliti, dan bila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit.

Dari kedua penjelasan tersebut maka dapat dijellaskan bahwa teknik pengumpulan data wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berkomunikasi secara langsung dengan informan. Teknik ini bertujuan untuk menemukan permasalah awal (studi pendahuluan) dan juga mengetahui hal-hal secara lebih mendalam.
Ada dua jenis wawancara terstruktur dan tidak terstruktur
Ada dua jenis wawancara terstruktur dan tidak terstruktur

Jenis Pengumpulan Data dengan Wawancara

Terdapat 2  jenis wawancara yang perlu kita ketahui, yaitu: wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.

a. Wawancara Terstruktur

Sudah Tauu Data yang Diinginkan - Teknik Pengumpulan Data dengan wawancara terstruktur dilakukan bila, peneliti sudah mengetahu data apa yang akan diperoleh dalam penelitian.

Instrumen Berupa Pertanyaan yang Sudah Terdapat Alternatif Jawaban dari Peneliti - Dalam melakukan wawancara pengumpul data mengunakan instrumen yang sudah disipkan. Instumen tersebut kemudian disampaikan kepada infomran. Setiap jawaban yang diberikan informan berdasarkan alternatif jawaban dari instrumen yang telah dibuat.

Jadi secara sederhana dalam teknik wawancara terstruktur pertanyaan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada informan telah ditetapkan terlebih dahulu.

Contoh : Instrumen Pengumpulan Data dengan Wawancara Terstruktur
1) Bagaimanakah penilaian bapak ibu terhadap penyelenggaraan pendidikan di kabupaten ini?
a. sangat Bagus
b. Bagus
c. Tidak Bagus
d. Sangat Tidak Bagus

2) Bagaimana penilaian siswa terhadap bapak . . . . (nama) saat mengajar di kelas?
a. sangat Bagus
b. Bagus
c. Tidak Bagus
d. Sangat Tidak Bagus

3) Bagaimanakan kecepatan pelayanan pembuatan berkas-berkas di kelurahan?
a. Sangat Cepat
b. Cepat
c. Lambat
d. Sangat Lambat

dan contoh lainnya.

b. Wawancara Tidak Terstruktur



Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun dengan sistematis. (Sugiyono : 1009)

Peoman Garis Besarnya Saja - Pedoman yang digunakan dalam wawancara ini adalah garis besar dari permasalahan yang akan ditanyakan. 

Contoh : 

Bagaimanakah Pendapat Bapak/Ibu tentang kenaikan harga daging sapi menjelang bulan Ramadhan?

Bagaimanakah dampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Rmadhan?


Teknik Pengumpulan Data Kuesioner/Angket
Teknik Pengumpulan Data Kuesioner/Angket



2. Angket (Kuesioner)

Dikutip dari Rachmatul4212 dijelaskan bahwa angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertuliskepada responden untuk di jawab.

Teknik pengumpulan data dengan angket sangat baik jika peneliti ingin mengumpulkan data dengan jumlah responden yang cukup banyak atau banyak.

Pengumpulan data dengan angket akan sangat efisien jika peneliti sudah mengetahui variabel yang akan diukur dan mengetahui apa yang diharapkan dari responden.

Dalam mengumpulkan data dengan teknik angket ada beberapa perinsip penulisan angket yang perlu diperhatikan; diantaranya yaitu:

Perinsip Penulisan Angket


1) Isi dan tujuan pertanyaan

Maksudnya adalah dalam penulisan angket, peneliti harus memahami bentuk pertanaanya bertujuan untuk melakukan pengukuran atau bukan. Jika tujuannya adalah melakukan pengukuran maka setiap jawaban harus ada sekala penskorannya.


2) Bahasa yang digunakan

Bahasa yang digunakan dalam angket (kuesioner) harus sesuai dengan kemampuan bahasa responden. Jika responden orang tua yang tidak/kurang memahami bahasa Indonesia maka jangan menggunakan bahsa Indonesia baku yang sulit dipahami responden. 


3) Tipe dan Bentuk Pertanyaan

Tipe atau bentuk pertanyaan dalam angket ada dua yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden menjawab pertanyaan dalam bentuk uraian.
Contoh : Bagaimankah tanggapan anda tentang filem-filem sinetron saat ini?

Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang memungkinkan responden menjawab secara singkat. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang telah disiapkan.

Contoh : 
Apakah kamu senang dengan kepemimpinan Presiden saat ini? 
a. Iya
b. TIdak


4) Pertanyaan Tidak Mendua

Pertanyaan yang diberikan kepada responden tidak memiliki makna ganda, sehingga dapat menimbulkan salah tafsir. Pertanyaan yang mendua dapat menyulitkan responden untuk menjawab pertanyaan.

Contoh:
Bagaimanakah pendapat anda tentang kualitas dan kecepatan pelayanan pembuatan e-KTP?


5) Tidak menanyakan yang sudah lupa

Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dalam angket sebaiknya tidak/bukan meruupakan pertanyaan yang jawabannya kemungkinan sudah dilupakan oleh responden. Lebih lanjut tidak boleh pertanyaan yang terlalu berat sehingga dpat memusingkan responden.

Contoh:
Bagaimanakah kualitas pemerintahan Indonesia 30 tahun yang lalu?


6) Pertanyaan Tidak Menggiring

Pertanyaan yang dibuat dalam angket, tidak boleh mengandung unsur untuk menggiring jawaban responden untuk menjawab pada salah satu pilihan.

Contoh:
Bagaimanakah jika bonus kerja pegawai ditingkatkan? (Maka sebagai pegawai memiliki pelungan lebih besar untuk menjawab setuju)
atau
Bagaimanakah kinerja anda selama 1 periode ini? (Kemungkinan besar dia akan menjawab baik)

Pertanyaan semacam itu harus dihindarkan.


7) Panjang Pertanyaan

Panjang pertanyaan tidak perlu terlalu panjang, dan membuat konsentrasi dari responden berkurang. Jika terdapat jumlah pertanyaan yang banyak karena terdpat variabel yang banyak maka dibutuhkan variasi dalam menyajikan pertanaan.

Dalam sekali angket lebih baik memiliki 20-30 pertanyaan.


8) Urutan Pertanyaan

Dalam menulis sebuah pertanyaan yang disajikan kepada responden. Pertanyaan dalam angket dimulai dari suatu yang umum ke spesifik atau khusus. Atau dari mudah menuju yang sulit, atau diajak. Hal tersebut perlu dipertimbangkan matang-matang karena akan mempengaruhi psikologis dari responden.


9) Prinsip Pengukuran

Angket yang diberikan kepada responden harus mampu untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian. Oleh sebab itu instrumen tersebut harus valid dan reliabel. Maka setiap pertanyaan harus dilakukan uji validitas dan realibilitas agar dinyatakan valid dan reliabel. Angket pertanyaan yang tidak valid dan reliabel akan menghasilkan data yang tidak valid juga ketika digunakan.


10) Penampilan Fisik Angket

Angket yang dibuat dalam kertas yang menarik, dapat meningkatkan kebahagiaan, atau ketertarikan dari pengisi angket. Ketertarikan tersebut dapat membuat mereka mengisi dengan lebih serius. Hal tersebut dapat berbanding terbalik jia penampilan angket berada di kertas yang kurang menarik seperti pada kertas buram.

itulah ke 10 prinsip dari penulisan angket.


Teknik Pengumpulan Data Observasi
Teknik Pengumpulan Data Observasi


3. Observasi

Teknik pengumpulan data observasi biasanya digunakan jika peneliti ingin mengetahui gejala tentang perilaku manusia, gejala alam dan jika responden yang diamati tidak terlalu besar. Dalam proses pengumpulan data dengan observasi dua hal yang penting adalah pengamatan dan ingatan.

Instrumen dari teknik pengumpulan data dengan observasi ini adalah peneliti itu sendiri. Sehingga peneliti harus dibekali oleh kemampuan yang mumpuni.

Jika dilihat dari proses pelaksanaan pengumpulan data, maka observasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu observasi participant dan observasi nonparticipant.

a. Observasi Participant

Observasi participant adalah teknik pengumpulan data dengan observasi dimana peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau sumber penelitian.

Sambil melakukan pengamatan peneliti melakukan juga apa yang sumber data lakukan. Misla sumber data bekerja ke sawah, maka peneliti juga ikut ke sawah. 
Keuntungan dari observasi participant adalah data yang ditemukan menjadi lebih tajam dan akurat.
Peneliti juga dapat mengetahui makna dari setiap tindakan yang dilakukan.


b. Observasi Nonparticipant

Berbanding terbalik, jika dalam observasi participant tadi peneliti ikut serta hidup dan tinggal dilingkungan sumber data. Maka pengumpulan data dengan observasi nonparticipant peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat yang independet.

Contoh: Dalam melaksanakan Pemilihan, peneliti ingin mengamati perilaku dari masyarakat yang memilih di TPS. Dalam hal ini peneliti tetap dapat mengamati sumber data tanpa harus terjunlangsung ikut memilih di TPS tersebut. Peneliti mencatat, menulis, dan kemudian membuat kesimpulan.



Sementara jika kita melihat dari perencanaannya, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur

Sama seperti wawancara yang mana da wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Maka:

Observasi Terstruktur - Adalah teknik observasi yang sudah direncanakan secara sitematis
Observasi tidak terstruktur : Adalah teknik observasi yang tidak dipersiapkan secara sitematis tentang apa yang akan diobservasi.


Demikian artikel tentang teknik pengumpulan data. Semoga dapat membantu seluruh pembaca. 
Jika ada pertanyaan, kritik serta saran. Silahkan sampaikan melalui kolom komentar.

Karyatulisku.com akan berusaha untuk selalu menjawabnya.

SUMBER :
Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

https://rachmatul4212.wordpress.com/2013/01/28/teknik-pengumpulan-data-dalam-penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif/

http://kampngmakalah.blogspot.co.id/2015/10/makalah-teknik-pengumpulan-data.html

9/25/17

Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif 99% Langsung Paham!

Karya Tulisku.Com - Ada tiga jenis pendekatan penelitian yang saat ini sering digunakan oleh mahasiswa di kampusku dulu. ketiga jenis pendekatan penelitian tersebut adalah penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif serta R&D (Penelitian dan Pengembangan).

Baca : Memahami penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D

Kali ini karyatulisku akan membahas topik tentang langkah-langkah metode penelitian kuantitatif. Didalamnya kita akan mempelajari tentang: