Showing posts with label Validitas. Show all posts
Showing posts with label Validitas. Show all posts

11/10/17

Perbedaan Validias dan Reliabilitas Pada Penelitian

Penelitian dikatakan berkualitas jika alat yang digunakan untuk mengumpulkan data valid dan reliabel.

Apakah yang dimaksud dengan valid dan reliabel?

Dalam penelitian ada tahap dimana seorang peneliti perlu untuk melakukan uji validitas instrumen penelitian. Uji validitas adalah adalah sebuah proses untuk menguji ketepatan dan keakuratan instrumen atau alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data.

Selanjutnya, alat yang telah diuji dengan menggunakan uji validitas dapat di katakan valid. Jadi valid yaitu kondisi ketika instrumen dalam penelitian telah teruji ketepatannya untuk menilai sesuatu nilai atau data dalam penelitian.

Sedangkan hal lain yang harus dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian selain uji validitas adalah uji reliabilitas. Uji reliabilitas merupakan uji coba terhadap instrumen penelitian untuk melihat seberapa keajekan, konsistensi, kestabilan dalam mengukur data. Sebuah alat atau instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika hasil pengukuran pada subjek yang sama dan di lakukan beberapa kali diperoleh hasil yang tidak terlalu berbeda. Semakin bervariasi hasil pengukuran pada subjek yang sama maka semakin rendah tingkat reliabelnya.

Untuk lebih memahami tentang definisi dari validitas dan reliabilitas silahkan baca :
 pengertian validitas dan reliabilitas menurut para ahli

Perbedaan antara validitas dan reliabilitas

Apakah perbedaan keduanya?
Sebelumnya perlu kita ketahui meski keduanya berbeda tapi keduanya saling berkaitan. Kaitan keduanya yaitu bahwa instrumen nya penelitian harus melewati dua kegiatan uji coba yaitu uji validitas dan reliabilitas. Sehingga tidak sah, jika penelitian menggunakan instrumen valid tapi tidak reliabel. Dan sebaliknya tidak sah penelitian menggunakan instrumen yang reliabel tapi tidak valid. Sehingga instrumen penelitian harus valid dan reliabel.

Secara sederhana sebenarnya sudah jelas bahwa pada definisi di atas diterangkan:
1. Validitas digunakan untuk menguji ketepatan instrumen penelitian dalam mengumpulkan data.
Reliabilitas digunakan untuk menilai tingkat konsistensi dari instrumen penelitian apakah instrumen tersebut konsisten digunakan untuk mengumpulkan data.

2. Validitas berfungsi untuk digunakan sebagai pengembangan dan evaluasi suatu tes.
Reliabilitas berfungsi sebagai indikator untuk mempercayai nilai dari suatu tes.

Dari berbagai penjelasan di atas maka kita ketahui bahwa instrumen sebagai alat ukur harus memiliki dua syarat yaitu syarat valid dan reliabel. Tanpa validitas dan reliabilitas maka instrumen pengumpulan atau pengukur data tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga data hasil dari penelitian diragukan.

Jenis validitas menurut para ahli
Menurut Neuman (2007), terdapat tiga jenis validitas pengukuran, antara lain:

1. Face validity
Ini merupakan validitas yang paling mudah untuk dicapai dan sebagian besar jenis dasar dari validitas adalah face validity. Hal ini memerlukan pertimbangan dari komunitas ilmiah bahwa indikator benar-benar dapat digunakan untuk mengukur suatu konstruk. Kesesuaian antara definisi dan metode pengukuran yang digunakan merujuk pada pertimbangan dari suatu konsensus komunitas ilmiah atau penilaian dari orang lain.

2. Content vatidity
Validitas ini membahas mengenai definisi konseptual yang berisi ide-ide dan konsep dapat direpresentasikan dalam suatu pengukuran. Validitas isi melibatkan tiga langkah. Pertama, menentukan definisi konstruk dari seluruh konten. Selanjutnya, ambil sampel dari semua bidang definisi. Kemudian, mengembangkan indikator yang mewakili semua bagian dari definisi

3. Validitas Kriteria
Validitas kriteria menggunakan beberapa standar atau kriteria untuk mengindikasi konstruk secara akurat. Validitas dari indikator diverifikasi dengan cara membandingkannya dengan ukuran lain dari konstruk yang sama yang diterima secara luas. Ada dua subtipe dari jenis validitas kriteria, yaitu:

a. Validitas konkuren.
Indikator harus dikaitkan dengan indikator yang sudah ada sebelumnya dan dinilai sebagai valid (misalnya, telah memiliki face validity).

b. Validitas prediktif.
Validitas kriteria dimana indikator memprediksi kejadian masa depan yang logis terkait dengan suatu konstruk. Hal ini tidak dapat digunakan untuk semua ukuran. Ukuran dan tindakan yang diprediksi harus berbeda, tetapi dapat menunjukkan konstruk yang sama. Validitas pengukuran prediktif tidak perlu dibingungkan dengan prediksi dalam pengujian hipotesis, di mana satu variabel memprediksi variabel yang berbeda di masa depan.

Menurut Sugiyono (2004), jenis-jenis validitas yaitu sebagai berikut:
1. Validitas konstruksi (construct validity); dengan menggunakan pendapat dari ahli (experts judgment).

2.Validitas isi (content validity); dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
3. Validitas eksternal; dengan cara membandingkanguna mencari kesamaan antar criteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan.

11/7/17

20+ Pengertian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Memurut Para Ahli Serta Daftar Pustaka

Apakah Validitas dan Reliabilitas itu?

Dalam melaksanakan penelitian salah satu hal yang menjadi penentu kualitas dari penelitian tersebut adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Sebuah data yang dikumpulkan dikatakan berkualitas jika alat yang digunakan untuk melakukan penelitian itu valid dan reliabel.

Alat penelitian disebut juga sebagai instrumen penelitian. Dalam melaksanakan penelitian seorang peneliti akan mencoba untuk terlebih dahulu melakukan validasi terhadap instrumen yang ia gunakan.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada kalian definisi atau pengertian dari validitas dan reliabilitas menurut para ahli.

Pengertian ini diambil dari berbagai sumber yang nanti akan dintuliskan di daftar referensi pada kolom di bawah.


Pengertian Validitas dan Reliabilitas

Berikut ini beberapa pengertian validitas dan reliabelitas menurut para ahli:

1. Menurut Azwar (1986)
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

2. Menurut Arikunto (1999)
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes.

3. Menurut Nursalam (2003)
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen

4. Menurut Soegeng A.Y (2006)
Validitas merujuk sejauh mana suatu instrumen mengukur apa yang harus diukur. Misalnya mengukur berat badan dengan "gram", mengukur panjang, lebar dan tinggi menggunakan "meter", mengukur isi dengan "kubik", dan mengukur suhu dengan "termometer".

4. Menurut Zaenal Arifin (2012)
Validitas adalah suatu derajat ketepatan/kelayakan instrumen yang digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur.

5. Menurut Sukardi (2013)
validitas adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. 

6. Menurut Saifuddin Azwar (2014)
validitas mengacu sejauh mana akurasi suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi pengukurannya.

7. Menurut Neuman (2007)
Validitas menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan mengacu pada kesesuaian antara konstruk, atau cara seorang peneliti mengkonseptualisasikan ide dalam definisi konseptual dan suatu ukuran. Hal ini mengacu pada seberapa baik ide tentang realitas “sesuai” dengan realitas aktual. Dalam istilah sederhana, validitas membahas pertanyaan mengenai seberapa baik realitas sosial yang diukur melalui penelitian sesuai dengan konstruk yang peneliti gunakan untuk memahaminya.

8. Menurut Anastasy dan Urbina (1998)
Validitas yaitu mengenai apa dan seberapa baik suatu alat tes dapat mengukur.

9. Menurut Walizer (1987)
Validitas adalah tingkaat kesesuaian antara suatu batasan konseptual yang diberikan dengan bantuan operasional yang telah dikembangkan

10. Menurut Aritonang, R (2007)
Validitas suatu instrumen berkaitan dengan kemampuan instrument itu untuk mengukur atu mengungkap karakteristik dari variabel yang dimaksudkan untuk diukur. Instrumen yang dimaksudkan untuk mengukur sikap konsumen terhadap suatu iklan, misalnya, harus dapat menghasilkan skor sikap yang memang menunjukkan sikap konsumen terhadap iklan tersebut. Jadi, jangan sampai hasil yang diperoleh adalah skor yang menunjukkan minat konsumen terhadap iklan itu. 


Pengertian Reliabilitas Menurut Para Ahli

1. Menurut Soegeng.A.Y (2006)
Reabilitas merupakan tingkat konsistensi, untuk mengukur apapun. Makin bervariasi hasil pengukuran dengan sebuah alat ukur maka semakin tidak reliabel alat ukur tersebut.

2. Menurut Azwar (2011)
Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran memiliki keterpercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, kestabilan yang dapat dipercaya. Hasil ukur dapat dipercaya apabiladalam beberapakali pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.

3. Menurut Neuman (2007)
Reliabilitas berarti keandalan atau konsistensi. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran atribut yang sama diulang akan memberikan hasil kondisi yang identik atau sangat mirip. Reliabilitas dalam penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa hasil numerik yang dihasilkan oleh suatu indikator tidak berbeda karena karakteristik dari proses pengukuran atau instrumen pengukuran itu sendiri. Kebalikan dari reliabilitas adalah pengukuran yang memberikan hasil yang tidak menentu, tidak stabil, atau tidak konsisten.

4. Menurut Anastasi dan Urbina (1998)
Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen yang berbeda, ataupun dibawah kondisi pengujian yang berbeda.

5. Menurut Sugiono (2005)
Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda.

6. Menurut Sukadji (2000)
reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi.

7. Menurut Nursalam (2003)
Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali – kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama – sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersamaan.

8. Menurut Walizer (1987)
Reliability (Reliabilitas) adalah keajegan pengukuran.

9. Menurut Brennan (2001)
Reliabilitas merupakan karakteristik skor, bukan tentang tes ataupun bentuk tes.

10. Menurut Sumadi Suryabrata (2004)
Reliabilitas menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya. Hasil pengukuran harus reliabel dalam artian harus memiliki tingkat konsistensi dan kemantapan.


Referensi :
http://merlitafutriana0.blogspot.co.id/p/validitas-dan-reliabilitas.html?m=1

http://www.eurekapendidikan.com/2015/10/pengertian-uji-validitas-dan-reliabilitas-empirik-teoritik.html?m=1